I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (37)


__ADS_3

Tepat pada pukul 16.00, Jessie masuk kerumah dengan wajah cemberut.


Aku mengira pasti anak ini punya masalah disekolah.


"kenapa wajahmu gitu Jes" tanyaku.


Jessie melempar tas nya di atas meja, dan duduk dengan tangan dilipat di dadanya.


"Ada apa sih, pulang-pulang kayak ngajak ribut"


"Itu loh ma Lala sama Raka ngerjain aku"


"ngerjain gimana" ku tanya sambil melempit baju Jessie dan Varrel.


"masak ya meja dikelasku dikasih ulat bulu sama mereka berdua, kan aku paling jijik yang namanya ulat ma.."


Aku tertawa terbahak-bahak mendengar cerita dari Jessie, sementara Jessie bingung melihat aku tertawa.


"kok mala ketawa sih ma"


"gak mungkin mereka berdua ngerjain kamu tiba-tiba, pasti sebelumnya kamu ngerjain mereka?"


berhenti sejenak,


"em iya sih"


"tuh kan, kamu itu sering banget ngerjain mereka, makannya mereka dendam, dan sekarang lihat kan, kamu yang dikerjain"


"Lagian ma aku kesal sama mereka berdua, di kantin ngobrol mulu, aku kayak boneka cuman diam saja, terus aku kasih sambal di makanan mereka"


"Jessie kamu gak boleh gitu, itu namanya jahat ngerti gak" aku emosi.


"iya ma maaf, Jessie gak akan ngelakuin lagi"


"gak percaya"


batinku.


"yaudah kamu mandi terus makan ya"


"oke deh"


- - -


Pagi-pagi anak itu sudah menghilang entah kemana, dia aku cari dikamar nya tidak ada, sampai aku bertanya pada ibu.


"ibu dimana Jessie ya?"


"tadi saya lihat Jessie keluar rumah, gak tau mau ngapain"


Aku berdecak,


"mungkin mau ngelakuin aneh-aneh"


tak berpikir panjang aku segera keluar rumah dan mencari Jessie.

__ADS_1


Aku melihat Jessi sedang berdiri di samping selokan dengan wajah seperti mencari sesuatu.


"Jessie kamu ngapain disana?" teriakku membuat Jessie langsung mengangkat kepalanya.


"gak papa kok ma cuman mau mencari doang"


Aku mengerutkan keningku,


"mencari apa?"


"Katak"


Sumpah jantung rasanya mah copot mendengar ucapan yang barusan terlontar dari Jessie.


"Eehh ngapain cari katak?"


"buat nakutin Raka sama Lala ma"


"Jessie kamu udah gak waras ya, kamu sakit? demam? sini ayo kita ke dokter"


Aku melihat Jessie membuka matanya lebar-lebar lalu tangannya memegang dahinya.


"Enggak kok ma, Jessie gak sakit, gak panas"


Aku menepuk jidat ku,


"Jessie masuk gak, kalau enggak mama kunci pintunya"


"eeh iya iyaaa" Jessie segera berlari dan masuk kedalam rumahnya.


Aku menghela nafasku besar-besar.


Malam telah datang, aku menyiapkan makan malam dimeja makan, tapi dari tadi aku tidak melihat ibu dan juga Jessie.


kemana mereka?


terdengar suara dari luar sedang ribut, dan kedengarannya itu suara Jessie, karena suaranya aku sangat hafal, ngomong nya kayak nge rap.


Aku keluar rumah dan betapa terkejutnya melihat Jessie foto-foto ditengah jalan, sementara yang memfoto itu ibu, sampai dia jongkok-jongkok di tengah jalan.


"ibu bilang 1 2 3 gitu"


"oke 1 2 3"


Cekrek


"lagi-lagi bu kurang banyak"


"non ini sudah 100 foto Lo"


"gak papa tinggal 20 lagi deh"


Aku memegang dadaku yang sangat ingin memarahi Jessie, tapi aku coba untuk menahannya, karena kalau enggak Jessie akan nangis dan bilang ke papanya kalau aku sudah memarahinya.


"Jessie" panggilku sontak membuat Jessie dan ibu menoleh.

__ADS_1


"Ayo masuk sayang, makan dulu"


"bentar ma, kurang dikit"


"Ibu ayo bu gak usah didengerin omongan Jessie, udah saya siapkan makanannya"


"Tapi ma--"


Aku melotot ke arah Jessie membuat Jessie langsung terdiam.


"Ayo masuk ke buru dingin makanannya" ucapku terpaksa lemah lembut.


"baik nyonya" ibu segera masuk kedalam, sementara Jessie berjalan dengan pelan ke arahku.


"Udah banyak ya fotonya" ucapku.


lalu Jessie masih menundukkan kepalanya, lalu mengangguk pelan.


Aku menjewer telinga Jessie karena kelakuan yang tidak sopan dengan ibu, yah meski ibu itu juga pembantu dirumah, tapi dia juga seperti orang tua, dan harus dihormati.


"Aduuuhhh sakiiitt maaa"


ringis Jessie.


"kasihan ibu Jes, dia itu udah tua, malah kamu suruh jongkok-jongkok ngefoto kamu"


"Iya iyaaaa mas maaf... Papaaaaa" teriak Jessie sontak aku langsung melepaskan jiwirannya.


Varrel keluar dan langsung berjalan ke arah aku dan Jessie.


"ada apa?" tanya nya.


"Aku dijewer sama mama paaa"


"Chel gak boleh jewer-jewer anak"


"Aduh Rel, lagian dia gak sopan sama ibu"


"kenapa?"


"masak ibu suruh dia memfoto diluar, kan kasihan"


aku melihat Ibu keluar dari rumah.


"Gak papa kok nyonya tuan, saya juga senang kok memfoto non Jessie, dia kan cantik"


senyuman Jessie mengembang lalu berlari ke arah ibu dan memeluknya.


"makasih ibu udah bela Jessie, Jessie sayang ibu"


"Jessie lain kali gak boleh gitu, kalau enggak papa sita hpmu 1 Minggu Lo"


"iya-iya pa"


Aku menghela nafasku sambil memegang dadaku.

__ADS_1


🥀


bonus lah ya hehe


__ADS_2