
Chelsea turun kebawah untuk menaruh mangkoknya ke cuci piring, saat menaruh tiba tiba terdengar suara pintu terbuka, Chelsea berpikir siapa lagi kalau bukan si Varrel itu,
"tumben pulangnya cepet banget, gak masih seneng senengnya tuh sama kak Bella" ucap Chelsea yang masih mencuci piringnya,
terdengar suara langkah kaki mendekati Chelsea, dan betapa terkejutnya ada tangan yang melingkar di perutnya, sontak Chelsea langsung menoleh, ternyata yang ada dihadapan Chelsea sekarang yaitu paman Devan,
"p-paman kenapa ada disini?"
"memang kenapa kalau aku pengen main di rumah ini?" ucap Devan sambil tersenyum,
Chelsea segara mencuci tangannya yang terkena busa,
"silakan duduk di kursi paman, aku akan buatkan teh"
saat Chelsea mau pergi, tangannya dipegang Devan,
"gak usah beri aku minum, aku pengennya yang lain"
"apa paman?"
"pengen kamu"
Chelsea membulatkan matanya lalu tertawa kecil,
"apa sih paman Devan, aku bikinin dulu ya" ucap Chelsea sambil melepaskan tangannya yang dipegang Devan,
sambil menunggu Chelsea membuatkan teh, Devan duduk di kursi ruang tamu sembari melihat sekeliling rumah yang begitu besar dan cuman ditinggali dua orang saja,
"ini paman minumannya"
Chelsea menaruh secangkir teh di depan Devan, dan Chelsea duduk di depannya,
Devan meminumnya,
"teh nya enak banget, kamu yang bikin ini"
"iya lah paman, kan aku sekarang tinggal disini sendiri"
"Varrel kemana?"
"sekarang Varrel lagi keluar sama temannya di Cafe"
"sama cowok atau cewek"
Chelsea langsung sedih mendengarnya,
"sama cewek paman"
"oh begitu"
Devan melihat terus ke arah Chelsea, Chelsea yang merasakan di lihat terus tidak enak,
"nih orang kenapa lihatin gue mulu sih, dan gak pulang pulang, gue ngantuk pengen bobo"
batin Chelsea,
Devan berdiri lalu dengan enaknya duduk di samping Chelsea,
Chelsea langsung terkejut dan menjauhkan badannya dari Devan,
"kenapa menjauh, kan kamu ponakan saya"
"enggak enak paman"
"enggak enak kenapa" ucap Devan sambil mengelus pipi halusnya Chelsea,
sontak Chelsea langsung berdiri,
"paman tolong jangan sentuh aku"
"kenapa memangnya"
__ADS_1
"kan paman tau sendiri aku sudah nikah"
"cih, pernikahanmu kan karena terpaksa, lagian Varrel dan kamu selama ini gak pernah berhubungan suami istri kan"
"paman, tolong jaga bicaramu" ujar Chelsea kesal,
Devan berdiri dihadapan Chelsea,
"lagian Varrel masih senang senang bersama cewek lain di luar sana, mending sama paman sekarang" Devan semakin kurang ajar, dia mendapati Chelsea sembari memegang pinggang Chelsea,
"lepas paman, kalau paman sentuh aku lagi, aku akan teriak" ancam Chelsea,
"teriak saja sekencang mungkin, gak bakal ada orang yang mau bantu kamu"
Chelsea gak berpikir panjang dia langsung berlari menaiki tangga, dan masuk ke kamarnya, saat pintu kamar mau ditutup Chelsea badan Devan menahannya, dengan sekuat tenaga Chelsea mendorong pintu itu. dia gak peduli dengan paman Devan yang dia dorong, tapi alhasil Chelsea terjatuh di lantai karena dorongan dari Devan sangat kuat,
"paman tolong jangan mendekat" ucap Chelsea ketakutan,
Devan langsung menarik tangan Chelsea dan melemparnya di atas kasur,
"kita akan bersenang senang malam ini, kasihan kamu sudah menikah tapi gak tahu caranya berhubungan badan"
"ENGGAK PAMAN JANGAN!" teriak Chelsea.
kedua tangan Chelsea diangkat Devan ke atas biar Chelsea tidak bisa berkutik,
"TOLONG!!" teriak Chelsea,
tenaga Devan sangat kuat sehingga membuat Chelsea tidak bisa bergerak.
"gak bakal ada yang mendengar" ucap Devan,
"Lepas paman jangan, TOLONG!" teriak Chelsea sekencang kencangnya.
Devan nekat meraba seluruh badan Chelsea.
Chelsea berusaha mengoyang kan tubuhnya tapi tidak bisa karena badannya ditimpa oleh badan Devan.
"PAMAN BRENGSEK" ucap Varrel.
brak
Varrel menghantam pipi Devan sampai dia terjatuh ke lantai, Chelsea langsung terbangun dan terkejut dia melihat Varrel memukul paman Devan,
"kau sudah pulang" ucap paman Devan,
Varrel mendekati Devan yang mulutnya sedang berdarah,
"KENAPA PAMAN NGELAKUIN HAL ITU KE ISTRI GUE" bentak Varrel,
"kirain paman kamu belum pulang" ujar Devan,
"TERUS KALAU AKU BELUM PULANG, PAMAN MAU MEMPERKOSA CHELSEA"
bentak Varrel sangat marah,
"santai dulu dong ponakan ku, saya itu cuman kasihan sama istri mu karena selama pernikahan dia tidak pernah berhubungan suami istri sama kamu, makannya aku ajari"
"********" Varrel lagi lagi menghantam pipi Devan, sampai mulut Devan mengeluarkan darah, dia gak peduli meski Devan adalah paman kandungnya,
"Paman denger ya, Chelsea istri gue, dan gak ada yang boleh memegang dia kecuali gue"
Devan tertawa, sambil mengusap mulutnya yang berdarah karena pukulan keras dari Varrel,
"Sekarang paman keluar dari sini, atau gue mau panggil polisi ke sini"
"oke oke gue keluar" dengan perlahan berdiri, Devan melirik ke arah Chelsea yang masih ketakutan sambil menangis di atas kasurnya, lalu dia pun keluar dari kamar Varrel,
Varrel yang nafasnya tersendat sendat karena habis bertengkar dengan paman Devan, sekarang melihat ke arah Chelsea,
"Chel" panggil Varrel,
__ADS_1
Chelsea langsung saja berlari ke arah Varrel dan langsung memeluknya erat,
"gue.. hiks gue takut rel.. gue takut.." ujar Chelsea dengan menangis,
Varrel yang hanya diam langsung membalas pelukan kepada Chelsea,
"maafin gue Chel sudah ninggalin Lo sendiri di rumah"
"i-ini bukan salah lo kok rel hiks, itu salah paman Devan, makasih sudah bantu gue"
Varrel merasa sangat sedih karena Chelsea hampir saja di perkosa oleh pamannya sendiri, dia gak mau kalau Chelsea sampai disentuh oleh siapapun kecuali dia,
*
Chelsea berbaring di kasurnya dengan diselimuti Varrel,
"Lo tidur ya" ucap Varrel lembut, dan Chelsea menganggukkan kepalanya,
lalu diikuti Varrel yang tidur disampingnya,
sementara Chelsea belum mengantuk, Karen masih terpikir di otaknya kejadian tadi,
"Rel" panggil Chelsea sambil membalikkan badannya ke arah Varrel,
Varrel menoleh ke samping melihat Chelsea,
"gue mau minta sesuatu"
"apa?"
"g-gue mau dipeluk sama Lo rel, tapi cuman satu kali ini saja kok, gue masih takut sama kejadian tadi rel, gue trau-" ucapan Chelsea berhenti karena Varrel langsung memeluknya, Chelsea terkejut sambil membulatkan bola matanya,
"gue paham kok Chel" ucap Varrel,
dibalas pelukan Chelsea,
"makasih rel makasih"
Varrel merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga istrinya dengan baik, dan kata orang tua nya dan mertuanya dia harus menjaga Chelsea dengan baik, tapi semua itu tidak ada artinya bagi Varrel,
Varrel melihat ke arah Chelsea yang sudah tertidur, wajah Chelsea tertutup oleh rambutnya, segera Varrel menyingkirkannya, dan melihat wajah Chelsea yang sangat cantik dan imut, Varrel bodoh, dia harus mensyukuri karena sudah diberi istri seperti Chelsea yang cantik, meski sifatnya yang sering bikin orang kesal,
"maafin gue Chel, gue yang salah, gue gak bisa jaga Lo baik baik, gue janji gak akan pernah lagi ninggalin Lo" Batin Varrel.
Tamat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ets, tapi boong hehe, belum tamat kok guys, masih ada cerita lagi selanjutnya, ditunggu ya.
__ADS_1
👍🏻💬