I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 19


__ADS_3

Zhang Quon tersenyum dan meninju 2 tangan bersama. Lalu dia meninju salju.


Bang!


Angin kuat terjadi kerana pukulan itu. Semua monster mundur kerana angin itu. Salju tebal yang menutupi gunung itu ikut terbang bersama angin dan membuat tempat mereka bertiga berpijak di tanah keras.


Ling Chen dan Tong Ma ternganga melihat itu. Mereka menelan pil Xiowang dan hanya melihat Zhang Quon belasah monster itu dengan mudah.


.


.


.


"Sudah selesai. Mari teruskan."


Zhang Quon mengatakan itu sambil menyeka darah di wajahnya.


Ling Chen dan Tong Ma langsung bangun dan meneruskan perjalanan.


.


.


.


Tiba di puncak.


Anergi es yang di rasakan tadi menghilang dan di ganti dengan anergi api.


Itu sangat panas hingga bisa melelehkan tulang hingga tidak tersisa. Ling Chen mengeluarkan gulungan pemberian Xiau Ming dan merobeknya.


Mereka di selimuti aura kuning dan mengangguk sesama mereka.


Mereka mula melompat masuk ke dalam lahar panas. Mereka mencari di setiap penjuru lahar itu.


.


.


.


Namun setelah sejam, mereka tidak menemukan apa pon.


"Ini tinggal sejam lagi. Bagaimana kita ingin mencarinya? Kita sudah mencarinya di pelbagai pelusuk lahar ini."


Tong Ma menggerutu sambil meninju lahar pekat itu hingga memercik.


Ling Chen menunduk dan Zhang Quon kembali menyelam.


Mereka mula mencari lagi dan Ling Chen tidak sengaja menarik satu batu yang membuat batu batu besar jatuh ke arahnya.


Matanya membulat kaget. Zhang Quon dan Tong Ma sama sama menariknya menjauh dari batu yang runtuh itu.


Saat batu itu berhenti, mereka bisa melihat bahagian lahar yang putih bersih. Tidak seperti lahar pada umumnya.


Mereka pergi ke sana dan memasuki lahar putih itu dengan mudah. Di sana ada sebuah cahaya seperti lahar. Itu adalah bunga fheonix yang sepertinya memakan lahar untuk berkembang.


"Ini bunga fheonix berumur 500 tahun!"


Tong Ma mengatakan itu dan mereka langsung memetiknya.


Mereka kembali ke permukaan dan segera turun.


Mereka tidak sabar untuk memberikan bunga itu pada Ling Chyou.


.


.


.


.


.


Setelah makan obat, Ling Chyou di biarkan berehat dan tidur.


Cheng Jun juga datang menjengok bersama Sheng Min. Sheng Min berkerja dengan Cheng Jun setelah Ling Chyou memberi palajaran pada Liu Tangzang.


Bagus baginya untuk memiliki asisten wanita. Dia akan bisa merawat pasien cewek di masa depan.


Beberapa hari berlalu begitu saja dan trio yang pergi mencari bunga fheonix datang dan masuk ke asrama Ling Chyou.

__ADS_1


"Kakak! Kami mendapatkannya!"


Ling Chyou duduk di tempat tidurnya dan menongkat dagu melihat mereka bertiga.


"Pergi mandi, sialan."


Ling Chyou mengerutkan alisnya mengatakan itu dan mereka semua menatap tubuh mereka. Mereka di penuhi debu dan kotoran juga darah.


Mereka dengan canggung pergi dan kembali setelah membersihkan diri.


Ling Chyou duduk di tempat tidur seperti sebelum ini. Namun dia menghela nafas setelah melihat mereka bersih.


Dia membuka tangannya pada mereka.


"Untuk hari ini. Kemarilah."


Mereka bertiga memandang sesama mereka dan tersenyum.


Mereka langsung masuk ke pelukan Ling Chyou.


"Aku lega kalian pulang dengan selamat."


Ling Chyou mengatakan itu dengan nada lembut dan bersyukur. Walau dia tahu tidak akan terjadi sesuatu pada mereka kerana ada Zhang Quon, tapi mengingat itu masih sulit, dia merasa lega melihat mereka kembali dengan utuh.


Mereka berpelukan beberapa saat lagi dan Ling Chyou melepaskan mereka.


Ling Chen duduk di samping kakaknya.


"Ouh ya, kakak, apa kamu tahu Zhang Quon memiliki elimen apa? Dia tidak ingin memberitahu kami."


Ling Chyou yang mendengar itu mencuba menahan senyumannya.


'Mengapa hanya 1 elimen saat kamu bisa memiliki semua? Zhang Quon memiliki semua elimen di dunia ini! Mc ngecheat ini......'


Ling Chyou menghela nafas dan mengelus lembut kepala Ling Chen.


"Aku merasa tidak perlu tahu. Mana satu pukulan saja bisa menghancurkan gunung, buat apa dia punya elimen?"


Ling Chyou menggelengkan kepalanya.


"Aku lebih ingin tahu tentang elimen ku."


Ling Chen mengangguk paham. Kakaknya masih di tingkat tanah. Untuk mengetahui elimen seseorang,. mereka harus mencapai tingkat langit.


Ling Chen bersemangat setelah mendengar itu dan menyerahkan bunga fheonix itu.


Ling Chyou menghela nafas dan mengeluarkan obat naga hijau dan memasukkan itu ke dalam mulutnya.


Ling Chyou memegang tangkai bunga itu dan mula menyerap anergi bunga itu.


Saat merindiannya mula terbuka, dia menelan obat naga hijau.


Kehangatan masuk ke dalam tubuhnya. Semua merindian miliknya terbuka dan merindiannya mula bersatu kembali.


Dia bisa merasakan anergi alam yang lebih baik setelah mengongsumsi ke dua bahan itu.


Ling Chyou menarik dan menghembus nafas dengan perlahan dan tersenyum pada mereka bertiga.


"Terima kasih. Aku lebih baik sekarang."


Mereka bertiga tersenyum sama dan buat wajah sombong. Ling Chyou membiarkan saja mereka dan bangun.


Saat dia bangun, dia merasakan kehadiran yang samar. Tengkuknya merasa dingin.


Panah terbang tepat di depan matanya. Ling Chyou tidak dapat bereaksi pada momen itu.


Masa seperti melambat. Panah itu tepat di depan matanya. Namun dia tidak bisa bergerak untuk menangkisnya.


Tangan putih dan mulus menangkap panah itu sesaat sebelum mengenai dahi Ling Chyou.


"Siapa di sana!?"


Zhang Quon berteriak dan si penembak langsung melarikan diri.


Kaki Ling Chyou kehilangan kekuatan dan terduduk di lantai.


'Hah, itu mengagetkanku. Sial, mengapa kamu harus menyerang ku di depan adik ku? Kamu ingin membunuh ku atau tidak?'


Ling Chyou yang beberapa hari ini memang di targetkan oleh beberapa assasin untuk membunuhnya, merasa kesal kerana mereka melakukannya di depan adik dan teman temannya.


Ling Chyou hanya diam kerana kesal. Dia ingin mengutuk assasin hari ini. Dia menghela nafas cukup kesal. Tapi mengingat dia akan mati tadi, dia bersyukur itu terjadi saat Zhang Quon bersamanya.


"Kakak, kakak baik baik saja?"

__ADS_1


Ling Chen membantu Ling Chyou berdiri. Ling Chyou menerima bantuan itu tampa banyak soalan.


"Assasin dari mana itu? Apa itu dari keluarga Liu?"


Ling Chen bertanya.


Ling Chyou menggelengkan kepalanya tidak tahu. Dia tidak tahu assasin hari ini dari mana. Selalunya assasin dari keluarga Liu menggunakan panah beracun. Namun panah itu tidak punya racun dan pakaiannya bukan assasin dari keluarga Liu saat melarikan diri.


"Tidak mungkin keluarga Liu akan melakukannya di siang bolong ini. Mereka sudah kehilangan muka dan ingin membunuh seseorang yang dalam perlindungan keluarga Xiau di siang bolong? Yah, kecuali mereka gila."


Tong Ma mengatakan itu dan Ling Chen mengangguk setuju. Jadi siapa yang membidik Ling Chyou kali ini.


'Aku sudah ada lakaran dasarnya.'


Ling Chyou melihat ke arah Zhang Quon yang memerhatikan area sekitar.


'Jika bukan keluarga Liu, aku pasti itu salah satu dari jalang yang menyukai mc ngecheat ini.'


Ling Chyou bisa meneka seperti itu kerana Zhang Quon sangat memerhatikan dirinya dari para wanita lainnya atau cowok lainnya.


'Dasar mc, selalu saja bawa masalah.'


Ling Chyou tidak mungkin bisa mengatakan yang dia sudah tertusuk lebih dari 10 panah di tubuhnya jika reaksi mereka segila ini pada panah yang tidak beracun atau menggoresnya.


Ling Chen mendudukkan Ling Chyou di tempat tidur dan melihat pakaiannya yang berdebu.


"Kakak, aku mengambilkan pakaian mu yang lain."


Ling Chyou membulat matanya mendengar itu. Masih ada pakaiannya yang memiliki darah kering dan juga robek sana sini di lemarinya.


"Tidak mengapa, aku baik baik saja. Aku tidak merasa untuk mengganti pakaian ku saat ini."


Ling Chen mendengus mendengar itu.


"Kakak, aku tidak akan melihat ****** ***** mu."


Mendengar itu membuat wajah Ling Chyou memerah.


"Itu lagi tidak boleh! Jangan membuka lemari ku! Aku baik baik saja!"


Kata 'lagi' membuat Ling Chen menyipitkan matanya. melihat kakaknya bersikeras untuk dia tidak membuka lemari itu, Ling Chen berjalan menuju kakaknya.


"Ling Chen?"


Ling Chyou bingung saat adiknya mendekat dan menatap tajam dirinya.


Ling Chen memegang baju Ling Chyou dan tersenyum pada kakaknya.


"Maaf, kakak, kerana lancang."


"Hah?"


Ling Chyou semakin bingung dan-


Crak.....


Baju Ling Chyou di robek Ling Chen. Ling Chyou memasang wajah kesulitan dan wajah ke tiga orang di kamar itu, menjadi dingin.


Ling Chyou memiliki bekas luka balutan yang tebal di tubuhnya. Dan itu sudah di lapisi beberapa kali.


"Kakak, sepertinya kamu punya penjelasan di sini."


Ling Chen berbicara dengan dingin. Tong Ma dan Zhang Quon berdiri di pintu keluar.


'Sekarang apa? Sial.'


Ling Chyou hanya bisa menyumpah.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....................


__ADS_2