I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 32


__ADS_3

Di kediaman keluarga Ling.


Ling Chen berjalan dengan tubuh berlumuran darah kering pergi ke kantor ayahnya.


Tampa mengetok pintu, Ling Chen memasuki kantor ayahnya. Ayahnya langsung kaget melihat analnya berlumuran darah kering.


"Chen, kamu..... Siapa yang kamu bunuh? Jangan bilang itu keluarga terpandang."


Ling Chen mengabaikan tatapan ayahnya yang melihatnya dari hujung rambut hingga hujung kaki.


Dia menyeka darah yang belum kering di wajahnya dengan punggung tanganya dari dagu hingga ke kuping.


"Ayah, saya ingin melapor bahwa ada 5 assasin yang menyerang kakak. Dan mereka di hantar putri walikota, She Min Ye."


Mata Ling Huo dingin mendengar itu di hantar oleh siapa.


"Saya tahu bahwa kita tidak punya kekuatan untuk menyalahkan walikota. Tapi setidaknya, saya ingin ini di adili."


Ling Huo juga merasakan hal yang sama. Anak sulungnya tidak bisa berlatih dan baru pulih. Juga dia baru tingkat langit 1. Adiknya saja sudah tingkat langit 3. Itu adalah hal yang biasa untuk assasin membunuh. Namun untuk berpikir 5 assasin di hantar untuk membunuh seorang anak 13 tahun tingkat langit 1, itu menyedihkan.


"Kita harus berbicara dengan tetua Xiau sebelum bisa berbicara dengan walikota. Tapi sebelum itu, apa kakak mu benar benar ingin keadilan ini?"


Tangan Ling Chen mengepal erat. Kakaknya tentu saja tidak ingin itu. Kakaknya yang akan mundur dan menutup mata akan melakukan itu? Tidak mungkin. Dia akan lebih memilih diam dari membuat keributan.


Ayahnya menghela nafas dan mengeluarkan sehelai kertas.


"Mari biarkan kakak mu tenang. Bawa dia pergi menambang pohon yang akan menghasilkan batu batu yang bisa di jual juga di jadikan pelatihan bela diri. Perjalanan ke gunung pohon tambang akan di mulai 3 hari lagi."


Mata Ling Chen berbinar pada kertas pemberitahuan itu. Kakaknya sangat suka dengan tumbuhan dan itu pasti akan membuatnya senang.


"Ayah dengar dari Xiau Ming yang kakak mu sangat menyukai tumbuhan langka."


Ling Chen mengangguk. Dia mengingat wajah kakaknya yang sangat sedih tidak mendapatkan pohon es itu.


"Bilang padanya, dia hanya bisa masuk ke gunung itu jika Ru Xuan berada di dekatnya."


Ling Chen dengan cepat mengangguk dan pergi dari kantor ayahnya.


Ling Huo menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya di waktu istirahat, Ling Chen memberitahu Ling Chyou tentang itu.


Dan seperti dugaannya, kakaknya sangat senang dan tidak sabar untuk itu. Setidaknya harus tingkat langit 1 untuk memasuki gunung itu.


Dan terima kasih untuk itu, pelajar academic semuanya bisa pergi mengikuti perjalanan itu. Yap, dengan tugas laporan yang harus di kerjakan dalam sebulan.


Mang Rui menginginkan 5 laporan tentang 5 pohon batu berbeda yang akan mereka perhatikan.


Bagaimanapon, mereka masih pelajar academic. Mereka di pantau oleh Yong Zu Feng yang juga ingin pergi ke sana meneliti banyak batu langka yang tidak mungkin di temui di tempat lain.


Ada sekitar ratusan dari pelajar sekolah bela diri dan beberapa guru pembimbing seperti Tang Jianyin dan yang bisa diandalkan. Tidak lupa dengan keluarga Liu.


Guru dari keluarga Liu pasti akan mencari gara gara dengan banyak pelajar lainnya. Keluarga Liu yang sedang naik sekarang pasti akan melakukan itu. Benar benar tidak tahu berterima kasih.


.


.


.

__ADS_1


.


.


Mereka tiba di gunung pohon tambang. Namun tidak seperti gunung pada umumnya, itu hanya seperti gundukan tanah. Ada sebuah portal yang akan membuat kalian masuk ke dalam gunung itu. Untuk masuk ke sana, kalian harus setidaknya di tingkat langit 1.


Ling Chyou yang terakhir masuk kerana gunung yang seperti gundukan tanah itu menarik perhatiannya.


Masuk saja dia ke dalam, semua bunga di sekitar 2 meternya terbuka.


'Bukankah ini terlihat curang?'


Ling Chyou memiringkan kepalanya memikirkan dirinya juga akan menjadi mc ngecheat jika ini berlanjutan.


'Baik, sekarang aku iri.'


Ru Xuan yang juga membawa palu tambang untuk mengambil beberapa buat uang lebih. Tidak bisa tidak merasa iri dari dalam. Namun itu hanya iri sebagai manusia, tidak lebih dari itu.


"Ini tidak benar. Aku ke sini untuk berburu harta karun. Jika seperti ini, tidak akan merasa seperti aku menambang. Aku ingin mencari harta karun yang kalian sembunyikan."


Dengan ramah, Ling Chyou mengatakan itu. Bunga bunga di sana tertutup semula.


Bunga itu sebenarnya sangat keras. Bahkan palu tambang yang di bawa harus lebih dari 100 kerana banyak kemungkinan untuk patah.


Bunga itu harus di palu dengan kekuatan dalam hingga akhirnya bisa terbuka. Semakin kuat bunga, semakin langka batu di dalamnya.


Juga semakin dalam mereka pergi, akan ada monster yang akan menjaga bunga dengan permata langka. Harus mengalahkan monster itu sebelum bisa mendapatkan itu. Itulah. mengapa mereka memanggil ini memburu harta karun dari menambang.


Ling Chyou mula melihat sekeliling. Dia bisa melihat teman temannya yang sudah mendapatkan batu dengan anergi elimen mereka.


Ru Xuan juga sambil mengikutinya menambang banyak bunga.


Ling Chyou melihat bunga kecil seukuran kepalan tangan pria dewasa. Dia menyentuh bunga itu dan bunga itu terbuka. Di dalamnya terdapat permata biru yang terlihat seperti titisan air mata.


Itu batu yang penuh dengan anergi air. Hanya dengan menyentuhnya, dia bisa tahu nama batu itu. Batu kesedihan. Dia merasa sedih hanya dengan memegang batu itu. Namun itu tidak seteruk akan menangis. Itu hanya membuat mu rindu akan sesuatu.


"Tuan, kamu menjumpai batu yang langka. Jika kamu menjualnya, kamu bisa mendapatkan 100 ribu batu roh."


"Batu kesedihan. Pantas saja bunga di sini tampak sedih. Batu kalian membuat ku terkenang sesuatu. Itu berharga. Terima kasih."


Ling Chyou mengelus lembut bunga kecil itu. Bunga itu bergetar seperti terharu dengan kata katanya. Banyak orang yang mengambilnya merasa kesal mengingat sesuatu yang membuat mereka sedih dan menginjak mereka.


Ling Chyou jadi mengenang kehidupan lamanya. Dia terpikir, apa Ling Chyou sebenar sekarang bahagia dalam tubuhnya?


Namun dia bangun dan meneruskan pencarian harta karunnya.


Dia melihat adiknya mencoba menambang bunga yang memiliki anergi api yang besar.


Tang!


Palunya malah patah.


"Ling Chen, kamu baik baik saja?"


Ling Chyou mendekat dan bertanya.


"Iya selain palu ku yang ke 5 patah."


Ling Chyou menahan tawanya.


"Kamu sudah menggunakan palu tingkat bintang 1, kan."


Ling Chyou bertanya pada Ling Chen yang mengembungkan pipinya. Palunya saja sudah tingkat bintang. Namun dia masih tidak bisa membuka bunga itu. Itu pasti batu yang langka.


Untuk palu tambang, hanya ada hingga tingkat bintang. Selanjutnya harus menggunakan anergi sendiri. Itu sama untuk Ling Chyou. Dia juga punya ratusan palu tambang tingkat bintang yang di berikan ayahnya.


"Ru Xuan, bagaimana kamu mencobanya?"


Ling Chyou bertanya dan Ru Xuan mengangguk. Dia memalunya dan palu itu patah.

__ADS_1


"Ini pasti bunga yang benar benar langka."


Ru Xuan mengatakan itu melihat palunya yang menjadi 2 bahagian.


"Bagaimana jika tuan mencobanya juga."


Ru Xuan mengatakan itu dan Ling Chyou mengangguk. Dia malas untuk menggunakan anergi dalamnya. Melihat Ru Xuan bahkan tidak bisa, bagaimana dia bisa?


Tang!


Ling Chyou ternganga. Dia hanya memalunya dengan perlahan, dan bunga itu terbuka.


"Kamu benar benar bercanda, iyakan."


Ling Chyou berbicara dengan tidak percaya.


Kelopak bunga itu bergetar seperti dia senang di palu oleh Ling Chyou.


"Baik, bagaimanapon, mari ambil saja batunya."


Batu di dalamnya adalah batu api tingkat dewa.


"Pantas saja aku tidak bisa."


Ru Xuan menatap batu itu dengan kesal. Sekarang, dia ingin memalu bunga itu hingga menjadi debu.


"Mengapa kamu bisa menambang nya dengan mudah?"


Ling Chen bertanya dengan bingung. Ling Chyou menyentuh bunga di sebelahnya, dan bunga itu terbuka.


"Aku bahkan tidak perlu palu."


Ling Chen ternganga. Ling Chyou tersenyum kekok.


"Apa aku bisa memberitahu Ling Chen tentang ini?"


Ling Chyou bertanya pada Ru Xuan. Ru Xuan mengangguk saja. Selagi dia percaya pada orang itu, itu tidak masalah. Namun dia melihat sekeliling memastikan tidak ada orang dan mengangguk lagi.


"Ini sebenarnya rahasia aku dan ayah. Dan alasan sebenar aku menerima Ru Xuan sebagai pengawal bayangan ku."


Ling Chen mengerutkan alisnya mendengar itu. Itu bermakna itu adalah hal serius jika bahkan perlu di rahasia darinya.


"Alam menerima ku sebagai tuan mereka. Dan jika ini keluar, aku akan terancam. Jika aku di bunuh, kota ini akan tamat."


Ling Chen membulat matanya tidak percaya. Semua orang tahu tentang ini. Manusia yang di akui oleh alam.


"Kakak, aku mengikuti mu untuk menambang."


Dia dengan cepat menerima itu. Dan memanfaatkan itu.


Ling Chyou tersenyum dan mengangguk.


Tapi Ling Chyou masih tetap harus memalu bunga supaya itu tidak ketahuan.


Mereka terus menambang hingga siang hari dan berhenti untuk makan siang.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...............................


__ADS_2