
"halo ma, kenapa telfon?"
"bagaimana kabarmu Chelsea?"
"ya- begitulah"
"kamu suka tidak dengan rumah barumu?"
"suka ma, malah suka banget, tapi yang bikin gak suka itu ada Varrel ma"
"hust kamu gak boleh ngomong gitu, itu kan suami kamu"
"dia itu bikin aku kesal setiap hari ma, capek aku tuh"
"oh ya mama dan papamu mau ngajak kamu"
"ha? kemana ma?"
"jadi mama sama papa mertua dan saudara saudara kamu sudah bikin rencana sayang"
"rencana apa ma?"
"besok kan tanggal merah, kita semua mau makan malam di restoran, sambil silaturahmi gitu"
"iya boleh tuh ma, aku juga kangen banget sama mama sama papa juga"
"jangan lupa ajak Varrel juga ya"
entah kenapa ekspresi Chelsea langsung berubah seketika karena mendengar kata Varrel di telinganya.
"mama bilang sendiri saja sama Varrel, jangan aku pokoknya"
"lah kan kamu tinggal serumah sama Varrel, bilang langsung saja kan bisa"
"pokoknya aku gak mau"
"yaudah gak jadi Lo acaranya kalau kamu gitu sama suamimu sendiri"
"eh eh iya deh aku akan bilang"
"oke sayang mama tutup dulu ya telfonnya"
Nit.
Chelsea ber lari ke bawah untuk mencari Varrel, Chelsea melihat ke sana-sana tidak ada Varrel.
"cowok sialan kemana sih"
__ADS_1
gumam Chelsea.
"he kenapa lo celingak celinguk" ucap Varrel melihat Chelsea mondar mandir sedari tadi, sambil membawa kopi panas.
Chelsea menoleh ke sumber suara itu
"gue nyari Lo dari tadi"
"tumben" ucap Varrel datar.
"jangan Ge er dulu"
"hm"
"mama papa gue ngajak Lo ke acara makan malam"
"kapan"
"katanya besok"
"dimana"
"restoran seperti biasanya"
"oh" jawab Varrel dengan datarnya.
Varrel tidak menjawabnya malahan dia terus menunduk sambil berjalan ke meja makan,
Chelsea yang kesal ber jalan ke arah Varrel untuk memukulnya tapi tiba tiba Chelsea tersandung kaki kursi, dan bruk.
Chelsea menimpa Varrel hingga keduanya terjatuh, gak sadar Varrel menumpahkan kopinya di tangannya hingga membuat luka merah, mereka berdua saling bertatapan sangat dekat.
Chelsea melihat mata Varrel yang sangat indah kalau di lihat dari dekat, Varrel pun melihat bibir Chelsea yang kecil, membuatnya nafsunya tidak terkendali.
"he" panggil Varrel datar membuat pikiran Chelsea berubah seketika.
Chelsea mengedip ngedipkan matanya dan segera bangun,
"m-maaf gue gak sengaja" ucap Chelsea tersipu malu.
Varrel memegang tangan nya yang terluka karena air panas dari kopinya,
"aw"
Chelsea melihat tangan Varrel yang merah segera mendekatinya.
"Lo gak papa, Lo terluka, gue ambilin obat dulu"
__ADS_1
Chelsea segera berdiri untuk mengambil kotak p3k di kamarnya, tapi Varrel langsung memegang tangan Chelsea.
"gak usah gue gak papa"
"tapi Lo terluka rel, itu gara gara gue"
"gue bilang gak usah ya gak usah"
Chelsea melihat tangan Varrel yang memegangnya.
"ih jangan pegang-pegang"
Chelsea menarik tangannya.
Varrel menghela nafasnya besar, sementara Chelsea melihat tangan Varrel yang sangat merah hingga hatinya tidak kuat melihat Varrel yang kesakitan.
"ah biarin deh"
Chelsea segera pergi ke kamarnya meninggalkan Varrel sendiri yang sedang menahan sakit di tangannya, Varrel yang melihat itu cuman bisa menghela nafasnya, lalu membersikan tumpahan kopi itu.
tak lama kemudian Varrel duduk dikursi ruang tamunya sembari melihat bekas merah yang masih sakit di tangannya, lalu datanglah Chelsea di depannya, Varrel mendongak ke atas.
"ini Lo kasih obat sendiri" Chelsea menyodorkan kotak p3k ke Varrel, Lalu di ambil oleh Varrel, Chelsea pergi ke kamarnya.
saat Chelsea berjalan di tangga melihat Varrel mengobati lukanya, Varrel salah, buru buru Chelsea berlari ke arah Varrel.
"bukan gitu caranya" ucap Chelsea langsung mengambil obat ditangan Varrel.
Chelsea mengobati luka itu dengan perlahan, dan Varrel yang melihat Chelsea sangat terkejut, ternyata Mak lampir yang ucapannya selalu bikin orang kesal ternyata dia juga perhatian.
gak sengaja Chelsea melihat Varrel, mereka berdua bertatapan lagi, Varrel mencoba meniup wajah Chelsea yang terus melihatnya.
Chelsea langsung menutup matanya karena ditiup Varrel.
"ih... apa sih lo pakai niup niup segala"
"lah Lo kenapa lihat gue mulu"
"ke pedean banget sih lo"
Chelsea langsung berlari ke kamarnya, dengan wajah yang sangat merah karena malu.
Varrel yang melihat Chelsea berlari dengan tertawa geli sambil melihat ke arah tangannya yang sudah di obati Chelsea dengan menggeleng gelengkan kepalanya.
🥀
mulai ada perasaan atau gimana nih?
__ADS_1
like nya dan comment jangan lupa ya👍🏻❣️🌹