
Episode ini full cerita lanjutan Tania dan Aril.
diharap para pembaca menyikapinya.
kalau bosan langsung skip saja😉
- - -
saat pintu rumah itu terbuka, Tania sangat terkejut melihat begitu banyaknya anak-anak remaja yang sedang berada disana, banyak yang masih pakai seragam sekolahnya masing-masing, atau juga berpakaian sexy dan masih banyak lagi.
"i-ini kayak klub malam?" tanya Tania kepada Aril, lalu diberi anggukan Aril,
"ya semacam gitu lah"
"gue mau pulang saja Ril"
Aril melihat wajah Tania,
"Lo gak bosan apa dirumah gak ngapa-ngapain, nih Tan mending disini, banyak teman, bisa hiburan bareng, pokonya Lo gak bakal nyesel deh main kesini"
Tania mengerutkan keningnya sambil mengayunkan mulutnya, karena dia takut kalau berada didalam sini,
"gue takutnya ada yang mengenal gue, terus lapor ke keluarga gue, bisa-bisa gue dipukul habis-habis sama abang dan papa"
batin Tania.
"oh ya Lo suka main musik?" tanya Aril mengalihkan pembicaraan.
"emm.. suka sih"
"suka main gitar, piano atau juga drum?"
"gue bisa nya cuman gitar sama piano"
"pas banget Tan, ada ruangan khusus band dipojok sana, dan lengkap dengan alat musiknya, Lo mau gak?"
senyum Tania mengembang, karena dia udah lama tidak bermain gitar dan piano, terakhir disaat dia masih kelas 1 SMA, dia bermain gitar bersama Chelsea dan Lisa dirumahnya, dan gak sengaja Chelsea merusak senar gitarnya sampai putus, hmm memang barbar tuh anak.
Aril melambaikan tangannya ke arah wajah Tania yang sedari tadi melamun,
"hey Tan, Lo melamun?"
sontak Tania terkejut,
"eh iya sorry gue melamun"
"jadi gimana, mau gak main musik?"
Tania tersenyum,
"oke deh"
"yuk ke arah sana" suruh Aril menunjukkan jalan ke arah ruangan musik itu, diikuti Tania dari belakang.
saat berjalan ke arah ruang musik, Tania melihat banyak anak muda yang memperhatikannya dengan Aril, sambil berbisik-bisik satu sama lainnya.
"perasaan gue gak enak ya"
batin Tania.
tiba-tiba ada yang menarik tangannya, sontak Tania terdorong kebelakang dan melihat ada cewek pakai seragam sekolahnya, membisikkan dia.
"jangan sampai Lo kena dia, hati-hati ya" bisik cewek itu lalu melepaskan tangannya yang memegang tangan Tania.
Tania cuman bisa menganggukkan kepalanya, lalu segera pergi meninggalkan cewek itu.
Tania terus memperhatikan Aril dari belakang tubuhnya,
"apa yang dimaksud cewek itu Aril, maksutnya apa suruh hati-hati?"
batin Tania bingung.
setelah sampai didepan ruangan musik,
"nih Tan ruangannya"
"pojok banget ya ruangannya, harusnya kan ruangan musik gini sangat disukai anak remaja, jadi enaknya taruh didepan"
Aril mengangkat bahunya,
"gak tau Tan, bukan gue yang buat rumah ini haha" ujar Aril sambil tertawa.
Tania pun juga tertawa,
"iya juga sih"
Aril membuka pintu ruangan itu, dan Tania terkejut, ternyata banyak orang didalam sana, ada yang bermain alat musik, sambil bernyanyi, atau juga ada yang pacaran berduaan disana, rasanya Tania ingin mencabik-cabik muka mereka.
tapi herannya disaat mereka berdua masuk, semua pada melihat ke arahnya, lalu segera keluar satu persatu, dan hingga tersisa cuman Aril dan Tania.
"Ril, saat kita masuk kok semua pada keluar?"
"gak tau gue Tan, ya enak gitu juga sih, kan kita bisa main sepuasnya ya kan?"
"hmm iya sih, jadi gue gak malu"
lalu Aril mengunci pintunya, membuat Tania berpikir keras,
"ngapain pakai dikunci segala?"
"biar gak ada yang masuk"
"ohh"
Aril berjalan ke arah tempat duduk di depan drum, dan mengambil gitar disampingnya, Aril melihat Tania masih berdiri disana.
"Tan kesini, nih gitarnya" panggil Aril lalu Tania berjalan ke arah Aril dan duduk disebelahnya.
Aril memberikan gitarnya,
"coba deh Lo main gitar sambil nyanyi"
__ADS_1
"enggak ah gue malu Ril, gue gak bisa nyanyi"
"yaudah gue contoh in dulu, gue coba nyanyi beautiful in white" ujar Aril lalu dia bermain gitar sambil bernyanyi.
-
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight.
Tania sedari tadi memperhatikan wajah Aril yang sedang bernyanyi sambil bermain gitar, dia sangat kagum dengannya, entah kenapa disaat Aril sedang bernyanyi jantung Tania berdetak kencang.
Aril memberhentikan nyanyi dan main gitarnya, lalu melihat wajah Tania yang juga menatapnya,
"Tan Lo dari tadi ngelihatin wajah gue?"
Tania mengedip-ngedipkan matanya,
"eh anu enggak.. eh iya sih"
Aril memberikan gitarnya kepada Tania,
"sekarang gantian Lo" ucap Aril.
Tania mengambil gitarnya dan mencoba memainkannya,
"gue coba mau nyanyi I love you 3000"
lalu diberi anggukan Aril.
Baby, take my hand
I want you to be my husband
'Cause you're my Iron Man
And I love you 3000
'Cause I want this to be something
Straight out of a Hollywood movie.
tangan Aril menyentuh pundak Tania, tapi Tania tidak merasakannya karena dia fokus terhadap nyanyiannya dan bermain gitar.
Tania merasa ada yang menyentuhnya dibagian pipinya, sontak Tania terkejut melihat wajah Aril yang begitu dekat dengannya, dia langsung menjauhkan tubuhnya dari Aril.
"Ril Lo mau apa?" tanya Tania.
Aril mengambil gitar yang dipegang Tania lalu menaruhnya di bawah, membuat Tania bingung.
wajah Aril mendekati Tania, membuat Tania menjauh sampai dia berbaring di atas kursi, dan diatasnya ada Aril.
"Ril Lo mau ngapain?" tanya Tania.
wajah Aril perlahan mendekati wajah Tania, sontak Tania mendorong-dorong tubuh Aril, sambil mencoba untuk bangun,
"Jangan.. Ril.." teriak Tania.
percuma diluar ruangan itu tidak akan terdengar suara teriakan Tania, karena di ruangan itu kedap suara.
tangan Tania dipegang Aril paksa,
"HE DIAM GAK, KALAU GAK DIAM" Aril mengambil silet di sakunya,
"Silet ini akan menggores di seluruh badan lo"
Dada Tania merasa sangat sesak setelah melihat sliet yang ditunjukkan Aril ke depan matanya.
"Ril gue mohon hiks, gue mau pulang..." Tania menangis memohon kepada Aril.
"sebelum pulang lakuin satu hal dulu" ucap Aril lalu menggigit leher Tania, Tania cuman bisa memejamkan matanya sambil menangis, karena dia tidak mau mati sebelum dia membahagiakan keluarganya dulu.
"Lepas.. Aril.. hiks" teriak kecil Tania, tapi Aril tidak peduli dia terus meraba seluruh badan Tania.
"maafin aku mama, papa, abang, Tania memang salah ikut dia sampai kesini, maafin Tania"
batin Tania yang terus saja mengeluarkan air matanya.
* *
Tak lama dari kejadian itu, Aril memakai seragamnya kembali didepan Tania, sementara Tania masih duduk di kursi sambil menundukkan kepalanya sambil menangis, dengan seragam yang terbuka, dan rambut yang juga berantakan.
setelah memakai seragamnya, Aril melirik wajah Tania yang tidak terlihat karena tertutup oleh rambutnya, Aril langsung menarik rambut Tania kebelakang.
"Bilangin ke Chelsea suruh jauhkan Varrel, kalau enggak gue gak segan-segan akan menghabisi mu dan juga Chelsea"
"Dasar cowok gila" bentak Tania.
plak
__ADS_1
Aril menampar Tania.
"ya gue memang gila, karena gue psikopat, Lo gak mau kan kalau sampai Chelsea mati sia-sia ditangan gue, karena dia sahabat Lo, kalau gitu bilang ke dia suruh jauhkan Varrel"
"APA HUBUNGANNYA?" teriak Tania.
"KARENA GUE CINTA SAMA VARREL"
Tania sangat terkejut mendengar ucapan yang barusan terlontar dari mulut Aril.
"ingat ucapan gue ya, kalau sampai belum bilang, gue akan siksa Lo dan Chelsea haha" Aril mengambil tasnya lalu berdiri dan segera keluar dari ruangan itu.
Tania memukul mukul dirinya sendiri,
"Aaahhh..." teriak Tania.
disaat Aril keluar dari rumah itu, cewek yang tadi menarik Tania terkejut melihat Aril keluar tidak bersama dengan si cewek tadi, segera dia berjalan ke arah ruangan musik.
cewek itu membuka pintunya dan terkejut melihat Tania duduk dengan memukul-mukul badannya, cewek itu berjalan ke arah Tania sambil memberhentikan Tania.
"hey hey kamu ngapain pukul-pukul diri sendiri?" tanya cewek itu.
Tania melepaskan tangannya dari genggaman cewek itu,
"gak usah sentuh gue, gue udah kotor"
"oke gue gak akan pegang Lo, kenapa Lo jadi gini, apa Lo diperkosa sama Aril"
"Jangan sebut nama dia didepan gue"
cewek itu terkejut, dia juga paham akan kondisi Tania saat ini.
"gue tadi udah bilang sama Lo kan, harus hati-hati sama dia" kata cewek itu.
"udah terlanjur... udah terlanjur hiks"
cewek itu menghela nafasnya lalu duduk disamping Tania sambil memeluknya,
"yang sabar ya, kita doa saja semoga Aril sadar dengan perbuatannya"
Tania menganggukkan kepalanya pelan.
"gue antar Lo pulang ya"
Tania tidak menjawab karena masih trauma dengan kejadian yang barusan dia alami.
"gak usah takut sama gue, gue gak jahat seperti Aril karena gue yang punya rumah ini, dan tau semua sifat-sifat orang yang ada disini" ucap cewek itu.
~ ~ ~
didalam mobil cewek itu melirik ke arah Tania yang sedari tadi menundukkan kepalanya.
"gue tau pasti Lo trauma banget" kata cewek itu sambil menyetir mobil nya.
sementara Tania tidak menjawab ucapan dari cewek itu.
"Lo baru kenal dia sejak kapan?" tanya cewek itu kembali.
"barusan" ucap Tania dengan nada datar.
"oh.. pantesan, Lo gak tau sifat dari cowok itu sebenarnya, dia itu keras kepala, dingin, cuek, gue sering peringatkan dia jangan minum narkoba setiap hari, tapi dia malah bentak gue, yaudah gue biarin saja"
Tania mengingat sesuatu disaat temannya memberi sebungkus bubuk putih kepada dirinya dan itu adalah narkoba.
"dan Lo jangan terkejut sama sifat anehnya dia"
Tania menoleh ke arah cewek itu, karena penasaran,
"Apa?"
cewek itu menghela nafasnya besar,
"dia itu suka sesama jenis"
jlep
jantung Tania merasa berdetak kencang.
"entah kenapa dia jadi aneh seperti sekarang, meski dia banyak yang menyukainya tapi dia sangat tidak peduli, katanya dia suka cowok karena menurut dia cowok tidak pernah menyakitinya"
"Dasar Aril gila, gue bodoh sudah nurut sama dia" ucap Tania marah.
"makannya kalau mau dekat sama cowok harus hati-hati, karena gak semua cowok itu baik, ada yang pura-pura baik tapi dia malah menjerumuskan cewek"
Tania meremas roknya dengan menahan rasa marah nya terhadap Aril.
-
setelah sampai di rumah Tania,
"eh kita belum kenalan, perkenalkan nama gue Wendy" ucap Wendy.
"gue Tania"
"oh Tania, salam kenal ya"
diberi anggukan dari Tania,
"makasih ya tumpangannya"
"oke"
segera Tania keluar dari mobil, lalu mobil Wendy berjalan menjauh, Tania melihat rumahnya sambil membuang nafasnya, lalu masuk kedalam.
Flashback off
🥀
banyak banget ya😅
sekalian menyelesaikan cerita mereka berdua.
__ADS_1
oke lanjutan cerita Chelsea dan lain lain di episode selanjutnya..
ditunggu😉