I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (4)


__ADS_3

Chelsea dengan semangatnya memakan semua masakan dari mamanya, Varrel yang melihatnya cuman menggeleng-geleng kan kepalanya. Tak lama dari itu juga Chelsea merasa kenyang, tapi makanan yang dia ambil belum sepenuhnya habis.


Varrel menatap Chelsea,


"kenapa berhenti? sudah selesai makannya? itu masih banyak Chel"


Chelsea meminum segelas air putih,


"tapi udah kenyang, lo mau habiskan Rel?" tanya Chelsea sambil tersenyum malu.


Varrel menghela nafasnya,


"makannya Chel kalau makan itu jangan banyak langsung gitu, sekarang lihat mubazir kan"


"iya-iya maap lagian masakan mama enak-enak semua"


"lebih baik diberi kucing pinggir jalan saja, dari pada dibuang sia-sia" ucap Varrel.


"kenapa Lo gak memakannya?"


"ya gue udah kenyang Chel"


"oke-oke maap"


😺😸


Mereka berdua berjalan keluar rumah sambil membawa sisa makanan untuk diberikan kepada kucing-kucing pinggir jalan.


"mana kucingnya gak ada gini" ujar Chelsea sambil menoleh kesana sini mencari kucing lewat.


"sabar dikit habis ini muncul" kata Varrel.


"Meong..."


Chelsea terkejut karena terdengar suara kucing yang dekat dengan dirinya, dan ternyata kucing itu berada dibawah Chelsea, lalu Chelsea jongkok.


Chelsea mengelus punggung kucing itu,


"hai pus.. kamu belum makan ya, tau aja kamu aku bawa makanan, ini aku berikan makanan buat kamu, kamu pasti lapar ya" kata Chelsea sambil memberi makan kucing itu, dia begitu lahap memakannya.


Varrel kagum dengan kelakuan Chelsea dengan binatang, dia begitu sayang dengan binatang meski kucing itu kucing jalanan, tapi Chelsea tidak jijik memegangnya.


"gue beruntung punya Lo Chel" batin Varrel sambil tersenyum.


Chelsea terus mengelus-ngelus badan kucing itu,


"kamu makan yang banyak ya biar gendut, kasihan ya kamu sendirian diluar, pasti kamu pengen punya orang yang merawat kamu"


lalu mata Chelsea melihat kalung yang dipakai kucing itu,


"eh kamu kucing rumahan ya, pasti kamu punya majikan"


Chelsea menoleh ke arah Varrel,


"Rel ternyata kucing ini punya seseorang, ini lihat dia pakai kalung"


Varrel jongkok di samping Chelsea sambil melihat yang dipegang Chelsea,


"iya, mungkin kucing ini kabur, lebih baik kita bawa saja sementara sampai ketemu majikannya, pasti dia tidak jauh dari sini"

__ADS_1


"iya Rel, gue mau mandikan kucing ini dulu, kasihan bulunya kotor kena debu"


"terserah lo deh Chel"


Chelsea menggendong kucing itu dan membawanya masuk ke dalam rumah.


πŸ‘¨πŸ»πŸ‘©πŸ»


Sementara di rumah orang tua Varrel, mama Tiara menyiapkan baju untuk suaminya, lalu mama Tiara mengambil baju yang sudah suaminya pakai kemaren, tiba-tiba mama Tiara mencium bau parfum yang asing baginya.


"bau parfum apa ini, sepertinya Bima nggak pakai parfum ini deh, ah mungkin dia beli baru" ucap mama Tiara mencoba berpikir positif.


tak lama dari itu papa Bima pun keluar dari kamar mandi,


"ma udah disiapkan bajunya?"


"udah pa itu diatas kasur"


mama Tiara masih memegang baju yang ada parfumnya tersebut karena ingin tau,


"papa, mama mau tanya"


"tanya saja ma" kata Bima yang masih membelakangi Tiara.


"papa pakai parfum baru?"


papa Bima terdiam dan langsung menoleh ke belakang, Bima melihat istrinya tersebut membawa pakaian nya itu.


"iya ma memang papa beli parfum baru, memang nya kenapa?"


"oh.. enggak pa cuman tanya doang" segera mama Tiara keluar kamar untuk mencuci baju suami nya.


dibawah mama Tiara terus memikirkan parfum itu, karena parfum tersebut seperti parfum perempuan bukan parfum laki-laki.


"mungkin Bima bosan dengan parfum nya jadi dia ganti parfum, oke Tiara berpikirlah positif" gumam mama Tiara.


"mama, papa berangkat kerja dulu ya" panggil papa Bima.


"papa nggak sarapan dulu?"


"enggak ma, papa makan diluar saja"


"tapi pa, ini mama sudah bikin makanan buat papa"


Bima melihat dimeja makan yang begitu banyak makanan untuk dia,


"beri untuk Varrel dan Chelsea saja ma, papa harus buru-buru ke kantor, ini mau telat"


Tiara sedih mendengarnya,


"yaudah pa, hati-hati ya"


dengan cepat papa Bima pergi keluar.


Tiara melihat masakannya yang tidak dimakan oleh suaminya, dia juga sia-sia membuatkannya,


"Varrel sama Chelsea pasti sudah sekolah"


lalu mama Tiara mencoba menelfon Varrel.

__ADS_1


___


Kring Kring Kring


suara ponsel Varrel berbunyi, segera dia membukanya dan melihat panggilan dari mamanya.


"halo ma, ada apa telfon?"


"Varrel sekarang kamu di sekolah?"


"enggak ma, aku sama Chelsea nggak sekolah, karena sakit, gara-gara kena hujan kemaren malam"


"loh kamu sama Chelsea sakit, ya ampun kenapa nggak bilang mama"


"iya ma maaf Varrel takut mama khawatir"


"sekarang kalian berdua dirumah?"


"iya ma"


"kalian sudah sarapan?"


"udah ma, dibikinin mami Anna makanan tadi pagi"


"yahh"


"kenapa ma?"


"ini papamu sudah mama bikinin makanan tapi nggak dimakan, katanya dia buru-buru ke kantor"


"kok papa gitu sih ma, yaudah nanti aku akan ambil makanan itu, buat aku sama Chelsea makan siang ya ma"


"nggak usah sayang biar supir yang nganterin makanan ke rumahmu saja, kan kamu lagi sakit, makasih ya Varrel"


"gak usah makasih ma, kan dari pada makanan itu mubazir"


"yaudah mama tutup ya telfonnya, jaga kesehatan, jangan kemana-mana dulu, kan kamu sama Chelsea lagi sakit, dan jaga Chelsea dengan baik"


"baik ma"


Nit.


"siapa Rel yang nelfon?" tanya Chelsea yang masih duduk di kasurnya sambil mengelus-ngelus kucing itu.


"mama Chel"


"kenapa mama mu?"


"katanya papa gak makan makanan mama, papa buru-buru kerja jadi makanan itu diantar supir kesini dari pada dibuang"


"kan kita udah sarapan tadi"


"buat nanti siang kan bisa"


"oh iya ya bisa juga"


πŸ₯€


kenapa nih papa Bima??

__ADS_1


πŸ‘πŸ»πŸ’¬πŸ’₯


__ADS_2