
Varrel berlari masuk kedalam rumah nya, sambil mencari mamanya,
"Mama..." teriak Varrel.
mamanya yang ada didalam kamar sedang menjahit baju terkejut karena terdengar suara panggilan dari anaknya,
"Varrel?!"
setelah itu mamanya berjalan keluar kamar dan melihat ke lantai satu jika anaknya ada dirumahnya sambil mencari dirinya.
"Varrel" panggil mama Tiara, sontak membuat Varrel mendongak ke atas dan mendapatkan mamanya tengah berdiri di lantai atas.
Varrel segera menaiki anak tangga dan berdiri tepat di depan mama Tiara,
"mama nggak kenapa-napa?"
Tiara mengerutkan alisnya,
"kenapa apa memangnya, mama baik-baik saja kok"
"tapi papa?"
saat Varrel mengucapkan itu, mama Tiara langsung berubah ekspresinya menjadi sangat sedih, karena terbayang kejadian tadi pagi.
"mama sebenarnya apa yang terjadi sama papa?" tanya Varrel khawatir.
"mama juga tidak tau Varrel, kenapa papa tiba-tiba berubah?" jawab mama Tiara yang hatinya merasa sangat sedih.
"setelah itu mama mencoba menelfon papamu, tapi dia tidak mengangkatnya, padahal wa nya online"
"mungkin papa lagi banyak pekerjaan di kantor ma, jadi nggak sempat ngangkat telfon dari mama"
mama Tiara menganggukkan kepalanya,
"mama juga mikirnya begitu"
"yaudah mama sekarang istirahat dulu saja" suruh Varrel.
"tapi Varrel, kenapa kamu mencari mama?"
"ya karena aku dibilangin sama pak Didik kalau mama wajahnya cemas, jadi aku khawatir sama mama" jelas Varrel, sementara mama Tiara terharu dengan ucapan anaknya ini.
"oww... mama jadi terharu sama kamu sayang, begitu pedulinya sama mama sampai kamu kesini" kata mama Tiara sambil memegang pipi Varrel, sedangkan Varrel cuman tersenyum tipis.
"sekarang mama istirahat dulu, tenang kan pikiran mama" suruh Varrel mengajak mamanya masuk ke kamarnya.
saat Varrel berjalan ke kasur bersama mamanya, tak sengaja Varrel melihat baju yang masih dijahit oleh mamanya, lalu mereka berdua duduk di atas kasur.
"ma ini baju untuk siapa?" tanya Varrel penasaran.
"buat Chelsea Rel, mama pengen buatkan baju buat dia" ucap Tiara.
"oh, sini ma Varrel bantu"
"eh bentar deh, kamu kan ada disini, terus Chelsea kamu tinggal dirumah?!"
Varrel membulatkan kedua matanya, lalu memegang kepalanya sambil memejamkan matanya,
"ah iya Chelsea, lupa kalau aku punya istri"
mama Tiara menepuk dahinya,
"VARREL... sekarang Chelsea dirumah sendiri?"
"Iya ma.."
"ya ampun Varrel... nanti Chelsea kenapa-napa gimana? kan dia juga lagi sakit, yaudah sekarang kamu balik sana jaga Chelsea"
"tapi mama gimana?"
"gak usah pedulikan mama, mama sekarang kan udah baik-baik saja, kamu juga udah janji sama mama gak bakal ninggalin Chelsea"
__ADS_1
Varrel menganggukkan kepalanya,
"yaudah ma, Varrel pulang dulu ya"
"eh tapi tadi kamu kesini naik apa? motor? mobil?"
"aku tadi kesini sama pak Didik"
"sekarang kamu pulang nya sama pak Didik lagi ya"
"enggak ma, aku pulangnya naik ojek saja lebih cepat, kasihan pak Didik nanti capek"
"yaudah kalau gitu hati-hati ya nak"
"iya ma, mama istirahat ya, Varrel pamit dulu"
Varrel mencium tangan mama Tiara,
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam" jawab mama Tiara, lalu Varrel berjalan keluar kamar.
"semoga Varrel tidak tau tentang papanya, mama nggak mau membuatmu kecewa" gumam mama Tiara sedih.
β¨β¨β¨
diwaktu yang bersamaan Tante Aca memasuki rumah Chelsea dan melihat didalam rumahnya yang begitu besar.
"silahkan duduk sini Tante" suruh Chelsea kepada Tante Aca untuk duduk di kursi ruang tamu.
lalu Aca pun duduk,
"kamu tinggal sejak kapan disini Chel?" tanya Aca.
"kayaknya sejak 3 bulan yang lalu"
"oh udah termasuk lama ya"
Chelsea menganggukkan kepalanya,
"terus suamimu tadi keluar ya, keluar kemana?" tanya Tante Aca.
Chelsea bingung,
"loh Tante tau kalau Chelsea udah menikah?"
"iya, itu dibilangin sama pembantu saya"
"oh.. Chelsea mau bikinin minuman dulu ya"
"boleh Tante bantu?"
"nggak ngerepoti Tante?"
"enggak lah"
Chelsea menganggukkan kepalanya,
"oke Tante"
segera mereka berdua berjalan ke arah dapur untuk membuat minuman.
"oh ya nama suami kamu siapa Chel?"
"namanya Varrel Tante" ujar Chelsea sambil membuat minuman.
"Tante boleh tanya?" tanya Tante Aca sambil melihat wajah Chelsea yang tengah menunduk.
"tanya saja Tante"
"kamu menikah sama Varrel kenapa? pasti ada alasannya kan?"
__ADS_1
sontak membuat Chelsea terkejut dan menatap Tante Aca,
"oh pasti rahasia ya, gak papa Chel nggak usah dijawab, Tante ngerti kok" ucap Tante Aca.
"ingat pesan mama, kamu nggak boleh bilang ke orang yang belum pernah Chelsea temui jika kamu nikah karena perjodohan"
Chelsea ingat pesan dari mama nya jika dia tidak boleh bilang ke orang yang belum dia kenal, termasuk dengan Tante Aca, belum tentu Tante Aca orangnya dapat dipercaya.
sementara diluar rumah, Varrel terkejut dan bingung karena di depan rumahnya ada sandal yang jelas bukan punya Chelsea,
"sandal siapa ini?"
"apa jangan-jangan Chelsea dalam bahaya" segera Varrel berlari masuk kedalam rumah.
"Chelsea.." teriak Varrel, membuat Chelsea dan Tante Aca terkejut karena suara keras dari Varrel.
saat Varrel berlari mau ke atas, Varrel melihat jika Chelsea berada di dalam dapur bersama seorang perempuan.
"Varrel kenapa sih teriak-teriak gitu, gak sopan ada tamu nih" ucap Chelsea marah.
Varrel berjalan ke arah Chelsea, dan membalikkan badan Chelsea sembari memegang pipi dan tangan Chelsea,
"Chel kamu gak papa kan? kamu nggak terluka?"
Chelsea melepaskan tangan Varrel,
"apa sih Rel, gue gak kenapa-napa memangnya ada apa?"
"syukurlah kalau gitu" Varrel membuang nafasnya lega, lalu melihat di samping Chelsea ada cewek yang tengah melihat ke arahnya,
"siapa cewek ini Chel?"
"ini itu tetangga baru kita Rel, rumah nya didepan rumah kita, yang tadi gue cerita sama lo" jelas Chelsea.
perempuan itu memberikan tangannya sambil tersenyum,
"perkenalkan nama saya Asya panggil aja Tante Aca"
Varrel melihat tangan Tante Aca lalu kembali menatap wajahnya,
"nama saya Varrel" ucap Varrel yang tidak berjabat tangan dengan Aca.
Aca yang merasa malu, karena Varrel tidak mau berjabat tangan dengannya,
"salam kenal ya"
"Chel gue mau ngomong bentar sama Lo"
"ngomong apa?" Varrel menarik tangan Chelsea menjauhi Tante Aca.
"kenapa kamu bawa orang yang baru kenal masuk ke rumah, kan udah aku bilangin kamu, jangan buka kan pintu dari siapapun itu, malah kamu ngajak dia masuk, kalau terjadi apa-apa sama kamu gimana?" bisik Varrel.
"maap Rel, lagian aku lihat itu Tante Aca orangnya baik"
"jangan dilihat dari fisiknya Chel kalau mau menilai orang itu, belum tentu dari fisiknya baik tapi dari dalamnya ada niatan jahat"
"jangan berburuk sangka dulu"
"bukan gitu Chel, ini demi keselamatan Lo juga, gue sayang sama Lo"
"gue juga sayang sama Varrel" ujar Chelsea sambil tersenyum ejek.
"sekarang suruh Tante Aca pulang"
"iya-iya Varrel" ujar Chelsea sembari memutar bola matanya.
π₯
haha Varrel sampai lupa kalau dia udah punya istriπ
π¬ππ»πβ¨
__ADS_1