I Hate My Husband

I Hate My Husband
38. masih malu


__ADS_3

ke esokan paginya Chelsea membuka matanya perlahan karena ada silau matahari yang mengenai matanya.


pandangan Chelsea menuju wajah Varrel yang masih tertidur di kasurnya, sontak Chelsea terkejut melihat tangannya dipegang oleh Varrel, dan badannya ditutup i oleh selimut, sejak kapan Chelsea menutup badannya dengan selimut, terakhir dia ingat saat setelah duduk di samping Varrel lalu tertidur.


"berarti yang menyelimuti gue Varrel?" batin Chelsea,


Chelsea melihat lagi wajah Varrel, lalu tersenyum tipis, dia membalas genggaman yang Varrel berikan,


"makasih Rel" ucap Chelsea sembari tersenyum bahagia,


"sama-sama" sahut Varrel yang masih menutup matanya, dan Chelsea terkejut segera dia melepaskan tangannya yang dipegang Varrel,


Varrel membuka matanya dan melirik ke arah Chelsea,


"k-kapan Lo bangun" ujar Chelsea gugup,


"dari tadi" sahut Varrel datar,


"gue mau ke kamar mandi" kata Chelsea yang tengah salah tingkah, lalu berlari ke arah kamar mandi,


jantung Varrel merasa berdebar, entah kenapa melihat Chelsea yang selalu salah tingkah dibuatnya membuat Chelsea semakin gemas.


lalu datanglah dokter Cica dan juga suster disampingnya,


"Varrel hari ini kamu boleh pulang ya"


"ah iya dok makasih" ujar Varrel,


Chelsea yang mendengar ada suara dari luar kamar mandi segera melihat nya,


"ada apa ya Dok" tanya Chelsea,


"oh ini jadi suami anda hari ini boleh pulang"

__ADS_1


ucap Dokter Cica


Chelsea terkejut,


"dokter kok bisa tahu kalau Varrel suamiku"


dokter Cica tertawa kecil,


"iya tahu, karena Varrel kemarin malam nyuruh suster buat ngambil selimut buat istrinya"


Varrel tersipu malu, sekarang wajahnya memerah bagaikan tomat,


"kenapa dokter Cica bilang" batin Varrel pasrah,


Chelsea melirik ke arah Varrel sembari tersenyum miring melihat Varrel yang tengah menatap lurus ke depan,


"yaudah saya permisi dulu ya" ujar Dokter Cica lalu pergi meninggalkan mereka berdua,


Chelsea merasa deg deg an, ternyata Varrel perhatian kepadanya, sampai dia nyelimuti Chelsea agar dia tidak kedinginan saat menjaganya, sekarang Chelsea rasanya ingin terbang seperti burung burung di awan, hatinya merasa berbunga bunga, karena Varrel mau mengakui kalau dia adalah istrinya,


"Chel ayo pulang" ujar Varrel, sontak Chelsea menoleh,


Chelsea mengangguk,


"oke"


setelah dibantu pak Bambang untuk masuk ke mobil, karena kondisi Varrel belum sembuh total masih 98%.


setelah sampai di rumah, Varrel duduk sebentar di kursi ruang tamu, sambil memegang perutnya yang sakit karena pukulan keras dari Kenzo,


"Rel gue ambil in minum ya" ujar Chelsea,


"gak usah Chel" sahut Varrel datar, yah karena Varrel masih malu terhadap dirinya sendiri, saat dokter Cica bilang ke Chelsea yang menyelimuti waktu dia tidur, dia sangat malu.

__ADS_1


Chelsea tidak menjawab karena tahu kalau Varrel masih marah terhadapnya, tak lama dark itu, Chelsea duduk di samping Varrel, sontak Varrel terkejut.


"Rel gue tahu kalau Lo masih marah sama gue, gue minta maaf" Chelsea bersedih, karena masalah ini tidak mau diperpanjang makannya Chelsea ingin segera minta maaf kepada Varrel saat ini,


Varrel berpaling muka,


"ini bukan salah lo Chel"


"kalau bukan salah gue, salah siapa lagi Rel, gue tahu kalau Lo itu niat jaga gue karena mama gue sama mama Lo berpesan kan kalau Lo harus jaga gue, karena Lo tidak mau melanggar janji ke orang tua gue kan"


Varrel bertatapan kembali ke arah mata Chelsea,


"lo nikah sama gue karena perjodohan, gue tahu sekarang orang tua gue jodohkan Lo sama gue karena gue itu anak yang manja, anak yang tidak mandiri, tidak punya sopan santun, jahat kepada semua orang, dan sifat Lo itu berbanding terbalik sama gue, makannya orang tua gue gak sanggup untuk didik gue, jadi gue dinikahkan sama Lo, buat Lo bisa merubah sifat gue semua, dan-"


ucapan Chelsea terhenti, karena Varrel langsung memeluk Chelsea, seketika membuat Chelsea kaku di pelukan Varrel,


"enggak Chel, ini semua bukan salah lo, memang gue harus jaga Lo, karena gue adalah suami Lo yang sah, gue juga gak mau kalau istri gue direbut oleh siapapun"


Chelsea terharu dengan perkataan Varrel, diapun membalas pelukan Varrel,


"tapi gue gak pantas sama Lo Rel, gue selalu jahat sama Lo, gue sering buat lo jengkel, dan yang paling penting gue gak bisa sama sekali buat Lo bahagia, gue selalu nyusahin Lo" lanjut Chelsea,


"memang sifat Lo seperti itu Chel, tapi dimata gue Lo tetap istri gue satu satunya"


Varrel lalu melepaskan pelukannya dan melihat Chelsea tengah mengeluarkan air matanya,


Varrel lalu mengusapnya,


"sudah Lo gak usah nangis, intinya Lo itu gak salah Chel"


"makasih Rel" ucap Chelsea sembari tersenyum.


🥀

__ADS_1


cie udah peluk2an haha.


👍🏻💬


__ADS_2