
Varrel menghirup rasa yang enak di hidung, seperti makanan yang pernah ia buat, yah Chelsea sekarang sedang memasak nasi goreng.
tak lama kemudian, Chelsea dengan membawa dua piring berjalan ke arah tempat makan,
"Rel sudah jadi" ujar Chelsea, Varrel mengangguk lalu berjalan ke meja makan,
Varrel mencium bau nasi goreng tersebut,
"gak usah dicium cium, langsung makan saja, pasti enak" kata Chelsea datar,
perlahan Varrel mencicipi nasgor yang sudah dibuat Chelsea, dan betapa terkejutnya rasanya gak jauh beda dengan nasi goreng yang dibuatnya,
"enak Chel, rasanya seperti gue yang buat"
sahut Varrel dengan senang,
saat ini Chelsea menahan senyum, mukanya merah bagaikan tomat,
"makasih rel"
beberapa menit kemudian, Chelsea melirik ke arah Varrel yang sedang makan dengan lahapnya,
"untung Varrel suka dengan masakan ku" batin Chelsea sambil tersenyum bahagia,
"Rel" panggil Chelsea,
Varrel tidak bicara tapi cuman "hm" karena makanan yang ada di mulutnya masih banyak,
"gue nanti sore mau keluar"
Varrel langsung menatap Chelsea,
"sama siapa?"
"sama Tania dan Lisa"
"kemana?"
"ih Lo jangan tanya tanya mulu dong" ujar Chelsea kesal,
"ya gue harus tahu lah, Lo pergi sama siapa, kemana, kapan, biar gue gak khawatir"
ucap Varrel yang membuat hati Chelsea berdebar,
"gue mau pergi ke mall, buat refreshing"
"tapi cuman ke dua temen Lo kan?"
"IYA VARREL" bentak Chelsea, yang membuat dia lupa kalau dia harus merubah sifatnya,
Chelsea pun menunduk,
"m-maaf"
Varrel tersenyum,
"gak papa, Lo boleh keluar kok"
Chelsea kembali menatap Varrel,
"tapi Lo gimana?"
"gue gak papa dirumah sendiri, lagian gue sudah terbiasa"
Chelsea tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makan.
__ADS_1
**
hari mulai sore, Chelsea bergegas keluar untuk berjalan jalan bersama kedua sahabatnya itu.
setelah sampai di mall Chelsea mencari cari Lisa dan Tania, terdengar ditelinga Chelsea banyak ucapan yang menggodanya,
"sendirian saja neng"
"cantik bener mbak nya"
"udah punya pacar belum kak?"
"putih banget mbak kayak lantai"
"sama saya yuk mbak"
"kita nikah sekarang"
ucapan itu selalu ada ditelinga Chelsea tapi Chelsea tidak mempedulikan sama sekali, karena dia dari dulu sudah terbiasa mendengarkan kata kata tersebut, jadi menurut dia itu cuman biasa, yah karena Chelsea menyadari kalau dirinya memang cantik.
"Chelsea" teriak seseorang dari sebelah kanan, gak salah lagi itu suara Lisa, sontak Chelsea menoleh ke sumber suara itu, dan melihat kedua temannya berdiri di depan toko baju, segera Chelsea berjalan ke arah temannya,
"Lo lama amat Chel, kita sudah nunggu lama disini" ujar Tania,
"sorry guys tadi ojek online gue beli bensin dulu" sahut Chelsea,
"yaudah kita ke lantai dua yuk, ada toko baju baru Lo" ucap Lisa, mereka pun melangkahkan kakinya ke lantai dua yang ditunjuk Lisa,
setelah sampai di toko tersebut, mereka bertiga memilih milih baju yang ingin mereka beli,
"oh ya Chel gimana kabarnya Varrel sekarang?" tanya Lisa,
"sudah membaik kok"
"iya"
"Chel gue yakin 100% 1000% 10000% kalau Varrel itu cinta sama Lo"
"enggak guys dia itu cuman mau ngejaga gue, karena dia gak mau melanggar janji ke nyokap gue, kalau dia harus menjaga gue dengan baik, bukan karena cinta"
jelas Chelsea,
"masak sih, kok gue gak yakin dengan ucapan Lo ya Chel" ucap Tania,
"iya nih, gue lihat saja seperti orang yang melindungi cintanya gitu" lanjut Lisa,
Chelsea memutar bola matanya malas,
"ah udah lah guys gak usah dibahas lagi, kita kesini kan refreshing bukan ghibah gini"
ujar Chelsea,
tak lama dari itu sudah membeli dua baju yang mereka tadi pilih,
"Sekarang kita kemana guys" ujar Lisa,
"kita makan yuk" suruh Tania,
saat berjalan mereka bertiga masih bingung memilih tempat makanan yang cocok untuk mereka makan,
bruk
Chelsea menyenggol bahu seorang laki laki sampai dia terjatuh ke lantai,
"eh maaf gue gak sengaja" ucap cowok tersebut sambil membantu Chelsea berdiri,
__ADS_1
"kalau jalan hati hati dong mas" bentak Lisa,
saat Chelsea menoleh ke arah cowok itu, dan betapa terkejutnya dia melihat Aldo,
"A-Aldo" ucap Chelsea gugup,
Lisa dan Tania terkejut sambil membulatkan ke dua bola matanya,
"Chelsea" ucap Aldo, dan segera Chelsea berlari menjauhi dia,
"Lo kapan datang ha? kirain Lo udah mati" ujar Lisa marah,
"Lo gak usah dekat dekat lagi sama Chelsea"
lanjut Tania, lalu mereka berdua pergi meninggalkan Aldo,
Chelsea berada di toilet, dan menatap dirinya di cermin,
"itu benar Aldo, iya? kapan dia datang?" gumam Chelsea, dia pun membasuh mukanya dengan air,
"gue gak mau ketemu dia lagi"
Lisa dan Tania datang dengan sangat khawatir dengan Chelsea,
"Chel Lo jangan lari begitu saja, kita cari cari Lo tadi"
"iya Chel gue khawatir sama Lo"
"apa dia tadi benar benar Aldo?" tanya Chelsea yang masih menatap ke arah cermin,
Lisa dan Tania menatap satu sama lainnya, lalu kembali melihat ke Chelsea,
"iya benar Chel dia Aldo" ucap Lisa,
"kenapa dia datang, gue kira dia sudah tidak ada di hidup gue, sekarang datang lagi bagaikan tamu yang tidak diundang" ucap Chelsea sambil mengeluarkan air matanya,
Tania memegang pundak Chelsea,
"Chel udah Lo gak usah nangis, lupakan dia, anggap saja dia gak ada di pikiran Lo"
"sudah Chel, anggap saja dia debu, yang sudah Lo tiup dan gak akan kembali lagi"
Chelsea mengusap air matanya, lalu merapikan rambutnya,
"iya guys gue kuat kok, gue gak pernah sedih seperti ini, tadi saja baper sekarang udah enggak kok, lagian dia siapa gue gak kenal, sekarang kita lanjut makan yuk"
"yup Chel, dia orang asing ya kan" ujar Lisa,
"maafin gue ya guys, jadi kalian ikut ikutan"
"gak masalah Chel, yuk sekarang kita makan, gue udah laper nih" kata Tania,
Chelsea tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu mereka bertiga keluar dari toilet untuk pergi mencari makan.
Aldo? siapanya Chelsea ya?
🥀
Aldo? siapa sih dia? 🤔 sampai bikin Chelsea nangis. tunggu episode berikutnya.
like Comment❣️👍🏻💬
__ADS_1