I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (13)


__ADS_3

Chelsea membuka pagar rumahnya dan melihat Tante Aca tengah berdiri di depannya saat ini.


"loh Tante, ada apa te kesini?" tanya Chelsea.


"ini Tante mau ngasih kamu brownis coklat buatan Tante sendiri" Aca memberikan sepiring bolu kepada Varrel.


"ya ampun beberapa hari ini gue dikasih makanan mulu, nih perut habis ini buncit"


batin Chelsea.


Chelsea pun mengambilnya,


"makasih Lo Tante, Chelsea jadi gak enak sama Tante"


Aca tersenyum manis,


"enggak papa Chel, sebagai tetangga mu, wajib berbagi, iya kan?"


"hehe iya"


sementara dengan waktu yang bersamaan Varrel mengintip ke arah luar pagar, dan melihat Tante Aca sedang berbicara dengan Chelsea.


"Meong" suara kucing itu terdengar di telinga Tante Aca.


"loh kamu punya kucing Chel?"


"iya Tante"


"oh Tante juga punya kucing, tapi sekarang dia hilang entah kemana, Tante jadi kangen dia"


Chelsea mengerutkan alisnya, dia pun berpikir apa jangan-jangan pupus punya Tante Aca?


"eh Tante pengen lihat kucingmu"


"oh ya boleh Tante, ayok masuk" suruh Chelsea kepada Tante Aca untuk masuk kedalam tamannya.


Varrel melihat Tante Aca masuk kedalam taman nya bersama dengan Chelsea, tapi Varrel malas untuk berdiri jadi dia tetap duduk di kursi ayunan.


"pupus sini" panggil Chelsea, segera pupus itu berlari ke arah Chelsea, dan betapa terkejutnya Aca melihat kucing peliharaannya kembali lagi.


dia pun membuka mulutnya lebar-lebar lalu menutupnya dengan tangannya,


"haaa Kitty kamu disini ternyata" ucap Aca sambil menggendong kucing kesayangannya itu.


"ini kucing Tante?" tanya Chelsea.


"iya Chel, ya ampun Tante cari Kitty ini kemana-mana ternyata ada disini toh, ini lihat kalungnya ada tulisan Aca" Tante Aca menunjuk kalung yang dipakai kucingnya ada tulisan pemiliknya, dan Chelsea baru menyadarinya.


"oh iya ya, maaf ya Tante aku gak tau kalau pupus, eh maksut ku Kitty punya Tante, karena waktu itu kucing ini ada didepan rumahku terus aku lihat nya kasihan jadi aku rawat deh" jelas Chelsea.


Tante Aca menganggukkan kepalanya,


"iya Chel, Tante juga makasih sama kamu sudah merawat Kitty, untung yang nemukan kamu, kalau enggak?"


Varrel mendengar semua ucapan dari Tante Aca dan juga Chelsea, lalu dia pun berjalan ke arah mereka berdua, saat Varrel berdiri di samping Chelsea, Chelsea langsung menoleh,


"Rel ternyata kucing ini punya Tante Aca"


Varrel mengangguk,


"iya gue tadi dengar"


"Varrel makasih ya sudah jaga Kitty" ucap Tante Aca sembari tersenyum.

__ADS_1


dibalas senyuman dari Varrel, lalu diberi anggukan,


"iya Tante sama-sama"


"yaudah Tante pamit dulu ya Chel Rel" ujar Tante Aca lalu pergi sambil membawa kucing nya ke rumahnya.


raut wajah Chelsea langsung berubah menjadi sedih, dia pun cemberut sambil mengayunkan mulutnya tidak tega kalau pupus sudah kembali kepada pemiliknya, Varrel menyadari perasaan Chelsea saat ini,


"kalau mau main sama pupus, kan bisa ke rumah nya"


Chelsea membulatkan matanya,


"eh iya ya benar juga, Tante!!" panggil Chelsea kepada Tante Aca yang ada belum keluar rumahnya, sontak Tante Aca menoleh kebelakang,


"iya Chel?"


"kalau Chelsea main ke rumah Tante boleh kan, dan main sama pupus, eh Kitty"


Tante Aca tersenyum,


"boleh dong Chel, rumah Tante akan terbuka selalu buat kamu"


Chelsea mendengarnya sangat bahagia,


"oke makasih Tante"


sementara Chelsea dan Varrel terdapat keheningan diantara mereka, karena kejadian tadi yang membuat mereka malu.


"Chel" panggil Varrel, sontak Chelsea menoleh,


"apa?"


"gak tidur? udah malam Lo"


🌀️ 🌀️


Ke esokan paginya tepat pukul 10.00 Varrel bergegas ingin pergi ke restoran, bukan karena ingin makan disana, melainkan dia disuruh guru untuk meneliti restoran itu, bersama teman-temannya dan juga ada Dito yang satu kelompok dengan Varrel.


"Chel sini deh" panggil Varrel dari luar rumah, segera Chelsea berjalan ke luar.


"ada apa?"


"ini udah aku kasih kertas di pagar" tunjuk Varrel kepada kertas yang ditempel di pagar rumahnya yang bertuliskan,


Jangan mengebel pintu


Tidak ada orang dirumah !


Chelsea melirik ke arah Varrel dengan lirikan malas,


"kenapa pakai gini segala Rel, kan gue ada dirumah"


"nah itu dia, biar Lo gak kenapa-napa saat gue pergi, jadi Lo tetap berada didalam rumah, dan biar Lo gak bukain pintu sembarangan" jelas Varrel sambil mengangkat kedua alisnya,


"sip kan?"


Chelsea memutar bola matanya malas,


"yah yah terserah Lo"


"sekarang Lo masuk, kunci pintu rumahnya, jangan keluar sampai gue datang"


"iya iya bawel" Chelsea pun masuk kedalam rumahnya ditunggu oleh Varrel dari luar, setelah mengunci rumahnya, Varrel lalu menutup pagarnya dengan kuncinya, dan pergi menaiki motor ke restoran yang sudah diberi tahu Dito.

__ADS_1


* * *


setelah sampai di restoran, semua berkumpul di parkiran sebelum memasuki restoran untuk penelitian.


"semua sudah kumpul ya, oke gue absen dulu, Dito, Varrel, Vico, Adam, dan Zafran" ucap Zafran sang ketua tim.


"pertanyaan sudah Lo bawa kan Dit?" tanya Zafran.


"udah ini" ujar Dito sambil memberikan dua lembar kertas kepada Zafran.


"oke tugas masing-masing kelompok, Gue nanti yang mewawancarai, Dito dan Vico mencatat informasi dari narasumber, sedangkan Adam nanti bagian mengetik di laptop saat selesai ini, dan Varrel merekam buat dokumentasi"


semua pun menganggukkan kepalanya, dan berjalan masuk kedalam restoran X.


disisi lain Chelsea yang tengah berbaring di ruang tamu, sambil melamun melihat ke arah atas, dengan pandangan yang kosong,


"ih gila, kemaren hampir saja gue gak perawan"


Chelsea bangkit dan duduk di kursi, sambil terus memikirkan kejadian semalam,


"Varrel nekat banget, gak sabar banget tuh anak, untung ada Tante Aca yang melindungi gue hehe" gumam Chelsea,


"oh ya Tante Aca hari Minggu gini ngapain ya, coba deh aku lihat"


Chelsea berjalan ke arah pintu dan membukanya,


"oh ya aku gak boleh keluar rumah" Chelsea mengayunkan mulutnya lalu mempunyai ide, dia pun mengambil kursi lalu naik ke atasnya dan melihat dari fentilasi udara di atas pintunya dan melihat rumah Tante Aca tutup,


"sepertinya Tante Aca keluar deh hmm"


Chelsea turun dari kursinya sambil tangan nya bersedekap,


"gabut nih aku, gak ada pupus juga, ngapain ya enaknya?"


setelah berpikir panjang, akhirnya dia memutuskan untuk nonton Drakor di Tv.


_______


kelompok Varrel masih mewawancarai narasumber itu, dan Varrel tetap merekam nya untuk dokumentasi, tak lama dari itu, mata Varrel tertuju dari kejauhan pada orang banyak yang baru memasuki restoran dengan pakaian kerjanya masing-masing, Varrel memperhatikan satu persatu orang itu.


tiba-tiba Varrel melihat papanya berjalan dengan perempuan disampingnya, tetapi wanita itu tidak terlihat wajahnya karena dia memakai kacamata dan juga masker di mulutnya.


"papa?!" batin Varrel.


rasa penasaran yang tinggi, Varrel ingin melihat apakah itu benar-benar papanya atau tidak?


"Adam Lo kan gak ngapa-ngapain, ini tolong Lo gantikan yang merekam ya, gue mau ke kamar mandi" bisik Varrel.


"oke deh Rel" lalu handphone Varrel dipegang oleh Adam, dan segera berjalan ke arah yang ingin Varrel lihat itu, sedangkan Dito melihat Varrel pergi,


"Dam, Varrel mau kemana?" tanya Dito.


"katanya dia mau ke kamar mandi" ucap Adam.


"ohh"


"perasaan gue gak enak ya sama Varrel"


batin Dito.


πŸ₯€


like & Comment untuk cerita kali ini😊

__ADS_1


πŸ‘πŸ»πŸ’¬βœ¨


__ADS_2