
Semakin Ling Chyou memikirkan nya, ada banyak kejanggalan dalam novel yang dia baca.
Yang diketahui orang hanyalah backgraund keluarga Zhang Quon yang Zhang Quon ceritakan.
Tidak pernah ada flashback tentang kelahiran Zhang Quon atau pov dari Zhang Quon.
Note: Pov adalah sudut pandang sebuah charakter.
Itu aneh mengingat Zhang Quon adalah mc dari kisah itu. Namun tidak ada perkataan yang pernah di keluarkan dari hatinya.
Palingan seperti apa yang tubuhnya rasakan, bukan hati.
Tidak pernah ada seperti 'Ling Chyou ini menyebalkan sekali..... Sudah 100 kali ku pukul tidak serik juga dia....' Yang ada malah 'Zhang Quon, kau tunggulah nanti! Akan ku balas semua ini!'
Padahal dia mc. Mengapa tidak pernah ada pov dari dia sama sekali?
Kerana itu, Ling Chyou mencari informasi tentang Zhang Quon lebih dalam.
Orang tuanya belum mati dan sihat saja bergerak di kota. Mengapa keluarga yang sangat bersyukur akan kelahiran Zhang Quon meninggalkannya sendirian di tekan oleh Ling Chyou?
Benar. Zhang Quon tidak pernah di cintai keluarganya. Rupanya saja sudah seperti kutukan di mata orang dunia ini. Rambut seperti kakek tua dan mata merah seperti darah.
Zhang Quon pasti di tinggalkan keluarganya dengan rumah buruk itu.
Juga kekuatan yang dia gunakan sama persis dengan lagenda naga kegelapan yang mengkhianati naga lain.
"Apa kamu akan membunuh ku kerana mengetahui ini?"
Ling Chyou dengan lembut menatap Zhang Quon.
Zhang Quon di novel tidak pernah mengatakan dia menyukai siapa pon. Dia mungkin hanya tunduk dan ikut saja permintaan mereka.
Itu mungkin untuk menebus dosa yang ia lakukan di masa lalu.
Zhang Quon bahkan tidak meminta warga langit untuk membawa tunangannya atau siapa pon. Mereka yang menyukai Zhang Quon akhirnya berlatih mati matian untuk mencapai tingkat dewa lalu pergi bersamanya lagi.
'Zhang Quon tidak pernah jatuh cinta di novelnya.'
Zhang Quon masih melihat Ling Chyou dengan tatapan kesulitan.
"Tidak ada yang memberitahu ku ini. Kamu tahu aku jenius, kan. Aku hanya mencari tahu nya kerana penasaran. Aku tidak akan bisa mengikuti mu ke langit."
Suara Ling Chyou sangat lembut menerpa kuping Zhang Quon. Dia mengemam bibirnya dan terlihat sangat kesulitan.
"A, aku akan membawa mu."
Dengan tergagap, Zhang Quon membalas. Mata merah yang seperti permata bergetar.
"Zhang Quon, tidak ada yang akan menerima kehadiran orang seperti ku di sana. Aku juga tidak ingin melihat mu meledak di sini."
Ling Chyou masih dengan lembut berbicara dengan Zhang Quon. Tidak ada yang berbicara selembut itu pada Zhang Quon selama ini.
"Bagaimana kamu bisa menyukai ku? Aku sudah menyusahkan mu lebih dari 100 kali dalam perjalanan mu."
Pertanyaan yang selama ini Ling Chyou pikirkan akhirnya keluar.
Zhang Quon terdiam seketika.
"Aku sudah bilang aku menyukai mu kerana kamu melihat keindahan ku dan bukan kekuatan ku."
Itu alasan yang baik kerana Ling Chyou selalu melihat wajahnya. Namun itu tidak menutup kejanggalan.
"Aku sudah bertarung dengan mu lebih dari 10 kali. Bagaimana aku tidak melihat kekuatan mu? Jadi, aku tidak lebih dari putri walikota itu juga. Aku sudah melihat kekuatan mu dan sekarang aku melihat wajah mu. Berikan aku alasan yang sebenarnya, Zhang Quon."
Zhang Quon diam membatu. Ling Chyou mengerutkan alisnya melihat Zhang Quon membatu.
"Apa kamu tidak punya alasan?"
Ling Chyou masih menggunakan suaranya yang lembut. Namun dia terdengar sedikit kesal.
Perlahan, Zhang Quon membuka mulutnya.
"Senyuman mu. Itu membuat hati ku berdetak kencang saat pertarungan terakhir kita."
Ling Chyou sedikit ternganga. Dia memerah dan menutup mulutnya dengan tangan.
"Itu adalah sensasi aneh yang tidak bisa ku lupakan. Aku ingin terus melihat mu tersenyum bahagia seperti waktu itu."
Zhang Quon menundukkan kepalanya kerana merasa bersalah. Dia tidak bisa melihat Ling Chyou yang memerah akibat alasannya.
"Dan semakin aku menge-"
"Ah! Hentikan! Kamu membakar ku!"
__ADS_1
Zhang Quon tersentak dan mengangkat kepalanya. Dia bisa melihat Ling Chyou yang memerah dan tangannya menutup mulutnya.
"Apa kamu menerima alasan ku yang aneh ini?"
Zhang Quon bertanya dengan bingung.
"Bo, Bodoh! Itu namanya cinta pandang pertama! Mengapa perlu memberi alasan yang berbelit!? Ah.... wajah ku terbakar...."
Ling Chyou dengan cepat mengambil langkah menjauh. Wajahnya benar benar panas sekarang.
"Cinta pandang pertama?"
Zhang Quon bergumam seperti itu aneh.
"Itu terjadi saat kamu melihat seseorang yang kamu tidak suka atau peduli dan saat dia melakukan sesuatu, hati mu berdetak dengan cepat. Kamu bahkan tidak menyukai ku. Jadi itu cinta pandang pertama."
Ling Chyou mengambil langkah mundur lagi sambil menerangkan itu.
"Apa kamu punya cinta pandang pertama juga?"
Zhang Quon bertanya dengan mata yang berbinar.
"Tidakkkkkkkkkkk! Aku tidak punya! Aku bahkan tidak berpikir untuk punya pasangan!"
Ling Chyou mengambil langkah mundur lagi sambil menjawab semua pertanyaan Zhang Quon.
"Mengapa naga seperti mu tidak tahu menahu tentang cinta!? Apa kamu menjomlo seumur hidup!?"
Zhang Quon tersenyum dan berjalan mendekati Ling Chyou yang sedang mundur dari tadi.
Ling Chyou tidak sadar dia malah mundur ke jalanan yang lebih sepi.
"Iya. Aku tidak pernah berpikir aku akan jatuh cinta hanya kerana senyuman mu. Aku merasa itu aneh kerana aku sudah hidup ribuan tahun."
Wajah Ling Chyou memerah lagi dan melangkah mundur lebih cepat.
Namun Zhang Quon menangkap tangannya dan di kabedon di dinding.
Wajah Ling Chyou benar benar merah. Dia ingin menutup wajahnya dengan tangan. Namun ke dua tangannya di pegang oleh Zhang Quon.
"Wajah senyuman mu membuat jantung ku berdetak dengan cepat. Namun wajah merah mu yang menggoda ini juga tidak buruk. Apa ini yang di sebut lol1con atau semacamnya? Kamu berumur 13 dan aku ribuan. Aku juga tidak peduli."
Lidah Ling Chyou kelu tidak bisa berbicara. Dia sangat malu dengan posisi nya.
Untuk pertama kali, dia merasa otaknya melayang jauh dari kepalanya.
Zhang Quon mendekatkan wajah mereka.
Ling Chyou yang otaknya berhenti berfungsi tidak menunjukkan reaksi apa pon pada pergerakan itu.
Bibir mereka mula bersentuhan dan otak Ling Chyou kembali.
"Mmmmhhh!!!"
Dia mencoba melarikan diri. Namun tangan Zhang Quon yang kuat membuat dirinya tidak bisa lari.
Zhang Quon memasukkan lidahnya ke mulut Ling Chyou dan Ling Chyou hanya bisa menerima di perlakukan seperti itu.
"Mhnmh..... mhnm...."
Lidah Ling Chyou mati rasa. Air liur mengalir keluar dari mulutnya. Dia tidak tahu mana tanah mana langit sekarang.
Ciuman panas itu membuatnya kecanduan. Walau lidahnya mati rasa, dia menginginkannya lagi.
Dia mula menikmati sensasi itu dari menolaknya.
Zhang Quon yang melihat Ling Chyou sudah tidak menolak ciumannya melepaskan tangannya dan memegang kepalanya dengan lembut.
Kuping Ling Chyou merasakan sentuhan lembut itu membuka sedikit matanya. Dia bisa melihat mata indah Zhang Quon menatapnya dengan lembut.
Tangannya memegang lengan Zhang Quon dan lidah Zhang Quon masuk lebih dalam lagi ke mulutnya.
"Mhnmmhf... hah... mnf."
Ling Chyou mula kehabisan nafas namun tidak melepaskan ciuman panas itu.
"Zhang Quon?"
Seorang gadis memanggil Zhang Quon dengan wajah kaget.
Zhang Quon melepaskan ciuman panas itu dan menatap gadis itu dengan dingin.
"Apa yang kamu lakukan di sini, She Min Ye?"
__ADS_1
She Min Ye tidak percaya apa yang dia lihat dan menutup mulutnya dengan tangan kanannya.
Tunangannya berciuman dengan orang lain. Bukan itu saja! Itu cowok dan bukan cewek!
Ling Chyou yang akhirnya bisa bernafas termengah mengah dan melihat She Min Ye dengan tatapan lemah.
'Kejap, aku lupa yang Ru Xuan mengikuti ku..... Apa dia..... Ah lupakan. Aku lelah.'
.
.
Ru Xuan saat ini bersembunyi di balik pohon sambil menutup mulutnya dengan tinjunya.
'Tuan..... Berciuman dengan...... Ah, sebagai seorang pengawal bayangan aku tidak perlu tahu! Tapi..... Tidak perlu tahu! Ah! Aku penasaran!"
Otak iblis nya dan otak malaikat nya sedang bertarung.
.
.
Ling Chyou tidak berniat untuk terlihat menggoda. Namun wajahnya yang merah dan air liur yang mengalir di hujung bibirnya turun ke dagu sangat menggoda untuk di lihat.
Ling Chyou ingin bergerak menjauh namun kakinya mati rasa yang mebuatnya malah tersandung masuk ke pelukan Zhang Quon.
"Ah, kamu baik baik saja?"
Zhang Quon dengan lembut melihat Ling Chyou berbeda jauh dari dia melihat tunangannya.
"Siapa yang buat kaki ku mati rasa bodoh? Lepaskan aku. Aku pulang. Kamu berengsek. Kita sambung pembicaraan kita nanti. Kamu memang ingin di smackdawn oleh ku atau apa. Beraninya kamu mencium ku."
Zhang Quon melepaskan Ling Chyou dan Ling Chyou berjalan pergi dengan semua kata kutukan yang di lempar pada Zhang Quon.
Setelah kelibat Ling Chyou menghilang, tatapan dingin saja yang tersisa di mata Zhang Quon.
"Siapa cowok itu, Zhang Quon?"
Dengan tatapan marah, She Min Ye bertanya. Bibirnya di gigit kerana marah.
Namun hanya tatapan dingin yang membalas pertanyaan marah itu.
"Dia juga di paksa oleh ku. Kamu tidak perlu melemparkan kemarahan mu padanya. Juga dia lebih imut dari mu."
She Min Ye merasa terhina. Dia sudah menyuruh pengawal bayangan nya untuk mengikuti cowok itu.
"Aku yang menyukainya. Dia bahkan belum membalas perasaan ku. Sama seperti aku tidak membalas perasaan mu. Jadi kamu batalkan saja pertunangan itu."
She Min Ye benar benar merasa di hina. Dia tidak pernah berpikir akan di selingkuhin oleh tunangannya sendiri.
"Apa kamu sudah lupa siapa ayah ku?"
She Min Ye mengugut.
"Ouh? Apa kamu lupa dengan kekuatan ku? Aku bisa memusnahkan kota ini dan memulihkannya lagi dan berikan jabatan itu pada orang yang ku sukai itu. Sayang dia orang yang hanya melihat wajah ku dan bukan kekuatan seperti mu."
She Min Ye mengepal erat tangannya.
"Siapa yang melihat wajah mu terlebih dahulu!? Aku pasti cowok itu sama!"
Zhang Quon menggelengkan kepalanya pada pernyataan itu.
"Dia adalah orang yang selalu mencuri pandang wajah ku setiap kali punya kesempatan. Dia mengatakan aku memiliki wajah indah. Semua yang dia bicarakan dengan ku pasti tentang wajah ku. Tidak sekalipon saat bertemu sendirian, dia bertanya tentang tingkat ku."
Pandangan Zhang Quon lembut saat berbicara tentang Ling Chyou. Namun dingin saat bertatap mata semula dengan She Min Ye.
She Min Ye mengepalkan giginya.
"Kamu tunggu saja, Zhang Quon!"
Dengan marah She Min Ye meninggalkan Zhang Quon.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..............................