
Chelsea dengan berjalan pelan ke arah Tante Aca,
"em.. Tante maaf sebelumnya, sekarang Tante boleh pulang nggak? karena Varrel tidak suka Tante disini"
Varrel yang mendengarnya terkejut sembari membulatkan kedua matanya lalu menepuk jidatnya,
"Ya ampun Chelsea, jujur banget Lo" gumam Varrel.
Tante Aca melihat ke arah Varrel lalu kembali lagi melihat Chelsea,
"iya gak papa kok Chel, benar kata Varrel, saya seperti sok kenal sok dekat sama kalian"
"iya Tante maaf ya sekali lagi"
"kalau gitu Tante pulang dulu ya" ujar Tante Aca lalu pergi keluar begitu saja.
Chelsea yang melihatnya seperti kasihan dengan Tante Aca, karena dia juga mengusirnya demi kemauan Varrel, tiba-tiba Varrel membalikkan badan Chelsea,
"Chelsea lo kok jujur banget sih sama Tante itu"
Chelsea bingung,
"jujur? jujur tentang apa?"
"yah itu tadi, Lo bilang kalau gue gak nyaman ada dia disini, kenapa lo begog banget sih Chel, lo malu-maluin gue deh, kayak gue jahat banget"
Chelsea tertawa terbahak-bahak,
"jujur itu lebih baik Rel, dari pada nggak jujur nanti nambah dosa Lo, dan lagian sifat lo memang gitu kok" Chelsea menjulurkan lidahnya mengejek Varrel, lalu berlari ke atas.
"nggak gitu juga kali Chel" kata Varrel sembari berlari mengejar Chelsea.
sementara Tante Aca melihat dari luar rumah Chelsea dan Varrel jika mereka berdua lagi berlari kejar-kejar an, lalu Tante Aca tersenyum melihat kelakuan lucu kedua anak SMA itu.
"bahagia itu cukup sederhana" gumam Tante Aca, lalu segera pergi.
disisi lain Varrel berhasil menangkap Chelsea sampai Chelsea berbaring di atas kasur, Varrel langsung menggelitik perut Chelsea.
"VARREL UDAH GELI GUE.." teriak Chelsea sambil tertawa karena VARREL terus menggelitik badannya.
nggak sengaja Chelsea menendang alat kelamin Varrel dengan kakinya,
Buukk
"Aaww.." ucap Varrel kesakitan sambil memegang kelaminnya.
Chelsea langsung bangun, melihatnya terkejut dan panik,
"haa Varrel maaf gue nggak sengaja" ucap Chelsea begitu panik, sedangkan Varrel merasa kesakitan hingga dia terjatuh ke lantai sembari terus memegang bawah perutnya itu.
"Aaww.. sakit Chel, gue nggak tahan, rasanya mau pecah" ujar Varrel meringis kesakitan.
Chelsea memegang bahu Varrel sambil panik dia harus ngapain?
"terus gue harus apa? gue harus apa Rel? gue panik ini, apa gue telfon ambulan?"
"gue juga nggak tau Chel, sakit banget, Lo nendang nya keras banget"
"gue nggak sengaja Rel, gue mohon Lo tahan, gue gak tau harus ngapain, apa gue pijat saja?"
"enggak malah makin sakit nanti"
__ADS_1
"oke gue panggilan ambulan saja biar lo dibawa ke rumah sakit" ujar Chelsea sambil mencari ponselnya dengan perasaan sangat panik,
"hp mana hp gue?"
setelah menemukan hp nya di atas laci, dia langsung mengambilnya dan duduk kembali di samping Varrel, sambil mencari nomor ambulan.
"aw sakit banget.." ringis Varrel.
"iya iya bentar Rel gue telfon ambulan nih" ucap Chelsea panik sambil mencoba menenangkan Varrel.
tuutt tuutt
Varrel lalu melirik Chelsea sambil tertawa, sedangkan Chelsea bingung melihat Varrel yang tertawa-tawa sendiri.
"panik banget ya, sampai mau nelfon ambulan" ucap Varrel sambil tertawa, membuat Chelsea menahan amarahnya.
"nggak lucu Rel, gue gak suka, ini gue udah telfon ambulan" ujar Chelsea marah.
"selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" suara dari ponsel Chelsea yaitu suara suster rumah sakit.
"ini semua gara-gara Lo kan Rel" Chelsea menahan amarahnya melonjak, karena Varrel sudah membuatnya malu.
Varrel menahan tawa melihat Chelsea yang ingin marah dengannya,
"maaf lah Chel"
"permisi apa yang bisa kami bantu?"
Chelsea melirik Varrel sambil menjawab dari ponselnya itu,
"maaf salah sambung"
Nit. Chelsea langsung mematikan panggilannya itu sambil memasang ekspresi cemberut.
"maaf dong jangan marah gitu, paniknya sampai gitu ya?"
Chelsea menampel tangan Varrel,
"tau ah"
"ngambek nih.."
Chelsea langsung berdiri dan duduk di atas kasur dengan wajah yang masih marah dengan Varrel,
"pupus sini deh, sama aku saja yuk" panggil Chelsea kepada kucing itu, kucing itu tau dan langsung berjalan ke arah Chelsea dan duduk di pangkuannya.
Varrel yang merasa bersalah karena sudah mengerjai Chelsea tadi hingga dia marah dengannya, lalu Varrel duduk didepan Chelsea,
"maafin gue Chel, gue salah buat lo panik tadi"
Chelsea menatap mata Varrel,
"Lo ngerti nggak Rel, kalau tadi itu gue panik banget khawatir sama Lo, gue takut kalau Lo itu kenapa-napa" kata Chelsea menahan nangis.
Varrel menghela nafasnya, lalu duduk di samping Chelsea sambil memeluknya dari samping,
"maaf Chel buat lo khawatir, gue janji gak akan ngulangin lagi" sementara Chelsea mengeluarkan air mata nya.
Varrel yang melihatnya segera mengusap air mata Chelsea,
"udah gak usah nangis, tuh lihat Lo dilihatin pupus"
__ADS_1
Chelsea mulai tertawa kecil sambil mencubit perut Varrel,
"Aaww.. sakit Chel" ucap Varrel sambil tertidur di atas kasur, Chelsea yang melihatnya tidak tergoda lagi karena tau pasti ini bohongan.
"udah lah Rel gak usah lebay, gue gak bisa Lo bohongin lagi"
Varrel bangun dari tidurnya sambil tertawa kecil,
"oke lah kalau gitu, gue mau pipis dulu, gak tahan sama lo saat ngambek lucu banget" ucap Varrel sambil mencium pipi kiri Chelsea, lalu berjalan ke arah kamar mandi
Chelsea terkejut lalu memegang pipinya,
"ih Varrel".
***
malam pun telah tiba, papa Bima baru datang dari kantor, buru-buru masuk ke dalam rumah nya.
"selamat malam pak" ucap pak Didik sambil membuka pagar rumah, setelah memasukkan mobilnya Bima lalu keluar.
"tumben pak pulang malam?" tanya pak Didik.
"iya" jawab pak Didik judes.
pak Didik mengerutkan alisnya karena baru pertama kali ini dia bekerja dengan pak Bima di juteki seperti ini, dengan cepat Bima masuk ke dalam rumahnya.
pak Didik yang melihatnya heran dengan pak Bima,
"apa yang terjadi sama pak Bima?" lalu pak Didik menggelengkan kepalanya sembari menutup pagar kembali.
___
mama Tiara yang melihat suaminya sudah datang tersenyum lebar,
"papa sudah datang?"
papa Bima melirik ke arah istrinya sambil membuka pakaian kerjanya, lalu Tiara berdiri di samping suaminya,
"iya" ucap Bima jutek.
"gimana pa kabar perusahaan? apa baik-baik saja?"
"baik" ucap Bima kembali jutek.
"terus yang katanya perusahaan papa mau bergabung dengan perusahaan luar kota itu bagaimana?"
Bima memutar bola matanya malas,
"mah udah dong jangan tanya-tanya mulu, papa lagi pusing" bentak Bima.
Tiara terkejut dan hanya diam seribu bahasa, karena suaminya ini tidak pernah membentaknya, tapi kenapa tiba-tiba begini?
Visual mama Tiara dan papa Bima.
wah Park Shin-hye dan Lee Minho nih.😍
🥀
like and Comment guys.
__ADS_1
👍🏻💬💞