
mereka berdua berjalan dengan hati hati, sambil melihat ke sekelilingnya yang sangat sepi tidak ada orang satupun berjalan di lorong tersebut, karena semua sibuk ujian, saat di tengah tengah, Varrel terkejut melihat satpam sedang berjalan didepannya, dan langsung menarik tangan Chelsea untuk bersembunyi di balik dinding.
"ada apa sih rel" ucap Chelsea ingin tahu.
"husstt ada satpam di situ" bisik Varrel.
terdengar suara langkah kaki mendekati mereka, Chelsea dan Varrel sangat takut, semoga saja mereka tidak ketahuan, langkah kaki itu terus terdengar di telinga mereka, dan tiba tiba.
kring.. kring..
suara telfon dari ponsel satpam itu terdengar.
"halo iya saya akan segera kesana"
saat langkah kaki itu sudah tidak terdengar, Varrel melihat sudah tidak ada satpam tersebut.
"sudah gak ada, aman" ucap Varrel sembari berjalan ke arah kelasnya yang ada di lantai 2 di ikuti Chelsea dibelakang nya.
dan tiba tiba ada yang muncul dari bilik pintu kelas 12, seketika Varrel menarik tangan Chelsea masuk ke toilet wanita.
Bella melihat ada seseorang cowok masuk ke dalam toilet wanita, dan dia curiga, mencoba berjalan ke arah toilet.
"ha ada siapa lagi rel" tanya Chelsea.
"ada yang keluar dari kelas"
"Rel kita berlama lama disini, waktu ujiannya hampir habis"
"dari pada kita kena hukuman menyapu lapangan atau membersihkan toilet, Lo mau?"
"iya iya deh" ucap Chelsea malas.
Bella menuju perlahan ke arah toilet tersebut dan betapa terkejutnya dia melihat Varrel dan Chelsea sedang berdiri di toilet,
"loh Varrel" ucap Bella.
Varrel langsung menoleh ke arah Bella yang tengah berdiri di sampingnya.
"Bella" ucap Varrel.
"kok kamu kesini Rel, ini kan toilet wanita, dan kamu gak ujian apa bawa tas segala"
"i-ini gue.. udah Bel ceritanya panjang"
Bella tersenyum,
"hayo berdua dua an disini mau ngapain"
"Woy diem Lo" ucap Chelsea kesal,
"Lo tu jangan sok tau dong, kita itu telat dan takut di hukum sama guru, makannya kita menyelinap"
Bella tersenyum,
"maaf cuman bercanda"
"Bercanda Lo kelewatan ngerti gak"
"udah malah bertengkar" cegah Varrel.
"terus kamu mau masuk ke kelas rel, bukannya nanti pasti dihukum karena telat, ya gak?" ucap Bella.
Chelsea melirik sinis ke arah Bella yang sok peduli dengan Varrel.
"gue coba dulu masuk, kalau dihukum ya gak papa lah, yang penting gue masih punya absen masuk"
"kalau kamu dihukum nanti aku bantu kok rel tenang saja" ujar Bella.
"makasih Bel"
Chelsea yang berasa jadi obat nyamuk segera berjalan keluar dari ke dua orang yang sedang berpacaran tersebut.
"Chel Lo mau kemana" ucap Varrel.
"bukan urusan Lo" sahut Chelsea kesal dan langsung bergegas ke kelas nya.
__ADS_1
saat Varrel ingin berlari ke Chelsea, tangannya di pegang oleh Bella.
"udah gak papa, paling dia lagi ngambek".
Chelsea sudah berada di depan pintu kelasnya, dan perlahan Chelsea membuka pintu itu, dan melihat guru killer sedang menjaga ruangannya.
"Chelsea kamu telat?" ucap Pak Agus.
"i-iya pak"
"kamu gak boleh ikut ujian, setelah kamu menyapu lapangan"
"s-sekarang pak?"
"nunggu kamu nikah, YA SEKARANG" bentak pak Agus, segera Chelsea keluar dari kelasnya.
"Lis tumben Chelsea telat gak kayak biasanya" bisik Tania.
"iya paling dia bangun kesiangan" ucap Lisa.
"kasihan dia harus nyapu lapangan"
"setelah itu dia pasti ngomel nya ke kita Lis"
"hust kalian berdua malah ngobrol" ucap Pak Agus.
**
saat Chelsea sudah berada di samping lapangan dengan nafas yang tersendat sendat karena habis berlari, Chelsea segera menaruh tasnya di samping bawah pohon dan mengambil sapu.
Chelsea menyapu lapangan itu yang banyak dipenuhi daun daun kering yang berjatuhan.
"ah banyak banget daunnya, bisa bisa aku sampai malam nyapunya" gumam Chelsea.
tak lama dari itu, Chelsea melihat ke arah depan dan melihat Varrel tengah berjalan dengan membawa sapu juga.
"Rel lo juga dihukum" teriak Chelsea.
Varrel yang mendengar suara Chelsea, cuman mengangkat ke dua alis nya,
beberapa menit kemudian, Chelsea sudah kecapekan dan gerah dibawah terik panas matahari.
"capek banget sumpah" ujar Chelsea sambil mengusap keringat dengan tangannya.
pandangan Chelsea menuju ke arah Varrel yang masih semangat menyapu lapangan itu, dengan keringat yang membasahi tubuhnya membuat Varrel terlihat sangat keren di mata Chelsea.
bel istirahat berbunyi, seketika Chelsea terkejut, dia sangat malu kalau dilihat seluruh murid sekolah, kalau dia dihukum menyapu di lapangan, karena dia sangat populer di sekolahnya.
murid semua keluar dari kelas mereka dan menuju ke kantin yang melewati lapangan itu, Chelsea sangat malu dan cuman menundukkan kepalanya sambil menyapu.
"eh itu Chelsea kenapa nyapu lapangan ya
"iya sama Varrel juga"
"dia dihukum karena telat masuk sekolah"
"tapi kok bebarengan sama Varrel juga ya"
"apa jangan jangan mereka berdua pacaran"
"enggak mungkin deh, kan Chelsea benci banget sama si Varrel itu"
ucap murid murid itu terdengar di telinga Chelsea,
"bukan sekedar pacaran, tapi sudah suami istri" batin Chelsea dengan tersenyum tipis sambil melirik ke arah Varrel.
tiba tiba datanglah Bella ke arah Varrel, Chelsea yang melihatnya merasa kesal minta ampun.
"Rel nih gue belikan minum, Lo pasti haus kan" ucap Bella sembari menyodorkan botol minum ke Varrel
Varrel menerimanya,
"makasih ya Bel" ucap Varrel, lalu meminum air itu, Bella yang melihat leher Varrel berkeringat segera mengelap nya dengan tisu yang dibawanya.
Chelsea membulatkan bola matanya terkejut dengan perlakuan Bella terhadap Varrel.
__ADS_1
"ih sumpah soswet banget Varrel sama kak Bella itu"
"gue berpikir pasti mereka sudah pacaran"
"iya kayaknya, kan Varrel tipe orang dingin dan cuek, gak mungkin dia dekat langsung sama Bella itu"
"andai gue jadi kak Bella bisa apa ya, mengelap keringat Varrel itu"
"gue jadi pengen banget, kayak drama drama Korea gitu"
Chelsea gak tahan dengan Bella itu, dia mengepal tangannya lalu menundukkan kepalanya ke bawah, dia ingin menangis tapi, dia coba tahan, entah kenapa rasa hati Chelsea begitu sedih se sedih sedihnya, Chelsea ingin cepat cepat berlari menjauh, tapi dia mencoba tahan, dan datanglah Bella didepan Chelsea.
"hey kamu kok menunduk gitu, ini aku belikan kamu minum" ucap Bella.
seketika Chelsea mendongak ke arah Bella, memang dari dekat Bella terlihat sangat cantik kalau dibanding nya, tinggi, putih, badannya bagus, gak seperti dirinya yang seperti kentang.
"oh ya kita belum kenalan ya, namaku Bella, kalau kamu Chelsea ya"
"kok kenal?" ucap Chelsea datar.
"iya kamu terkenal di sekolah ini, dan juga dikenalkan dari Varrel"
"kenapa ada kata kata Varrel di ucapannya"
batin Chelsea.
"oh"
"ini Chel, aku beri kamu minum, pasti kamu capek ya"
"gak usah"
"gak papa Chel, anggep saja aku bantu kamu"
"he dengar ya, gue tahu kalau Lo cuman pura pura baik ke gue, buat deketin Varrel ya kan"
"ha maksutnya?"
"Halah gak usah pura-pura gak tahu, gue tahu sifat Lo, Lo beri gue minum, biar Varrel ngelihat Lo itu orang yang baik kan"
dalam waktu bersamaan Varrel dari kejauhan melihat Bella dan Chelsea sedang berbicara, tapi dia melihat Chelsea seperti sedang mengotot ke arah Bella.
"apa yang sedang terjadi, ah entah lah, memang Chelsea sifatnya seperti itu ke semua orang" batin Varrel cuek, lalu melanjutkan menyapu,
"enggak Chel bukan begitu, gue itu-"
"ah udah lah, pokoknya gue gak mau nerima minum Lo titik"
Chelsea berpaling badan membelakangi Bella yang masih berdiri di situ sambil melanjutkan menyapu,
"Chel"
"Lo cemburu?" ujar Bella.
Chelsea berhenti menyapu karena terkejut mendengar ucapan Bella barusan, dia langsung menghadap Bella lagi,
"ha gue cemburu, ya enggak lah, gue itu cuman mau bantu Lo doang, takut nya Lo di gosipin seluruh sekolah kalau Lo gatel sama si Varrel itu, Lo harus nya terima kasih dong sama gue"
Bella tertawa.
"lah kok Lo mala tertawa sih"
"gue itu sama Varrel cuman-"
ucapan Bella berhenti karena mendengar suara bel sekolah berbunyi.
"udah bel aku mau masuk dulu ya Chel, ini botolnya gue taruk disini ya" ucap Bella sambil menaruh botol di samping Chelsea, lalu pergi.
"ih sok cantik" gumam Chelsea.
🥀
widih dukung Chelsea atau Bella nih kalian?
like nya ya and Comment😍
__ADS_1