I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 47


__ADS_3

Ling Chyou menutup matanya. Bibirnya tertutup rapat mencoba menghindari naga kabut mimpi.


Ling Chyou merasakan angin di sekitarnya lalu membuka matanya.


Seseorang memegang pundak naga kabut mimpi.


"Kau seharusnya tidak menyentuh teman ku."


Orang itu berkata dengan dingin.


"Yun Kaibo!?"


Ling Chyou kaget melihat Yun Kaibo di sana. Mengapa dia bisa ada di sana.


"Bagaimana kamu lepas dari kabut mimpi ku?"


Naga kabut mimpi bertanya dan bibirnya tersenyum. Hasrat membunuh muncul dari diri Yun Kaibo yang selalunya santai.


"Kerana mimpi itu terlalu indah. Aku tidak bisa membayangkan berada di tengah tempat berdarah itu. Apa kamu bisa?"


Wang Xuemin juga muncul dan mengangkat Ling Chyou menjauh.


"Kamu pergi bangunkan Zhang Quon itu. Bagaimana penjaga bayangan mu bisa tidur di situasi seperti ini?"


Wang Xuemin sedikit bercanda. Dia agak khawatir dengan temannya yang lain. Dia sudah mengenal Yun Kaibo bahkan sebelum merendiannya hancur. Sikap haus darah yang di tekan oleh sifatnya yang santai, berkobar hari ini kerana mimpi yang tidak akan pernah di capai olehnya.


"Sekte yang membunuh seluruh anggota keluarga Yun dan membuat ku cacat, aku bahkan tidak sempat untuk menyiksa mereka kerana mereka sudah di jatuhkan hukuman mati."


Dendam yang tidak bisa di balas. Itu tersimpan menjadi sisi gelap tersendiri. Yun Kaibo masih mengingat pemandangan para pembunuh yang di pasung dan mati kematian mudah. Pemandangan yang membuatnya kesal dan tidak tau ingin melampiaskan kemana.


Semakin mengingatnya, urat di leher Yun Kaibo terlihat.


"Kau benar benar membangunkan sisi gelap ku hari ini."


Naga kabut mimpi tersenyum mengejek pada itu.


"Sungguh, manusia sungguh makhluk yang sangat rapuh. Itulah mengapa kalian tidak sebanding Ling Chyou ku."


Naga kabut mimpi menggunakan kabutnya membentuk pedang.


"Tapi cukup menyenangkan bermain dengan tikus sebelum aku bisa mendapatkan apa yang aku mau."


Naga kabut mimpi menjilat pedangnya dan dengan cepat menyerang.


Bang!


Namun dinding air tercipta di depan Yun Kaibo. Itu membuat naga kabut mimpi terpental kembali.


"Wang Xuemin....."


Suara dingin Yun Kaibo terdengar. Pertama kali bagi Ling Chyou mendengar suara dingin itu. Namun itu bukan pertama kali untuk Wang Xuemin.


"Apa kamu berencana untuk merusakkan merendian mu lagi? Kaibo, tenanglah."


Wang Xuemin mengingatkan Yun Kaibo sedang Ling Chyou mendapatkan Zhang Quon.


Angin membentuk pisau di udara dengan banyak dan mata yang penuh kemarahan menatap Wang Xuemin.


"Jangan halang aku."


Yun Kaibo membenci Wang Xuemin. Sangat membencinya.


"Kau tidak punya hak untuk menyuruh ku bertenang."


Wang Xuemin memegang pundak kirinya. Bekas parut pisau angin yang tidak hilang sejak hari itu masih mengikutinya. Tidak, Wang Xuemin berharap itu tidak akan menghilang.


"Benar. Aku tidak punya hak. Lagipula aku adalah salah seorang pembunuh keluarga mu itu, kan."


Yun Kaibo menggertak giginya pada pernyataan itu.


Urat di lehernya terlihat akan meledak kapan saja.


"Ouh, drama apakah ini?"


Naga kabut mimpi mengejek ketika dia sepertinya di lupakan secara total oleh mereka.


"Drama?"


Yun Kaibo menoleh melihat naga kabut mimpi dengan mata kosong. Anginnya bergerak dengan cepat ke arahnya.


"Kau mengejek kisah hidup ku?"


Beribu pisau angin terbentuk dan dengan cepat menuju naga kabut mimpi.


Naga kabut mimpi tersenyum dan menggunakan kabut hitamnya memakan semua pisau angin itu.


Namun Wang Xuemin muncul di belakang dan dengan pedang yang di selimuti anergi air, menebasnya.


Naga kabut mimpi yang sedikit lambut tergores pada serangan itu di bahunya. Namun kulit sekeras besi itu hanya tergores seperti benda tajam terkena pada besi.


"Hnm? Kalian musuh, bukan?"


Naga kabut mimpi bingung. Yun Kaibo terlihat membencinya. Tapi Wang Xuemin membantunya.

__ADS_1


"Hnm? Musuh? Tidak, tidak. Kami teman. Namun kerana insiden itu, aku adalah satu satunya orang dari sekte yang selamat dari hukuman pasung. Aku adalah pelayan rendahan di sana."


Wang Xuemin dengan ramah menerangkan apa yang terjadi. Dia juga mengingat hari berdarah itu. Yun Kaibo yang pulang dari toko, kembali melihat rumahnya sudah terbakar dengan banyak mayat berlumuran darah.


Dia sebagai pelayan rendahan serta temannya tidak mampu menghentikan serangan itu. Jika dia lebih kuat. Andai saja ketika itu dia mampu melakukan itu. Mungkin pemandangan berdarah itu tidak akan terjadi.


Yun Kaibo melampiaskan kemarahan kepadanya yang berakhir pada mereka berdua merusakkan merendian mereka sendiri.


Bekas parut di pundaknya menjadi bukti dari hari mereka memutuskan untuk berteman dan saling membantu di masa depan.


Rasa benci akhirnya menjadi sebuah ikatan yang mengikat mereka bersama.


"Kamu tidak akan memahami perasaan ini. Kamu yang gila tidak akan punya perasaan ini. Perasaan yang melambangkan ikatan seperti ikatan darah keluarga."


Wang Xuemin dengan ringan mengayunkan pedangnya. Dia mungkin lemah dalam elimennya. Namun dia cukup kuat dalam seni pedang.


Yun Kaibo yang memiliki tubuh kurang lebih Ling Chyou tidak mungkin untuk memegang senjata sendiri. Wang Xuemin akan menjadi pedangnya tidak peduli apa yang terjadi.


Yun Kaibo menggunakan elimen angin menyelimuti pedang Wang Xuemin. Walau dirinya di rasuki kemarahan meluap, itu tidak menghilangkan kerjasama yang telah mereka bina selama ini.


"Heh."


Naga kabut mimpi mengejek kerjasama mereka.


"Pada akhirnya, kerjasama manusia, hanya menghasilkan kekuatan manusia juga."


Mata naga kabut mimpi bertukar menjadi mata predator dan kabut hitam menebal. Yun Kaibo dan Wang Xuemin akhirnya terikat dengan kekuatan naga yang kekuatan mereka bukan sesuatu yang manusia biasa hadapi.


"Erkk..."


"Ughh.."


Sedikit erangan keluar dari mulut mereka.


"Yun Kaibo! Wang Xuemin! Zhang Quon bangun!!!"


Ling Chyou menggoncang tubuh Zhang Quon yang tidak ingin bangun dari tadi.


"percuma saja. Dia tidak akan bangun."


Naga kabut mimpi mengejek dan Ling Chyou menggigit bibir bawahnya.


"Bangun banjingan! Apa kamu ingin di putusin! Mimpi apa yang kamu dapatkan!? Jangan kamu curang dengan ku dalam mimpi!!!"


Yun Kaibo dan Wang Xuemin tersentak mendengar apa yang di ucapkan Ling Chyou. Namun Ling Chyou tidak punya masa untuk memperhatikan itu.


"Jika kamu tidak bangun dalam hitungan 3, aku akan memutuskan mu! Jadi bangun!"


Mata Zhang Quon bergetar pada pernyataan itu.


"Sudah ku bilang, dia tidak mungkin akan bangun. Jika bisa, itu mungkin sudah terlambat."


Sepertinya mimpi yang di terima Zhang Quon berbeda dengan yang lain. Mungkin itu kerana Zhang Quon adalah satu satunya yang bisa menghentikannya sekarang.


Tak, tak, tak.


Bunyi sepatu hak tinggi terdengar dan seorang wanita dengan anggun menyelak rambutnya pada situasi itu.


"Apa perlukan bantuan?"


Wanita yang tidak pernah memasuki satu pon perkelahian dalam kumpulan Ling Chyou. Wanita itu tersenyum pada naga kabut mimpi.


"Xiu Yang?"


Ling Chyou menggumamkan nama wanita itu.


Xiu Yang, wanita yang sangat mementingkan kecantikannya dan tumbuh menjadi wanita yang cantik nan sexy beneran.


Pakaiannya dan semua gaya yang berada di tubuhnya di tata rapi membuatnya terlihat seperti karya seni.


"Mengapa kalian tidak bisa diam saja dan menikmati mimpi yang aku berikan?"


Naga kabut mimpi mula jengkel dengan semua yang terjadi.


"Tenanglah, marah membuat mu tidak cantik."


Xiu Yang menutup matanya dan mengeluarkan pedang yang memiliki ukiran yang terlihat sangat indah.


Anergi alam mula bergerak di sekitarnya. Mata Xiu Yang terbuka dan bersinar dengan warna ungu yang indah.


"Kamu memiliki elimen kegelapan? Pantas saja kamu tidak terkena serangan ku. Namun kamu menghiasinya hingga itu terlihat indah. Sungguh buang buang waktu."


Naga kabut mimpi mengejek dan Xiu Yang hanya tersenyum.


'Dasar iblis!'


Dia masih bisa mengingat kata yang selalu dia terima kerana elimennya itu. Dia adalah jenius yang mencapai tingkat langit di umur 7 tahun. Namun elimen kegelapan membuatnya di asingkan dan selalu di ejek.


Dia sendiri yang memutuskan untuk menghancurkan merendiannya. Kemudian dia terus mengasingkan diri dan selalu bertindak seperti l4cur dan terus di asingkan.


Dia menyukai suasana yang sepi. Sepi itu nyaman dan indah.


Namun seseorang datang ke dalam kehidupannya.

__ADS_1


'Xiu Yang.'


Xiu Yang sangat menyukai suara yang memanggilnya.


'Kamu terlihat seperti karya seni lagi. Mau jadi model ku?'


Xiu Yang menyimpan semua gambar yang di berikan orang itu padanya.


"Aku tidak bisa membiarkan mu menyakiti orang yang membawa cahaya pada ku."


Ling Chyou sangatlah penting bagi mereka semua. Bagi mereka yang memiliki masa lalu kelam, Ling Chyou adalah cahaya dalam masa lalu itu.


Duduk bersamanya membuat mereka tenang dan melupakan segala tentang segalanya tentang kepahitan hidup mereka.


Lihat saja ratu es yang menjadi cair hanya dengan berada dekat dengan Ling Chyou. Atau mungkin si sombong Xin He. Dia juga dengan mudah melirik Ling Chyou.


Entah mengapa, Ling Chyou memiliki sesuatu yang membuat mereka sangat tertarik dengannya. Namun itu tidak seperti kutukan Zhang Quon. Semua orang yang terlepas dari kutukan Zhang Quon merasa sangat bersalah dan itu juga kerana Ling Chyou yang tidak terpengaruh dengan kutukan itu.


Juga Ling Chyou yang tertarik dengan pria tidak mengejutkan mereka bahwa mereka akan pacaran di masa depan.


Namun sekarang ada keberadaan yang ingin mengambil cahaya mereka? Itu tidak bisa di maafkan.


"Ling Chyou, Zhang Quon tidak akan bangun sekarang. Dia harus mengalahkan ribuan prajurit kerangka dalam mimpinya untuk bangun. Bagaimana jika kamu juga mengikutinya?"


Xiu Yang dengan senyum lembut mengatakan itu dan menjalan mendekat.


"Hah?"


Ling Chyou bingung.


"Tidurlah. Aku tidak mahu menunjukkan sisi gelap ku pada mu."


Xiu Yang memegang kepala Ling Chyou dengan lembut. Perlahan, mata Ling Chyou tertutup dan mula tertidur.


Elimen gelap mula mengelilingi Xiu Yang.


"Di mana kita tadi?"


Nafsu akan darah muncul di senyuman lembut Xiu Yang. Matanya membentuk bulan sabit penuh dengan niat membunuh sangat berbeda dengan Xiu Yang yang selalu tampil indah.


****


Ling Chyou membuka matanya berada di di sebuah tempat seperti gurun pasir.


Dia berjalan dan akhirnya melihat sebuah bayangan sesuatu. Itu Zhang Quon yang menghunus pedangnya menghancurkan prajurit kerangka yang menghalangi jalannya.


"Jangan halang jalan aku, banjingan!"


Zhang Quon terlihat berusaha menerobos semua prajurit kerangka itu.


"Apa kalian tidak dengar bahwa aku akan di putusin jika tidak bangun!? Minggir!"


"Ffft....."


Ling Chyou tidak bisa tidak tertawa. Zhang Quon sangat takut di putusin.


Zhang Quon yang mendengar suara tawa, menghunus pedangnya dan hujung pedangnya tepat berada di depan leher Ling Chyou.


Zhang Quon awalnya membulat matanya. Namun itu berubah dingin.


"Aku tidak bisa curang dalam mimpi juga. Apa ini salah satu trik mu, naga kabut mimpi?"


Bibir Ling Chyou bergerak gerak mendengar itu.


'Ah, dia sangat imut.'


Ling Chyou dengan cepat menggelengkan kepalanya. Dia harus keluar segera dari mimpi itu bersama Zhang Quon.


"Hentikan. Kita harus keluar segera. Yang lain dalam bahaya sekarang. Aku juga akan di tikung jika kamu tidak bangun. Sepertinya naga kabut mimpi sangat menyukai tubuh Ling Chyou hingga dia ingin menjadikan aku miliknya. Jadi cepat uruskan itu dan mari keluar."


Ling Chyou dengan cepat mengambil 1 langkah mundur. Pedang Zhang Quon bukan sesuatu yang bisa dengan mudah kamu bisa bermain dengannya.


Zhang Quon kaku bingung. Ling Chyou tersenyum pada kebingungan Zhang Quon yang terlihat imut.


"Apa? Kamu sudah tidak mengenal pacar mu?"


Zhang Quon yang kaku akhirnya tersenyum.


"Ya, hanya pacar ku yang akan melihat ku dengan mata itu. Mari keluar sebelum kamu di rampas naga sialan itu."


Zhang Quon memberikan ciuman lembut di dahi Ling Chyou dan mengangkat pedangnya lagi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung……………………………………………


__ADS_2