I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 16


__ADS_3

Ling Chyou menyelamkan wajahnya bantal setibanya di asrama. Dia tidak ingin keluar dan terus menyelamkan wajahnya.


"Apa jadi pada dia?"


Yong Zuthing bertanya sambil menunjuk Ling Chyou dengan jempolnya.


Yun Kaibo dan Wang Xuemin sama sama menggeleng tidak tahu.


Pat.


Ling Hian duduk di kasur dan menepuk kepala Ling Chyou lembut.


"Bro, ada apa? Cerita pada kami masalah mu."


Ling Chyou masih tidak berbunyi. Dia selalu akan marah saat seseorang seorang cowok duduk di kasurnya.


Akhirnya Ling Chyou mengangkat kepala dari bantal dan langsung saja ke kamar mandi.


"Apa yang buat mood nya sangat teruk?"


Yun Kaibo bergumam saat melihat orang yang selalu ceria, cemberut.


"Bukankah kamu mendengar bahwa Ling Chen dan beberapa ahli bela diri jiran kita ingin pergi ke gunung Samant?"


"Ouh, apa Ling Chyou menghwatirkan adiknya?"


Mereka semua tahu bahwa Ling Chyou seorang yang penyayang dan tidak ingin keluarga mahupon kenalannya tersakiti.


Ling Chyou keluar dari kamar mandi dan melihat surat di mejanya dan semakin cemberut.


Ling Chyou menghela nafas dan membukanya.


[Kamu jalang! Ku lihat berapa lama kamu akan bertahan!]


Dia melempar surat itu ke bakul sampah.


"Eh, itu bukan surat dari Ling Chen?"


Wang Xuemin bingung dan melihat Ling Chyou menggaru kepalanya dengan kesal.


"Hah...... Adik ku dan teman kuat ku ingin pergi. Kalian banjingan. Aku sudah mengatakan aku tidak perlu apa apa. Aku sudah menyerah dengan bela diri."


Mendengar Ling Chyou bergumam kesal tentang dirinya, Yun Kaibo buka mulut.


"Apa mereka pergi ke gunung itu untuk menyembuhkan kecacatan mu?"


Ling Chyou melirik Yun Kaibo dan memalingkan wajahnya tampa membalas.


Semua orang tahu itu sebabnya saat dia tidak mahu membalas.


Namun mereka akan mencuba melakukannya jika mereka bisa bela diri.


Ling Chyou menggigit kuku jempolnya sambil tangan lainnya memegang kepalanya.


'Liu berengsek itu! Dia pasti mengambil anggota sekte Ling yang di halau oleh ayah ku untuk menyerang ku! Apa tidak bisa melihat ku tenang dengan damai!?'


Ling Chyou menghela nafas kesal dan kembali menyelamkan wajahnya ke bantal.


"Sudah lah tu. Mereka tidak akan apa apa."


Wang Xuemin membujuknya sambil menarik Ling Chyou lembut untuk membuatnya mengangkat kepalanya.


"Mereka tidak akan apa apa! Mereka bersama Zhang Quon! Memangnya apa yang bisa terjadi!?"


Ling Chyou yang kesal meninggikan suaranya.


"Kamu sangat mempercayainya, hah?"


Ling Chyou melirik Zhang Jianwu dengan tajam.


"Tentu saja! Itulah mengapa aku akan bertaruh semua uang ku untuknya!"


'Mc ngecheat itu tidak akan terluka jika dia tidak bersama wanita cantik nan sexy!'


Ling Chyou menghela nafas kerana kepalanya semakin sakit.


"Yang aku kesal saat ini adalah Liu Tangzang mengambil mantan anggota sekte Ling yang di halau ayah ku ke sisinya! Bagaimana aku bisa mengalahkan mereka!?"

__ADS_1


Semua orang yang mendengar itu, menjadi tegang seketika. Walau pemimpin sekte Ling hanya tingkat bintang, sekte Ling sendiri merupakan sekte dengan murid terkuat di kota.


Ling Chyou menekan kepalanya dengan kesal. Dia merasa dia mendapatkan migrain kerana terlalu kesal.


"Ah, Aku akan ke asosiasi. Siapa ingin mengikuti ku?"


Asosiasi adalah tempat para tetua berdiskusi tentang hal membosankan. Semuanya melangkah mundur.


Yun Kaibo menggelengkan kepalanya dan melangkah maju.


"Aku ikut. Kamu sepertinya bukan dalam keadaan yang baik untuk di tinggal sendirian."


Ling Chyou menghela nafas kerana Yun Kaibo tidak salah. Dia mengalami migrain dan akan berjalan ke kota yang ramai dan tentunya panas.


.


.


.


Mereka pon berjalan menuju asosiasi.


Setelah tiba, mereka di hentikan penjaganya.


"Nak, ini bukan tempat bermain. Kamu tidak bisa masuk sembarangan di sini."


Kerana migrain, Ling Chyou malas ingin berbalah mulut dengannya.


Ling Chyou mengeluarkan jubah asosiasi dan lisensinya.


"Saya datang bukan untuk bermain."


Penjaga itu tersentak dan langsung berdiri tegak. Dia pasti seorang jenius seperti anak di depannya adalah orang yang dingin.


Ling Chyou memijat kepalanya sembari berjalan masuk.


"Maaf, dia tidak seperti ini selalunya. Dia mengalami migrain dan membuatnya kesal. Dia orang yang ramah sebenarnya."


Yun Kaibo menepuk punggung penjaga itu dengan lembut.


"Jangan di pikirkan."


"Dia terlihat seperti cewek yang lagi pms, kan."


Yun Kaibo bergumam sambil terus mengikuti Ling Chyou dari belakang.


Dia memasuki dewan utama di mana mereka sedang membahas tentang ramuan obat yang di temui oleh mereka yang berburu harta karun.


Tetua Yang yang ingin menyapa Ling Chyou dengan ramah terhenti saat melihatnya mengerutkan alisnya.


"Kamu baik baik saja?"


Tetua Yang tampa sadar bertanya.


"Iya. Ini hanya migrain."


Ling Chyou mengatakan itu sambil tangannya terus memijat kepalanya.


"Ada apa tetua Yang memanggil ku hari ini?"


Ling Chyou mengesampingkan sapaan formal kerana kepalanya sakit dan terus duduk.


"Kami sedang berdiskusi tentang resep obat yang di temui dalam reruntuhan harta karun."


Tetua Yang mengatakan itu dan menyerahkan salinan yang dia berikan pada yang lain.


Semua orang berspektakulasi bahwa resep obat ini adalah obat seperti obat naga hijau kerana bahan mereka hampir sama.


Namun tetua Yang memiliki pendapat berbeda dan seseorang yang semahir dirinya adalah Ling Chyou. Jadi dia memutuskan untuk memanggilnya.


'Jika aku tahu dia sedang sakit, aku tidak akan memanggilnya.'


Melihat Ling Chyou yang bahkan kesulitan melihat catatan itu dengan penuh rasa bersalah.


'Dia masih anak anak.'


Ling Chyou yang melihat resep itu ingin merobeknya menjadi serpihan. Namun dia menahan diri dan hanya merenyok sedikit kertas resep itu.

__ADS_1


"Tetua Yang, apa yang kalian pikir tentang obat ini?"


"Itu hampir sama dengan obat naga hijau kerana bahannya hampir sama. Tapi aku memiliki pemikiran berbeda."


Tetua Yang dengan cepat menjawab kerana dia ingin diskusi itu cepat selesai dan menghantar Ling Chyou pulang.


Ling Chyou menghela nafasnya dan memijat kepalanya seperti migrainnya tambah parah.


Ling Chyou mengeluarkan beberapa kertas dan menyerahkan itu pada tetua Yang.


"Ini resep yang sama?"


Keringat mengalir di tubuh tetua Yang. Dia memanggil Ling Chyou untuk mengatakan pendapatnya. Namun dia malah dapat resep yang sama persis dari Ling Chyou.


"Aku memiliki resep yang sama dengan yang anda temukan ini. Namun itu bukan resep obat melainkan resep racun."


Semua yang hadir di situ tersentak. Bahkan tetua Yang kaget. Dia berpikir itu mungkin resep obat yang bukan seperti naga hijau. Dia tidak pernah berpikir bahwa itu adalah racun hanya menambah beberapa bahan lainnya.


"Itu racun yang di buat menyerupai obat naga hijau. Untuk mereka yang berlatih, racun itu tidak akan memiliki efek yang terlalu buruk."


Ling Chyou memijat kepalanya lebih keras.


"Namun bagi mereka yang tidak bisa bela diri hanya akan membunuh mereka. Kamu tahu seberapa putus asa mereka yang tidak bisa berlatih dan seseorang mengatakan ini pil naga hijau? Mereka akan mengongsumsinya tampa menyelidiki itu terlebih dulu."


Yun Kaibo kaget mendengar resep naga hijau yang sudah lama menghilang.


Jika dia memakannya, merindiannya akan pulih.


Tetua Yang menghela nafas dan bangun dari kursinya. Dia tidak menyangka bahwa dia ketinggalan jauh di belakang tentang pemgetahuan.


"Ambil ini. Ini 10% bahagian yang kamu minta."


Ling Chyou mengambil cincin ruang tetua Yang dan melempar itu pada Yun Kaibo.


"Baiklah. Jika tidak ada lagi, saya minta diri dulu."


Ling Chyou dan Yun Kaibo menunduk hormat dan keluar.


"Apa ini?"


Yun Kaibo bertanya ingin menyerahkan cincin ruang itu.


Ling Chyou menggelengkan kepalanya dan menolak itu kembali.


"Itu berisikan pil merak merah, pil salju petir dan obat naga hijau."


'Obat naga hijau' kata itu memaku kuping Yun Kaibo.


"Kamu memberikan obat berharga itu..."


Yun Kaibo tidak mempercayainya.


"Itu tidak berguna selagi kecacatan ku tidak di atasi. Bahagikan saja sama yang lain. Jika aku mahu, aku bisa meminta tetua Yang memberikannya pada ku."


Yun Kaibo mengeluarkan air mata terharu mendengar itu. Dia ingin memeluknya kerana gembira. Namun mengingat Ling Chyou membenci di peluk cowok, dia mengurungkan niatnya.


Juga Ling Chyou sedang migrain. Dia tidak ingin mengganggunya.


Dia hanya bisa tersenyum pada kebaikan Ling Chyou.


Mereka pon berjalan pulang.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......................


__ADS_2