I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (26)


__ADS_3

Setelah Chelsea sudah berada di toilet untuk membersihkan saus tomat di seragamnya tersebut.


"memang bener-bener tuh anak nyebelin banget" umpat Chelsea.


"nah udah hilang nih, tapi baju gue basah banget, gue pakai jaketnya Dito aja ya sambil keringkan seragam gue" Chelsea berbicara dengan dirinya sendiri, lalu dia masuk ke kamar mandi, untuk mengganti baju.


tak lama dari itu dari arah luar toilet Varrel tengah menunggu Chelsea keluar, sambil memakan Snack yang barusan dia diberi oleh penggemarnya siapa lagi kalau bukan cewek-cewek yang masih mengejar dia meski mereka sudah tau Varrel dan Chelsea sudah menikah.


Aril yang sedang bermain ponselnya dikejutkan dengan Varrel yang berdiri di depan toilet wanita, dia pun segera berjalan kearahnya.


"Rel ngapain disini?" tanya Aril.


"itu nunggu Chelsea di dalam?"


"ohh"


setelah itu muncul lah Chelsea dari balik pintu toilet dan terkejut melihat Varrel dan Aril sedang berdiri disana.


"loh kalian ngapain disini?" tanya Chelsea.


"nungguin lo" jawab Varrel.


"kan gue udah bilang Rel, gak usah ditunggu gue langsung ke kelas gitu kan?"


"tapi gue takut Lo di kerjain sama Chintya"


"eh eh bentar maksut lo, Chelsea habis dikerjain Chintya si adik kelas baru itu?" tanya Aril, lalu diberi anggukan dari Varrel.


"karena apa kok sampai dikerjain gitu?"


"yah siapa lagi Ril kalau bukan karena Varrel" ujar Chelsea sambil memutar bola matanya malas.


"wahh bener-bener tuh bocil udah kelewatan banget" Aril mengepal tangannya.


- - -


beberapa menit kemudian, Chintya yang berada diluar kelasnya sambil mengacak-acak rambutnya kesal.


"Aahh kenapa sih kak Varrel bentak gue, gue kan jadi malu dilihatin semua orang" ujar Chintya.


di samping mereka berdua ada papan pengumuman dan di sana Aldo tidak sengaja mendengar percakapan mereka, dia berpura-pura terus membaca pengumuman yang ada disana sambil mendengar percakapan ketiga adik kelasnya itu.


"lagian sih Lo, pakai acara numpahi saus ke seragam kak Chelsea, jelas kak Varrel marah lah" kata Yuna.


"Tapi gue itu lagi kesal banget sama kak Chelsea, makannya gue gak tahan sama dia, ah tau ah, gue baru kali ini dibentak sampai kayak gitu" Chintya menggigit i mulutnya.


"kalau gitu kita ke kelas kak Chelsea saja, kita minta maaf sama dia"


"ih enggak mau, orang dia yang salah, kan gue dari awal udah bilang kalau gue ngomong sama kak Varrel, malah dia ngikut saja"

__ADS_1


"gini loh Chin maksut gue, Lo minta maaf ke kak Chelsea, kalau kak Chelsea sudah menerima maaf Lo, jelas dia akan bilang ke kak Varrel kalau Lo sebenarnya orang baik, dan kak Varrel akan kagum dengan Lo, gimana?"


Chintya mengedip-ngedipkan matanya,


"iya yah bener juga, oke kalau gitu sekarang ke kelas kak Chelsea" segera mereka bertiga menuju lantai dua yaitu kelas Chelsea, dengan rasa penasaran yang tinggi, Aldo juga mengikuti mereka bertiga berjalan di belakangnya.


setelah sampai di depan kelas Chelsea, sebelum masuk Chintya menarik nafasnya lalu membuangnya.


"oke Chintya pasti bisa menjadi anak baik, emm meski sementara" kata Chintya kepada dirinya sendiri, saat berjalan satu langkah ke depan, ada tangan yang menghalangi dia untuk masuk, sontak Chintya terkejut dan langsung menoleh ke arah yang punya tangan tersebut.


"Lo gak usah sok baik" ucap Aldo kepada Chintya.


"hey lo siapa ha? beraninya mencegah gue masuk ke kelas ini", sementara kedua temannya memukul dahinya sendiri, karena Chintya belum dia ceritakan mengenai kak Aldo.


"Lo gak tau siapa gue?" tanya Aldo.


"Siapa?"


Aldo membuka jaket nya dan menunjukkan bet kelas dan dibawahnya ada bet ketua OSIS.


Sementara Chintya membuka mulutnya terkejut karena kalau sampai melawan ketua OSIS bisa-bisa dia akan diberi point atau juga bilang ke guru.


"Kenapa diam? kaget?" ucap Aldo.


sementara Chintya tidak bisa berkata-kata karena takut kalau di beri point.


"hey dek denger ya, kamu itu masih murid baru disini dan juga masih junior, dan baru beberapa hari ini, kamu sudah mulai banyak pelanggaran tau nggak, saya gak segan-segan bilang ke guru kalau kelakuan kamu kayak gini sama kakak kelas, bisa-bisa kamu dikeluarkan dari sekolah"


"jangan minta maaf ke aku lah, minta maaf sama kak Chelsea sana"


Chintya menundukkan kepalanya,


"baik kak" segera Chintya masuk kedalam kelas Chelsea dan berjalan ke bangkunya, saat Chelsea dan kedua temannya berbincang-bincang, Chelsea melihat Chintya masuk.


"cewek lipstik merah datang" ujar Chelsea, dan sontak membuat kedua temannya menoleh.


Lisa langsung berdiri sambil mengepal tangannya,


"hey berani-beraninya Lo datang kemari ha? belum puas Lo sudah mempermalukan Chelsea?" ucap Lisa marah.


"anu kak maaf sebelumnya, gue kesini cuman mau minta maaf sama kak Chelsea atas perbuatan gue tadi saat di kantin"


"cih, enak saja mau maafin gitu doang"


Lisa menarik rambut Chintya kebelakang, untuk mengangkat wajah Chintya yang sedari tadi menunduk,


"gak segampang itu maafin Chelsea, Lo harus menanggung semua perbuatan Lo"


Chelsea berdiri,

__ADS_1


"Lisa lepaskan dia"


"tapi Chel"


"Lisa lepaskan dulu, gue mau ngomong sama dia" Lisa langsung melepaskan nya dan langsung duduk di bangkunya, Chelsea berjalan mendekati Chintya.


"Lo sudah mempermalukan ku, dan perbuatan Lo itu sangat gak sopan dengan kakak kelas, dengar ya Chin, Varrel sudah menjadi suami gue yang sah, dan Lo gak bisa se enaknya mengambil dia begitu saja, masih banyak kok cowok diluar sana yang mencintai Lo sepenuhnya, jadi gue mohon sama Lo jangan ganggu hubungan gue sama Varrel, kita berdua ingin hidup seperti remaja pada umumnya"


"iya kak Chelsea maafin gue"


"oke gue maafin Lo, sekali lagi kalau Lo berbuat kayak gitu lagi, gue gak akan tinggal diam"


"makasih kak"


kring kring kring


suara bel masuk kelas berbunyi, segera Chintya keluar dari kelas Chelsea, dan Chelsea dengan santainya duduk di bangkunya kembali.


"Chelsea... Why?" ujar Lisa.


"kenapa?"


"Lo menerima maaf dia dengan gampangnya, sementara Lo kayak sudah disiksa sama Chintya Chel"


Chelsea memberi senyuman ke arah Lisa,


"apa pun itu masalahnya, semua manusia pasti punya kesalahan, jadi untuk apa kita dendam terus-terusan, ya kan?"


Lisa bertepuk tangan,


"gue terharu sama Lo Chel, semenjak Lo sudah menikah sama Varrel, sifat Lo lama-lama cepat berubah kayak gini, gue kagum dengan Lo Chel"


"apa sih gak usah lebay deh"


sementara Tania cuman tersenyum melihat Chelsea dan Lisa tertawa bersamaan,


"benar kata Chelsea semua manusia pasti punya kesalahan, dan ngapain dendam terus-terusan, tapi... gue gak bisa maafin dia, gue udah terlanjur sakit hati, dia sudah merusak harga diriku"


batin Tania sambil meremas roknya.


🥀


banyak yg nanyain Tania sama Aril kenapa ya?🤔


oke episode selanjutnya akan saya teruskan kembali kejadian Tania bersama Aril.


Penasaran?


ditunggu ya...😗

__ADS_1


👍🏻💬🔥


__ADS_2