
Suasana yang hening menerjang mereka berdua setelah mendengar sebuah fakta yang mengejutkan.
Ling Chyou menghela nafas pendek lalu dirinya menggenggam lengan baju Zhang Quon dengan erat.
Zhang Quon yang melihat sepertinya pria itu sangat menakutkan bagi Ling Chyou kesayangannya, mengelus lembut kepalanya.
"Ambil masa mu."
Mendengar suara lembut Zhang Quon, entah mengapa, dia merasa cukup tenang.
"Dia trauma terbesar ku dari dunia ku. Aku datang dari masa yang lebih maju di mana membunuh adalah kesalahan besar."
Mendengar itu, Zhang Quon akhirnya tahu dari mana, sifat membenci pertempuran berdarah itu muncul.
"Aku lahir di keluarga kaya. Seperti keluarga kaya lainnya, mereka akan mencoba saling menjatuhkan dan aku jadi sering keluar masuk rumah sakit, atau mungkin, bertemu dengan tabib atau dokter."
Zhang Quon masih mengelus lembut kepala Ling Chyou.
"Aku, trauma ku, yang membuat ku takut dengan keberadaan hantu, itu di mulai dari pria itu."
Zhang Quon memeluk Ling Chyou lebih erat dan mengelus kepalanya seperti mencoba yang terbaik untuk memenangkannya. Bukan mudah bercerita tentang trauma diri sendiri.
"Pria itu sama seperti mu."
Zhang Quon tersentak. Itu bermakna pria itu menyukai Ling Chyou juga.
"Namun dia membawa kehidupan berdarah pada ku. Di hari aku di pukuli kakak kelas di umur 14 tahun, itu adalah awal mula segala bencana dalam hidup ku. Aku bangun dari pingsan untuk melihat satu satunya teman ku berlumuran darah memegang pisau di tangan dengan 3 mayat kakak kelas yang tergeletak tidak bernyawa."
Tubuh Ling Chyou bergetar mengingat kejadian mengerikan itu. Zhang Quon mengerutkan alisnya merasakan getaran tubuh Ling Chyou. Dia ingin segera menghapus pria yang membuat orang tercintanya bergetar ketakutan.
"Setelah kejadian itu, aku masih bisa berpikir dia melindungi ku atau sesuatu. Namun itu tidak lagi setelah dia membunuh semua teman yang dekat dengan ku kecuali keluarga ku. Di mana pon itu, semua teman ku akan mati di depan ku."
Ling Chyou menutup matanya erat. Dia masih bisa mengingat seluruh kejadian itu bahkan setelah 8 tahun berlalu.
"Dia membunuh untuk mendapatkan perhatian ku. Semua salah ku. Semua teman ku mati kerana aku. Setiap malam, sosok teman ku datang dalam mimpi ku dan membuat parasaan bersalah ku sangat besar. Aku kehilangan senyuman ku kerana pria itu. Aku tidak bisa lagi tersenyum iklas kerana pria itu, Dong Gak. Aku pikir aku akan bebas dari terror orang itu setelah aku...."
Kata Ling Chyou terhenti sejenak untuk mengambil nafas panjang. Dia tidak perlu mengatakan apa pon untuk Zhang Quon tahu betapa leganya dia terlepas dari terror itu.
"Menghantar ku paket dengan salah satu organ atau anggota tubuh teman ku, dia benar benar gila. Dia awalnya menyukai ku, tapi pada akhirnya, suka itu menjadi benci kerana aku terus menolak cintanya. Apa yang dia mahu aku lakukan!? Tidak mungkin aku akan menerima orang yang membunuh semua teman ku dengan tragis! Dia adalah dalang dari kematian tubuh ku yang sebenar!"
Ling Chyou menggertak giginya. Dia merasa akan mati jika berdepan dengan pria itu lagi. Dia hanya ingin hidup dengan tenang bersama teman temannya. Apa sangat sukar memiliki mimpi yang dangkal!? Itu selalu seperti ini! Aku mau mati, dan aku itu tidak mati, dan aku ingin hidup tenang saja, aku itu tidak akan tenang hidupnya sampai akhir!
"Ling Chyou, semuanya baik baik saja. Bagaimanapon, ini bukan dunia mu di mana membunuh adalah hal yang biasa. Semua teman mu juga berada di tingkat dewa. Mengapa kamu begitu takut?"
Zhang Quon masih berusaha menenangkan Ling Chyou.
"Aku akan menjadi raja dalam beberapa hari. Dia pasti akan membuat era perang ini menjadi lebih sulit. Itulah bagaimana aku akhirnya mati tenggelam."
Ling Chyou masih bergetar dalam pelukan Zhang Quon.
Zhang Quon perasan akan langkah kaki yang mendekat. Dia memegang dagu Ling Chyou dan tersenyum lembut.
"Aku menyukai mu. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang kamu tidak sukai."
Zhang Quon mencium bibir Ling Chyou. Dengan kelembutan yang di berikan Zhang Quon selama ini, dia tidak bisa tidak luluh. Untuk saat ini, dia tidak ingin menolak ciuman itu.
Ling Chyou hanya menutup matanya tanpa menolak atau melawan seperti biasanya. Zhang Quon bahkan sedikit kaget. Namun dengan cepat memasukkan lidahnya membuat ciuman itu semakin panas.
Matanya tertumpu pada seorang pria yang melangkah melihat mereka. Pria itu berdiri kaku seperti dia adalah tiang melihat mereka.
Matanya penuh dengan niat membunuh melihat Zhang Quon.
Pria itu adalah Dong Gak yang terlihat sangat marah melihat adegan itu.
Tatapan mata mereka bertemu dan Zhang Quon memperjelas melalui tatapan matanya, 'Dia milik ku' pada Dong Gak.
Dia melepas ciuman itu dan mengelus lembut kepala Ling Chyou.
"Semuanya akan baik baik saja."
Suaranya masih lembut seperti mata yang mengancam itu tidak pernah terlihat sama sekali.
"Berhenti bersikap terlalu baik. Aku mungkin jatuh cinta pada mu."
Ayat itu mengundang amarah Dong Gak lebih lagi. Namun Zhang Quon dengan bersemangat tersenyum seperti Dong Gak tidak pernah ada di sana.
"Silakan. Aku dengan senang hati menerima kamu dalam pelukan ku."
Ling Chyou tersenyum lemah saat kelopak matanya menjadi berat. Ketakutan luar biasanya itu menghilang membuat dirinya sangat lelah hingga akhirnya tertidur dalam pelukan Zhang Quon.
Zhang Quon dengan lembut mengangkatnya bride style dan menatap tajam Dong Gak yang sedari tadi seperti siap melemparkan pisau kapan saja.
"Dia milik ku."
Zhang Quon mengerutkan alisnya mendengar itu.
"Bagaimana dia milik mu bila dia memeluk ku dan menerima ciuman ku tanpa penolakan? Bukankah jelas dia milik ku."
__ADS_1
Dong Gak menggertak giginya.
"Akan ku pastikan dia menjadi milik ku. Walau bahkan harus mengurung dia di dalam goa."
Dong Gak berbalik dan meninggalkan mereka. Namun pembicaraan mereka menunjukkan bahwa Dong Gak akan kembali di masa depan.
Zhang Quon siap kapan saja jika itu untuk membunuhnya. Semua trauma dan ketakutan yang di miliki orang yang paling ia cintai berasal dari orang itu. Tidak mungkin dia tidak ingin membunuhnya. Mengurungnya dia goa!? Tidak mungkin dia akan membiarkan hal itu terjadi.
"Li- Sayang, aku akan melindungi mu bahkan jika aku harus di bakar menjadi debu."
Ling Chyou tidak mungkin mendengar bisikan penuh tekad itu. Namun dia bergerak seperti ingin menggali dada Zhang Quon seperti merespon tekad itu.
Zhang Quon tersenyum lembut dan mencium dahi Ling Chyou. Ling Chyou bergerak sangat imut dalam tidurnya.
.
.
Dia tiba di istana dengan cepat setelah memberi alasan Ling Chyou melihat hantu yang sangat mengerikan hingga dia lari dan pingsan. Tidak berdasar, memang. Tapi mengingat Ling Chyou sangat takut dengan hantu, mengapa tidak?
Zhang Quon ingin pergi membiarkan Ling Chyou beristirahat dengan tenang. Namun lengan bajunya di tarik lengan yang kurus dan tampak lemah siap patah jika dia menariknya bahkan jika itu sangat perlahan.
Mata Ling Chyou terbuka sedikit. Sepertinya dia hanya terbangun kerana dia meletakkannya di kasur.
"Jangan, pergi. Kekal di sini. Jangan tinggalkan aku sendirian."
Ling Chyou bergumam terlihat sangat menyedihkan. Zhang Quon dengan cepat berbaring di kasur itu juga dan memeluk Ling Chyou dengan erat.
"Mimpi indah."
Suara Zhang Quon yang seperti lulabi yang indah itu membuat dia menggali dada Zhang Quon lebih dalam.
Kehangatan dari tubuh Zhang Quon membuat Ling Chyou langsung hanyut dalam mimpinya.
Jika Ling Chen masuk, Zhang Quon akan di panggang hidup hidup.
Untungnya, hal itu tidak berlaku.
.
.
.
Keesokan paginya.
Matanya terbuka lebar saat dia dalam pelukan Zhang Quon. Namun dia tidak menolak lagi.
Zhang Quon sangat lembut padanya hingga dia juga akan jatuh cinta. Namun dia menolak kerana dia merasa tidak pantas untuk mc harem ini.
Namun dia tidak bisa tidak jatuh hati padanya untuk semalam. Dia sangat takut untuk memikirkan bertemu Dong Gak lagi.
"Apa kamu masih takut? Kamu akan menjadi raja cepat atau lambat, kamu tahu."
Ling Chyou tersentak mengangkat wajahnya, langsung melihat wajah indah Zhang Quon yang tersenyum lembut padanya.
"Tentu saja. Apa kamu pikir trauma bisa hilang dalam hitungan detik?"
Zhang Quon sangat gembira melihat Ling Chyou bahkan tidak mencoba menolaknya. Dia mencium dahi Ling Chyou yang di tutupi rambutnya.
Ling Chyou masih membiarkannya tanpa ada sepatah kata. Tubuhnya juga tidak menolaknya lagi.
"Apa kamu akhirnya juga suka pada ku?"
Ling Chyou sedikit memerah pada soalan itu.
"Tidak. Tidak sekarang...."
Mata Zhang Quon berbinar pada pernyataan itu. Tidak sekarang bermakna di masa depan dia pasti menjadi miliknya.
"Tentu. Aku bisa menunggu bahkan untuk 1000 tahun ke depan."
Zhang Quon memeluk erat Ling Chyou seperti tidak mahu melepaskannya. Akhirnya Ling Chyou mendorongnya dan bangun dari kasur.
"Bangunlah. Kita akan terlambat untuk sarapan."
Ling Chyou seperti robot jika datang pada aturan masa.
Zhang Quon menghela nafas dan bangun juga. Dia harus kembali ke kamarnya mengganti pakaian.
.
.
.
Dengan itu, 4 hari berlalu tanpa adanya masalah lain.
__ADS_1
Ling Chyou mengenakan pakaian sutera mahal dan sutera emas. Dia harus tampil megah sebagai seorang raja.
Dia sangat gugup melihat kerumunan orang.
'Aku gugup!'
Kakinya tidak ingin berjalan maju. dia menarik nafas panjang dan maju.
Woooooo!
Sorakan gemuruh yang membuat tanah bergetar membuat Ling Chyou semakin gugup.
"Yang mulia, tolong berikan ucapan."
Perdana menteri memberikan ruang pada Ling Chyou untuk berbicara.
Dia menggunakan anergi dalam untuk menguatkan suaranya.
"Aku akan melakukan yang terbaik untuk memimpin kerajaan ini maju ke masa depan. Terima atau tidak, aku raja baru di kerajaan ini."
Suaranya tegas dan percaya diri. Dia mundur dan membiarkan orang lain mengambil alih, dan langsung turun.
Dia berlutut saat dia tidak lagi kelihatan oleh siapa pon.
'Uwahhhhh! Malunya!'
Kakinya hilang kekuatan kerana sangat gugup.
"Apa raja kerajaan ini selemah ini? Kamu pasti bercanda, kan."
Suara dingin membuat Ling Chyou langsung merinding. Dari belakang, seseorang memegang dagunya.
"Apa kamu melupakan ku setelah mendapatkan pacar?"
Tubuh Ling Chyou langsung bergetar dan nafasnya tidak teratur.
"Berciuman dengan mesra di depan ku, apa kamu tahu betapa terlukanya aku?"
Ling Chyou menutup matanya erat. Tubuhnya kaku tidak mahu bergerak.
"Zhang Quon....."
Dia tanpa sadar mengumamkan nama Zhang Quon. Mata Dong Gak semakin dingin.
"Kamu beneran melupakan nama ku, kan. Berani kamu menyebut pria lain di depan ku."
Ling Chyou merasakan cengkeraman di dagunya semakin kuat. Air mata ketakutan akan mengalir jika itu berlanjut.
Bang!
Dong Gak di tendang hingga terpental ke dinding.
"Jangan menyentuh tuan ku dengan tangan kotor mu."
Ru Xuan dengan tatapan dingin melihat Dong Gak.
Dia kemudian membantu Ling Chyou berdiri. Tubuhnya bergetar ketakutan tidak seperti selalu.
"Tuan, kamu baik baik saja?"
Tidak ada balasan dari Ling Chyou yang kaku. Dong Gak kembali berdiri dan di tangannya muncul 2 belati.
"Kamu tahu, aku dengan mudah menyesuaikan diri di sini. Aku akan membuat pengawal bayangan mu pergi ke pintu surga."
Zhang Quon tiba di sana dan mengerutkan alisnya.
"Ling Chyou!"
Zhang Quon berteriak namanya dan Ling Chyou langsung di tarik masuk pelukannya.
Dong Gak menatap tajam Zhang Quon lebih dari Ru Xuan yang menendangnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.............................
__ADS_1