I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 40


__ADS_3

Zhang Quon berpikir untuk mengintip, tapi untuk hal seperti ini, Ling Chyou cukup terampil.


"Akun bilang keluar! Aku tidak memerlukan bantuan mu!"


Ling Chyou menggunakan anergi dalamnya pada kakinya. Sangat langka melihat anergi dalamnya, lebih dari Xia Zu.


Semua anergi dalamnya di fokuskan ke kaki kanannya dan menendang Zhang Quon keluar.


Bang! Clik!


Bunyi hentaman pintu dan kunci membuatnya terkekeh.


Dia pergi ke meja rias dan menata rambutnya di depan kaca membenarkan rambutnya.


Hah..... ha...


Walau dia terlihat tenang, dia bisa mendengar desahan dari dalam kamar mandi dengan menumpukan anergi dalam ke kupingnya.


Zhang Quon tersenyum menikmati suara yang menggoda itu. Dia tidak bisa membayangkan anak itu akan berada di bawahnya.


Sebelum adik kecilnya tegang, dia langsung membuang pikiran itu. Dia tidak mahu membuat Ling Chyou kesal lagi.


.


.


.


.


.


Di meja makan.


"Kakak, apa yang membuat mu sangat lama? Apa yang Zhang Quon lakukan pada mu?"


"Aku tidak melakukan apa pon."


Zhang Quon menimpali saat itu.


"Ada iblis yang menganggu kami dan aku membuatnya tertidur kerana dia melihat ilusi-"


Swing, tuck!


Zhang Quon berhenti berbicara saat garpu terbang tepat di sebelah lehernya mendarat di kursi yang dia duduki.


Semua orang melihat dari arah mana datangnya garpu itu. Ling Chyou menunjukkan wajah tenang seperti garpu yang melayang itu bukan darinya.


"Makan saja makanan kamu."


Mendengar seberapa dingin Ling Chyou berbicara, mereka melihat Zhang Quon dengan penasaran. Sementara secebis anergi api keluar dari tubuh Ling Chen.


Mereka semua kembali makan.


"Hei, bagaimana kita mandi di pemandian air panas yang terkenal di kota? Sudah lama sejak kita melakukan itu."


Zhang Jianwu mengutarakan pendapat dan beberapa mengangguk saja.


"Tidak mahu jika Ling Chyou tidak ikut lagi. Dia selalu tidak mengikuti kita untuk ini."


Yin Mei mengatakan itu dan menatap Ling Chyou dengan tajam.


"Benar. Ling Chyou, kamu harus ikut kali ini tidak peduli alasan kamu."


Wang Xuemin setuju.


Ling Chyou tercekik pada pernyataan itu. Tentu saja dia mengelak dari itu. Tidak mungkin dia tidak akan tertarik pada tubuh teman temannya hingga mimisan.


"Aku tidak suka mandi bersama pria."


Ling Chyou masih tersenyum lembut mengatakan itu. Dia berteriak menangis di dalam menolak itu.


"Benar, kakak ku tidak suka. Bahkan aku tidak pernah mandi bersamanya."


Ling Chen melirik Zhang Quon dengan sangat tajam.


"Mari mandi dengan kami kalau begitu."


"Uhuk! Uhuk! Apa!?"


Ling Chyou menatap Yin Mei dengan tidak percaya.


"Ada batasan untuk pria dan wanita! Kita semua sudah dewasa dan tubuh semua orang sudah berkembang dan itu tidak baik!"


Tatapan temannya yang lain memberikan rasa iri pada Ling Chyou sedang yang wanita merasa tidak percaya.


"Kamu berbicara seperti pak tua."


"Kamu pelit. Seharusnya kamu bersyukur."


"Ling Chyou, tidak ada dari kami yang peduli tentang itu selagi itu kamu."


"Dasar menyedihkan."


Para wanita menusuknya dengan teruk.


"Baiklah. Aku ikut jika begitu. Bu, bukan kerana aku mau, ok!?"


Teman teman prianya menatapnya dengan iri. Semua teman mereka yang cewek tumbuh baik dan menjadi wanita cantik nan sexy.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Malam, di pemandian air panas VIP.


"Kalian bisa berpikir 2 kali. Aku bisa pulang jika kalian tidak mahu."


Ling Chyou hakikatnya masih mencoba lari.


"Ti~dak! Kamu harus ikut!"


Dengan itu, Ling Chyou di tarik ke pemandian air panas wanita.


"Aku iri."


Yong Zuthing bergumam dengan tatapan penuh iri.


"Jadi mengapa? Kita bisa melakukan hal yang selalu kita lakukan."


Zhang Jianwu menimpali pada saat itu.


"Apa tidak kapok juga kalian? Kalian sudah jadi bubur sampai aku tidak bisa mengiranya lagi."


Yun Kaibo menatap duo bocah nakal itu tidak berdaya.


"Aku akan melakukannya. Aku ingin melihat reaksi Ling Chyou dengan para wanita."


Ling Hian yang hanya terkadang ikut si duo nakal itu tersenyum ingin tahu.


"Aku ikut."


Zhang Quon yang tidak pernah ingin melakukannya, mengatakan itu, membuat mereka semua bersemangat juga.


"Yah.... Sangat.... tidak mungkin ini berlaku lagi, mengapa tidak."


Ling Chen juga yang terkadang melakukannya ikut serta.


Wang Xuemin menyiku Yun Kaibo dan sepertinya semuanya setuju untuk mengintip reaksi Ling Chyou di pemandian wanita.


.


.


Ling Chyou membuka bajunya tampa masalah dan memasuki pemandian. Dia menutup matanya atau menatap lantai menghindari menatap langsung tubuh temannya.


"Ouh, tolonglah! Jika kamu seperti ini, apa gunanya kamu masuk ke pemandian wanita?"


Xiu Yang menepuk punggung Ling Chyou dengan keras hingga dia menjadi tegak dan langsung cemplung ke dalam air.


Dengan cepat, Ling Chyou mengalihkan pandangannya.


"Benar, kamu harusnya melihat kami. Kami tidak peduli."


Bahkan Xia Zu mengatakan itu.


"Kamu tahu ini tidak sopan, kan."


Mereka semua memandang Ling Chyou seperti jijik dengan pernyataan itu.


"Sudahlah. Kami semua tahu kamu tidak berminat dengan wanita."


Xin He mengatakan itu dan Ling Chyou tersentak.


"Bagaimana?...."


Mereka semua menghela nafas pendek.


"Bagaimana mungkin kamu tidak masalah bahkan di saat kami membuka baju di depan mu. Kamu bahkan tidak punya keinginan untuk melihat kami. Kami akan menganggap kamu wanita di sini."


Ling Chyou menghela nafas dan membasuh wajahnya dengan air panas itu.


Mereka semua bisa melihat Ling Chyou bahkan tidak tertarik pada mereka. Bagaimana mereka tidak akan menganggap Ling Chyou wanita?


Yin Mei tersenyum dan memeluk Ling Chyou dari belakang membuat dadanya mengenai punggung Ling Chyou.


"Hentikannya. Walau aku tidak tertarik, aku masih pria."


Ling Chyou mengerutkan alisnya.


"Ouh, tolonglah!"


Xiu Yang tersenyum penuh makna dan menyentuh perut Ling Chyou seperti ingin menggodanya.


"Xiu Yang!"


Ling Chyou berteriak ingin pergi sedang Xin He menutup mulutnya.


Mereka cukup senang membuli Ling Chyou yang benar benar tidak tertarik pada perempuan.


"Tenanglah. Kami tidak akan mengambil kesucian mu."


"Aku tidak peduli!!!"


Ling Chyou tidak akan datang ke pemandian air panas selama sisa hidupnya lagi!


Teman prianya yang mengintip memberikan pandangan iri. Zhang Quon juga memiliki pandangan iri. Namun itu bukan pada para teman ceweknya, itu pada Ling Chyou yang di sentuh secara bebas oleh perempuan. Dia juga ingin menyentuhnya seperti itu.

__ADS_1


"Ahem."


Ling Chen batuk palsu dan anergi api meluap memanaskan lagi air yang sudah panas. Dia melirik tajam Zhang Quon.


Mereka akhirnya selesai mandi dan wajah Ling Chyou benar benar terlihat akan mengutuk tempat pemandian itu untuk selamanya.


"Aku iri."


"Mengapa kamu di perlakukan sedemikian oleh mereka?"


Zhang Jianwu dan Yong Zuthing sama sama melemparkan gumaman iri.


Ling Chyou mengikuti mereka ke tempat permainan. Walau di sana hanya ada permainan papan dan kartu judi.


Namun ada sesuatu yang membuatnya berhenti. Wajah penjaga tempat permainan. Ling Chyou membelalakkan matanya.


"Si, siapa namanya?"


Ling Chyou bertanya dengan gagap.


"Dia? Aku dengar dia orang baru di sini. Yah, kamu tidak akan mengenalnya walau kamu tahu namanya. Dong Gak, itu namanya."


Wajah Ling Chyou langsung pucat pasi. Bagaimana dia tidak mengetahui nama itu? Namanya saja membuat tubuhnya bergetar hebat.


Dong Gak, alasan senyumannya menghilang dari dirinya. Sumber dari trauma terbesarnya.


'Gerbang iblis terbuka, dia pasti di panggil seperti raja terdahulu.'


Tangannya berkeringat dingin dan pria yang cukup tampan itu berjalan mendekati mereka.


"Ouh, kalian kembali. Saya tidak pernah melihat yang ini-"


Kata Dong Gak terhenti.


"Mata itu, aku mengenalnya dengan baik. Jun-"


Ling Chyou langsung mengambil langkah mundur dan lari sejauh yang dia bisa. Temannya melihat dia melarikan diri dengan tatapan yang sangat bingung.


Ling Chyou berlari ketika kenangan yang ia kubur jauh dalam pikirannya terungkap satu demi satu.


Di gang berdarah. Di atap sekolah. Di dalam mobil. Semuanya. Semua adegan berdarah yang tidak akan pernah ia lupakan. Dia tidak bisa bersemuka dengan pria itu tidak peduli bagaimana perasaannya. Hanya dia!


Dalam kesendirian, Ling Chyou muntah di jalan yang sepi. Tubuhnya menggigil dan dia bahkan tidak bisa bernafas dengan benar.


"Ling Chyou?"


Mendengar namanya di seru, jantungnya seperti ingin melompat keluar meninggalkannya.


"Kamu langsung berlari, jadi aku mengikuti mu."


Melihat itu adalah Zhang Quon, dia menghela nafas dan terduduk.


Zhang Quon yang melihat keanehan ini duduk di sampingnya.


Ling Chyou langsung memeluk lengan Zhang Quon. Dia sudah tidak peduli lagi. Yang dia mahu hanyalah bersembunyi hingga dia tidak akan di temukan lagi.


Merasakan tubuh Ling Chyou yang dingin dan bergetar, Zhang Quon menariknya masuk ke pelukannya.


"Apa yang terjadi? Jika tidak masalah, kamu bisa menceritakannya."


Ling Chyou mengemam bibirnya.


1 minit.


30 minit.


1 jam.


Akhirnya Ling Chyou bergerak pindah dari pelukan Zhang Quon. Namun dia masih memegang lengan baju Zhang Quon.


"Apa kamu akan percaya apa pon yang aku katakan?"


Zhang Quon mengangguk dengan santai. Namun seluruh panca indranya terfokus pada apa yang akan di ungkapkan orang yang sangat di cintainya itu.


"Aku, Aku bukanlah Ling Chyou melainkan roh yang bertukar tubuh kerana mati di hari yang sama. Nama sebenar ku, Jun Huanrang."


Mata Zhang Quon membelalak mendengar itu. Itu sepertinya bukan hal sepele.


Pria itu juga menyebut Jun sebelum Ling Chyou lari seperti dia nampak hantu, tidak, lebih dari itu.


"Aku masuk ke tubuh ini sebelum pertandingan terakhir kita di mulai."


Zhang Quon memastikan matanya tenang dan memegang pundak Ling Chyou dengan lembut.


'Itulah alasan dia sangat bingung. Aku masih mencintai jiwa yang sama.'


Tidak peduli hal gila apa yang akan di ucapkan Ling Chyou seterusnya, dia akan dengan tulus mempercayai segalanya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung……………………………………


__ADS_2