I Will Be Good People

I Will Be Good People
Extra 1


__ADS_3

Ok, kita tiba di episode 20 lebih cepat dari yang ku kira.


Aku selalu guna extra saat sudah 20 episode.


Mari mulakan extra 1.


.


.


.


.


.


Ling Chyou yang mati kerana racun membuka matanya untuk berada di dalam sebuah tempat yang ia tidak kenal dan tenggelam.


Sebuah memory muncul begitu saja. Dia tenggelam setelah t*r*rr*s meledakkan kapal pesiar yang ia naiki. Tubuh itu juga lebih tertarik dengan pria dari wanita.


Yang beruntungnya, dia tidak memiliki pasangan di sini. Dia menggunakan teknik bela diri dan melepaskan diri dengan mudah.


Namun semua usahanya membuat dia menggores pipinya.


Tiba di atas, kakaknya langsung menariknya untuk pergi ke perahu penyelamat.


"Mengapa dengan pipi mu!? Ouh, aku tidak akan memaafkan t*rr*r*s yang melakukan ini pada mu!"


Kakaknya berteriak histeris saat melihat luka di wajahnya. Ling Chyou yang tidak begitu biasa dengan hal seperti kekeluargaan kerana dia sendiri meletakkan dinding di antara mereka.


'Anergi di sini sangat lemah. Aku tidak bisa berlatih di sini. Juga, mengapa dia membaca buku tentang murim harem saat dia lebih menyukai pria?'


Ling Chyou mula memikirkan alasan mengapa pemilik tubuh itu membaca kisah murim harem.


'Kamu harus membaca ini! Ini sangat bagus! Aku akan membunuh mu jika kamu tidak membacanya!'


Seorang teman dari pemilik tubuh ini memaksanya membaca buku itu. Dia tidak tertarik namun setelah melihat gambar Zhang Quon yang tampan membuatnya membaca hingga akhir.


'Tubuh ini sepertinya lemah akan wajah tampan.'


Memory terus membanjiri otaknya. Namanya Jun Huanrang dan seorang yang jenius. Namun kerana seorang yang malas dan lebih memilih bermain main, dia tidak naik kelas ke universitas atau apalah itu.


Namun kemalasan itu, membuatnya berkerja. Dia selalu di datangi pembuli dan menghabisi mereka dengan akalnya hingga mereka akan mencoba membunuhnya.


Percobaan hari ini adalah salah satu dari perbuatan para pembuli itu. Dia selalu melukai tubuhnya. Namun entah mengapa, tubuhnya memiliki kelainan di mana tidak akan memiliki parut.


'Uwah, para cewek pasti iri dengan kelainan ini.'


Dan yang paling dia tidak bisa atasi adalah....


"Bagaimana wajah mu itu terluka! Aku tidak terima! Akan ku bunuh mereka!"


Adiknya saja seperti ini.


'Siapa adik siapa kakak ini?'


Ling Chyou benar benar tidak bisa menyesuaikan diri.


"Ibu pasti akan menangkap mereka semua. Mereka pantas menerima hukuman mati."


Ibunya saja menyeramkan seperti ini. Bagaimana ayahnya?


"Hei, tenanglah, itu hanya goresan. Apa kamu tahu seberapa teruk dia terluka selama ini?"


Ling Chyou yang melihatnya dari memory Jun Huanrang mengangguk. Ini tidak bisa di bandingkan dengan goresan di pipinya.


'Setidaknya ayahnya sedikit normal.'


"Kita hanya perlu menangkap mereka dan membuat mereka di penjara seumur hidup."


'Atau tidak.'


Setelah dia di tinggalkan sendiri, dia membuka sebuah panggilan dari kaca dengan anergi terakhir miliknya. Namun yang dia lihat adalah dirinya yang berumur 13 tahun sedang melemparkan doa dari mulutnya.


'Rasanya aneh melihat tubuhku berdoa seperti itu. Aku yang egois ini berdoa seperti itu? Hah.... Benar benar bahan candaan.'


Mereka mengakhiri panggilan itu dan Ling Chyou yang kini menjadi Jun Huanrang yang jenius itu.


Namun.......


'Aku yang bodoh ini mana bisa mengimbangi kejeniusan itu! Tidak mungkin bahkan jika aku belajar seminggu penuh! Bagaimana pemilik tubuh ini bisa menyia nyiakan kejeniusan yang sangat jenius itu! Kamu benar benar bercanda!'


Kakaknya yang melihat Jun Huanrang yang pertama kali kesulitan dalam sesuatu yang namanya belajar, mendekat.


"Apa kamu baik baik saja? Kamu kelihatan sangat kesulitan."


Jun Huanrang tersentak dan mengangguk. Kakaknya agak bingung kerana Jun Huanrang tidak menghindarinya. Dia tahu adiknya menyukai pria, jadi dia paham reaksinya. Namun dia bahkan tidak memperdulikan dirinya di sana.


"Kakak, aku tenggelam saat ledakan. Entah mengapa, kejeniusan ku menghilang."


Mendengar itu, Kakaknya mengelus kepalanya lembut.


"Kamu jenius? Kamu akhirnya mengakuinya? Wau, apa matahari akan terbit dari barat."


Jun Huanrang sadar apa salahnya. Jun Huanrang tidak pernah mengatakan dia jenius sebanyak mana orang mengatakan dia itu jenius. Dia bahkan menolak semua pujian itu seperti dia memang tidak banyak.

__ADS_1


"Baik, aku mengakuinya. Tapi sekarang, aku menjadi sangat bodoh. Aku bahkan tidak bisa mengingat sejarah!"


Jun Huanrang mengangkat buku pelajaran sejarah dengan dua tangannya dengan frustrasi.


"Siapa peduli. Kamu hidup saja seperti kamu sendiri. Kami tidak pernah peduli jika kamu bolos atau apapon itu. Selagi kamu bahagia, kami baik baik saja."


Itu pertama kali Jun Huanrang merasakan kehangatan sebuah keluarga. Dia tersenyum dan melihat kakaknya pergi.


'Rasanya seperti, tidak begitu buruk.'


.


.


.


Keesokan harinya, Jun Huanrang pergi ke sekolah. Dia tidak begitu mengingat dari ingatan yang terlalu complicated dari Jun Huanrang yang jenius itu. Apa dia tidak pernah melupakan sesuatu?


Dia berkeliling untuk membuat ingatan sendiri. Dia akhirnya menemukan kelas terakhir. Jun Huanrang memiliki hobi di mana dia lebih suka berada di kelas akhir.


Dia masuk dan duduk di tepi jendela tempat Jun Huanrang selalu duduk.


Tak lama dia duduk, seperti ada tali pemberitahuan, tukang buli Jun Huanrang masuk ke kelasnya.


"Hei, Jun, aku dengar kamu benar benar menjadi bodoh. Apa rahmat kejeniusan mu menghilang?"


'Yaiyalah, orang di dalam aja udah berbeda.'


Jun Huanrang selalu akan tersenyum bila berhadapan dengan pembuli. Dia sangat menyukai memberi pelajaran pada pembulinya. Terkadang, itu agak sadis.


Namun hari ini, dia menghela nafas tidak berdaya.


"Apa kamu benar benar menjadi bodoh? Hahaha! Akan kugunakan ini untuk membuli mu lebih lagi."


'Dia ini sama bodohnya seperti aku. Dia tidak akan berhenti walau sudah di beri 100 pelajaran. Yah, Tipical aku banget.'


Jun Huanrang mengingat dirinya yang selalu tidak puas saat kalah dengan babak belur dari Zhang Quon.


'Orang seperti ini tidak bisa di beri perhatian. Mari abaikan dia kayak hantu.'


Jun Huanrang mula mengabaikan para pembuli itu seperti mereka hantu yang mengganggunya. Dia tidak bisa melihat mereka, dan mereka hanya hantu yang tidak bisa di lihat.


Seminggu berlalu dan para pembuli mula mengalah untuk mengganggunya.


'Lihat, tipical aku. Aku juga akan menyerah jika di abaikan seperti itu.'


Jun Huanrang menghela nafas dan duduk di kursi lagi. Dan sama seperti pertama kali, tukang buli Jun Huanrang masuk.


'Ya ampun, berapa banyak tukang buli anak ini!?'


Tukang buli kali ini mendekat dan meletakkan tangan di meja Jun Huanrang.


Jun Huanrang mengedipkan matanya beberapa kali.


'Ini adalah pembuli yang paling di benci Jun Huanrang. Mengapa dia sangat membencinya?'


Jun Huanrang bisa melihat tangan ramping yang sedikit lebih berotot darinya dan wajah yang tampan.


'Yah, pantas saja dia membencinya. Dia tidak bisa melakukan apa apa pada wajah tampan ini.'


Jun Huanrang menghela nafas dan menatap balik matanya.


"Qin Yuu, apa kamu selesai menatap ku? Atau kamu memiliki hati terhadap ku hingga menatapku seperti ini?"


Qin Yuu tersentak dan melangkah mundur.


"Menyukai mu? Kamu bercanda? Aku membenci mu."


'Ini tipical yang akan berhenti saat di malukan. Lebih mudah orang seperti ini. Jun Huanrang tidak pernah melakukan sesuatu kerna wajahnya. Tapi aku bukan dia."


Jun Huanrang tersenyum dan menutup bukunya.


"Apa kamu jago berantem? Mau berantem di belakang sekolah? Aku tidak punya otak lagi untuk mengajari mu. Tapi aku ada tubuh ku saat ini. Mau berantem di sini atau padang belakang?"


"Heh, kamu ingin beradu tinju dengan ku? Mari, di padang belakang. Setelah sekolah.


.


.


.


.


.


Padang belakang.


Ramai yang datang untuk menyaksikan pertarungan mereka. Kerna Qin Yuu adalah pria paling tampan di sekolah.


Selama 5 minit pertarungan, Jun Huanrang hanya mengelak sambil terus mengejek Qin Yuu.


"Apa, apa ini saja? Otak mu tidak lebih baik dari ku sekarang. Namun tubuh mu sangat lemah. Apa kamu benar benar berolahraga?"


"Grrr.... Diam berengsek!"

__ADS_1


Satu pukulan di lempar dan Jun Huanrang mengelak seperti sedang berjalan jalan di taman. Tubuh Jun Huanrang ringan dan juga punya banyak stamina kerana markah olahraganya adalah yang tertinggi.


"Ayolah..... Qin Yuu.... Aku tahu kamu setidaknya bisa mendaratkan 1 pukulan."


Qin Yuu semakin kesal dan akhirnya meninju perut Jun Huanrang.


Jun Huanrang mengerang sedikit dan tersenyum.


'Ini saja? Pukulan tampa anergi dalam Zhang Quon 100 atau lebih dari ini sakitnya.'


Dia sedikit kecewa.


"Baik, sekarang giliran ku."


Jun Huanrang tersenyum lalu menyiku perut Qin Yuu dan memukul wajah tampan nya 2 kali.


"Wajah tampan mu itu tidak sesuai untuk mu."


Hanya sekali serangan, Qin Yuu sudah tidak bisa bangun lagi.


Jun Huanrang memusing pergelangan tangannya dan berjalan pergi.


Mengambil tas nya di kelas dan berjalan turun. Di tangga seseorang menolaknya.


Dia tersentak. Jika dia dalam tubuhnya yang asli, dia bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan mudah. Namun tubuh ini, tidak bisa ia kendalikan sepenuhnya.


Muncul dari tangga bawah seorang pria dengan tas seperti dia ketinggalan sesuatu.


Dia menoleh ke atas untuk melihat Jun Huanrang yang sedang jatuh. Dia dengan cepat menjatuhkan tas nya dan menangkap Jun Huanrang.


"Apa kamu baik baik saja?"


Pria itu bertanya.


"Ah, iya, terima kasih. Maaf mengganggu mu."


Jun Huanrang melangkah mundur dan melirik tajam orang yang menolaknya. Itu adalah seorang wanita cantik sambil melilitkan rambutnya ke jari telunjuknya.


"Kamu harus merasakan hal yang sama kerana telah belasah Qin Yuu."


'Jadi, itu fanatik si banjingan itu.'


Jun Huanrang menjatuhkan tas nya.


"Tangan mana yang ingin kamu patahkan? Berani kamu coba mencelakai ku. Apa kamu pikir, menjadi wanita aku tidak akan melakukan itu? Ouh, atau kamu lebih ingin aku menggunakan tubuh mu? Pilih lah."


Jun Huanrang berjalan selangkah demi selangkah menaiki tangga dengan niat membunuh. Wanita itu ketakukan dan akhirnya melarikan diri.


"Sudah tahu tidak bisa, jangan di lakukan. Dasar bodoh."


Jun Huanrang turun semula dan pria itu menyerahkan tas nya padanya.


"Ah, terima kasih."


'Dia pria ke 2 paling tampan di sekolah. Dia kuat dan bagus dalam academic. Dia selalu memandang Jun Huanrang sebagai rivalnya. Namun sekali pon dia tidak bisa mengalahkannya dalam ujian.'


Jun Huanrang menunduk tanda hormat dan ingin pergi.


"Apa kamu benar benar kehilangan kejeniusan mu?"


"Iya. Bahkan mengingat sejarah sangat sulit."


Jun Huanrang menjawab secara refleks.


"Bagaimana jika kita study bersama?"


Pria tampan itu memegang pergelangan tangan Jun Huanrang dan wajah mereka mendekat.


"Ah.... Aku bisa saja. Siapa nama mu?"


Pria itu tersenyum.


"Aku Feng Zu. Salam kenal."


Jun Huanrang sedikit terpesona dari wajah tampan itu. Dia langsung di tarik ke perpustakaan.


"Bagaimana kita mulakan kisah kita?"


"Ehh?..."


Suara mereka berlarian menghiasi hening senja itu.


Siapa bilang cinta tidak bisa beda dimensi?


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung......................


__ADS_2