I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 45


__ADS_3

Ling Chyou berjalan menuju ruang tabib. Dia membuka pintu dan melihat Zhang Quon yang baru selesai di rawat.


Sepertinya lengan kirinya berbalut cukup tebal.


"Terima kasih."


Zhang Quon berterima kasih pada tabib itu. Walau cederanya serius, itu sekarang hanya menyisakan luka ringan kerana itu perlu di jahit dengan lebih dari 20 jahitan jika tidak menggunakan teknik penyembuhan.


"Kamu baik baik saja? Ru Xuan perlu menangani hal lain, jadi kamu pengawal peribadi ku yang tersisa. Jika kamu ingin berehat, aku bisa memanggil orang lain."


Zhang Quon menggelengkan kepalanya.


"Aku baik baik saja."


Ling Chyou mengangguk dan mereka pon kembali ke ruang kerja nya.


.


.


Zhang Quon sedikit tersentak melihat tempat tidur di sana.


"Kamu menghancurkan kamar ku, jadi aku perlu tidur di sini buat sementara waktu."


Zhang Quon tertunduk seperti merasa bersalah.


Ling Chyou duduk di kursi meja kerjanya dan Zhang Quon berdiri di depan pintu.


Ling Chyou menghela nafas dan tangannya menunjuk ke tempat tidur.


"Duduk. Kamu baru saja terluka teruk. Jangan berdiri di pintu."


"Tapi aku akan sangat lambat bertindak jika du-"


"Akk!!"


Ling Chyou memotong Zhang Quon.


"Bagaimana kamu lambat jika kamu memiliki elimen petir dan kekuatan kegelapan."


Zhang Quon hanya menutup mulutnya dan duduk di tempat tidur.


.


.


5 jam berlalu dan akhirnya semua kertas kerja selesai di tanda. Ling Chyou meregangkan tubuhnya dan melihat Zhang Quon yang masih duduk tegak seperti seorang penjaga yang berdiri.


Ling Chyou tersenyum dan pergi ke tempat tidurnya.


"Kamu terlihat seperti pengawal sungguhan dengan wajah itu. Aku takut semua yang datang menyerang ku adalah wanita yang menginginkan mu."


Ling Chyou bercanda sambil bermain dengan rambutnya sendiri.


Zhang Quon yang melihat Ling Chyou mendekatinya masih menundukkan kepalanya.


"Hei, apa kamu akan mengabaikan ku lagi? Sudah bilang aku membenci itu."


Zhang Quon mengangkat kepalanya dan bertatap mata seketika.


"Kerana aku, kamu membuat naga menjadi musuh mu. Kamu sudah di sibukkan dengan kerajaan lain dan sekarang naga adalah musuh mu. Semuanya kerana aku."


Zhang Quon terlihat sangat bersalah.


"Oh, tolonglah. Aku punya naga ku di sini yang tidak akan pernah menyakiti ku. Mengapa aku harus memikirkan naga lain?"


Ling Chyou mendekat dan Zhang Quon sedikit menjauhkan dirinya.


Namun Ling Chyou dengan cepat memegang pundak Zhang Quon dan mulutnya segera berada di samping kuping Zhang Quon.


"Aku mencintai mu."


Suara bisikan pelan yang langsung menembus kuping Zhang Quon seperti panah. Dia seperti keluar dari pikirannya untuk 30 detik sebelum akhirnya melihat Ling Chyou yang sudah menjauh.


Ling Chyou melakukan gerakan seperti tidak ada yang berlaku. Namun Zhang Quon bisa melihat kupingnya yang merah.


Zhang Quon mendekati Ling Chyou dan memeluknya dengan erat.


"Aku tidak mahu mendengar kamu membenci ku di masa depan. Jadi, kumohon, jangan jatuh pada kutukan itu."


Zhang Quon bergumam yang sepertinya campuran gembira dan takut.


"Kamu harus sering mendengarnya. Kerana aku sekarang menyukai kata itu. Kamu hanya perlu mengartikannya secara terbalik. Benci kebalikannya suka, kan."


Zhang Quon memeluk Ling Chyou dengan erat.


"Apa kamu ingin melemaskan ku? Kamu memeluk ku terlalu kuat."


Zhang Quon tersentak dan melonggarkan pelukannya. Ling Chyou dengan cepat keluar dari pelukannya dan ingin pergi.


Namun tangannya di pegang erat Zhang Quon.


"Aku juga mencintai mu."


Ling Chyou di tarik dengan lembut dan Zhang Quon mencium bibirnya. Ling Chyou tidak menolak dan bertujuan membiarkan Zhang Quon melakukan apa saja yang dia mahu.


Namun saat Ling Chyou di dorong ke kasur, pundak Zhang Quon di pegang seseorang.


Orang itu memberikan niat membunuh yang sangat kuat.


'Siapa dia?'

__ADS_1


Ling Chyou mahupon Zhang Quon tidak tahu siapa orang yang memancarkan aura membunuh itu.


Rambut hitam yang di ikat asal dan baju yang serba hitam. Matanya saja yang lain menjadi warna hijau.


Ling Chyou yang bingung langsung memerah ada seseorang di sana dan menendang Zhang Quon menjauh.


"Si, siapa kamu!?"


Ling Chyou bertanya seperti pemeran antagonis pada protagonis. Namun hanya itu yang bisa dia tanyakan.


"........"


Pria itu tidak membalas namun menatap Zhang Quon dengan tajam.


"Kamu sepertinya bukan Dong Gak, siapa kamu?"


Zhang Quon bertanya mengeluarkan pedang.


"Dong Gak? Banjingan itu juga di sini?"


Ling Chyou tidak mengenal rupa atau suaranya. Namun cara dingin dan nada bicaranya, Ling Chyou mengenalnya.


"Zong Ru?"


Ling Chyou bergumam dan pria itu akhirnya menatap Ling Chyou. Dia mendekati Ling Chyou hingga hidung mereka hampir bersentuhan.


Wajah Ling Chyou sedikit memerah dan menjauh.


"Seperti yang di harapkan. Kamu Jun Huanrang. Sejak kapan kamu tiba di sini? Dan Dong Gak, Banjingan itu, apa dia berubah seperti kita?"


Zhang Quon bingung di sana. Lalu dia mengingat seseorang dalam senarai yang harus di waspadai.


"Kamu pengguna elimen bayang. Nei Za."


Ling Chyou juga tahu itu. Kerana dialah yang membuat daftar pengguna elimen yang harus di waspadai.


"Kamu kenal nama ku di sini juga, hah. Setelah di bunuh banjingan itu, aku terlempar ke sini. Aku memasuki tubuh yang menyedihkan namun memiliki elimen yang sangat bagus. Aku sudah berada di sini lebih dari 30 tahun. Kamu tahu, ahli bela diri yang mencapai tingkat dewa adalah immortal, kan."


Ling Chyou menatap pria di depannya dengan pandangan yang sangat bersalah.


"Maaf. Jika kamu tidak berteman dengan ku...."


Zong Ru, tidak, Nei Za sekarang. Nei Za menggelengkan kepalanya dan mengelus kepala Ling Chyou.


"Aku mati kerana banjingan Dong Gak itu. Sepertinya akhirnya aku di beri kesempatan untuk balas dendam. Apa kamu ingin melakukan hal yang sama?"


Ling Chyou dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Aku bahkan tidak ingin melihat wajahnya. Dia datang melalui pintu masuk iblis yang kini terbuka. Aku baru di sini 5 tahun. Aku mati tenggelam akibat bom yang di rencanakan Dong Gak untuk membunuh keluarga ku. Dan di sana adalah, pa, pacar ku, Zhang Quon. Dia tahu aku Jun Huanrang."


Nei Za menatap Zhang Quon dengan tajam. Dia melihat dari atas ke bawah.


"Pfff..."


Mendengar kata nafsu, Zhang Quon tertunduk sedang Ling Chyou menahan tawanya.


"Senang melihat mu tertawa seperti dulu. Aku akan membunuh Dong Gak itu untuk mu."


Ling Chyou menggelengkan kepalanya.


"Kerana perbuatannya, aku sekarang bertemu dengan Zhang Quon. Aku seharusnya berterima kasih."


Nei Za mendengus pada jawaban polos Ling Chyou.


"Kamu, nama mu, Zhang Quon, kan. Jika kamu membuatnya sedih, akan aku pastikan kamu mati."


Zhang Quon tersenyum mendengar itu.


"Dengan senang hati. Aku akan membunuh diri ku jika aku melakukannya."


Ling Chyou tersentak mendengar itu.


"Zhang Quon!!?"


Zhang Quon hanya tersenyum. Ling Chyou mengerutkan alisnya tidak percaya.


"Jangan melakukan itu atau kita putus."


"Tentu. Tapi kamu tetap akan menerima hal yang sama. Bukankah itu sudah terjadi banyak kali dalam 5 tahun?"


Ling Chyou memerah dan membaling bantal ke wajah Zhang Quon.


"Ahem. Tapi untuk membantu mu, aku akan memberitahu mu kemungkinan di mana Dong Gak berada. Dia mungkin berada di kerajaan 2 kerana elimen cahaya yang dia miliki akan di terima di mana saja. Juga kerajaan itu sudah mula bergerak."


Aura membunuh Nei Za kembali menguat.


"Cahaya? Heh."


Nei Za tidak bisa tidak mengejek.


"Elimennya seharusnya darah saja. Mengapa orang seperti itu bisa mendapatkan elimen cahaya. Soalan terakhir. Apa dia menyentuh kamu lagi?"


Ling Chyou menggaru pipinya tanpa menjawab. Zhang Quon lah yang bersuara.


"Dia bahkan mencoba menculiknya terakhir kali. Namun kerana aku memiliki elimen petir, aku menghentikannya."


Aura membunuh semakin tebal.


"Dia tidak mengalah bahkan setelah menyebabkan kematian teman baik ku? Aku harus mencincangnya menjadi 1000 bahagian."


Nei Za langsung menghilang memasuki bayang perabotan. Sepertinya dia sangat marah mendengar itu. Aura membunuhnya masih tersisa di ruangan itu.

__ADS_1


"Kamu punya teman yang baik."


Zhang Quon mengatakan itu sambil membuka jendela untuk membiarkan anergi alam membersihkan sisa aura membunuh itu.


"Kamu harus cepat mencapai tingkat dewa untuk menjadi immortal. Jika tidak, kami akan kehilangan anda di usia muda."


Ling Chyou mendengus dan membuka ikatan rambutnya. Itu menjadi berantakan kerana Zhang Quon mendorongnya di tempat tidur.


Zhang Quon mendekat dan menutup ruangan itu dengan anergi dalamnya. Dia tidak ingin di ganggu lagi.


"Bisa kita teruskan?"


"Eh?"


Ling Chyou bingung seketika namun bibirnya langsung di sambar Zhang Quon.


"Tidak ada yang akan mengganggu lagi. Sudah malam juga."


Zhang Quon kembali pada dirinya yang biasa. Ling Chyou akan lega melihat itu jika dia bukan di bawahnya sekarang.


"I, ini pertama kali ku..... Aku agak....."


Zhang Quon tersenyum pada wajah merah Ling Chyou.


"Tidak mengapa. Aku paham."


...***********...


(Paham sendiri apa yang akan terjadi. ☺)


.


.


.


Keesokan harinya.


Ling Chyou bangun dengan tubuh yang berat dan melihat Zhang Quon di sampingnya.


'Monster ini.....'


Ling Chyou memukul kepala Zhang Quon hingga Zhang Quon terjaga.


"Kamu manusia atau bukan sih? Bagaimana kamu baik baik saja setelah itu semua!?"


Ling Chyou memegang pinggangnya yang sakit. Benar benar tanpa ampun.


"Bukan aku yang kuat. Kamu saja yang lemah. Kamu harus mencapai tingkat dewa setidaknya."


"Katakan itu dari awal! Euuu..."


Zhang Quon tersenyum dan menarik Ling Chyou masuk ke pelukannya.


Zhang Quon mengangkat dagu Ling Chyou dan menciumnya dengan ciuman panas.


"Ciuman pagi."


Zhang Quon mengatakan itu dan Ling Chyou memukul kepalanya lagi.


Tangan Zhang Quon pergi ke pinggang Ling Chyou dan memijatnya perlahan.


Namun Ling Chyou merasakan sedap pada pijatan itu.


Dengusan sedap pada urutan itu membuat Zhang Quon memijatnya sedikit lebih kuat.


"Emmrh..."


Ling Chyou mengerutkan alisnya namun dengusan itu semakin kuat. Dia ingin memijatnya lebih kuat. Namun langsung menghentikan niatnya kerana itu mungkin hanya akan membuatnya di tendang.


.


.


.


Mereka bersiap untuk pergi sarapan. Pinggang Ling Chyou merasa sakit namun sekarang lebih baik setelah di pijat.


"Kamu harus menunggu sampai aku mencapai tingkat dewa. Oh, pinggang ku."


Zhang Quon tersenyum mencium dahi Ling Chyou.


"Tentu. Ada banyak hal yang bisa di lakukan selain itu."


Ling Chyou mendengus dan mereka berjalan melusuri lorong bersama pergi ke ruang makan.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung…………………………………

__ADS_1


__ADS_2