I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 33


__ADS_3

Ling Chyou mengeluarkan kotak makan siang yang sudah dia buat. Semua teman kelasnya, adiknya, Ru Xuan, Zhang Quon dan Tong Ma. Mereka semua memiliki 1 kotak makan siang.


"Bagaimana dengan tugas laporan kalian?"


Ling Chyou bertanya dan mereka menghindari tatapan Ling Chyou. Mereka terlalu senang dengan batu hingga mereka lupa dengan tugas mereka.


Ling Chyou menghela nafas sambil melihat ke arah gunung yang seperti tumpukan tanah itu. Dia mengeluarkan kertas dan mula dengan laporannya. Semua yang melihat Ling Chyou makan dengan tangan kanan sedang dia menulis dengan tangan kiri bingung. Ling Chyou bukan seorang yang kidal.


"Kakak, kamu bisa menggunakan dua tangan?"


"Kakak mu ini jenius. Selain dari bertarung, kakak mu bisa segalanya."


Dengan sombong, Ling Chyou mengatakan itu. Mereka semua mula merasa senang bahwa Ling Chyou sudah mengakui yang dirinya jenius.


"Sebaiknya kalian menyiapkan tugas kalian. Jika tidak, kalian mungkin akan di bunuh guru Mang."


Mereka semua membayangkan Mang Rui menatap mereka dengan senyuman dan jarum akupuntar di tangannya. Mereka merinding dan mengangguk.


"Bunga apa yang kamu masukkan ke laporan mu?"


Yun Kaibo bertanya dan melihat catatan Ling Chyou.


"Aku sudah hampir selesai. Bunga batu menangis, bunga batu api, bunga batu racun dan persekitaran gunung tampa tanaman ini. Aku hanya perlu mencari 1 bunga yang menarik perhatian ku."


Mereka semua ternganga. Mereka baru saja di sini beberapa jam, dan dia sudah hampir selesai dengan laporannya? Dia gila.


"Ling Chyou, apa kamu menambang tadi?"


Tong Ma dengan tidak percaya bertanya.


"Iya. Aku melakukannya sambil memerhatikan setiap detail yang aku temui. Juga aku hanya mengambil batu dari pohon yang mudah."


Mereka mengangguk saat melihat palu tambang Ling Chyou sedikit pon tidak retak. Ling Chen memutar matanya tidak percaya. Namun itu kebenarannya. Ling Chyou tidak mengambil batu api tingkat dewa atau semua bunga yang Ling Chen coba ambil. Dia tidak tertarik dengan itu.


Dia lebih memilih untuk mengambil batu batu dari bunga kecil yang batunya bisa di ambil hanya dengan di injak.


Dia lebih tertarik dengan bunga bunga kecil itu dari bunga besar yang menonjolkan kelangkaan mereka.


Selesai makan, mereka kembali menambang. Pelajar academic sekarang memegang buku alih alih palu. Mereka tidak ingin di beri hukuman dari Mang Rui. Tapi mereka akan di sana untuk sebulan. Jadi sebenarnya, masih punya banyak waktu. Tapi lebih baik tugas jangan di tangguh. Nanti langsung tidak di kerjain.


Sekarang mereka semua berpecah dan hanya meninggalakan Ru Xuan di sampingnya yang masih menambang. Dia hanya duduk sambil melihat sekeliling. Dia sedang memikirkan bunga apa yang ingin dia tulis untuk laporan terakhirnya.


Suasana di sana nyaman dan itu membuat seseorang akan langsung tertidur jika mereka hanya datang untuk bersantai sepertinya.


Ling Chyou mula berbaring dan matanya langsung tertutup dan kehilangan kesadaran.


'Tuan, hanya kamu yang akan tidur di sini. Kamu tidak tertarik dengan semua batu di sini! Pantas alam sangat mengakui mu.'


Ru Xuan menggerutu saat melihat tuannya dengan santai tertidur. Kemudian dia melihat daun daun bunya mula menutupi tubuh Ling Chyou seperti menyembunyikannya.


"Tuan, alam sangat menyayangi mu. Kamu harus menjaga diri mu lebih lagi kedepannya."


Dedaunan bergoyang seperti menyetujui apa yang di bicarakan Ru Xuan.


"Apa ini!?"


Suara teriakan mencapai kuping Ru Xuan dan alisnya berkerut. Tuannya sedang tidur dan siapa yang berani mengangkat suaranya itu!?


"Yang kalian dapatkan hanya batu tidak berguna ini, apa kalian tidak tahu itu banyak di mana mana!? Kalian tidak berguna!"


Rupanya, itu adalah Liu Yan. Anak termuda di keluarga Liu. Gadis itu berteriak tidak puas melihat batu yang bisa di dapatkan bahkan di tanah kerana tidak ada yang mau mengambilnya.


"Apa kalian bahkan tidak bisa menjadi berguna bahkan sekali!?"


Ke dua gadis yang di marahi itu hanya tertunduk. Mereka sepertinya dari keluarga biasa melihat dari pakaian mereka.


Suara lantang itu memasuki kuping Ling Chyou dan membangunkannya. Tidak sampai 5 minit dia sudah di bangunkan. Dia mula kesal.


"Ahh.... Berisik. Siapa itu?"


Mendengar suara kesal Ling Chyou, Ru Xuan tersentak. Dedaunan mula menjauh dan Ling Chyou duduk dengan wajah kesal dan tangannya menggaru kepalanya.


"Sepertinya nona muda dari keluarga Liu membuat keributan."


Ru Xuan langsung menjawab melihat wajah kesal Ling Chyou. Seingatnya, Ling Chyou tidak pernah di bangunkan kerana dia bangun lebih awal dari siapa pon. Itu berlaku bahkan sebelum dia menjadi seorang yang jenius seperti sekarang.


Tangannya bergerak menuju sumber suara itu. Rumput menjalar dan melilit ke 3 gadis itu. Ke 3 gadis itu tersentak dan melihat dari mana rumput itu berasal.


Mereka melihat Ling Chyou yang memasang wajah sangat kesal.


"Berisik. Kalian keluar saja jika mau berantem. Jangan menganggu orang lain."


Ru Xuan tersentak melihat Ling Chyou menggunakan anergi dalamnya yang selama ini dia simpan. Seluruh bunga di tempat itu bergetar seperti setuju dengan Ling Chyou yang kesal.


"Berani kamu melakukan ini pada ku!? Apa kamu tidak tahu siapa aku!?"


Liu Yan dengan marah berteriak. Ikatan di tubuhnya semakin ketat hingga dia terdiam.

__ADS_1


"Siapa peduli kamu siapa? Apa kamu tidak tahu aku siapa? Keluarga Ling berada di atas mu."


Mendengar keluarga Ling, gadis itu tersentak.


"Tidak mungkin cacat seperti mu bisa-!"


Sekali lagi Ling Chyou mengetatkan ikatan itu.


"Aku tidak mau dengar. Keluar saja."


Mereka bertiga di lempar keluar dan tempat itu kembali tenang. Namun wajah kesal Ling Chyou tidak menghilang.


Dengan perasaan yang masih kesal, Ling Chyou mengambil palunya.


"Tidak ada yang berbicara pada ku. Kamu mengerti?"


Suara yang keluar dari mulut Ling Chyou sangat dingin dan kemarahannya bisa di lihat.


Ru Xuan hanya tunduk tanda mengerti.


Anergi dalamnya mula di berikan pada palu itu. Bukan bunga yang di palu, malah batu yang palu Ling Chyou. Itu untuk meredakan kekesalannya. Tidak mungkin Ling Chyou akan memalu bunga bunga itu dengan kasar.


Ru Xuan hanya mengikutinya secara diam diam. Dia bahkan tidak berpikir untuk memalu bunga di sekitarnya seperti tadi. Ling Chyou ramah dan jarang kesal. Juga jika dia kesal, dia selalunya terlihat imut. Namun sekarang, dia tidak bisa mengatakan Ling Chyou imut sangat anergi dalamnya menghancurkan batu batu yang seperti hiasan di tempat itu setiap dia menemukan 1. Wajahnya yang sangat kesal dan rasa amarah Ling Chyou membuatnya hanya bisa memperhatikannya.


'Ingatkan aku untuk tidak membangunkannya bagaimanapon keadaannya. Aku akan memilih mengangkatnya.'


Bahkan Ru Xuan takut dengan Ling Chyou yang ini.


Teman Ling Chyou yang melihat keanehan itu ingin bertanya. Namun Ru Xuan dengan cepat menggelengkan kepalanya dan meletakkan jari telunjuknya di bibirnya.


'Jangan mengganggunya saat ini.'


Itulah pesan yang di berikan Ru Xuan. Mereka hanya mengangguk. Mereka pon bisa melihat sendiri seberapa kesal Ling Chyou saat ini.


.


.


.


Ling Chyou akhirnya membuang palu yang akhirnya patah kerana dia memalu batu tampa henti hingga ke senja.


Melihat itu, Ru Xuan mengerahkan handuk kecil kerana Ling Chyou berkeringat deras.


"Kakak, apa sudah bisa berbicara?"


Ling Chyou mengambil handuk itu dan wajah kesalnya menghilang menggantikan wajah lelah. Tangan Ling Chyou bergetar sambil dia akhirnya terduduk dan menghela nafas panjang yang kedengaran lelah.


"Iya."


Balasan singkat menerjang Ling Chen. Dia tidak pernah melihat kakaknya menjawab dia sedang sedingin itu. Mereka memang selalu berantem. Tapi mereka hanya memberikan tatapan dingin dan akhinya bertukar beberapa kata kasar. Tidak pernah ada dari mereka yang menjawab sapaan mereka secara dingin.


"Apa kamu baik baik saja? Mengapa kamu terlihat sangat kesal?"


Ling Chen masih bertanya dengan hati hati. Dia tidak ingin di teriaki dan kembali ke hubungan buruk mereka yang dulu.


Ling Chyou menghela nafas pada pertanyaan hati hati itu.


"Alasannya tidak terlalu serius."


Ling Chyou kembali seperti suara biasanya yang di tambah sedikit sentuhan lelah.


"Jadi, mengapa kamu sangat kesal?"


Wang Xuemin pula yang bersuara tidak senang melihat keadaan Ling Chyou saat ini. Ling Chyou bukan tipe yang akan berlatih hingga berkeringat seperti ini.


"Hanya kesal di bangunkan. Aku bahkan belum tidur untuk 5 minit. Mereka berisik hanya berbalah tentang batu tidak berguna. Mau berbalah keluar saja."


Wajah Ling Chyou tampak kesal saat mengatakan itu.


Mereka mengingat tidak ada yang pernah membangunkan Ling Chyou. Ling Chyou selalu bangun lebih awal dari siapapon. Jika dia tidak bangun, itu bermakna dia sedang sakit.


"Aku tidak suka di bangunkan dalam jeda sekejap. Itu membuat ku kesal."


Mereka mengingatkan diri mereka untuk tidak membangunkan Ling Chyou jika tidak di suruh di masa depan.


"Maaf membuat kalian khawatir."


Ling Chyou mengatakan itu dan Xia Zu menggelengkan kepalanya dengan keras.


"Aku memahami mu. Aku juga membenci itu."


Yin Mei merinding mendengar itu. Dia pernah di belasah hanya kerana membangunkan Xia Zu. Sejak itu, dia tidak pernah membangunkan Xia Zu.


"Apa kita makan dulu? Mengganti pakaian dan akhirnya berehat? Mari keluar ke tenda kita."


Zhang Quon mengatakan itu dan mereka pon keluar. Ada banyak tenda di sana. Mereka semua belum mengambil nombor tenda lagi. Itu untuk memudahkan ketua perjalanan mengambil kedatangan.

__ADS_1


Mereka semua mengambil nombor mereka. Setelah di ambil, itu tidak bisa di tukar. Itu akan menjadi tato di tangan mereka hingga perjalanan itu berakhir.


Ling Chen melihat Tangannya. 023. Itu sama dengan Tong Ma.


Dia menghela nafas dan tiba tiba Ling Chyou bersembunyi di belakangnya.


"Kakak?"


Ling Chen melihat tangan Ling Chyou


'025'


Dia melihat wajah kesulitan kakaknya dan pandangannya langsung ke tangan Zhang Quon.


'025'


Itu sama dengan kakaknya. Wajahnya menjadi dingin.


"Jangan khawatir. Aku tidak makan orang."


Ling Chen dan Ling Chyou sangat tahu apa yang dia maksudkan.


"Tentu saja. Kamu manusia."


Tong Ma yang tidak tahu apa yang terjadi menganggap itu sebagai candaan.


Tong Ma menarik Ling Chen pergi ke tenda mereka meninggalkan mereka sendirian walau Ling Chen memberontak.


Ling Chyou mengambil 2 langkah jauh dari Zhang Quon.


"Jika kamu menyentuh ku, aku tidak akan tidur di tenda! Aku akan lebih memilih tidur dalam gunung!"


Ling Chyou memberikan amaran dan Zhang Quon mendekati Ling Chyou. Ling Chyou tidak melangkah mundur lagi tanda dia mengancam Zhang Quon.


Zhang Quon tersenyum merasa itu imut. Dia melihat Ling Chyou yang kesal hanya kerana di bangunkan itu cukup mengejutkan. Namun dirinya tetap mengancamnya walau sudah tahu dia adalah reinkarnasi naga kegelapan lebih mengejutkan.


"Aku sudah bilang aku tidak akan memakan mu. Jadi tenanglah. Kamu juga lelah setelah mengamuk."


Zhang Quon melihat mata Ling Chyou yang mengurangi kewaspadaan nya.


"Baiklah. Aku akan mengganti pakaian dan kamu tidak bisa masuk dulu!"


Zhang Quon mengangguk dan hanya menunggu di depan tenda setelah mereka tiba.


.


.


.


Zhang Quon merasa aneh bahwa sudah 30 minit dan Ling Chyou tidak memberi aba aba untuknya masuk.


"Ling Chyou, aku masuk ya?"


Zhang Quon bertanya. Masih tidak mendapatkan jawaban.


"Ling Chyou, apa yang kamu lakukan?"


Dia memanggil untuk yang ke 2 kalinya.


"Ling Chyou, ini yang terakhir. Aku masuk jika tidak ada jawaban."


Zhang Quon tahu yang Ling Chyou berada di dalam. Dia bisa merasakan kehadirannya dan dia baik baik saja.


"Ah, ah! Ti, tidak! Aku belum selesai! Maaf, aku mengalamun! Wah!!!"


Zhang Quon terkekeh saat mendengar Ling Chyou terjatuh kerana kaget.


"Zhang Quon, kamu bisa masuk."


Mendengar itu, dia masuk dan kaget melihat kulit pucat Ling Chyou. Zhang Quon memiringkan kepalanya bingung.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.............................

__ADS_1


__ADS_2