
Angin berembus mengenai daun-daun pohon di balik jendela kelas Chelsea, Chelsea yang tengah memandangi kaca jendela kelasnya dengan tangan menyangga dagunya, dengan rambutnya dia kuncir dan diberi pita biru pemberian dari Varrel sebagai hadiah.
pandangan Chelsea berubah karena tak lama dari itu juga terdengar suara speaker yang berbunyi keras menandakan saatnya pulang sekolah.
dengan segara Chelsea membereskan buku-buku di mejanya dan memasukkan ke dalam tasnya.
"Chel" panggilan suara cewek yang sering Chelsea dengar.
yah suara kedua temannya Lisa dan Tania dari belakang Chelsea.
dengan pelan Chelsea menoleh kebelakang,
"ada apa?"
"muka Lo dari tadi bengong mulu Chel" ujar Tania.
"iya kayak lagi nggak mood gitu" lanjut Lisa.
Chelsea menghela nafasnya pelan,
"gak tau gue sekarang lagi nggak mood saja, kayak pengen cepat-cepat pulang"
Lisa dan Tania tersenyum-senyum memahami ucapan dari temannya tersebut.
"habis baikan sama Varrel, jadi pengen cepat-cepat ketemu Varrel ya" kata Lisa mengejek Chelsea.
"Iya nih.. kayak ditinggal sama suami lo 1 tahun saja"
saat kedua temannya tersebut menggoda Chelsea, wajah Chelsea berubah menjadi merah bagaikan tomat.
"Enggak.. bukan gitu maksut gue, udah lah nggak usah dibahas"
dengan perasaan malu, Chelsea segara berjalan menjauhi Kedua temannya tersebut.
-----
Setelah berjalan keluar kelas Chelsea dengan santai menelusuri koridor sekolahnya yang tentunya banyak murid-murid juga keluar dari kelasnya untuk pulang sekolah.
Beberapa langkah berjalan terlihat Varrel keluar dari kelasnya di ikuti dengan Dito dibelakangnya, Chelsea yang melihatnya merasa kagum dengan suaminya tersebut, dengan rambut coklat nya, mata bersinar, hidung mancung, mulut merah mudah, serta dengan tangan nya dia masukkan ke dalam saku celana membuat Chelsea semakin tidak kuat melihatnya.
Dengan cepat Chelsea berlari dan langsung memeluk Varrel, sementara Varrel terkejut melihat Chelsea yang tiba-tiba memeluknya didepan umum seperti ini.
Tapi bagi murid-murid di sekolah nya banyak yang melihatnya biasa saja, ya karena semua sudah pada tau kalau Chelsea sudah sah menjadi istri Varrel, jadi buat apa mereka menggosipkan yang enggak-enggak.
"Chelsea, kenapa meluk gue?" tanya Varrel.
"Chelsea kangen Varrel" jawab Chelsea dengan kepalanya mendongak ke atas sambil menatap Varrel dengan senyuman kecilnya.
Dito yang merasa jomblo ngenes ini sangat iri dengan kelakuan Chelsea terhadap sahabatnya tersebut,
__ADS_1
"ekhm. gue mah juga mau di peluk kayak gitu"
Varrel dan Chelsea menatap wajah Dito setelah ber bicara tadi.
Varrel melihat wajah Chelsea,
"Chel pelukannya jangan disini, ini kan masih disekolah, gak enak dilihatin sama yang lain"
bisik Varrel.
segara Chelsea melepaskan pelukannya tersebut dengan wajah cemberut nya.
"eh gue balik dulu ya, gue mau keluar soalnya" ujar Dito.
Varrel yang mendengarnya menganggukkan kepalanya.
Dito memukul kecil pundak Varrel, sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Varrel,
"jangan sampai Chelsea cemberut gitu, ajak dia keluar"
setelah membisikkan Varrel, Dito segera pergi meninggalkan sahabatnya tersebut.
Varrel melihat Chelsea yang tengah cemberut membuat Varrel makin gemas dengannya, lalu Varrel mencubit pipi Chelsea, dan hidungnya.
"jangan cemberut gitu, makin tua Lo nanti mukanya"
Chelsea melepaskan cubitan dari Varrel tersebut,
"mau es krim nggak?" tanya Varrel mencoba menggoda Chelsea.
"ya mau lah"
"cemberutnya dibuang sana, ganti dulu wajah smile nya Chelsea"
demi es krim Chelsea tersenyum, lalu menatap Varrel yang tengah menunggu smile nya dia.
"nah gitu dong, jadi cantik lagi kan istriku, yaudah sekarang kita ke toko es krim"
"aku beli 3 ya"
"beli satu toko juga nggak papa"
-----
setelah membeli es krim, Chelsea dan Varrel berjalan untuk pergi ke rumahnya, sebelumnya memang Chelsea dan Varrel sengaja tidak membawa kendaraan karena ingin menghirup udara di pagi hari, sambil olahraga juga.
"enak es krimnya?" tanya Varrel melihat Chelsea memakan lahap es krim nya.
"enak lah kan aku suka banget yang namanya es krim"
__ADS_1
tak lama dari itu Varrel melihat mulut Chelsea yang belepotan es krim yang dia makan.
"Chel itu es krimnya" tunjuk Varrel ke mulut Chelsea.
Chelsea bingung,
"kenapa?"
lalu Varrel mengambil sapu tangan di saku celananya dan membersihkan mulut Chelsea dari es krim yang banyak menempel di mulutnya.
"belepotan semua kayak anak kecil" ujar Varrel.
saat Varrel membersihkan mulutnya, Chelsea yang menatap wajah Varrel sangat tidak kuat.
"ternyata Varrel memang ganteng banget ya, kenapa gue sadarnya sekarang" batin Chelsea.
"udah bersih, jangan belepotan lagi, pelan-pelan saja kalau makannya"
Chelsea tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya.
beberapa langkah lagi Chelsea dan Varrel tiba di rumah mereka, dari arah kejauhan Varrel melihat sepeda motor melaju kencang ke arah dia, Chelsea yang terus memakan es krimnya tidak sadar yang ada didepannya tersebut.
motor tersebut mulai mendekat dan ingin menabrak Chelsea, segera Varrel memeluk Chelsea dan menjauhkan Chelsea dari motor tersebut.
Chelsea terkejut,
"ada apa Rel?"
"motor itu ingin menabrak mu tadi, untung tidak kena"
Chelsea melihat motor yang ditunjuk Varrel, memang motor hitam itu melaju sangat kencang.
Chelsea memeluk erat Varrel,
"makasih Rel, Lo udah ngelindungin gue"
Varrel membalas pelukan dari Chelsea,
"memang tugas gue sebagai suami Chel"
dengan perlahan Chelsea melepaskan pelukannya tersebut.
"sekarang kita masuk ke rumah Rel, gue takut ada hal aneh-aneh lagi" ujar Chelsea.
Chelsea dan Varrel segera memasuki rumahnya tersebut.
🥀
Yeay comeback!!!
__ADS_1
jgn lupa ya guys seperti biasanya like and commentnya.❣️☺️