
"Baik, kita berhenti di sini. Setelah istirahat, kalian akan belajar bersama guru Yong Zu Feng."
Mang Rui mengatakan itu dan keluar dari kelas.
'Selain kalau salah di tusuk jarum akupuntar, semuanya normal seperti sekolah biasa.'
Jam istirahat adalah waktu untuk mencari teman. Dan Ling Chyou semestinya akan menyapa-
"Hei, Yin Mei, mari makan bersama."
Tentu saja cewek. Dia tidak mungkin akan bergaul rapat dengan cowok di dunia ini.
Mengapa? Padahal aku gay.
Mungkin kalian lupa satu gendre dari novel itu.
Ya, harem. Di dunia ini bisa menikah hingga 10 dan bahkan punya selir. Walau di dekatnya banyak pria, tapi di kota, 80 persen bisa di lihat adalah wanita.
Mungkin yang bisa melahirkan anak cowok hanya keluarga yang memiliki nama yang besar. Kerana itu, Zhang Quon sangat unik. Dia datang dari keluarga biasa.
Lebih baik mencegah dari mengobati. Lebih baik tidak rapat dan patah hati. Mana semua cowok di dunia ini tampan lagi.
"Tidak."
"Yah, aku juga tidak masalah."
Ling Chyou dengan mudah pergi tempat lain. Gadis tipical seperti itu tidak mudah di ajak bicara.
"Tunggu, kamu tidak mendekat kerna ingin mendekati ku, kan?"
"Haha, tidak. Aku hanya ingin temenan."
Yin Mei memang bisa melihat Ling Chyou jujur mengatakan itu. Dia seorang yang cantik dan anggun membuat semua cowok seumuran dirinya selalu ingin mendekatinya.
"Kamu tidak tertarik dengan rupa ku?"
"Kamu terlihat normal di mata ku."
'Aku tidak punya nafsu sama cewek.'
Itu hal yang wajar sebenarnya saat wanita selalu di lecehkan di dunia harem seperti ini.
Jadi pria hidung belang ini bersepah di manapon.
Jadi sangat sulit melihat pria yang tidak tertarik dengan wanita, gadis atau yang berhubungan dengan cewek.
"Kamu beberan tidak tertarik?"
"Iya. Kamu biasa aja di mata ku."
Yin Mei mula mengambil bekalnya dan berjalan di samping Ling Chyou.
"Apa kamu sudah punya pujaan hati? Selalunya hanya kerna itu pria tidak tertarik sama wanita."
"Tidak. Aku bahkan tidak punya tunangan juga tidak punya teman."
Yin Mei benar benar tertarik untuk mengetahui tentang Ling Chyou.
"Apa kamu tidak punya teman?"
"Aku punya seorang. Tapi dia di sekolah seni bela diri. Juga dia pria. Adik ku juga di sana."
Wang Xuemin yang melihat mereka berdua, mengintip.
"Guys...... Ratu es kita jalan bareng anak baru!"
"Ratu es? tidak mungkin...."
Zhang Jianwu dan Yong Zuthing menimpali saat itu.
"Ginana nih? Ganguin yuk."
Ling Hian masuk juga. Yun Kaibo saja yang tidak tertarik dan makan saja bekalnya.
.
.
.
Di laman belakang.
Yin Mei dan Ling Chyou makan dan berbual bersama.
__ADS_1
Yin Mei merasa selesa dengan cara Ling Chyou memandangnya sekadar teman.
"Hiyah!"
Zhang Jianwu melempar dedaunan kering ke arah mereka.
Mata membunuh Yin Mei keluar.
"Kailian......"
Suara Yin Mei sangat dingin membuat 4 cowok nakal itu kaku.
"Yin Mei, tidak perlu sekasar itu."
"Tidak, mereka cowok nakal ini tidak akan berhenti sampai mereka di hajar."
Ling Chyou menggelengkan kepalanya saat membersihkan bekalnya yang tertutupi daun kering.
"Aku datang kerna kamu bilang aku bisa datang jika aku mau. Apa aku mengganggu?"
Suara dari atas pagar membuat semua orang melihat ke atas.
"Zhang Quon! Kamu datang."
"Apa dia teman yang kamu bilang itu? Dia, unik."
Ling Chyou mengangguk tampa protes. Memang Zhang Quon unik dengan rambut putih dan mata merahnya.
"Mengapa kamu datang hari ini? Tidak kerana cari gara gara kan."
"Tidak. Ini, adik mu nitip kan bekal buat mu. Dia tidak bisa datang kerna harus latihan."
Ling Chyou mengangguk dan mengambil bekal itu. Ada surat di dalamnya.
[Aku akan menjadi waris terbaik! Kakak juga lakukan yang terbaik!]
Ling Chyou tersenyum dan membuka bekal itu.
Di dalamnya adalah bekal yang bisa di beli di manapon.
"Heh. Aku pikir dia tidak bisa memasak."
Ling Chyou terkekeh dan melihat sekelilingnya sangat hening.
"Apa kalian tidak selesa dengan Zhang Quon?"
"Tidak, kami terbiasa di buli dengan banjingan otak otot itu. Jadi kami tidak peduli apakah mereka ke sini atau tidak."
"Jadi, mengapa suasana jadi sehening ini?"
Mereka semua saling menatap.
"Kamu bisa memasak? Aku tidak pernah melihat pria masuk ke dapur sekali pon. Aku juga tidak pernah memasak sendiri kerana aku dari keluarga kaya juga."
Yin Mei mengatakan itu dan semua orang mengangguk. Ling Chyou hanya bisa memiringkan kepalanya.
'Jadi, di sini tidak ada pria yang memasak mi instan sendiri? Wau, aku iri.'
Semua orang melihat reaksi itu dan melihat ke arah kotak bekal milik Ling Chyou.
"Aku tidak tahu kamu akan datang. Kalau aku tahu, aku akan membuat bekal untuk adik ku juga. Makanan ku juga kotor kerana daun kering."
Ling Chyou mengatakan itu dan membersihkan bekalnya.
Semua orang bisa melihat makanan yang di masak dengan baik.
"Kamu akan membuangnya?"
Wang Xuemin bertanya.
"Tentu saja. Ini sudah kotor. Aku akan sakit perut jika masih memakannya. Tubuh ku lemah setelah merendian ku di sembuhkan."
Semua di situ memahaminya. Merendian yang rusak di sembuhkan. Namun itu hanya supaya nyawanya tidak terancam. Dia masih tidak bisa berlatih dan lebih parah mungkin akan menghancurkan tubuhnya jika dia berlatih lagi.
"Benar, perut kita tidak sekuat perut orang berlatih. Bagaimana mereka bisa makan sebanyak itu?"
Wang Xuemin mengatakan itu dan menepuk punggung Ling Chyou agak keras.
"Hei, itu udah jam kelas. Mari pulang ke kelas."
Yin Mei mengatakan itu dan semua orang langsung bangun.
"Hahh..... Tempat sampah nya jauh sekali."
__ADS_1
Ling Chyou merungut dan ingin pergi ke jalan tempat sampah.
Namun Zhang Quon menghentikan nya.
"Aku akan membuangnya. Kamu sudah lambat, kan."
"Ouh, terima kasih."
Ling Chyou dengan cepat memberikan itu pada Zhang Quon dan pergi ke kelas nya.
Namun bukannya buang, Zhang Quon malah membawanya bersama.
.
.
.
"Kemana kamu pergi? Apa kamu sudah berikan bekal itu pada kakak?"
Ling Chen yang di penuhi keringat mendekati Zhang Quon.
"Sudah."
"Apa di tangan mu itu?"
Zhang Quon memikirkan sejenak, bagaimana dia ingin mengatakannya.
"Bekal ini di buat kakak mu sendiri. Temannya bermain dan membuatnya tertutupi daun kering dan kotor. Aku sekarang harus membuangnya, tapi, baunya enak buat ku tidak ingin membuangnya."
"Kakak ku, memasak? Kuping ku baik baik saja kan?"
Zhang Quon menganggukkan kepalanya.
"Hnm.... Itu nampak tidak menakutkan untuk di makan."
Ling Chen mengambil telur gulung yang ada di bekal itu dan makan. Tingkat langit bisa memurnikan hal yang tidak seharusnya ada dalam badan.
"Apa benar ini kakak ku yang buat!? Ini bahkan lebih enak dari yang pernah aku makan!"
Zhang Quon yang mendengar itu makan juga.
Dan itu memang enak.
Ling Chen mengambil bekal itu dari Zhang Quon.
"Ini milik kakak ku, jadi ini milik ku! Bagaimana dia bisa berpikir untuk membuang ini!?"
Zhang Quon tidak membantah itu. Bagaimana bisa Ling Chyou membuang makanan seenak itu dengan mudah.
.
.
.
.
.
"Baik, aku Yong Zu Feng. Hari ini, kita akan bermain dengan alkimia yang tidak merbahaya kerana ini hari pertama kita setelah cuti panjang."
Yong Zu Feng mengambil beberapa cairan dan memasukkannya bersama.
Wiiiing.....
Cairan itu bersinar dan menjadi warna warni yang indah.
Itu seperti lampu l.e.d di dunianya Ling Chyou yang dulu.
"Baik, bagaimana kalian mencobanya sekarnag?"
Semua orang menghela nafas mereka. Kebiasaan guru mereka sangat sial. Yong Zu Feng suka menunjukkan sesuatu tanpa instruksi dan bahan apa yang dia gunakan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.................