I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 15


__ADS_3

Ling Chyou menutup rapat mulutnya. Dia tidak ingin memberitahunya walau dia akan di sakiti. Temannya pasti tidak akan membunuhnya.


"Kakak, itu tidak menyusahkan kami. Kami ingin membantu mu."


Tong Ma dan Zhang Quon mengangguk pada pernyataan Ling Chen.


Ling Chyou mengemam bibirnya berpikir.


"Ada 2 cara. Namun kedua cara itu tidak ingin aku lakukan."


Xiau Ming membesarkan sedikit matanya tidak menyangka itu.


Dia hanya tahu satu cara.


Ling Chyou memandang tempat lain.


"Yang pertama adalah mengambil bunga fheonix dari kedalaman lahar di gunung berapi Samant."


Itu bermakna harus menyelam ke dalam lahar panas untuk mendapatkannya.


Xiau Ming mengangguk bahwa dia tahu cara itu.


Namun melihat temannya berbinar, Xiau Ming pasti mereka akan melakukannya walau di halangi bagaimana cara sekalipon.


"Cara ke 2?"


Tong Ma bertanya dulu untuk cara yang ke dua.


Ling Chyou sedikit memerah kerana malu.


"Aku harus berada di ambang kematian dan memakan pil hidup dan mati. Aku tidak mahu melakukan itu."


Xiau Ming tertarik pada cara ke dua itu. Dia belum pernah mendengar metode itu sebelumnya.


Mendengar itu, ke 3 orang itu merasa di sambar petir.


"Aku tidak berani untuk berada di ambang kematian."


'Cukup aku mati sekali dengan mengenaskan.'


Di dunia murim, berada di ambang kematian adalah hal biasa. Mereka selalu bertarung dengan monster dan sesama ahli bela diri lainnya.


Itu membuat Ling Chyou malu yang dia tidak berani untuk berada di ambang kematian di dunia ini.


Ling Chen memegang pundak Ling Chyou dengan erat.


"Kakak, jangan sesekali kamu melakukannya. Atau akan ku bunuh kamu saat itu juga."


Nada bicara Ling Chen dingin. Namun Ling Chyou hanya mengangguk.


"Apa aku terlihat berani untuk melakukan itu? Aku lebih baik tidak bisa berlatih dari berada di ambang kematian."


Mendengar Ling Chyou tidak membantah, mereka semua melepaskan Ling Chyou.


"Jadi, di mana gunung Samant itu?"


Ling Chyou batok dan melangkah mundur. Dia tidak tahu itu.


Dia belum sempat mempelajari tata letak dunia itu.


"Kamu tahu gunung apa, tapi tidak tahu di mana itu?"


Xiau Ming mengatakan itu dengan nada bercanda.


"Saya hanya tahu itu gunung es yang sangat sejuk namun sangat membakar di dalam. Saya belum sempat mempelajari peta dunia. Saya hanya memiliki 3 hari untuk mempelajari semua itu."


Sekarang, Xiau Ming yang merasa di sambar petir. Teman temannya mengangguk seperti mereka sudah mengharapkan itu.


"3 hari?"


Ling Chyou menggosok pipinya seperti malu.


"Saya mempelajari semua itu untuk meracuni Liu Tangzang yang mengganggu teman ku. Jika tidak, aku hanya akan bermain."


Ling Chyou tidak suka belajar. Dia jenius namun kerana dia tidak tertarik untuk belajar, dia menyia nyiakan kejeniusan nya itu.


"Kamu benar benar membuang kejeniusan mu."

__ADS_1


Xiau Ming bergumam tampa sadar. Ling Chyou memerah pada pernyataan itu.


"Ti, tidak. Saya tidak sejenius itu. Saya bisa mempelajari semua itu. Namun saya masih banyak kekurangan dalam pemahaman."


Xiau Ming yang melihat dia sangat rendah hati merasa agak lucu. Jika walikota mendengar ini, dia pasti akan terkena serangan jantung.


Walikota adalah orang paling jenius dalam kota itu dan hanya memerlukan 1 tahun untuk mempelajari semua itu.


Dan anak di depannya mengatakan dia mempelajari semua itu dalam 3 hari?


Mang Rui juga jenius namun kalah 3 bulan dari walikota kerana dia kurang dalam finansialnya.


'Tidak heran Mang Rui sangat menyukainya.'


Xiau Ming menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu pernah bermain permainan papan bersama Mang Rui?"


Xiau Ming bertanya kerana penasaran.


"Iya. Dia selalu memaksa ku main untuk hampir 5 jam. Namun dia tidak pernah menang melawan ku. Kerana itu dia selalu mencabar ku bermain. Aku harus lari kerana itu."


Ling Chyou mengusap belakang kepalanya mengatakan itu. Xiau Ming merasa jantungnya yang akan tercabut sekarang.


"Kamu mengalahkannya?"


"Iya. Dia selalu mematahkan kipas tangan saat dia kalah. Aku bertambah berat badan kerana dia memberikan ku banyak manisan untuk membuat ku bermain."


Ling Chyou mengatakan itu sambil menarik pipinya yang sudah sedikit turun kerana 3 hari makan dengan tidak benar.


Ke 3 orang yang selalu menjadi saksi permainan itu mengangguk. Ling Chyou tidak suka bermain catur yang lama. Jadi Mang Rui memberikan cemilan untuknya. Kerana Ling Chyou seorang pencinta makanan manis, dia tidak bisa menolaknya.


"Mang Rui melakukan itu?"


Melihat ke 4 anak itu mengangguk, badannya merasa lemas. Dia merasa 50 tahun lebih tua sekarang.


Mang Rui yang dingin dan tidak mudah di ajak bermain papan, melakukan itu? Bahkan dirinya sendiri hanya bermain papan dengannya 3 bulan sekali.


"Permainan papan seperti apa itu?"


Ling Chyou menerangkannya dan Xiau Ming mengangguk.


"Bagaimana jika kita bermain go bersama?"


Ling Chyou mengangguk saja.


"Tapi saya tidak jamin akan keterampilan saya."


Ling Chyou hanya juara 3 dalam bermain go. Dia tidak begitu tertarik dengan go kerana batunya hanya hitam dan putih.


Ling Chyou ke depan dan bermain bersama Xiau Ming.


2 jam kemudian.


Xiau Ming mengalirkan keringat di pipinya. Dia melihat Ling Chyou yang tidak kesulitan untuk meletakkan batu selama permainan.


"Saya menyerah."


Ling Chyou mengatakan itu dan mengambil batu miliknya untuk di kemasi.


"Kamu tidak serius dalam bermain tadi, bukan?"


Ling Chyou tersentak dan memandang tempat lain.


"Saya tidak begitu tertarik dengan go."


Walau begitu, Xiau Ming di buat hampir menyerah dengan ke tidak seriusan itu.


"Kamu benar benar anak jenius. Ling Chen, ambil ini."


Ling Chen bingung namun ambil saja gulungan itu saat Ling Chyou ingin merampasnya.


"Gulungan apa ini?"


Ling Chyou merasa kesal dengan gulungan itu.


"Gunung Samant berada di luar kota. Gunung itu berada di bahagian utara dengan suhu dingin yang bisa membekukan tulang. Gulungan itu hanya bisa membantu kalian untuk masuk ke dalam lahar panas selama 2 jam. Itu sekali pakai."

__ADS_1


Ling Chyou hanya berdiri dengan tangan memeluk tubuh.


Ling Chen yang melihat kakaknya kesal tersenyum nakal dan memeluknya.


Ling Chyou langsung memerah kerana itu.


"Ling Chen, aku sudah mengatakan aku tidak suka di peluk oleh pria! Lepaskan aku!"


Namun karena adiknya lebih kuat, Ling Chyou tidak bisa melepaskan dirinya.


"Kakak, jangan ngambek, ok?"


Wajah Ling Chyou semakin memerah mendengar bisikan di telinganya.


"Ah, baiklah! Lepaskan aku! Kamu berengsek!"


Ling Chyou menutup matanya kerana malu. Dia belum terbiasa dengan Ling Chen sebagai adiknya. Dia memiliki kakak cowok di kehidupan sebelumnya namun tidak punya adik cowok. Adanya adik cewek.


Mana adiknya tampan lagi saat ini. Dia tidak bisa menyesuaikan diri dengan mudah.


"Kakak, berikan ku ciuman di pipi. Akan aku lepaskan."


Semakin memerah Ling Chyou di buatnya.


Wajah mereka terlalu dekat bagi Ling Chyou. Adiknya yang lebih rendah darinya menyelamkan wajahnya ke dada Ling Chyou.


Ling Chyou merasa jantungnya akan berhenti berdetak jika itu terus berlanjut.


Dia menolak Ling Chen dengan lembut dan bibirnya yang sexy itu mengenai pipi Ling Chen.


"Sudah, lepaskan aku, ok?"


Ling Chyou meminta dengan wajah yang sudah seperti tomat.


Ling Chen ingin menggoda kakaknya lagi. Dia perasan yang kakaknya lebih menyukai pria dari wanita. Kerana itu, kakaknya menjaga jarak darinya atau teman cowok lainnya.


Namun melihat Ling Chyou akan menangis sebentar lagi, membuatnya melepaskannya.


Dia tidak memiliki perasaan pada kakaknya, tentu saja. Namun dia menyukai wajah kakaknya yang memerah kerana malu. Kakaknya sangat imut jika malu.


Dan kakaknya paling lemah dengan wajah tampan yang membuat Zhang Quon berada di posisi teratas untuk mendapatkan hati kakaknya.


Namun Zhang Quon memiliki banyak cewek di sekelilingnya membuat Ling Chen tidak ingin kakaknya jatuh hati pada idiot itu.


Tong Ma juga bahaya kerana kakaknya menyukai pria berotot. Namun kakaknya lebih sering melirik Zhang Quon yang membuatnya waspada padanya lebih.


"Maaf atas gangguan ini."


Ling Chyou dengan wajah memerah yang belum pudar menundukkan kepalanya tanda maaf.


"Iya, iya. Kalian anak muda harus bermain lebih lagi. Kalian bisa pulang sekarang. Katakan pada ayah mu untuk datang menemui ku untuk keterangan lebih lanjut."


Mereka semua menunduk dan pergi keluar. Zhang Quon yang berjalan di samping Ling Chyou bisa melihat wajahnya merah.


"Apa kamu baik baik saja? Wajah mu merah."


Zhang Quon mengatakan itu sambil menyentuh pipi Ling Chyou dengan jari jemarinya.


Wajah Ling Chyou tambah memerah kerana wajah mereka cukup dekat.


"Kamu juga sepertinya kehilangan berat badan. Kamu harus makan lebih lagi."


Rambut putih seperti sutera menangkap pandangan Ling Chyou. Rambut Zhang Quon benar benar indah.


"Aku baik baik saja."


Ling Chyou menghindari tangan Zhang Quon. Namun matanya masih tertumpu pada rambut putih Zhang Quon.


Melihat rambut itu terurai dan melayang kesana kemari membuatnya tampa sadar menyentuh rambut itu.


"Rambut mu sangat indah. Apa aku bisa mendapatkan beberapa helai?"


Ling Chyou membulat matanya saat tersadar dan memerah. Dia melepaskan rambut Zhang Quon dan berlari ke depan kerana malu.


Zhang Quon menyentuh rambutnya dan senyuman terukir di bibirnya.


Bersambung........................

__ADS_1


__ADS_2