I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (22)


__ADS_3

Dan sesudah itu, Tania tidak mau mengingat kejadian setelah nya itu, dia pun merasa sangat marah, kecewa, dan sedih tercampur aduk didalam pikirannya saat ini.


Tania berdiri sambil menutupi dadanya dan berlinang air mata, dia berteriak sekencang-kencangnya, lalu dia pun membanting semua peralatan apa pun itu di atas meja, rasanya dia ingin menyerah dalam hidupnya.


"Kenapa tega ngelakuin itu... kenapa...? hiks apa salah gue...?" gumam Tania yang tengah duduk dibawah kasur.


Tania terus menangis didalam kamarnya, sedangkan dia sekarang tinggal sendiri, karena ditinggal keluarganya untuk kerja, percuma dia berteriak sekencang mungkin, gak ada satu orang pun yang mau menolong dia.


"Tolong aku... tolong.. hiks" ujar Tania sambil membentangkan rambutnya.


- - -


Di waktu yang bersamaan, terdengar suara bel rumah Chelsea dan Varrel berbunyi, disaat kedua orang itu tengah asik menonton film horor.


"Rel bukain dong" ucap Chelsea, lalu Varrel segera turun kebawah dan membuka pintunya, dan terkejut melihat papanya dan Tante Aca berdiri dihadapannya saat ini.


"ngapain papa kesini?" tanya Varrel.


"Varrel dengerin papa dulu, ini semua salah paham, papa sama Tante Aca mau ngejelasin ini semua" ucap Bima.


"Iya Varrel, waktu di restoran itu semua gak seperti yang kamu bayangin" kata Tante Aca.


-


mereka semua pun duduk diruang tamu, setelah itu Chelsea memberikan tiga gelas teh kepada semua, lalu duduk disebelah Varrel. Chelsea yang melihat wajah Varrel tau dengan perasaannya sekarang.


"Kalau papa sama Tante Aca mau jelaskan, sekarang saja pa, Varrel tidak punya banyak waktu" ucap Varrel.


"oke papa mau ngejelasin ini semua, sebenarnya yang kamu lihat di restoran itu, papa sama Tante Aca bukan mau selingkuh atau apa"


"Terus apa pa kalau gak selingkuh" bentak Varrel, dan Chelsea mencoba menenangkan Varrel dengan mengelus pundaknya,


"tunggu papi selesai ngomong dulu Rel" bisik Chelsea.


"Papa sebenarnya... ada masalah diperusahaan papa, sehingga Tante Aca membantu papa Rel, dan Tante Aca bukan selingkuhan papa, melainkan bos papa yang membantu perusahaan papa"


"tapi kenapa mama gak boleh kerja lagi sama papa?"


"ya itu masalah nya, kalau mama tetap kerja di perusahaan papa, mama akan khawatir kalau sebenarnya perusahaan papa akan bangkrut, dan satu lagi pegawai papa semua banyak yang papa pecat, karena uang yang terus-menerus menipis, papa takut kalau mama tau tentang ini, dan jantung mama akan lemah"


"apa papa benar mengucapkan ini semua?"


"Varrel sayang kan sama papa? papa juga sayang sama Varrel, jadi buat apa papa berbohong"


"kenapa papa tega menampar Varrel saat di restoran?" ucap Varrel.


Aca terkejut,


"jadi kamu nampar Varrel Bim saat disana, kenapa kamu tega sih, dia itu anak kamu, kamu juga bisa bicara baik-baik tanpa harus ada kekerasan"

__ADS_1


"maafin papa Rel, papa nampar Varrel karena takut kalau Aca akan ninggal papa, karena kamu sudah bilang dia pelakor dan perusahaan papa akan bangkrut, lalu papa gak ada kerjaan lagi, maafin papa rel"


Varrel sangat tidak tega melihat papanya yang menangis saat ini, dia pun merasa pasti sangat banyak beban yang ada dipikiran papanya ini.


"maafin Varrel juga pa, sudah ngatain papa selingkuh"


Bima mengusap air matanya,


"iya Rel, makasih sudah percaya sama papa"


"Tante Aca, maafin Varrel ya sudah bilang Tante pelakor" lanjut Varrel.


Tante Aca tersenyum,


"tidak papa Rel, yang penting kesalahpahaman ini sudah selesai ya, sekarang saya disini cuman membantu perusahaan Bima buat tetap maju dan gak ada sangkut pautnya lagi"


"tapi Tante, Varrel mau tanya boleh"


"tanya saja tidak papa"


"waktu Tante Aca keluar bersama teman Tante, kata Chelsea, itu tante sama siapa?"


"oh itu, itu calon tunangan Tante, nih Tante punya foto dia sama saya" Aca menunjukkan wallpaper nya yang ada foto dirinya dan juga calon tunangannya.


Chelsea tersenyum bahagia,


"sekarang masalahnya udah kelar kan, sekarang papi sama Varrel berpelukan dong, biar sosweet gitu lihat anak sama papa nya hehe" ucap Chelsea.


"iya dong pi, makasih sudah jodohkan aku sama anak papi"


Varrel tersenyum, lalu segera berdiri diikuti Bima juga berdiri dan mereka berdua berpelukan, sementara Aca dan Chelsea terharu melihat kejadian anak dan papanya baikan kembali.


"bentar-bentar jangan dilepas aku foto dulu nih" Chelsea segera mengambil ponselnya di saku celananya, lalu mengambil foto Varrel dan Bima sedang berpelukan.


"udah" Bima dan Varrel melepaskan pelukannya, lalu Varrel mencium tangan papanya,


"maafin Varrel ya pa"


"iya, papa maafin kamu, papa juga minta maaf"


"terus mama gimana pa?"


"nanti papa akan ngomong pelan-pelan sama mama, papa juga takut kalau mama jantungnya akan sakit"


"besok pulang sekolah papa bisa ke rumah dulu, aku juga mau ikut menjelaskan nya pa, takut mama juga kenapa-kenapa"


"iya papa bisa" lalu diberi anggukan dari Varrel.


* * *

__ADS_1


Pagi yang cerah, dimana Chelsea berjalan dengan santainya memasuki sekolahnya, dia mencoba menghilangkan semua masalah yang ada dipikirannya saat ini, entah itu masalah dari kertas yang mengancamnya atau masalah dari si cewek lipstik merah yaitu Chintya, dan sekarang dia sedikit tenang karena masalah Varrel dan papanya sudah selesai.


Di tengah perjalanan, tak sengaja Chelsea melihat Tania dari belakang, dia pun langsung berlari ke arahnya.


Chelsea merangkul Tania,


"Hey Tania"


Tania cuman melirik ke arah Chelsea sedikit,


"hai Chel"


"pagi-pagi gini kok lemas sih Tan, semangat dong, oh ya kamu udah ngerjakan PR Matematika?" tanya Chelsea.


"udah kok"


Chelsea melepaskan rangkulannya terkejut,


"eh tumben Lo, kenapa Lo jadi rajin kayak gini Tan"


"karena papa mama dan abang, mereka semua cari kerja buat biayai sekolah gue, dan gue gak ingin mereka kecewa sama gue Chel"


Chelsea merasa sangat kagum dengan temannya saat ini,


"gue terharu banget sama Lo Tan"


Tania cuman tersenyum tipis, tak sengaja Chelsea melihat mulut Tania yang begitu pucat.


"loh Tan, lo sakit? mulut Lo pucat banget loh"


Tania memegang mulutnya,


"enggak kok Chel, gue fine-fine saja, mungkin karena kecapekan ngerjakan"


"yah makannya Tan, kalau capek gak usah dipaksakan, ini kan akibatnya Lo kelelahan"


"mungkin ini belum terbiasa gue ngerjakan PR jadi begini haha" ujar Tania sambil tertawa, di ikuti Chelsea juga tertawa.


tak lama dari itu, Chelsea melihat didepannya ada Varrel dan juga temannya yang kemaren dia temui, tapi Chelsea lupa nama temannya itu.


"Eh Varrel" ucap Chelsea, sontak Tania mendongak ke atas dan melihat wajah Aril yang juga manatapnya.


"Chel gue duluan" ucap Tania lalu segera pergi.


"Tania kok gue ditinggal, Varrel dan Lo teman Varrel, gue ke Tania dulu ya dadah" ucap Chelsea sambil melambaikan tangannya ke arah Varrel.


"kenapa ya Tania, sekarang beda banget sifatnya" ucap Varrel bingung.


"entah Rel gue gak tau, yuk masuk kelas saja Rel" ucap Aril, lalu diberi anggukan Varrel, dan segera mereka berdua berjalan ke arah kelasnya.

__ADS_1


🥀


👍🏻💬🔥


__ADS_2