
Chelsea membantu Varrel untuk berjalan ke kamarnya, dan perlahan membaringkan Varrel di atas kasur, Chelsea mengambil kotak p3k yang sudah dia sediakan di dalam lemari.
Chelsea duduk di kursi bawah kasur tepat disamping Varrel, dia mulai membersihkan luka merah di pipi Varrel,
"isshh" ringis Varrel menahan sakit.
"kenapa kamu seperti ini Rel?"
"Chelsea"
"lihat luka merah mu ini kayak orang habis ditampar"
"Chel"
"mulutmu juga berdarah, sebenarnya siapa yang ngelakuin ini sama kamu?"
"Chelsea"
"ini pasti sakit Rel"
"bukan itu yang sakit"
"terus yang mana?"
Varrel mengambil tangan Chelsea dan menaruhnya di dadanya, sambil mengeluarkan air mata,
"disini yang sakit"
Chelsea pun terdiam sambil menatap mata Varrel yang mengeluarkan air mata sedih nya,
"katakan saja" suruh Chelsea untuk menyuruh Varrel cerita ke dirinya.
"Tolong Chel jangan dekat lagi dengan Tante Aca"
Chelsea bingung,
"mengapa?"
"Tante Aca pelakor"
"maksut kamu apa Rel?"
"Tante Aca sudah merebut papaku"
dada Chelsea terasa sesak mendengarnya, dia tidak menyangka kalau Tante Aca sifat aslinya seperti ini.
"Tante Aca selingkuhan papi?" tanya Chelsea untuk memperjelas kata-kata Varrel.
Varrel mengangguk,
"iisshh" ringis Varrel sambil memegang pipinya.
"gue ambil in kompres ya, sama minum"
saat Chelsea ingin berdiri tangannya dipegang oleh Varrel,
"jangan tinggal in gue Chel"
Chelsea diam melihat tangannya dipegang oleh Varrel, lalu dia kembali duduk disamping Varrel.
__ADS_1
"Maaf, kalau gue selalu merepotkan, gue selalu jadi beban buat Lo, gue memang cowok lemah dan--" ucapan Varrel terpotong karena telunjuk Chelsea menutup mulut Varrel.
"husstt udah Rel, gak boleh bicara seperti itu, lagian aku gak bilang kalau kamu cowok lemah dan merepotkan, gak harus semua cowok itu terlihat kuat, semua manusia pasti punya kelemahan masing-masing" kata Chelsea sambil tersenyum melihat Varrel.
Varrel bangun dari tidurnya dan langsung memeluk Chelsea,
"makasih Chel"
Chelsea membalas pelukan dari Varrel sambil tersenyum,
"sama-sama, berarti kamu ini ditampar papi?"
"iya"
sementara Chelsea paham apa maksud dari Varrel, pasti dia memarahi papanya lalu, papanya menampar Varrel.
"Tante Aca, kenapa Tante tega ngelakuin ini sama Varrel, kenapa Tante jahat sama Chelsea, selama ini aku lihat Tante orangnya baik, tapi kenapa merebut papi yang jelas-jelas sudah masih punya istri"
batin Chelsea.
"Papa, meski papa bukan papa kandung ku, tapi aku begitu sayang sama papa, dan kenapa papa tega selingkuh dibelakang mama?"
batin Varrel.
mereka berdua melepaskan pelukannya,
"Rel gue ambil in Lo kompres sama minum ya"
Varrel mengangguk,
"maaf Chel"
"enggak Rel, memang kewajiban gue, tunggu disini" Chelsea berjalan keluar kamar untuk mengambil kompres dan juga teh hangat untuk menenangkan Varrel.
suara pesan dari ponsel Chelsea, segera dia membukanya dan melihat nomor itu kembali SMS
Enak ya peluk-peluk an gitu
haha
ets tapi pelukan itu gak akan bertahan lama
sebentar lagi gak ada yang namanya pelukan itu lagi Rel
kalau gue akan membuang istri Lo jauh-jauh dari hadapan Lo
Masalah papanya saja belum selesai, ditambah masalah ini, membuat Varrel merasa frustasi dalam hidupnya ini.
siapa sih Lo
jangan aneh" kalau ngomong Lo
gue akan selalu ada buat Chelsea
dan gak ada orang satupun yang bisa melukai dia
Varrel melihat sekelilingnya mungkin ada kamera atau orang yang menyelinap di dalam rumahnya, tapi hasilnya tidak ada.
lalu datanglah Chelsea sambil membawa kompres dan secangkir teh hangat, Varrel langsung memasukkan hpnya didalam laci.
__ADS_1
* * *
malam telah datang, Chelsea dan Varrel tengah mengerjakan PR sekolah masing-masing di ruang tamu.
Sementara luka Varrel mulai membaik karena diberi obat dari Chelsea tadi.
mereka berdua duduk bersebelahan,
"Rel ini caranya gimana ya?" tanya Chelsea kepada Varrel soal Matematika, pelajaran paling tidak disenangi Chelsea, tapi berbanding terbalik dengan Varrel, dia mampu menguasai rumus Matematika di SMA ini.
Varrel mulai membaca soal itu lalu mengerjakannya, sementara Chelsea hanya bisa menunggu jawaban dari Varrel. Cuman beberapa detik Varrel mampu mengerjakan soal itu dan memberikannya kepada Chelsea.
Chelsea melongo melihat jawaban dari Varrel yang sama sekali tidak dia mengerti.
"Rel ini 4 dari mana?" tanya Chelsea mencoba memahami jawaban dari Varrel.
saat Varrel mulai menerangkan Chelsea tidak fokus dengan pelajarannya, melainkan dia melihat wajah Varrel yang makin lama makin ganteng dan keren saat menerangkannya matematika.
mata Varrel melihat Chelsea yang sama-sama melihatnya,
"gimana mau bisa pintar Chel kalau gini" ucap Varrel marah karena dari tadi Chelsea tidak mendengarkan penjelasannya.
Chelsea tertawa,
"gue dengarkan Rel, tapi sambil lihat wajah Lo, masak gak boleh"
"tapi Lo paham nggak?"
"sedikit sih hehe"
Varrel menghela nafasnya, lalu Chelsea gemas melihat Varrel yang marah dengannya, setelah itu Chelsea mencium pipi kiri Varrel, sontak Varrel menoleh dengan wajah merah.
Chelsea tersenyum melihat wajah Varrel yang berubah merah karena baper, lalu dia mengangkat-angkat alisnya,
"gantian Rel"
"mau dicium juga ya Chel?"
"e-enggak kok"
"sini" Varrel mau mencium Chelsea, tapi Chelsea mendorong tubuhnya, sambil menjauhkan wajahnya dari Varrel,
"enggak.. Rel.. jangan.. haha"
Chelsea berbaring di atas kursi ruang tamu, sementara ada Varrel diatasnya, mereka berdua saling bertatapan mata, membuat Varrel menahan nafsunya, perlahan dia mendekati wajah Chelsea lalu mencium bibir mungil Chelsea.
mereka berdua memejamkan matanya, dan Chelsea meremas rambut Varrel, bibir Varrel menuju ke leher Chelsea dan mengigit i kecil.
Ting tung
Chelsea dan Varrel terkejut,
"Haduh siapa lagi sih" gumam Varrel marah.
Mereka berdua bangun lalu merapikan kembali rambut dan bajunya,
"tau ah siapa sih, gantian kamu yang buka Rel" ucap Chelsea cemberut.
🥀
__ADS_1
siapa sih yang ngebel mulu? 😭
👍🏻💬✨