I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (36)


__ADS_3

Aku dan keluarga kecilku sedang sarapan pagi di meja makan, lalu aku tak sengaja melihat wajah Jessie yang seperti cemas.


"Jes kamu kenapa" tanyaku sontak membuat lamunan Jessie berubah.


"gak papa kok ma"


"kalau kamu ada apa-apa cerita sama mama atau papa, jangan di rahasiakan"


"em anu ma, Jessie takut masuk sekolah baru"


"takut kenapa?"


"takut kalau gak ada yang mau temenan sama Jessie"


"ya ampun sayang.. kamu itu udah umur 15 tahun, udah termasuk remaja, Jessie kan cantik--"


"kayak Jennie blackpink"


"iyaa, pasti banyak yang mau temenan sama Jessie"


"emm, Lala sekolah dimana ya ma, aku gak mau pisah sama Lala"


"sekolah Lala sama kayak kamu"


aku melihat senyum Jessie mengembang,


"ha yang benar ma?"


"iyaa, tanya saja pada Lala, kata mamanya dia disuruh disana agar penerus mamanya gabung juga dengan kamu"


"yeeyy bisa satu sekolah lagi sama Lala, eh tapi ma Raka gimana? kan dia cowok masak gabung sama aku dan Lala"


"ya iya lah"


Raka?


dia adalah anak dari Tania dan Dito, pasti kalian bertanya-tanya waktu beberapa tahun lalu, disaat Tania diperkosa oleh Aril, ah gak mau membayangkan wajah Aril lagi aku. Muak..


untungnya Tania tidak hamil, entah kenapa, mungkin itunya Aril gak keluar atau dia memakai pelindung, bodo amat, yang penting Tania tidak hamil anak dari psikopat itu.


"Tapi dia kan adik kelas ku ma"


"ya gak papa kamu main sama dia, kasihan cowok satu-satunya di kalian berdua malah dijauhkan" ujar Varrel.


"hmm iya-iya papa Varrel"


- - -


saat malam tiba, aku mendengar suara bel rumah, segera aku membukakan pintu dan melihat keluarga Tania datang ke rumahku.


"Taniaaa" aku langsung memeluk Tania.

__ADS_1


"apa kabar Tan, udah lama gak ketemu"


"baik Chel, masih 3 hari aku gak ketemu kamu dianggap lama"


"haha, yaudah ayok masuk" suruh ku.


"Varrel... Jessie... ada tamu ini, kebawah gih"


Varrel dan Jessie bermain game di kamar menggunakan ponsel mereka masing-masing.


"pa ada tamu"


"bentar lagi ini mau menang"


"ayo paaa.. mama manggil"


"kamu turun dulu sana"


"ih papa" Jessie turun kebawah.


"Jes papa mu kemana?" tanya ku.


"papa masih asik main game"


"kelewatan, VARREL....." teriakku membuat semua langsung menutup telinganya.


tak lama dari itu aku melihat Varrel turun dengan terburu-buru.


"iya iya iya"


"Eh ada twins" kata Jessie.


"ha twins?" tanya Tania.


"iya, tuh lihat wajah Tante Tania sama Raka persis banget, kayak kembaran"


"oh.. haha, ya iyalah Jes kan Raka anak Tante"


"lah wajahku sama mama dan papa gak ada miripnya?"


"mungkin bukan anaknya kali" kata Dito.


"ih om Dito..."


aku melihat Varrel menepuk pundak Dito,


"Sepemikiran" ucapnya sambil mengangkat kedua alisnya.


"Papaaaaaa"


"Varrel Dito" bentak ku membuat kedua orang itu langsung menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"gak usah didengerin dua cowok itu" bisikku ke telinga Jessie sambil melirik ke arah Varrel dan Dito.


"Raka ayok main di luar, aku punya bunga bagus loh, gak mau lihat" kata Jessie.


"gak mau"


"ih kamu kan adik aku, ayo main dong"


"Raka sana main sama Jessie"


Raka berdiri dan berjalan ke arah Jessie, tapi anak ku itu terkejut melihat wajah Raka.


"Raka kamu kenapa tinggi banget"


"ya kamu saja makin menciut" ucap Raka membuat semua tertawa terbahak-bahak.


"Raka kamu adik aku, dan kamu harus sopan sama aku ya"


"iya kak Jessie"


"kamu makin lama makin imut-imut ganteng, mau jadi pacarku?"


semua terkejut mendengar kata yang barusan terlontar dari mulut Jessie.


"gak mau, aku mau nya sama Lala"


"eehh, beraninya kamu nolak Jennie blackpink"


"Jennie? Jennie siapa"


"ah udah lah, ayok kita keluar, aku tunjuk in bunga ku" Jessie menarik tangan Raka untuk keluar rumah.


memang anakku ini mudah bergaul, meski caranya tidak tepat, tapi gak papa dia gitu baik kepada semua orang, dan aku senang melihat Jessie makin besar makin ceria, dan tidak pendiam seperti anak yang lain.



ini foto editan dari Jessie, aku dikirimin kayak gini, katanya,


"iya ma benar wajahku percampuran dari mama sama papa, huh lega nya berarti aku beneran anak kalian hehe"


ya ampun berarti bertahun-tahun ini Jessie memikirkan tentang dirinya anak kandung aku dan Varrel atau tidak, hmm memang keterlaluan si Varrel bilang gitu ke anaknya sampai kepikiran bertahun tahun.


🥀


jangan lupa untuk baca cerita anakku yang berjudul Jessie.


nah jadi episode ini buat bonus para pembaca, banyak yang kecewa tiba-tiba tamat seperti itu, lah makannya aku beri cerita mereka semua sampai memiliki anak, meski singkat-singkat ya.


ini di lanjut atau selesai?


😘

__ADS_1


__ADS_2