
Sebelum itu saat Chintya keluar kelas setelah meminta maaf dengan Chelsea, tak sengaja dengan wajah cemberutnya sambil berjalan terus ke kelasnya, Aril yang melihat Tania keluar dari kelas Chelsea bingung dan mencoba ingin tahu.
tak berpikir panjang Aril menarik tangan Chintya, sontak Chintya menoleh.
"kenapa Lo keluar dari kelas Chelsea?" tanya Aril.
"bukan urusan Lo" ucap Chintya judes.
"gue juga pengen tau dong, kan gue temannya suaminya Chelsea"
"gue itu habis dimarahi sama kak Aldo, karena gue sudah ngerjain kak Chelsea, setelah itu gue disuruh kak Aldo buat minta maaf, jadi gue terpaksa minta maaf deh" jelas Chintya membuat Aril menganggukkan kepalanya.
"sampai sekarang Lo masih benci sama Chelsea, meski Lo sudah minta maaf ke dia?"
"ya masih lah, pakai temannya narik rambut gue"
"siapa?"
"kak Lisa"
Aril tersenyum sini,
"gue juga benci sama Chelsea"
Chintya membulatkan kedua matanya,
"bukannya kakak baik sama kak Varrel, berarti baik juga dong sama istrinya?"
"itu gue cuman baik sama Varrel, kalau istrinya gak sama sekali, oh ya gue punya rencana" mulut Aril mendekati telinga Chintya, membisikkan rencana untuk mengerjai Chelsea dan teman-temannya.
setelah membisikkan, Aril menjauhkan wajahnya lalu melihat Chintya yang tengah tersenyum-senyum sendiri.
"oke deh kak, eh tapi apa hubungannya sama kak Varrel"
"karena gue cinta sama Varrel"
"APA?!"
"gak usah kaget, memang gitu sifat gue, jadi gimana Lo sepakat"
"oke sepakat"
-
Chintya gak sengaja bertemu geng Chelsea saat pulang sekolah.
"guys gue ke Perpus ya, dadah" ucap Lisa lalu pergi meninggalkan kedua temannya, Lisa penasaran apa yang dilakukan Lisa ke perpustakaan.
dan ada anak cewek yang berjalan ke arah seperti Lisa, dia langsung memegang tangannya,
"eh kamu kakak kelas ya?"
"iya dek kenapa?"
"kamu tau Lisa, yang temannya Chelsea itu"
"kenal"
"itu jam segini ke perpus ngapain ya kalau boleh tau kak"
"oh dia ikut OSN"
"owh, kalau bole tau juga biasanya anak OSN pulang jam berapa?"
"sekitar jam 5 sore"
"oh oke kak makasih" cewek itu mengangguk lalu pergi, sementara Chintya mengangkat alisnya.
"hmm kesempatan"
__ADS_1
gumam nya, segera dia mengambil ponsel nya untuk menghubungi Aril.
"awas saja, Lo sudah menarik rambut gue, sekarang ini akibatnya"
* * *
saat waktu jam olah raga, kebetulan kelas Chelsea dan Varrel waktu jam pelajaran olahraganya sama.
"oke anak-anak kali ini kalian free, boleh main sepuasnya, boleh main volly, basket, futsal terserah, yang penting jangan makan di kantin oke"
"YEAY" suara teriakan para murid kelas Chelsea.
tak berpikir panjang ke tiga orang itu berjalan ke arah samping lapangan basket untuk melihat anak-anak bermain basket.
mereka duduk di kursi,
"gak usah main ya, nanggung bajunya kalau dicuci tapi gak berkeringat" ucap Lisa.
"iya kita lihatin anak lain main saja" kata Tania.
Chelsea melihat Varrel sedang main basket, mulutnya tidak tahan ingin berteriak menyemangati Varrel, tapi bagaimana lagi, dia ingin segera ketahuan siapa pelakunya.
"Tan nama pelaku itu siapa?" tanya Chelsea langsung. to the point.
"namanya itu--" tak sengaja mata Tania mengarah ke arah lantai dua, dan melihat Aril sedang menatapnya tajam, Aril menunjuk ke arah Tania dengan jari telunjuknya lalu jarinya itu menggores ke lehernya, Tania paham maksut dari gerakan Aril, Tania langsung ketakutan dan berpaling muka terhadap Aril.
Chelsea melihat mata Tania sedang melihat ke atas,
"Lo lihat apa sih" ujar Chelsea lalu menoleh ke arah yang dilihat Tania, tapi yang dilihatnya tidak ada orang satu pun di lantai dua.
"enggak kok Chel, gue gak lihat apa-apa" ucap Tania gugup.
"siapa nama nya jawab Tan"
"gue gak bisa jawab Chel, gue diancam sama dia"
Chelsea memutar bola matanya,
"Chelsea.." panggil Tania.
"Lo sih Tan gak mau ngasih siapa pelakunya" bentak Lisa,
"kita semua kena masalah kalau Lo gak mau sebut nama pelaku itu"
Lisa berdiri lalu mengejar Chelsea.
Tania yang masih bingung dia harus apa sedangkan kalau dia menyebut nama itu bisa-bisa dia dibunuh sama Aril.
mata Tania tertuju pada seberang sana melihat Aril sedang tersenyum sinis melihat ke dirinya, Tania langsung berlari menjauh i Aril karena ketakutan.
sementara Varrel melihat mereka bertiga seperti sedang ada masalah, apa lagi Chelsea yang tiba-tiba berlari menjauhi temannya, kaki Varrel merasa tidak kuat untuk mengejar Chelsea, tapi dia coba untuk menahannya.
lalu Aril yang berada di samping lapangan, melihat Varrel yang cuman terdiam melihat istrinya berlari, biasanya dia langsung ikut mengejar tapi kali ini tidak.
"hmm bagus"
batin Aril.
Aril berjalan ke arah Varrel yang cuman memperhatikan Chelsea sedang berlari dikejar oleh kedua sahabatnya, Aril menepuk punggung Varrel, sontak Varrel terkejut.
"gak minum dulu Rel, keringat Lo banyak banget tuh" ucap Aril sambil memberikan botol minum nya ke Varrel.
"enggak Ril makasih" ucap Varrel lalu pergi ke kelas meninggalkan Aril, membuat Aril sedikit sedih.
Tania melihat Lisa masuk kedalam toilet, di juga berlari menyusul mereka, setelah sampai di toilet Chelsea dan Lisa melirik ke arah Tania sekilas lalu melanjutkan mencuci tangannya.
"maafin gue guys, gue terpaksa gak bilang ini ke kalian, karena gue diancam" jelas Tania dengan nada sedih.
"cuman Lo Tan yang tau siapa pelakunya, tetapi Lo malah gak mau beri tahu ke kita, kita juga kena masalah dia" ujar Lisa.
__ADS_1
Tania menangis,
"kalian hiks.. kalian gak tau kalau jadi aku kayak gimana, aku udah diperkosa, udah gak remaja lagi hiks, dan aku juga diancam kalau sampai aku ngomong ke kalian hiks.. bisa-bisa aku dibunuh sama dia, karena kalian tau kan dia itu psikopat hiks.."
Chelsea merasa tidak enak dengan Tania, dia langsung memeluk erat tubuh Tania,
"maafin gue Tan, sudah maksa Lo buat ngomong, gue paham banget perasaan Lo sekarang, maafin gue kalau masalah ini jadi beban buat Lo"
Tania membalas pelukan dari Chelsea,
"makasih Chel udah mengerti perasaan gue"
Lisa juga tidak tahan mendengar ucapan dari Tania, dia juga memeluk kedua sahabatnya itu.
"maafin gue juga Tan, gue udah bentak Lo, dan apapun masalahnya kita harus tetap jadi wanita kuat ya, jangan lemah"
"Iyaa"
lalu mereka semua melepaskan pelukannya dan melihat wajah mereka yang menangis.
"ahahaha wajah Lo jelek banget Chel kalau nangis" ucap Lisa sambil tertawa, diikuti Tania juga.
"Lo juga pirang, lihat tuh hidung Lo kayak badut ahahaha" balas Chelsea.
"kampret Lo, ih Tania bedak lu luntur ya?" tanya Lisa, lalu Tania melihat ke arah kaca melihat wajahnya, dan benar kata Lisa bedaknya luntur.
"eh iya bedak gue luntur hahaha, apa jangan-jangan kena baju Lo Chel?"
"ha?" Chelsea melihat pundaknya dan ya benar bedak Tania menempel di baju olahraganya,
"eh iya nempel hahaha" mereka bertiga tertawa terbahak-bahak didalam toilet.
"aduh.. aduh.. udah dong guys, perut gue sakit kebanyakan ketawa" ujar Lisa sambil memegang perutnya.
lalu datanglah teman Varrel ke dalam toilet, karena mereka berdua juga memakai seragam sama seperti Chelsea dan teman-temannya.
"kasihan ya Dito, pasti sakit banget itu"
"iya ngeri banget, gue gak ngebayangin jatuh dari lantai dua"
mereka bertiga terkejut mendengar ucapan dari kedua cewek itu.
"eh bentar" panggil Chelsea membuat kedua cewek itu menoleh.
"gue gak sengaja dengar ucapan kalian berdua, Dito? Dito anak sebelas MIPA 4?"
"iya Chel siapa lagi yang namanya Dito disekolah ini kecuali dia"
"dia kenapa?" tanya Lisa.
"katanya dia jatuh dari lantai dua"
dada Tania merasa sesak mendengar Dito terjatuh dari lantai dua.
"what?! kejadiannya kapan?"
"ini barusan, sekarang kalian berdua lihat ke luar sekolah, pasti masih banyak kerumunan disana"
tak berpikir panjang Tania langsung berlari ke arah luar sekolah untuk melihat ke adaan Dito, sementara Lisa dan Chelsea terkejut melihat Tania langsung berlari.
"sekarang Dito mau dibawa ke rumah sakit" ucap cewek itu.
"oke makasih infonya, yuk Lis lihat" ucap Chelsea lalu diberi anggukan Lisa, dan mereka berdua berlari ke arah luar sekolah.
🥀
cerita ini mau Tamat, jadi aku langsung singkat-singkag saja ya, mau bikin novel baru.
kira-kira judulnya apa ya? tapi tenang masih berhubungan dengan mereka kok.
__ADS_1
👍🏻💬🔥