I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 51


__ADS_3

Sebulan berlalu dan sudah waktunya Ling Chen pulang. Ling Chen membawa seorang budak bersamanya.


"Siapa ini?"


Pengawal itu bertanya.


"Budak ku."


Ucapan singkat dan wajah dingin Ling Chen seolah tidak menyukainya. Xu Pio juga terlihat tertunduk.


"Baiklah, masuk."


Pengawal itu memberi izin dan mereka pon pergi ke atas semula. Ling Chen melambai pada ayahnya dan dalam sekejap, mereka melintasi awan.


Mereka tiba di kota langit.


"Ling Chen.... Siapa dia?"


Ling Chyou menyambut kedatangan Ling Chen dan bingung melihat seseorang yang tidak dia kenali.


"Budak ku."


Ling Chen menjawab singkat dengan dingin. Dia tersentak dan mengubah cara bicaranya segera.


"Maksud ku, ayah memberikannya pada ku. Dia budak dari sekte Ling."


Ling Chyou memiringkan kepalanya. Dia melihat Xu Pio dengan seksama. Rambut hitam yang indah dan wajah yang tenang. Namun sepertinya ada sedikit keraguan di dalamnya. Ling Chyou mengerutkan kening.


'Mengapa aku merasa kurang senang?'


Ling Chyou merasa ada sesuatu yang salah. Dia seharusnya memujinya kerana dia cukup tampan.


"Harap betah di sini."


Hanya itu yang di berikan Ling Chyou dan langsung pergi bersama Zhang Quon. Ling Chen merasa aneh bahwa kakaknya tidak memuji Xu Pio ketika Xu Pio cukup tampan. Bukan hanya dia yang menyedarinya, namun semua orang di sana.


"Sepertinya kakak ku tidak menyukai mu."


Ling Chen mengatakan itu dan merasa agak aneh. Mengapa kakaknya sepertinya tidak menyukai Xu Pio.


Xu Pio hanya melihatnya. Selama dalam mimpi, Ling Chen selalu menyebut nama kakaknya yang sangat dia kagumi.


'Apa aku harus mendapatkan restu? Apa dia bisa menerima hubungan sesama jenis?'


Ling Chen melihatnya dan tersenyum mengetahui isi pikirannya.


"Apa kamu melihat pria berambut putih itu?"


Xu Pio memiringkan kepalanya bingung. Namun beberapa detik kemudian, dia mengangguk.


"Itu pacar kakak ku."


Xu Pio tersentak kaget dan menatap Zhang Quon dengan teliti. Zhang Quon benar benar terlihat lebih tampan dari siapapun.


"Kakak ku jarang tidak menyukai seseorang. Jadi aku pikir dia hanya tidak menyukai adiknya yang imut berpacaran. Dia seorang yang jenius. Dia pasti mengetahui sesuatu."


Ling Chen dengan kagum membicarakan kakaknya.


Namun Ling Chyou sama sekali tidak tahu itu. Dia hanya tidak menyukainya.


"Ada apa?"


Zhang Quon bertanya dan Ling Chyou hanya mengabaikannya.


****


Sebulan berlalu dan semua orang menyukai Xu Pio yang baik. Dia seorang yang tenang dan dewasa. Dia di terima di sana dengan mudah.


Hanya seorang yang terlihat tidak menyukainya. Itu adalah Ling Chyou.


"Kakak, mengapa kamu tidak menyukainya?"


Ling Chen bertanya sambil membantunya memeriksa kertas kerja.


"Apa aku terlihat tidak menyukainya? Aku hanya tidak punya waktu berbicara dengannya."


Ling Chyou memberikan alasan. Memang benar dia sangat sibuk belakangan ini mengurus orang yang akan menimbulkan masalah di masa depan.


Ling Chyou bangun dan siap keluar dari kamar. Zhang Quon yang berada di luar pintu membuka pintu dan Ling Chyou keluar.


Zhang Quon kembali menutup pintu dan mengikuti Ling Chyou dan Ling Chen dari belakang.


Dalam berjalan, mereka terserempak Xu Pio yang sedang menyapu lantai.


"Xu Pio."


Ling Chen dengan ramah menyapanya dan Ling Chyou hanya menatapnya. Dia kembali ke dokumen dan menunjukkan itu pada Zhang Quon. Mungkin senarai orang yang harus dia uruskan.


Ling Chen tersenyum nakal.

__ADS_1


"Xu Pio, bukan ke Zhang Quon seorang yang tampan?"


Ling Chyou mengerutkan kening.


Xu Pio tahu yang Ling Chen hanya ingin membuat kakaknya iri.


"Iya. Dia sangat...."


"Apa?"


Semua di sana tersentak mendengar suara dingin Ling Chyou.


"Aku pikir seorang budak harus tahu tempatnya."


Xu Pio tersentak dan langsung tertunduk. Ling Chen mengerutkan kening.


"Kakak! Bukan ke itu berlebihan!? Kamu selalu marah aku kurang sopan! Mengapa kamu bersikap seperti ini!"


Ling Chyou hanya mengabaikan Ling Chen dan berpaling. Dia bisa melihat Zhang Quon yang alisnya di rajut dengan indah.


Seketika, Ling Chyou tersentak kaget.


"Quon, pergi dekati Xu Pio."


Zhang Quon merasa aneh, Namun masih melakukannya. Perasaan jengkel muncul dalam diri Ling Chyou.


"Kembali."


Ling Chyou mengatakan itu dan Zhang Quon kembali. Dia merasa aneh melihat Ling Chyou tertunduk.


"Maaf. Sepertinya kutukan mu memburuk."


Zhang Quon dan Ling Chen tersentak kaget. Jika itu benar, Ling Chyou selama ni berperilaku aneh kerana kutukan itu.


"Namun itu dengan cara yang sedikit berbeda. Itu membuat rasa iriku melonjak naik. Apa lagi ketika ada seseorang yang berwajah hampir mirip dengan ku."


Mereka berdua mula memerhatikan wajah Xu Pio. Itu memang terlihat hampir mirip.


"Perasaan iri bisa menjadi benci sedikit demi sedikit. Untung aku tersadar ketika aku berpikir aku membencinya. Naga sialan itu. Mereka benar benar ingin aku hancur."


Ling Chen kaget mendengarnya dan menopang kakaknya yang sepertinya kehilangan kekuatan kerana kutukan yang hancur.


"Maaf, aku benar benar tidak bermaksud."


Ling Chyou tunduk pada Xu Pio. Xu Pio tahu Ling Chyou yang sopan itu tulus. Namun apa yang di katakan Ling Chyou ada benarnya.


Ling Chyou mengangkat kepalanya dan tersenyum untuk pertama kalinya pada Xu Pio. Xu Pio yang tidak tahu menahu dengan kutukan itu bingung.


Ling Chen memerah dan Xu Pio bingung seketika.


"Ka, kakak, sejak kapan kamu...."


Ling Chyou tersenyum.


"Baru saja. Kutukan tu pecah dan aku mula memikirkannya kembali. Apa wajah ku adalah tipe mu?"


Ling Chen memerah dan dengan keras menggelengkan kepalanya.


"I, itu di mulai kerana dia sama seperti banjingan rambut putih itu! Dia melakukan hal yang mirip sepertinya untuk 3 tahun di mimpi ku....."


Ling Chen menghindari tatapan Ling Chyou.


Zhang Quon menatap Xu Pio. Xu Pio juga menatap Zhang Quon. Mereka bisa melihat nafsu di mata mereka sama level. Mereka mengangguk paham.


"Chyou, aku lebih memilih kamu dari seseorang yang hanya mirip dengan mu. Jangan iri. Hanya kamu yang ada dalam hati ku."


Kali ini, Ling Chyou yang merah. Sudah agak lama sejak Zhang Quon menggunakan ayat manis. Zhang Quon memegang pinggang ramping Ling Chyou dan menggunakan kertas dokumen menutupi sisi wajah mereka.


Zhang Quon mencium Ling Chyou tepat di depan adiknya. Walau di tutup kertas dokumen.


Wajah Ling Chen memerah dan anergi api meluap darinya.


"Ka, kamu berani melakukan itu di depan ku!!? Mau mati!!?"


Sepertinya dia masih tidak bisa menerima kakaknya yang sangat dia kagumi di perlakukan sedemikian rupa.


Ling Chyou memukulnya perlahan dan menjauh 1 meter darinya. Dengan perlahan dia beralih tempat.


"Bukan ke kamu sudah punya milik mu? Bagaimana ciuman pertama mu?"


Wajah Ling Chen memerah dan anergi api mengalir ke tangannya.


"Aku tidak punya di dunia nyata! Pergi kamu ke neraka!"


Seperti biasa, mereka akan bertukar pukulan hingga ada 1 dari mereka yang akan terkena pukulan.


"Aku pikir dia akan berubah ketika punya pacar."


Ling Chyou bergumam dan Xu Pio tersenyum melihat sisi Ling Chen yang belum pernah dia lihat.

__ADS_1


"Kamu harus sabar dengan tingkahnya. Dia seorang yang baran."


Ling Chyou mengingatkan Xu Pio dan Xu Pio mengangguk.


'Kakaknya benar benar orang yang baik. Aku salah mengiranya.'


Xu Pio berpikir Ling Chyou sama saja dengan para bangsawan lainnya yang memandang rendah budak. Namun hari itu, dia melihat sisi sebenar kakak Ling Chen yang selalu dia banggakan.


"Permisi, ini bukan masalah ku. Tapi aku tertanya tentang kutukan yang kalian bicarakan."


Xu Pio secara langsung bertanya mengingat kepribadian Ling Chyou yang lembut. Wajah Ling Chyou sedikit dingin.


"Rahasiakan ini dari Ling Chen."


Xu Pio tersentak. Sepertinya itu hal besar.


"Jika aku membenci seseorang, aku akan hancur dan mati. Dan kutukan Zhang Quon adalah membuat orang di sekitarnya membencinya."


Xu Pio menatap Ling Chyou tidak percaya. Dia baru saja hampir membenci dirinya hanya kerana iri. Apa itu di keranakan kutukan itu juga?


"Jika Ling Chen tahu ini, dia pasti akan membuat aku berpisah dengan pacar ku itu tidak peduli bagaimana."


Di lihat dari bagaimana Ling Chen yang ingin mengirim Zhang Quon ke neraka hanya kerana dia mencium kakaknya di depannya, itu pasti terjadi.


"Aku akan menyimpan hal ini."


Xu Pio juga akan melakukan hal yang sama seperti Ling Chyou jika itu terjadi padanya.


"Jadi maaf jika di masa depan, aku bersikap kasar lagi. Kerana wajah mu mirip dengan ku. Bagaimana kamu bisa lebih tinggi?"


Ling Chyou sedikit iri dengan ketinggian Xu Pio yang membuatnya di paras dagunya.


"Mungkin kerana kultivasi."


Ling Chyou membuat wajah kesulitan. Xu Pio tahu Ling Chyou membenci latihan lebih dari apapon. Ling Chen selalu menceritakan hal itu.


Buk!


Pertarungan Ling Chen dan Zhang Quon berakhir dengan kemenangan Zhang Quon yang mendaratkan pukulan kosong di perut Ling Chen. Ling Chen mengerang dan menatap tajam Zhang Quon.


"Aku tidak akan membiarkan mu menyentuh kakak ku lagi di depan ku di masa depan!"


Ling Chen mengatakan itu seolah ngambek dan bangun lalu menarik Xu Pio pergi bersamanya.


"Mengapa kamu begitu keras?"


Ling Chyou bertanya dan Zhang Quon menatapnya mendekat.


"Kerana kamu milik ku."


Ling Chyou tersentak dan berjalan menjauh. Zhang Quon tersenyum dan memeluknya dari belakang.


"Kamu milik ku. Aku tidak akan memberikan mu pada siapa pon."


Wajah Ling Chyou memerah lagi.


"Kamu juga milik ku."


Ling Chyou mengatakan itu dan mencium pipi Zhang Quon.


Crack!


Bucu tikungan retak. Ling Chen menatap Zhang Quon dengan mata yang membara.


'Aku ingin membunuhnya!'


Xu Pio hanya tersenyum melihat Ling Chen sangat terobsesi dengan kakaknya. Mungkin jika dia menggunakan wajahnya dari awal, akan sangat mudah mendapatkan perhatiannya.


Dia selalu menyembunyikan wajahnya hingga mimpinya yang terakhir kerana tidak punya banyak waktu.


"Ling Chen, aku iri."


Ling Chen tersentak dan berjalan mengabaikan Xu Pio. Xu Pio menghela nafas dan mengikutinya dari belakang.


Dia belum berani melakukan sesuatu yang begitu berani di tempat umum seperti yang di lakukan Zhang Quon. Namun mungkin dia akan mencobanya di masa depan.


'Selagi dia di depan ku, maka baik baik saja menunggu.'


Xu Pio memang suka memaksa di mimpinya. Namun dia seorang yang cukup sabar menunggu seseorang benar benar terbuka untuknya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


...**Bersambung**...


__ADS_2