
Chelsea tiba disekolah, dan hari mulai gelap, entah pasti dia akan dimarahi Varrel saat nanti pulang, karena dari tadi dia mendengar suara telfon, entah itu dari Varrel atau siapa, yang penting Chelsea harus membantu sahabatnya terlebih dahulu.
dan untungnya sekolah masih dibuka, karena banyak tukang bangunan yang mondar-mandir untuk membangun salah satu gedung sekolahnya.
Chelsea berlari menelusuri sekolah nya, karena sangat panik mendengar suara Lisa seperti tercekik, dia berlari entah mau kemana, yang penting terus berlari sambil mencari Lisa, dia mencoba mencari di perpustakaan tapi tempat itu sudah tutup dan gak mungkin Lisa ada didalamnya.
"gue telfon kembali saja ya" gumam Chelsea lalu mengambil ponselnya di dalam tasnya.
Chelsea terkejut melihat panggilan begitu banyak dari Varrel, tapi skip dulu, yang paling penting adalah sahabatnya, dia begitu panik mencari nama sahabatnya itu.
*Kring.. Kring..
Halo Chel*
Lisa Lo ada di ruangan mana? gue udah disekolah
gue uhuk.. ada di toilet..
oke tunggu disana gue nyusul Lo
Nit.
Chelsea memasukkan kembali ponselnya didalam tas, dan berlari menuju toilet.
saat berlari, para tukang yang sedang istirahat terkejut melihat bunga sekolah masuk ke dalam sekolah.
"Neng geulis Chelsea mau kemana?" teriak salah satu pak tukang, membuat Chelsea sontak menoleh.
"mau ke toilet"
"mau saya antar ta neng"
"pak gak usah ganggu aku" ucap Chelsea dengan tatapan tajam, membuat para tukang itu terdiam seperti patung, dan Chelsea langsung berlari ke toilet.
"Neng Chelsea uayu poll yo lek ngamok"
ujar pak tukang.
Chelsea sampai di toilet dan membuka WC satu persatu sambil memanggil,
"Lisa.. Lo dimana?"
"gue dipojok Chel" suara Lisa dan Chelsea langsung berjalan ke arah WC paling pojok.
betapa terkejutnya Chelsea melihat Lisa duduk dibawah WC sambil memegang lehernya.
"Ya ampun Lis, Lo kenapa? kenapa leher mu?" tanya Chelsea panik.
"gue dicekik.. uhuk sama seseorang.." ujar Lisa dengan suara berat.
"kamu tau wajah orang itu" Lisa menggeleng,
"muka dia ditutup sama masker.. uhuk sama pakai jaket hitam.."
"sekarang kita ke rumah Lo ya, nanti gue pesenin driver mobil online"
"Jangan.. uhuk jangan Chel, gue takut kalau mama sampai tau kalau gue habis dicekik, nanti dia malah marah i satu sekolah, kayak waktu gue jatuh karena tabrakan berlari sama kakak kelas, gue cerita itu malah mama gue ke sekolah sambil marah-marah, ingat gak?"
"eh iya ingat banget, lucu banget tau mama Lo marah ditengah lapangan haha" ujar Chelsea sambil tertawa.
"dia yang marah gue malu haha" diikuti Lisa juga tertawa.
"eh bentar Lo kan sakit Lis malah sempat-sempat nya tertawa"
"lagian Lo bikin gue ingat sesuatu"
"sekarang nasib Lo gimana ini?"
"gue ke rumah Lo saja Chel"
"oh ya gue juga punya obat ngilangin rasa nyeri dari nenek gue"
"yaudah pakai itu, sumpah leher gue rasanya terbakar, gue tadi hampir mati, awas saja kalau sampai ketemu tuh orang, gue bunuh dia"
"hust Lo bunuh dia, Lo yang masuk penjara"
"eh iya bodoh banget"
- - -
__ADS_1
flashback Lisa
Setelah menyelesaikan OSN di perpustakaan, semua murid dan guru keluar.
"sekarang langsung pulang ya, mau gelap, jangan kemana-mana" ucap Bu Nur sang guru OSN.
"baik Bu" ucap semua murid termasuk Lisa, dengan santai nya Lisa berjalan keluar sekolah, dan saat berada diluar, begitu sepi tidak ada murid satu pun yang ada diluar sekolah.
saat Lisa ingin menelfon supirnya tiba-tiba Lisa kebelek pipis,
"haduh kebelek gue"
tak berpikir panjang Lisa berlari ke toilet untuk pipis sebentar.
beberapa menit, akhirnya Lisa keluar dari WC sambil ngaca sedikit,
"gue gak bisa hidup tanpa kaca" ucap Lisa pada dirinya sendiri.
terdengar suara langkah kaki mendekati toilet membuat bulu kuduk Lisa terangkat,
"siapa yang mau ke toilet ya? ah mungkin murid-murid yang ikut OSN tadi" ujar Lisa menenangkan diri.
Lisa mencuci tangannya, dan tiba-tiba ada yang membungkam mulutnya dan menariknya dengan paksa masuk ke dalam WC paling pojok.
seseorang itu memutar badan Lisa menghadap dirinya dan langsung mencekik leher Lisa.
"Lepasin gue..." teriak Lisa sambil mencoba menarik tangan seseorang itu.
"Hey diam atau enggak, gue akan mencekik dengan keras"
"ini udah terlalu keras" teriak Lisa.
"Lo Lisa kan teman nya Chelsea"
"uhuk kalau iya kenapa?"
"bilangin ke dia suruh jauhkan dia dari Varrel"
"Lo siapa?"
"gak usah tau gue siapa, yang penting Lo harus bilang tadi ke Chelsea"
"Gue gak akan bilang"
"gue bisa-bisa membunuh Lo"
"oke oke gue akan bilang, sekarang lepasin gue dulu"
orang itu melepaskan tangannya lalu segera pergi meninggalkan Lisa yang kesakitan didalam toilet.
flashback off.
- - -
Setelah sampai di rumah Chelsea, Lisa yang turun dari mobil sambil terus memegang i lehernya yang sangat merah.
Varrel membuka pintu rumahnya dan melihat Chelsea dan Lisa masuk, Chelsea melihat ke arah wajah Varrel yang sepertinya akan memarahinya.
"Chelsea Lo kemana saja sih, dichat gak dibales, telfon gak diangkat padahal online, Tania juga gak aktif, ngerti gak gue itu--" Chelsea membungkam mulut Varrel.
"marah i gue nanti saja, Lisa kena musibah"
Chelsea melepaskan tangannya.
"Lisa kenapa?" tanya Varrel.
"dia habis dicekik seseorang di toilet sekolah"
"ha? kok bisa"
Chelsea menghela nafasnya,
"kayaknya Lisa kena target selanjutnya oleh orang yang ngancam kita berdua Rel"
"eh kapan ini masuknya gue lemes nih" ucap Lisa.
"eh iya ayok ceritanya didalam saja" suruh Chelsea.
- - -
__ADS_1
saat dikamar, mereka bertiga duduk di atas kasur, sambil bercerita satu persatu mengenai kejadian itu.
"oh jadi orang ini nyiksa gue sebagai target selanjutnya setelah Tania?" tanya Lisa.
"iya Lis, maaf in gue ya Lis, Lo yang gak tau apa-apa ikut terjerumus masalah gue dan Varrel"
"gak papa Chel, yang paling kasihan gue sama Tania, dia sampai diperkosa oleh orang itu"
"b-bentar Chel, kata lo orang itu suka sama gue, dan orang itu cowok?"
"iya Rel, kata Tania dia suka sesama jenis"
"sumpah bener-bener gila ini orang" ucap Lisa yang masih memegang lehernya yang merah.
"masih ada aja cowok kayak gitu, gue penasaran banget siapa sih orang keterlaluan banget" ucap Varrel marah.
Tring...
suara pesan masuk di ponsel Varrel, segera dia membukanya.
"eh dia SMS gini" ucap Varrel sambil menunjukkan layar ponselnya dihadapan Lisa dan Chelsea.
wah rame banget ya didalam kamar
pakai cerita gue ya hahaha
udah lah kalian gak usah curhat satu persatu
gue akan selalu ngawasin kalian semua
Varrel cepat tinggalkan Chelsea !!!
atau enggak dia akan gue bunuh
Chelsea memegang dadanya yang nafasnya sesak setelah membaca SMS itu.
Lisa memegang pundak Chelsea,
"Chel..."
"gue gak tau, gue harus apa lagi" ujar Chelsea frustasi.
"kurang ajar" gumam Varrel lalu berdiri dan mencari kamera tersembunyi di rumahnya.
"Lo ngapain Rel?" tanya Lisa.
"gue mau mencari kamera, lagian orang ini bisa tau gerak gerik kita dikamar" ucap Varrel lalu diberi anggukan Lisa.
"gue juga mau ikut mencarinya" Lisa dengan segera ikut mencari kamera tersembunyi, sementara Chelsea masih terdiam di atas kasur.
"gue takut... gue takut sampai gue dibunuh beneran"
batin Chelsea sambil menggigit mulutnya.
lalu Varrel terkejut melihat kamera sangat kecil berada di depan tas Chelsea, dia langsung mengambilnya.
"gue udah nemu" ucap Varrel sontak membuat Lisa dan Chelsea menoleh.
sementara disisi lain ada seseorang yang tengah duduk didepan layar komputer, dan memperlihatkan seisi kamar Chelsea dan Varrel.
"Varrel udah menemukan kamera gue, hmm it's oke masih ada kamera satu lagi di tas Varrel haha" ucap orang itu yang hanya memperlihatkan mulut nya.
Varrel membanting kamera kecil itu ke lantai dan menginjak-injaknya.
"udah Chel gak ada lagi orang itu melihat kita" ucap Varrel, membuat Chelsea sedikit tenang.
- - -
Lisa diantar pulang oleh Varrel menaiki motornya, dan setelah sampai di rumah, Lisa turun dari motor Varrel.
"Rel gue mau ngomong sebentar" ucap Lisa.
"ngomong apa?" tanya Varrel yang penasaran dengan lanjutan ucapan dari Lisa.
Lisa menatap Varrel dengan serius membuat Varrel merasa perasaannya tidak enak.
🥀
wah kira-kira apa ya yang mau di omingin Lisa sama Varrel??
__ADS_1
tunggu kelanjutannya 😙
👍🏻💬🔥