
Chelsea duduk di kursinya dengan santai sambil melihat kedua temannya yang sudah masuk duluan sebelum dia.
"Tania katanya dari toilet? kok cepat banget datangnya?" tanya Chelsea.
"Iyah nih Chel, Tania bikin malu saja, kan gue nyamperin di toilet, dia gue panggil gak ada suaranya, yaudah gue buka kamar mandinya satu persatu, ternyata toilet yang terakhir ada orangnya lagi pup dan itu gue buka, sumpah malu-maluin gue..." jelas Lisa sambil memukul-mukul kepalanya.
Chelsea tertawa terbahak-bahak mendengar cerita dari Lisa,
"sumpah gue ngakak, andai gue ada di sana pasti gue gak bisa nahan tawa hahaha"
Lisa memutar bola matanya malas, sementara Tania cuman tersenyum menahan tawa.
"oh ya tadi kenapa Lo tiba-tiba pergi Tan?" lanjut Chelsea.
"gue tadi lupa kalau belum mengerjakan pr bahasa Indonesia, makannya gue buru-buru ke kelas" jelas Tania.
Chelsea mengerutkan alisnya,
"Tumben"
"Lo habis di sambar petir ya Tan, tiba-tiba berubah jadi anak rajin" ucap Lisa.
"kalian mau lihat kerjaan gue nggak? sebelum pak botak datang"
"eh iya lihat-lihat" ucap Chelsea lalu mengambil buku dan tempat pensil di tasnya, mata Chelsea tertuju pada kertas kecil di mejanya, dia pun membuka kertas tersebut yang bertuliskan.
Gue akan segera singkirkan Lo dari Varrel.
Chelsea membulatkan kedua matanya terkejut setelah membaca ini,
"guys-guys ini dari siapa?" tanya Chelsea ketakutan.
"coba gue lihat" Chelsea memberikan kertasnya kepada kedua temannya, dan mereka berdua juga terkejut membaca tulisan itu.
"siapa ini yang nulis kayak gini, creepy banget Chel" ujar Lisa.
"gue juga gak tau, makannya gue tanya sama kalian, mungkin ada yang tau orang yang nempelin kertas ini" tanya Chelsea sambil menggigit jari tangannya karena takut jika tulisan ini benar-benar akan mengancamnya.
Lisa berdiri sambil teriak,
"Guys kalian tau nggak ada orang lain masuk ke kelas ini terus nempel in kertas ini di meja Chelsea?" tanya Lisa kepada semua yang berada didalam kelas.
Semua tidak ada yang menjawabnya, dan teman-temannya cuman menunduk dengan ekspresi takut yang menyelimuti wajah mereka semua.
"Hey kenapa kalian diam, jawab dong ada yang tau nggak?" lanjut Lisa.
semua tetap diam dan gak ada satu pun yang
menjawabnya.
"Gue gak tau Lis" ucap salah satu temannya, lalu teman lainnya juga bicara seperti itu.
segera Lisa kembali duduk,
"gak ada yang tau Chel" ucap Lisa sambil memberikan kertas itu kembali kepada Chelsea.
"apa jangan-jangan cewek lipstik merah itu?!"
kata Chelsea menebak.
"apa hubungannya?" tanya Tania.
"tadi itu saat gue ke kelas Varrel, gue bertemu dia dan Lo tau apa yang dia lakuin ke gue sampai seluruh sekolah ngelihatin gue?"
"apa?"
"dia mencoret pipi gue dengan tinta di tangannya dan gue itu gak sadar kalau tangannya ada tinta, resek gak sih? awas saja kalau gue bertemu sama dia, gue gak akan maafin dia"
"ih kok gue ikut marah ya sama dia, yuk Chel kalau ketemu tuh anak kita bawa tisu" ucap Lisa.
__ADS_1
"ha buat apaan?" tanya Chelsea.
"buat bersihin make up dia, apa lagi mulutnya yang merah itu"
Chelsea memegang dahinya,
"Astaga teman gue".
- - - - -
Bel pulang sekolah berbunyi, bel yang ditunggu-tunggu Chelsea. Dia dan kedua temannya berjalan keluar kelas sambil berbincang-bincang.
Chintya dan kedua temannya sedang senderan di tembok sambil menunggu mangsa datang, yaitu Chelsea.
Chintya melihat Chelsea,
"socan udah datang"
"apaan itu socan?" tanya Yuna.
"Sok Cantik"
Chelsea tidak mengetahui akan ada Chintya disana karena dia terus berbincang-bincang kepada kedua temannya, dan sebelah kaki Chintya dia arahkan ke depan Chelsea.
Bruk
Chelsea tersandung kaki Chintya sehingga akhirnya terjatuh ke lantai.
"Aduh.." ringis Chelsea.
"Eh Chel" Lisa dan Tania membantu Chelsea untuk berdiri.
"maaf gue gak sengaja kak, eh maksut gue sengaja sih" ujar Chintya.
"beraninya ya Lo sama gue" ucap Chelsea marah.
"ya berani lah, ngapain gue gak berani sama Lo, yang badannya kurus kayak gini, gue senggol Lo pasti udah jatuh"
Chelsea mengambil kertas tadi dan menunjukkan kepada Chintya,
"Lo yang nulis kertas ini ke gue?" tanya Chelsea.
Chintya cuman tersenyum sinis,
"ngapain gue nulis kayak gituan, gak penting, mending gue langsung ngomong saja"
"jadi bukan Lo?" tanya Chelsea kembali.
Chintya memutar bola matanya malas,
"bukan gue kak.. tapi gue juga kayak tulisan itu, gue akan singkirkan Lo dari Varrel, karena kakak itu gak cocok sama Varrel"
"kalau ngomong-" Chelsea berjalan mendekati Chintya dengan tangan yang sudah ada di udara ingin menampar pipi Chintya.
dari kejauhan Aldo melihat Chelsea ingin menampar seseorang dia pun berjalan ke arah mereka.
"kenapa kok berhenti, ayo pukul pipi gue kak" ucap Chintya.
Chelsea mencoba menahan sabar, karena dia tidak ingin memukul sesama wanita, dia pun menurunkan tangannya sambil membuang nafasnya.
"gak berani ya kak, takut harga diri kakak hancur? udah ya kak Chintya pergi dulu, see you tomorrow" ujar Chintya lalu pergi sambil menyenggol pundak Chelsea.
Chelsea mengeluarkan air matanya sedikit, lalu Lisa dan Tania berjalan ke arah Chelsea,
"Chel Lo yang sabar ya" ucap Lisa sambil memegang pundak Chelsea.
Aldo datang dan berada didepan Chelsea,
"Chel Lo di apain sama cewek tadi?" tanya Aldo.
__ADS_1
Chelsea mengusap air matanya,
"enggak gue gak kenapa-napa kok" Chelsea tersenyum paksa.
"enggak pasti Lo diapa-apain sama tuh cewek sampai bikin Lo nangis" ucap Aldo.
Chelsea menepuk pundak Aldo,
"enggak Al, gue gak diapa-apain sama tuh cewek, gue baik-baik saja kok, gue balik dulu ya Al"
Chelsea langsung pergi begitu saja dengan hati yang merasa hancur.
Aldo yakin pasti cewek tadi yang menghina Chelsea sampai dia menangis seperti itu, lalu diikuti kedua temannya mengikuti Chelsea pergi.
Varrel keluar kelasnya, dan mendengar suara teriakan memanggil nama nya,
"Varrel" panggil Aril sambil berlari ke arah Varrel.
"gue bareng ke parkiran ya" ucap Aril, lalu diberi anggukan Varrel.
"Varrel" panggil seseorang lagi dari belakang mereka berdua, sontak Varrel menoleh kebelakang.
"Rel gue bareng ke parkiran ya" ucap Dito.
"ngapain Lo ikut-ikut gue Dit" ucap Aril.
"ngapain coba gue ngikutin Lo, Varrel kan sahabat gue, biasanya kan kayak gini, iya kan Rel" tanya Dito, Varrel tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"tuh kan, Lo saja yang baru bareng ke parkiran" lanjut Dito.
"Bodo amat"
Dalam perjalanan Varrel melihat Chelsea tengah berjalan cepat pergi keluar sambil menundukkan kepalanya, segera dia juga berlari ke arah Chelsea.
"Eh Varrel tunggu.." ucap Aril lalu berlari mengikuti Varrel, beserta Dito.
Varrel memegang tangan Chelsea, sontak Chelsea menoleh,
"Chel Lo kenapa?" tanya Varrel.
Diam sejenak,
"gue gak kenapa-kenapa Rel, ayo pulang"
"Oke kalau gitu" pasti cuman perasaannya saja Varrel sampai berpikir aneh-aneh kepada Chelsea, lalu mereka berdua berjalan keluar.
Lisa dan Tania tengah berdiri di tempat sambil mencari-cari Chelsea yang berjalan cukup cepat sehingga mereka berdua tidak bertemu dengannya.
"Chelsea kalau jalan cepat banget ya ampun, sekarang tuh anak kemana coba?" ucap Lisa.
lalu Aril dan Dito juga berada didepan kedua teman Chelsea,
"eh Lo lihat Varrel?" tanya Aril.
"kita gak tau, nih si Chelsea juga ngilang tiba-tiba" ucap Tania.
"oh mungkin mereka berdua sudah pulang bareng, yaudah gue pulang saja" ucap Dito.
"ngapain sih Varrel sama Chelsea mulu?" ujar Aril membuat Lisa,Tania dan Dito terkejut.
"woy ya iyalah kan Chelsea istrinya gimana sih Lo" ucap Dito kesal.
"iya nih aneh-aneh banget kalau nanya" kata Lisa.
segera mereka berdua berjalan keluar sekolah, Karena pasti kedua orang itu si Varrel dan Chelsea sudah pulang bareng, jadi mereka semua sedikit tenang.
🥀
siapa ya kira" yg ngirim surat itu?🤔
__ADS_1
sorry ya bikin kalian semua penasaran hehe.😄
like and Comment 👍🏻💬🔥.