
Nama aku Jun Huanrang. Aku mati kerana kapal persiar yang aku naiki di ledakkan seorang t*rr*r*s dan mati tenggelam kerana terjebak di dek bawah.
Saat aku mati, aku memegang sebuah buku berkaitan dengan dunia pelatihan diri atau di kenal sebagai murim.
Dan saat aku berpikir aku akan pergi ke dunia setelah mati, aku membuka mata untuk melihat diriku berdiri di atas arena bertarung dunia murim.
"Ling Chyou, Aku pasti kamu tidak akan melepaskan ku kali ini, kan. Aku, Zhang Quon, Akan menghabisi mu."
Huanrang melihat anak dalam umur 13 tahunan dengan bingung. Dia juga melihat pakaian kuno yang di kenakan dirinya.
'Apa dia bilang, Zhang Quon? Mc di buku murim harem itu? Mc yang akhirnya akan punya 8 istri dan 10 selir? Dan aku Ling Chyou? Si berengsek yang mati mengenaskan kerana cari gara gara sama mc op. Yang benar saja.'
Huanrang panik tidak bisa bergerak.
'Apa yang bisa anak 17 tahun yang mati kerna ikut percutian keluarga dan selalu bolos kelas dan bergantung pada keluarga 100 persen bisa lakukan di dunia yang mengandalkan kekuatan ini!?'
Zhang Quon bersedia untuk menyerangnya sekarang.
Saat itu dia mendapatkan ingatan dari bocah 13 tahun itu.
'Jika aku menjadi kuat dan membanggakan nama keluarga, ayah akan melirik ku.'
Huanrang memegang kepalanya kerana bingung.
'Mengapa ayah malah menjadikan adik ku pewaris? Apa dia benar benar membenci ku?'
Ingatan itu terus mengalir.
'Zhang Quon, dia bahkan bukan dari keluarga ternama! Dia berani sok kuat di sini!? Aku harus mengahajar nya. Dia perlu tahu kekuatan keluarga Ling!'
Dan banyak perbuatan kasar yang di lakukan dirinya pada Zhang Quon mengalir di kepalanya.
"Mari kalah saja. Aku tidak bisa menang bagaimana pon. Dia mc op."
Dengan bekalan ingatan dari bocah Ling Chyou, Huanrang yang kini menjadi bocah itu bisa menggunakan seni bela diri milik Ling Chyou.
Dia sudah tahu bahwa dia akan kalah, jadi dia tidak bertarung dengan dengan serius.
Tapi dia kalah setelah tidak bisa mengelak 1 tendangan Zhang Quon yang membuatnya terlempar keluar arena.
"Pertandingan di menangkan Zhang Quon!"
Suara kebingungan para penonton terdengar dan Zhang Quon hanya menggenggam tangannya erat.
Walau dia menang, tidak ada yang bersorak untuknya.
Ling Chyou bangun dan kembali ke arena bertarung itu.
'Berani kau mempermalukan ku seperti itu! Kau mau mati!'
Itulah yang seharusnya dia bilang sekarang. Kalah kerana keluar dari arena adalah hal yang memalukan di dunia murim ini.
Dia melihat tempat duduk keluarga Ling. Ada ayah dan adiknya yang sedang menontonnya.
Ayahnya Ling Huo, seniman bela diri tingkat bintang 3 dan adiknya Ling Chen, seniman bela diri tingkat langit 1.
Tingkatan kekuatan memiliki 7 tingkat sebelum naik ke tingkat seterusnya.
Alam tingkat ada 7
Bumi
Tanah
Langit
Bulan
Bintang
Matahari
__ADS_1
Dewa.
Ling Chyou, seniman bela diri tingkat Tanah 4.
'Perkembangan Ling Chyou sangat lambat. Dia bahkan ketertingalan dengan adiknya sendiri.'
Huanrang bisa melihat Zhang Quon menatapnya dengan tajam.
'Duh, aku gay dan dia benar benar tipe ku. Hentikan. Dia akan di pandang gadis cantik dari sekte yang kuat. Mengapa seniman bela diri memiliki rambut yang panjang semuanya?'
Huanrang bisa melihat rambutnya yang panjang terurai setelah terlempar keluar. Anak 13 tahun itu sangat tampan juga. Rambutnya berwarna putih dan wajah yang tampan membuatnya berbeda dari semua orang. Di sini warna umum rambut adalah hitam, coklat dan biru. Rambutnya juga berwarna hitam.
Matanya yang berwarna merah juga membuatnya berbeda dari yang lain hanya untuk memberitahu bahwa dia mc.
Kebanyakan dari orang di sini memiliki mata hitam, cokelat, biru dan banyak lagi selain merah.
'Namun kerana itu dia di pandang rendah kerana tidak sama dengan yang lain. Bahkan tidak ada yang bersorak untuk kemenangannya.'
Huanrang menghela nafas nya dan mendekati Zhang Quon.
'Mulai sekarang, mari jadi orang baik tampa terlibat dengan mc harem ini dan hidup panjang sebagai Ling Chyou.'
Zhang Quon masih menatap tajam Ling Chyou.
'Aku akui kamu kuat. Aku tidak akan mengganggu mu lagi. Kamu seharusnya mengangkat kepala mu saat menang. Aku percaya kamu kamu lebih kuat dari siapa pon di sini. Jadi, bergembiralah hari ini."
Ling Chyou mengatakan itu sambil menepuk pundaknya. Dia berjalan melewati Zhang Quon dan tunduk hormat pada ayah dan adiknya.
"Tuan, maafkan aku kalah dengan memalukan."
'Aku akan berhenti dari seniman bela diri dengan menggunakan kekalahan memalukan ini. Dia pasti sangat marah aku mencoreng nama keluarga Ling dari ingatan anak ini.'
Sebelum dia menyambung katanya, ayahnya berbicara.
"Chyou, kamu bisa mengangkat kepala mu. Aku sudah lega kamu tidak tercedera. Tidak ada yang memalukan dengan itu."
"Eh....?"
'Ayah mu membenci mu? Setan, kamu bercanda? Jelas ayah mu mengkhawatirkan mu! Dan dia sangat peduli dengan mu hanya melihat rambutmu berantakan membuatnya mengerutkan alisnya!'
Kerana membesar dengan keluarga harmonis dan over protective, tentu saja Huanrang tahu bagaimana expresi yang di berikan keluarganya yang mengkhawatirkan nya. Dan itu sama dengan ayahnya saat ini.
Namun di mata orang lain, ayahnya sedang mengerutkan alisnya kerna kecewa dengan anaknya.
"Iya. Terima kasih ayah."
Tanpa sadar, Ling Chyou tersenyum sambil menyebut Ling Huo ayah. Itu adalah kata yang tidak akan pernah Ling Chyou katakan kerna takut ayahnya membencinya.
Ayahnya mahu pon adiknya tersentak mendengar itu.
"Kalau begitu, aku pamit duluan. Kita berbicara lagi nanti."
Dengan begitu, Ling Chyou dengan senyum di wajahnya sangat bahagia memutar tubuhnya dan matanya bertemu dengan mata Zhang Quon yang bingung.
"Kamu juga harus tersenyum bahagia. Kamu setampan itu seharusnya punya senyuman yang indah."
Dia merasa bahagia kerana bisa pergi lebih awal. Setelah ini akan ada kegaduhan yang teruk antara mc dan anak keluarga terpandang yang membencinya.
Dia langsung meninggalkan arena itu.
Semua yang melihatnya pergi begitu saja sangat aneh.
"Aneh."
Tapi yang paling merasa aneh, adalah orang yang baru saja melawannya.
Dia melihat Ling Huo, orang yang menyuruhnya untuk memberi kemudahan pada anaknya.
"Apa ini yang kamu inginkan sebenarnya?"
Zhang Quon bergumam sendiri.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Di ruang salinan.
"Hah.... Apa yang terjadi pada keluarga ku yang lain? Aku pasti mereka sangat cemas. Untuk keluarga yang aku cintai, tidak perlu cemas, aku mendoakan kalian semua selamat dan terus jalani hidup kalian. Aku tidak akan melupakan kalian, tapi mulai sekarang, aku akan menjadi orang lain dan memiliki keluarga lain. Ling Chyou, izinkan aku menggunakan tubuh mu."
Huanrang merapatkan tangannya seperti memohon dan berdoa.
"Terima kasih untuk kesempatan ini. Akan aku jalani dengan baik dan tidak akan memandang ke belakang. Aku berjanji untuk hidup hingga waktu yang di tentukan."
Dia mengakhiri doa nya dengan janji yang dia buat dengan dirinya sendiri. Dia melihat ke kaca dan wajah yang sombong milik Jung Huanrang menatapnya.
"Hantu!?"
-Apa sudah selesai doanya?-
Ling Chyou benar benar kaget hingga terduduk di lantai.
-Aku hanya punya waktu sebentar di sini. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku akan menempati tubuh mu dan menjalani hidup mu mulai sekarang. Berkat pelatihan ku, aku bisa keluar dari apa lagi nama benda itu.-
Jun Huanrang di kaca bergumam kesal.
"Dek kapal?"
-Iya itu. Aku mati kerana di racuni 5 tahun akan datang. Kemudian aku bertarung dengan Zhang Quon dan itu membuat dia tertuduh membunuh ku padahal aku di racun seseorang. Jadi berhati hatilah.-
Jadi kesimpulannya, mereka bertukar tubuh kerana mereka di takdir kan mati di hari yang sama.
"Baik, jaga keluargaku dengan baik. Aku pasti merindukan mereka."
-Kamu benar. Mereka sangat berisik hanya kerana aku tergores di pipi.-
Ling Chyou bisa melihat wajah lamanya tergores.
-Aku juga, jaga keluarga ku. Aku tidak memiliki kenangan indah bersama mereka. Namun melihat keluarga yang membesarkan mu, kamu pasti bisa memiliki kenangan yang indah.-
"Baik. Ku serahkan keluarga ku pada mu dan serahkan saja keluarga mu pada ku."
Jun Huanrang menggelengkan kepalanya pada jawaban percaya diri Ling Chyou yang seharusnya sombong dan dingin.
-Kita tidak akan bertemu lagi. Ini adalah terakhir kali kita akan melihat wajah sendiri. Itu lucu.-
"Baik, semoga kamu bahagia sebagai diri ku. Itu saja yang aku mau dari kamu. Kerana aku akan bahagia dengan tubuh mu."
Senyum terukir di wajah Jun Huanrang dan mengangguk sebelum kaca itu blur seperti air yang bergoyang dan menampilkan wajah Ling Chyou.
"Ya, mari jadi orang baik."
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...............
__ADS_1