I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (23)


__ADS_3

Cheslea yang tengah berlari mengejar Tania yang begitu cepat berlari, ya karena Tania juga anak pasus dadi kalau urusan berlari kayak gini dia jelas kalah.


Setelah sampai didepan kelas, bunyi bel sekolah pun berbunyi, dan Chelsea melihat Tania sudah duduk didalam kelas, dia pun lega melihatnya.


Saat ingin duduk di kursi, Chelsea melihat ada kertas yang ada di atas meja nya, dia pun segera duduk, dan melihat isi kertas itu, Chelsea membulatkan kedua matanya, karena kertas itu bertuliskan,


Jauhkan Varrel kalau enggak semua yang ada didekat lo akan tersiksa


"Assalamualaikum" ucap pak Agus memasuki kelas Chelsea.


semua pun segera mengambil buku pelajarannya keatas meja, begitupun juga Cheslea, dia menaruh kertas itu di dalam saku nya dan segera mengambil buku pelajaran yang ada di dalam tasnya.


Diwaktu yang bersamaan, Varrel tengah duduk dengan santai di kursi kelasnya, tiba-tiba Aril menarik kursinya dan duduk disebelah Varrel yang sangat dekat


Varrel pun terkejut,


"deket banget Ril" ucap Varrel.


Aril melihat wajah Varrel dari samping,


"ya kan gue teman Lo, jadi gak masalah kan"


"terserah lu dah"


"oh ya Rel, gue bawain lo bekal makanan, meski cuman nasi goreng, buatan gue loh" Aril mengambil sekotak makanan kepada Varrel.


"ngapain Ril bawain gue makanan segala, jadi gak enak kan gue"


Aril menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal,


"gak papa lah sekali-kali, kan Lo udah baik sama gue"


"oke makasih ya, nanti gue ajak Chelsea makan juga ya masakan Lo"


ekspresi Aril berubah seketika,


"gak usah ngapain, ini kan gue buatin buat Lo doang, cuman sedikit juga"


"gak papa Ril, biar Chelsea bisa ngerasain masakan Lo, karena dia pintar banget kalau urusan penilaian"


Aril menghela nafasnya sambil mengangguk kan kepalanya,


"yaudah deh"


- -


Tak lama kemudian, disaat pak Agus menerangkan pelajaran bahasa Indonesia, perasaan Chelsea merasa sangat tidak enak, mungkin karena kertas ancaman itu membuatnya sangat gelisah, dia sama sekali tidak fokus dengan pelajaran yang diberikan pak Agus itu.


Chelsea mencoba melirik ke arah Tania yang sedang fokus mendengarkan pak Agus, dia tampaknya sedang banyak masalah atau apa yang membuat dirinya berubah tidak seperti Tania yang Chelsea kenal selama dia menjadi sahabatnya.


"apa jangan-jangan yang ngasih surat ini Tania? Ahh Chelsea gak boleh Suudzon kan lo gak punya buktinya, Ehh tapi disaat Tania sudah masuk kelas duluan selalu ada kertas ini dimeja gue, haduh Chelsea lo harus berpikir positif, gak mungkin sahabat Lo ngelakuin itu ke Lo"

__ADS_1


Batin Chelsea berbicara dengan dirinya sendiri.


Setelah itu bawah perut Tania merasa sakit, entah kenapa sakit ini datang dengan tiba-tiba, dia pun memegang nya sambil meremas seragamnya, untuk menahan rasa sakitnya.


"aduh sakit banget" gumam Tania.


Lisa yang mendengar suara kecil Tania segera menoleh kebelakang dan melihat tangan Tania memegang dibawah perutnya.


"hust Tan Lo kenapa?" panggil Lisa dengan suara kecil, sontak Tania menoleh,


"g-gak papa kok Lis"


"kenapa dipegang perut Lo? lagi datang bulan?" tanya Lisa karena khawatir melihat sahabatnya seperti kesakitan.


Chelsea melihat mereka berdua sedang berbicara,


"hey ada apa sih?" tanya Chelsea.


"itu Tania megang perutnya terus" ucap Lisa.


"g-gue gak papa kok guys, mungkin mau datang bulan, gue ke toilet dulu ya, mau ngecek" ujar Tania.


"oke, tapi Lo bawa pembalut?"


"bawa kok" Tania mengambil pembalut di tasnya, dan segera ke depan untuk meminta izin ke pak Agus, setelah diberi izin Tania akhirnya keluar.


"ada apa ya sama Tania akhir-akhir ini beda banget gak kayak biasnya" ucap Lisa kepada Chelsea.


Chelsea menatap lurus ke depan,


"apa gue harus menjauhkan Varrel sementara, buat tau siapa yang ngancam gue kayak gini"


: : :


Saat Tania sudah berada di dalam toilet, dia melihat wajahnya di depan cermin,


"Gue kotor" ucap Tania kepada dirinya sendiri.


dia membasuh mukanya, setelah itu dia pergi masuk kedalam WC untuk mengecek apa dia benar-benar lagi datang bulan atau tidak.


"gue gak datang bulan, tapi kenapa nyeri banget ya" gumam Tania.


saat dia keluar dari WC, dia dikejutkan dengan datangnya Aril didepan nya dia, sementara ini adalah toilet wanita.


"Ha Aril?!" Tania terkejut, dan mulutnya langsung dibungkam Aril.


"huusstt... jangan keras-keras kalau ngomong, nanti ada yang dengar" bisik Aril.


sementara tubuh Tania bergetar tidak karuan saat berada dekat dengan Aril, lalu Aril melepaskan tangannya di mulut Tania, dan melihat Tania tubuhnya gemetar seperti ketakutan.


"kenapa gemetar, Lo takut sama gue?"

__ADS_1


Tania tidak menjawab ucapan dari Aril, dia terus menunduk dengan tubuh yang terus bergetar.


"gak usah takut Tan, kan kita sudah berteman, iya kan?"


lalu mulut Aril mendekati telinga Tania sambil berbisik,


"apa Lo sudah bilang ke teman Lo itu, si Chelsea?"


"g-gue gak akan bilang, Chelsea itu sahabat gue" ucap Tania memberanikan diri.


Aril membuang nafasnya besar-besar lalu,


Braakk


Aril memukul pintu kamar mandi dibelakang Tania, sontak Tania terkejut.


"Kenapa Lo gak bilang?" bentak Aril.


"udah lah gak usah dibahas, gue mau balik dulu, Lo balik juga ya, keburu ada yang mau masuk kesini, dan melihat Lo kayak orang ketakutan gini" ujar Aril lalu mengusap rambut Tania, dan setelah itu dia keluar dari toilet wanita.


Tania masih terdiam dan rasanya badannya kaku semua karena ketakutan yang menyelimuti badannya saat ini.


saat Aril keluar dari toilet dikejutkan dengan Chintya yang juga terkejut melihat Aril keluar dari toilet wanita.


"What? Lo cowok kan? dan kenapa Lo bisa keluar dari toilet cewek?"


tanya Chintya.


"a-anu gue habis disuruh guru ngambil cincin nya ketinggalan di toilet" ucap Aril berbohong


"masak, mana lihat cincinnya?"


"gak usah kepo Lo" Aril langsung pergi begitu saja karena kalau enggak Chintya akan curiga kepadanya.


Chintya melihat kepergian Aril dari belakang,


"mangsa nambah lagi, si cogan teman kak Varrel hmm"


lalu Chintya masuk kedalam kamar mandi dan melihat Tania berdiri di depan kaca.


"hey Lo temannya kak Chelsea ya?" tanya Chintya, Tania cuman melirik kearah Chintya sekilas lalu dia pun pergi begitu saja.


Chintya mengerutkan alisnya bingung,


"kenapa murid disekolah ini aneh-aneh sih ya ampun" ujar Chintya.


🥀


apa kalian penasaran dengan hubungan Aril dan Tania?


like and Comment nya😚👍🏻💬

__ADS_1


__ADS_2