I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (2)


__ADS_3

Chelsea berjalan dengan santai memasuki rumahnya sendiri yang kini sampai sekarang tetap tinggal berdua dengan Varrel.


Varrel membuka pintu rumahnya dengan kunci yang ia bawa tadi pagi, dan setelah membuka terlihat isi rumah yang begitu sepi sampai-sampai nafas mereka berdua pun terdengar.


saat beberapa langkah berjalan, tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan dari salah satu mereka berdua.


"suara apa itu?" tanya Varrel.


seketika membuat Chelsea merasa malu, karena suara tersebut dari perutnya sendiri yang keroncongan karena tadi siang dia belum makan apa-apa.


Chelsea pun menoleh ke belakang dengan tersenyum malu menghadap Varrel,


"aku laper"


Varrel menghela nafas, lalu berjalan ke arah Chelsea sambil mengusap-usap rambut Chelsea,


"mau makan apa? gue masakin"


"nggak usah Rel, biar gue masak sendiri saja"


"nanti gosong kayak waktu itu"


Chelsea menggigit mulut kecilnya karena adanya perasaan malu,


"kalau gitu aku pengen makan diluar"


"pengen makan apa memangnya?"


"sekali-kali di pedagang kaki lima saja, bosan kalau makan di restoran gitu, gak asik"


"yaudah ayok"


dengan perasaan bahagia, Chelsea segera berlari ke luar rumah.


"Chel tunggu" panggil Varrel, membuat langkah Chelsea berhenti lalu memutar badannya ke belakang.


"ganti baju dulu, terus mandi, seragam Lo udah bau kecut"


Chelsea melihat kebawah dan ternyata dia masih memakai seragam,


"ih orang gue pakai parfum satu hari mungkin udah habis setengah botol"


"yah nggak tau lah, tadi gue di samping lo udah bau"


Chelsea merasa marah besar karena dia sudah dikatakan bau oleh Varrel, segara dia berjalan ke arah Varrel sambil memukul-mukul badan Varrel.


Tapi Varrel cuman bisa tertawa karena sudah mengejek Chelsea,


"aduh.., aduh.., iya-iya Chel, Lo bau wangi kok, udah gak usah mukul terus, sakit"


Chelsea mengayunkan mulutnya,


"lagian aku wangi kok dibilang bau"


"haha iya kamu wangi kok" ujar Varrel, sambil mencium pipi Chelsea, lalu berjalan ke kamarnya dengan santainya.


Chelsea yang terkejut cuman bisa diam kaku di tempat karena Varrel yang tiba-tiba menciumnya begitu saja.


Varrel yang sudah berada di lantai dua melihat ke arah bawah, dan melihat Chelsea masih berdiri di situ.


"He ngapain berdiri disitu, cepat mandi, gue tinggal loh" ucap Varrel membuat lamunan Chelsea berubah.

__ADS_1


"iya-iya otw" saat Varrel sudah masuk ke kamar, Chelsea memegang pipinya yang sudah dicium Varrel tadi.


"gue dicium Varrel, hati gue merasa terbang" Chelsea mulai berhalu dengan memutar-mutar badannya sambil menutup matanya seperti terbang ke angkasa.


"Chelsea...!!!" panggil Varrel membuat halu Chelsea tadi hilang seketika.


"iyaa Varrel..."


----------


"Rel kita naik motor saja ya" ucap Chelsea.


"kenapa gak naik mobil, malam-malam gini entar masuk angin loh"


"tapi gue pengennya naik motor" ujar Chelsea merayu Varrel.


"yaudah lah terserah Lo"


__


"mau makan apa" tanya Varrel dengan motornya melaju di deretan pedagang kaki lima di pinggir jalan.


"emm.. aku mau.., kamu mau apa?"


"kok malah tanya balik sih"


"ya kan biar serasi makannya, karena Chelsea gak mau pisah sama Varrel"


Varrel tertawa kecil mendengar ucapan dari Chelsea,


"kalau gue pengennya mie ayam"


Varrel pun tertawa kecil,


"bisa saja sih Lo Chel"


"hehe".


:::::


Chelsea dan Varrel duduk di kursi yang sudah disediakan dari pedagang kaki lima.


"pak dua porsi, sama dua teh hangat ya makan sini" kata Varrel memesan dua mie ayam.


"siap dek ditunggu"


"udaranya dingin ya disini" ujar Chelsea sambil memandang langit-langit malam.


Varrel yang melihat Chelsea seperti kedinginan segera membuka jaketnya dan memberikannya kepada Chelsea,


"ini biar Lo nggak kedinginan"


Chelsea terkejut, sebenarnya dia tidak meminta untuk diberi jaket dari Varrel, tapi Varrel terlalu peka dengan ucapannya tadi,


"enggak Rel, gue bukan minta Lo memberi jaket, cuman gue ngomong doang tadi"


Varrel tetap memberikan jaketnya di badan Chelsea,


"memang udaranya dingin, mending Lo pakai saja dari pada lo sakit"


"terus Lo pakai apa Rel?"

__ADS_1


"gue terbiasa dengan udara gini, jadi gak usah khawatir"


Chelsea menganggukkan kepalanya,


"Rel gue mau tanya sesuatu sama Lo"


Varrel menatap mata Chelsea menunggu kelanjutan ucapan dari Chelsea.


"sebenarnya sejak kapan Lo suka sama gue?"


Varrel menatap lurus ke depan memikirkan sejak kapan dia suka dengan Chelsea,


"emm.. sepertinya sejak dulu"


"ha? dulu? kapan?"


"ini dia dua porsi mie ayam nya dek, sudah jadi" ucap penjual mie ayam tadi, sambil memberikan dua porsi mie ayam beserta teh hangatnya.


mereka berdua pun segera melahap mie ayam mereka, setelah beberapa menit akhirnya mereka berdua sudah memakan habis mie tersebut.


"akhirnya kenyang juga" kata Chelsea sambil memegang perutnya yang terasa kenyang.


"kalau sudah langsung pulang ya, besok kan masih sekolah"


"oh iya ya besok kan masih Jumat, gue kira besok Sabtu"


Varrel melihat wajah Chelsea yang tengah cemberut, lalu dia mencubit hidung Chelsea,


"cemberut lagi kan, ayok pulang keburu hujan"


ujar Varrel sambil menaiki motornya dan menyalakan nya.


Chelsea segera menaiki motor Varrel, jarak antara rumah Varrel dan Chelsea cukup jauh karena disekitar rumah mereka jarang adanya pedagang kaki lima yang lewat.


2 menit perjalanan tiba-tiba terdengar suara petir dari atas.


"Varrel ada petir gue takut" ujar Chelsea.


"pegangan gue Chel, habis ini gue ngebut" suruh Varrel, Chelsea menganggukkan kepalanya dan segera memeluk erat perut Varrel.


dengan kecepatan tinggi Varrel melajukan motornya di hujan yang sangat deras yang datang tiba-tiba.


Chelsea menutup matanya karena dia takut akan petir dan juga motor Varrel yang melaju dengan Cepat,


"Varrel... gue takut rel.. jangan cepat-cepat bawa motornya" teriak Chelsea ketakutan.


karena hujan yang sangat deras sehingga Varrel tidak mendengar teriakan dari Chelsea.


lalu Varrel memberhentikan di depan halte bus,


"Chel kita berteduh disini dulu" ujar Varrel sambil memukul kecil tangan Chelsea yang masih melingkar diperutnya.


Chelsea mengangguk lalu turun dari motor Varrel dan berteduh di halte tersebut.


"kalau hujannya gak berhenti gimana Rel?" tanya Chelsea khawatir sambil memandangi hujan yang terus deras.


🥀


mau lanjut nggak?


💬👍🏻🔥

__ADS_1


__ADS_2