
Di dewan utama.
Ling Chyou memasuki dewan itu dan melihat banyak catatan di dinding dan beberapa tetua lain yang sepertinya berdiskusi sesama mereka tentang racikan pil atau obat.
"Apa kegunaan rumput lalang emas yang kita temui baru baru ini?"
"Pihak kami menelitinya dan menemukan hanya 1 efek pada rumput lalang emas itu. Itu adalah ilusi."
Ling Chyou hanya mendengar para tetua itu berdiskusi. Tidak baik menyela pembicaraan orang tua.
"Lebih baik merahasiakan efek itu. Bela diri illosionis pasti akan mencarinya dan membuat rumput lalang emas punah."
Tetua lain ada yang mengangguk setuju dan ada yang kurang setuju.
"Mengapa tidak bisa di beritahu? Efek awalnya adalah ilusi. Tapi kita tidak akan tahu efek apa setelah ilusi. Mungkin saja itu sebenarnya obat."
Beberapa tetua menganggukkan kepalanya.
'Rumput lalang emas efek awalnya ilusi. Namun efek sampingnya jauh lebih mematikan. Itu membuat orang dalam ilusi merasa dia benar benar di kenyataan dan bisa membunuh diri setelah tahu semua itu ilusi. Namun itu hanya berlaku jika seseorang memakan rumput lalang emas dengan berlebihan. Efek lain dari rumput emas adalah pembekuan aliran darah dan bisa di buat untuk mengobati luka luka ringan. Ada 50 efek berbeda dari rumput lalang emas itu.'
Ling Chyou menggelengkan kepalanya mengetahui semua itu. Dia agak kecewa bahwa tingkat alkimia di dunia itu tertinggal sangat jauh.
Tetua Yang memasuki dewan itu dan semua orang bangun dan tunduk hormat padanya.
"Berdirilah."
Mendengar itu, semua orang berdiri semula.
"Apa kamu yang menjawap 200 kertas soalan dalam 2 jam?"
Ling Chyou hanya mengangguk dengan bingung.
"Aku ingin menguji mu. Apa efek rumput lalang emas yang mereka diskusikan."
Semua orang tersentak. Rumput lalang emas belum di katogerikan dalam buku manapon. Tidak mungkin anak kecil bisa tahu.
Namun anak kecil itu tenang.
"Dari penelitian sendiri, rumput lalang emas memiliki 50 efek yang bisa di gunakan. Namun efek yang paling bagus adalah ilusi dan bisa membunuh jika berlebihan mengongsumsinya. Obat pembekuan aliran darah dan bahkan bisa di buat untuk produk kecantikan untuk menyingkirkan kulit yang sudah mati."
Ling Chyou dengan cepat mengambil kertas penelitian tentang rumput lalang emas dari cincin ruangnya dan memberikan itu pada tetua Yang.
"Saya hanya melakukan penelitian kerana warna emas menarik perhatian saya. Saya tidak menyangka rumput lalang emas akan memiliki efek sebanyak ini."
Mendengar Ling Chyou merendah diri, para tetua merasa malu kerana tidak tahu efek apapon dari rumput lalang emas selain ilusi.
"Baik, kamu memang layak mendapatkan lisensi alkimia."
"Eh? Bukan magang?"
Tetua Yang mengangkat satu alisnya tidak percaya apa yang ia dengar.
"Bagaimana kamu bisa berpikir mendapatkan lisensi alkimia magang saat kamu memberikan subjek penelitian yang sebanding dengan milik ku?"
Tetua Yang mengatakan itu sambil jari telunjuknya di tusuk ke dahi Ling Chyou.
"Ehhhh....? Saya datang hanya untuk lisensi magang. Tapi tidak mengapalah."
Seorang tetua yang tidak puas dengan respons Ling Chyou berdiri dan mendekatinya.
"Siapa guru mu!? Tidak mungkin anak seumuran diri mu bisa meneliti sendirian!"
Ling Chyou bingung dengan itu.
"Apa tidak bisa melakukan penelitian sendiri? Saya belajar di sekolah academic setelah merindian saya rusak. Saya sudah belajar sendiri dan saya adalah pelajar terbaik."
Mendengar itu, tetua yang kesal itu tambah marah.
"Memangnya siapa peduli kamu sekolah di mana!?"
Slaaap!
Semua orang kaget saat melihat tetua itu menampar Ling Chyou. Wajah Ling Chyou dengan cepat lebam kerana tetua itu menggunakan energi dalam.
"Apa yang kamu lakukan!!?"
Tetua Yang langsung menarik tetua itu menjauh dari Ling Chyou.
"Hei, tetua. Apa kamu tidak tahu siapa aku?"
Mendengar nada bicara Ling Chyou yang berubah, semua tetua menelan ludah mereka.
"Aku anak sulung sekte Ling, Ling Chyou. Menyentuh ku sama seperti meminta diri mu di hukum mati."
Tetua itu langsung bergetar ketakutan saat mendengar dari mana Ling Chyou berasal.
"Tapi kerana aku datang sini bukan untuk menghancurkan asosiasi melainkan menguji pengetahuan yang aku dapatkan, ya sudah. Jika kamu melakukan itu lagi, aku tidak bisa menyembunyikannya."
Ling Chyou memalingkan wajahnya dari tetua itu.
"Bawa dia pergi dan kurung dia di penjara bawah tanah. aku kecewa dengan mu."
__ADS_1
"Tidak! Maaf kan saya tetua Yang!"
Tetua Yang langsung tidak melihat ke arah tetua yang di bawa pergi itu.
'Sakit bener dah....'
Ling Chyou mengelus pipinya yang bengkak akibat tamparan tetua tadi.
Dia mengabaikan hal itu dan melihat tetua Yang mendekatinya.
"Tetua Yang, saya di sini untuk membuat kesepakatan dengan asosiasi. Jika tetua ingin mendengarkannya."
Tetua Yang mengangkat alisnya tidak menyangka Ling Chyou akan dengan terbuka mengatakan itu.
"Bukan ke sekte Ling sudah punya banyak kekuatan? Mengapa kamu masih memerlukan bantuan asosiasi?"
Ling Chyou tersenyum mendengar itu.
"Kecacatan sejak lahir yang membuat ku lambat dalam bela diri dan bahkan merindian ku rusak. Apa yang kamu pikirkan posisi ku dalam keluarga Ling?"
Wajah tetua Yang sedikit berubah menjadi gelap.
"Benar. Aku pasti tidak di perhatikan siapa pon. Namun nyatanya ayah ku sangat menyayangi ku dan adik ku sangat ambil berat tentang ku."
Ling Chyou menunjuk pipinya yang bengkak.
"Jika keluarga ku melihat ini, tetua tadi sudah di pastikan akan menerima hukuman yang berat dari keluarga ku."
Tetua Yang hanya membiarkan Ling Chyou berbicara.
"Kerana itu, posisi ku dalam keluarga cukup penting. Namun bagi mereka yang melihat ku yang cacat dalam keluarga Ling, hanya terlihat seperti duri yang harus di singkirkan. Juga aku punya teman yang bermasalah dengan sekte Asura. Jadi, aku ingin perlindungan dan kekuatan bisnes asosiasi untuk menekan keluarga Liu."
Tetua Yang memegang dagunya dan melihat Ling Chyou yang tersenyum santai.
"Baik, apa kesepakatan yang ingin kamu berikan? Jika aku tidak tertarik, kamu tidak akan menerima lisensi mu kali ini."
Ling Chyou mengangguk dan dengan santai menaikkan 3 jarinya.
"Aku punya 3 resep. 2 pil bela diri dan 1 obat yang sudah lama menghilang. Apa ingin mendengarnya?"
Tetua Yang mengangguk memberi peluang untuk Ling Chyou berbicara.
"Pil merak merah, pil salju petir dan obat naga hijau."
Semua orang di sana menjatuhkan barang di tangan mereka atau ternganga.
"Apa? Kamu memiliki 3 resep itu?"
Ling Chyou tersenyum dengan polos.
Terlihat api membara dari mata Ling Chyou saat mengatakan efek obat terakhir.
"Bagaimana? Ingin berkerjasama?"
Tetua Yang melihat sekeliling dan semua tetua mengangguk. Mereka tidak bisa melepaskan racikan seberharga itu.
"Baiklah. Kami setuju dengan syarat itu. Berapa banyak keuntungan yang kamu inginkan?"
Ling Chyou menggelengkan kepalanya.
"Keluarga Ling sudah kaya. Saya hanya ingin 10% dari hasil racikan yang anda buat. Juga jika keluarga Ling meminta bantuan, saya berharap asosiasi dapat memberi bantuan secepatnya."
"Tawaran yang menarik."
Tetua Yang dan Ling Chyou bersalaman. Ling Chyou mengeluarkan 3 resep dari cincin ruangnya dan memberikannya pada asosiasi.
"Pergi ambil jubah dan lisensi alkimia sekarang juga."
Seorang tetua tunduk hormat dan pergi dengan cepat untuk mengambil apa yang di minta tetua Yang.
Bang!
Namun sebelum tetua itu keluar, pintu dewan itu terbuka lebar.
"Jadi kamu ke sini, pelajar kegemaran ku."
Ling Chyou menelan ludah dan menutupi wajahnya.
Tetua Yang kaget melihat Mang Rui datang dengan cepat mendekati Ling Chyou.
"Kamu bolos 3 hari dan langsung melupakan ku? Kamu berhutang 3 permainan catur."
"Ampuni ku guru. 3 permainan sehari itu akan membunuh ku."
Ling Chyou menghindari tatapan Mang Rui.
"Tetua Mang, apa yang terjadi di sini?"
"Tetua Yang."
Mang Rui baru menyadari tetua Yang di sana menundukkan kepalanya hormat.
__ADS_1
"Pelajar ku ini bolos 3 hari dan bahkan tidak balik ke asrama. Jadi aku mencarinya. Maaf mengganggu kalian."
Tetua Yang masih melihat Ling Chyou menyembunyikan wajahnya.
"Guru..... 3 permainan sehari yang mana 1 permainan hampir 5 jam akan membunuh ku."
Mang Rui melihat Ling Chyou menyembunyikan wajahnya bahkan setelah ketahuan menjadi aneh.
"Ling Chyou. Apa yang terjadi pada wajah mu yang mulus itu? Apa terkena jerawatan hingga Kamu bolos 3 hari?"
Ling Chyou tersentak dan Mang Rui menarik tangan Ling Chyou untuk memperlihatkan wajahnya.
Pipi Ling Chyou yang bengkak pon terlihat. Mang Rui bisa melihat darah di hujung bibirnya juga.
Mang Rui menyentuh pipi bengkak itu dengan lembut.
"Siapa yang melakukan ini pada pelajar kegemaran ku?"
Suara Mang Rui dingin membuat semua yang ada di dewan itu bisa merasakan niat membunuh dari tatapannya.
"Guru..... Bagaimana jika kita main satu permainan dan melupakan ini? Tidak ada yang salah di ruangan ini."
Ling Chyou menarik lengan baju Mang Rui untuk membujuknya.
Mang Rui menatapnya tajam dan mengeluarkan papan catur dari cincin ruangnya.
"Aku tidak akan berbaik hati. Ling Chyou, jika kamu kalah, kamu harus mengatakan siapa yang memukul mu."
Keringat mengalir di tubuh semua orang saat Mang Rui duduk dengan tatapan membunuh.
Ling Chyou menghela nafas dan duduk juga.
Semua orang hanya diam melihatnya. Walau sekte Mang itu tidak memiliki repotasi yang besar, Mang Rui adalah salah satu bela diri terkuat dengan tingkat matahari 5.
Juga dia sangat jenius hingga tidak pernah kalah dalam permainan papan apapon.
.
.
.
.
.
4 jam 10 minit.
"Guru, aku menang lagi."
Semua orang tersedak saat mendengar Ling Chyou mengatakan dia menang. Mang Rui menutup kipas tangannya dan menyimpan catur itu ke dalam cincin ruangnya kembali.
"Baik, aku akan lupakan punca pipi mu bengkak. Tapi, apa kamu tidak bisa mengalah sedikit pada guru mu? Kamu sudah mengalahkan ku lebih 10 kali."
Makin kaget orang yang ada di dewan itu.
Seorang tetua masuk membawa jubah asosiasi dan lisensi alkimia.
"Jadi, kamu ke sini mengambil lisensi?"
"Iya. Saya ingin menguji pengetahuan saya."
Mang Rui mengangguk dan menariknya.
"Jika sudah selesai, mari pulang ke sekolah. Jika kamu ingin mengambil lisensi, katakan saja pada ku. Tidak usah bolos."
Ling Chyou mengangguk dan berjalan mengikuti Mang Rui.
Namun sebelum keluar, Mang Rui menatap tajam semua yang ada di dewan itu.
'Jangan berani menyentuhnya.'
Itulah makna tatapan Mang Rui.
Semua orang hanya bisa menelan ludah dengan gugup.
'Dia memiliki Mang Rui di sisinya. Mengapa perlu bantuan asosiasi?'
Itulah pemikiran di benak semua orang di dewan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung..................