
"Apa? Bagaimana para banjingan ini bisa berlatih!?"
He Li menggertak giginya dan mengeluarkan anergi dalamnya. Elimen besi memperkuat tubuhnya.
He Li, tingkat bulan 6. Elimen besi.
"Ouh.... Dia memiliki elimen yang unik."
Zhang Quon tertarik pada elimen besi itu. Dia memiliki semua elimen di tubuhnya. Jadi, dia mungkin bisa mencari elimen besi juga.
Pertempuran sengit berlaku antara mereka semua. Kerana kegaduhan yang berisik itu, banyak guru dari sekolah bela diri yang datang ke sana.
"Ouh, anak manis kita sudah bisa bela diri. Aku masih ingin membuat ratu es itu murid ku."
"Yong Zuthing dan Zhang Jianwu adalah murid ku. Bukankah menarik memiliki murid yang bandel."
Mereka mula ingin mengambil murid berbakat ini sebagai murid.
"Lihat Xiu Yang di sana bersama Xia Zu. Mereka juga cukup bagus dalam berlatih."
Mereka tertarik dengan mereka dan turun untuk menghentikan pertempuran yang akan merusakkan fasilitas di sana.
"Baik, hentikan di sini."
Semua ahli academic menatap tajam para tetua itu. Mereka menghilangkan anergi dalam milik mereka.
Ini peluang mereka untuk memiliki guru secara peribadi. Mereka tidak ingin ke sekolah bela diri. Namun, jika berguru, mereka bisa. Itu adalah kesempatan emas untuk memiliki guru.
Mendengar pertempuran sepertinya sudah usai, Ling Chyou keluar.
Namun dia hanya kaget melihat para tetua di sana.
"Ling Chen, apa yang terjadi?"
Ling Chyou pergi ke arah Ling Chen.
"Kakak, ini sepertinya peluang kalian untuk berguru walau di academic."
Ling Chen terlihat senang. Tapi Ling Chyou melihatnya dengan tidak tertarik.
"Penyalahgunaan kekuasaan. He Li dan semua yang datang bersama di hukum tidak bisa makan selama seminggu dan tidak bisa keluar selama sebulan."
He Li tunduk hormat dan pergi dengan wajah tidak puas. Para pelajar academic di sana di kumpulkan.
.
.
.
"Baik, kerana kalian bisa berlatih, kalian bisa memilih guru yang ingin mengambil kalian."
Semua orang tersenyum bersemangat kecuali Ling Chyou dan Xia Zu.
'Mengapa aku perlu berguru saat aku lemah dalam anergi dalam? Juga aku sudah mengingat semua teknik bela diri.'
Bagi Ling Chyou, itu tidak berguna.
'Aku ingin balik dan tidur.'
Xia Zu yang sememangnya tidak punya kecacatan apa pon, tentu saja tidak akan memilih.
Mereka semua memilih guru yang dengan pangkat tinggi. Xia Zu sudah semestinya mengabaikan mereka semua.
Untuk Ling Chyou, tidak banyak yang ingin mengambilnya. Itu kerana dia tidak terlihat di saat pertempuran tadi.
Matanya tertuju pada seorang wanita yang terlihat gelisah.
'Dia sepertinya tidak memiliki murid.'
Di lihat dari gelisahnya wanita itu yang sedari tadi terus ke depan untuk mendapatkan murid, dia kelihatannya benar benar putus asa.
"Siapa wanita itu?"
Ling Chyou berbisik bertanya pada Ling Chen.
"Ouh, dia.... Dia guru yang baik. Namun kerana latar belakang yang rendah juga terlalu cemerkap, tidak ada yang ingin menjadi muridnya."
Ling Chyou tersenyum.
"Xia Zu, bagaimana jika kita mengambil wanita itu sebagai guru? Dia cemerkap dan tidak akan terlalu melatih kita. Juga kamu tidak akan di tanya akan guru peribadi lagi."
Xia Zu yang sudah menganggap Ling Chyou kakaknya kerana sama sama malas untuk berlatih, langsung mengangguk.
Mereka berdua sepakat dan menunjuk wanita yang gelisah itu.
"Guru, tolong jaga kami."
Mereka berdua tersenyum penuh makna.
"Ah, baik! Saya Zu Ning. Semoga kalian senang dengan saya selama sesi latihan."
.
.
.
__ADS_1
Dan hari cuti pon tiba. Semua pergi ke guru yang mereka pilih untuk berlatih.
Di kediaman Zu Ning.
"Hai, kalian datang juga. Jemput minum."
Zu Ning menawarkan mereka teh dan mereka pon dengan senang hati meberimanya.
"Aku tidak akan memaksa kalian berlatih. Untuk melakukan sesuatu, kalian harus memiliki cinta. Apa yang kalian suka lakukan?"
Mendengar itu, mata mereka berdua berbinar.
"Tidur."
"Melakukan apa saja selain berlatih."
Zu Ning terkekeh mendengar itu. Dia sudah tahu mereka tidak suka berlatih. Tidak ada yang ingin menjadi kuat akan memilihnya.
"Baik, lakukan saja apa yang kalian mau. Ada banyak jenis cara untuk berlatih. Namun yang paling efektif, saat kalian melakukan sesuatu yang kalian suka."
Zu Ning mengatakan itu dan mereka berdua sudah mengetahui yang Zu Ning akan memberikan misi pada mereka.
"Pergi lakukan apa yang kalian suka. Aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku sangat suka memancing dan membakar hasil tangkapan itu. Rasanya sungguh.... eh..."
Zu Ning menyeka air liurnya dan bangun.
"Berseronok melakukan apa yang kita mau! Itulah namanya ahli bela diri yang bebas dan kuat!"
"Ya!"
Xia Zu mengikuti Zu Ning kerana ingin tahu rasanya ikan bakar. Ling Chyou menggelengkan kepalanya dan pergi ke tempat Zhang Quon dan Ling Chen berlatih.
Mereka berguru dengan Tang Jianyin. Jadi dia pergi saja ke sana untuk melihat adiknya.
.
.
.
"Siapa kamu?"
Pengawal menghentikan Ling Chyou.
"Saya datang untuk membawakan bekal pada adikku. Ling Chen."
Pengawal itu melihat bekal makanan dan itu terlihat enak. Mereka mengangguk dan mengambil tanda tangan miliknya sebelum masuk.
Seorang gadis di sana melihat kedatangan Ling Chyou seperti mengganggu.
Seorang gadis lainnya mengatakan itu dan beberapa gadis lain mengangguk.
"Benar, dia seharusnya mati jika Zhang Quon tidak di sana. Zhang Quon itu milik ku."
Lian Zu memutar matanya dan langsung pergi dengan wajah yang marah.
Ling Chyou yang melihat adiknya sedang berlatih keras tersenyum dan duduk bersandar di pohon.
Itu sama untuk Zhang Quon. Tang Jianyin melihat kedatangan Ling Chyou dan Ling Chyou membuat isyarat diam dengan tangannya sambil tersenyum manis.
Tang Jianyin menggelengkan kepalanya melihat anak kecil seperti Ling Chyou.
Bahkan saat Tang Jianyin ada di depannya, dia bahkan tidak repot repot menggunakan adiknya sebagai alasan untuk bertemu dengannya.
Dia bahkan tidak tertarik untuk berlatih di tempat yang penuh dengan anergi lebih dari tempat lain. Dia hanya bermain sendiri setiap kali mampir.
Kali ini, Ling Chyou mengambil kertas dan pelbagai alatan untuk menggambar.
Dia mula menggambar Zhang Quon yang di kelilingi anergi dan Ling Chen yang di kelilingi anergi api juga Tang Jianyin yang cantik sedang memerhatikan mereka.
.
.
.
.
.
Beberapa jam kemudian, mereka selesai berlatih dan melihat Ling Chyou dengan berbagai alat di tangannya melambai pada mereka.
"Kakak, apa yang kamu lakukan kali ini?"
Ling Chen dengan cepat mendekati kakaknya. Zhang Quon juga mendekat, namun tidak secepat Ling Chen.
"Menggambar."
Ling Chyou tidak memberikan itu pada mereka kerana mereka penuh dengan keringat yang mungkin merusak gambar itu.
Tang Jianyin juga mendekat kerana dia menyukai masakan Ling Chyou. Itu lebih enak dari masakan yang di masak koki keluarganya.
"Ini, aku menggambar kerana bosan. Aku tidak akan menyimpannya juga."
Ling Chyou memberikan itu pada Tang Jianyin dan dia kagum dengan gambar itu.
"Ini sangat indah dan seperti akan keluar kapan saja. Kamu bosan sangat mengerikan."
__ADS_1
Ling Chyou terkekeh mendengar itu.
"Saya tidak begitu bagus. Ada orang yang lebih baik dari saya di luar sana."
Wajah mereka bertiga setelah melihat gambar itu mengatakan, 'Omong kosong.'
Mereka mula makan bersama.
"Ling Chen, teknik apa yang kamu pelajari? Energi api mu bertambah kuat."
Ling Chen mengangkat hidungnya dengan bangga.
"Teknik lautan api. Aku bisa melelehkan lawanku seperti es jika itu sudah sempurna."
Ling Chyou membuat wajah seperti tahu teknik itu.
"Teknik yang bagus. Teruskan."
Kesombongan Ling Chen menghilang.
"Kakak, apa kamu tahu, teknik lautan api tidak pernah ada. Itu hanya lagenda. Teknik yang aku pelajari itu adalah nafas api."
Ling Chyou tersedak mendengarnya.
'Tidak ada? Jadi apa yang ada di cincin ruang ku?'
"Aku juga melatih pernapasan ku. Itu supaya bisa bertarung di dalam air untuk waktu yang lama."
"Bukan kita bisa bernapas di air saat tingkat kita mencapai tingkat bintang?"
Ling Chyou bertanya dan mengeluarkan catatan miliknya.
"Mana bisa. Kita tidak bisa melawan hukum alam."
Tang Jianyin membantah pernyataan itu. Dia yang berada di tingkat matahari 7 saja tidak bisa bernafas di air.
"Ah, begitu. Maaf. Sepertinya saya yang kurang memahaminya. Hanya mereka yang memiliki elimen air yang akan mendapatkan keunikan ini. Itu pon jika mereka melatih teknik kuno ini."
Tang Jianyin tidak pernah mendengar tentang itu merampas catatan milik Ling Chyou.
Dia kaget dengan bagaimana buku catatan bisa serapi itu.
Dan semua di cacatan itu bahkan memiliki teknik lautan api yang di ucapkan Ling Chen sebentar tadi.
"Ling Chyou, berapa banyak buku yang bisa kamu ingat dalam waktu 1 jam?"
Ling Chyou bingung seketika. Namun menjawap dengan jujur.
"Saya tidak seberapa. Saya hanya bisa mengingat 10 buku atau beberapa lagi jika buku itu tidak tebal. Saya masih harus banyak belajar."
Tang Jianyin tidak mampu menahan mulutnya untuk tidak ternganga.
'Pantas saja asosiasi sangat menjaganya. Keluarga Xiau juga menjaga hubungan dengan keluarga Ling. Itu kerana anak jenius sok biasa ini.'
Tang Jianyin bertanya lagi.
"Berapa banyak anergi alam yang bisa kamu peroleh dalam sekali meditasi?"
Ling Chyou menggaru pipinya seperti malu.
"Aku tidak bisa meditasi kerana saya orang yang tidak bisa mengosongkan pikiran. Saya harus melakukan sesuatu untuk bermeditasi. Namun saya hanya bisa mengumpulkan 30 hingga 40 anergi sehari."
Tang Jianyin benar benar terperangah mendengar itu. Zhang Quon mungkin bisa menerima 50 anergi dalam sehari, namun dia tidak jauh beda.
"Kamu jenius."
"Tidak. Saya tidak banyak."
Ling Chen memegang pundak Tang Jianyin.
"Guru, berhenti saja meyakinkan dirinya bahwa dia jenius. Tidak ada gunanya."
Melihat bahkan adiknya putus asa mengatakan itu, Tang Jianyin percaya ada yang tidak beres dengan otak Ling Chyou.
Mereka berhenti mendiskusikan tentang berlatih dan berbual seperti anak seumuran itu.
"Kakak, apa kamu memiliki seseorang di hati?"
Hingga akhirnya soalan ini keluar. Tang Jianyin dan Zhang Quon sama sama penasaran dengan itu.
"Eh....."
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.............................
__ADS_1