I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 44


__ADS_3

"Raja kecil, tutup mata mu."


Ling Chyou yang merasa kepalanya lebih baik dengan cepat menutup matanya dan Zhang Quon membuat menggunakan anergi dalam menutupi pendengaran Ling Chyou.


"Bagi aku sebagian."


Pohon es itu tersenyum melihat Zhang Quon yang dingin, lebih dingin dari dirinya yang hakikatnya adalah pohon es.


Bunga lemah dengan es juga cahaya cukup lemah dengan kegelapan, mereka beruntung kerana lawan mereka di rugikan dalam hal kekuatan.


Hujan es yang tajam jatuh dengan cepat menuju naga bunga. Naga bunga menggunakan kelopak bunga membuat tameng dan menangkis serangan yang mengerikan itu.


Panah cahaya dan pedang kegelapan saling berbenturan dan membuat ruangan itu berantakan.


Ling Chyou harus menukar kamarnya nanti. Duh, kertas kerja belum selesai juga.


Kreeekk........


Pintu yang terkunci terbuka kerana ledakan. Pintu itu terbuka dan buku di tangan orang yang datang ke sana terjatuh.


Orang di belakang yang membuka pintu juga terkaku.


"Apa yang sedang terjadi?"


"Zhang Quon......"


Seorang bingung, dan seorang lagi mengeluarkan anergi api.


Itu adalah Li Xiaufeng dan Ling Chen. Ling Chen langsung pergi ke arah kakaknya yang berjongkok sambil menutup mata seperti selalu.


Zhang Quon yang melihat itu menggunakan kekuatan kegelapannya membuat portal pada mereka berdua.


.


.


Saat Ling Chen membuka matanya, dia berada di kamarnya.


"Kakak."


Mendengar suara Ling Chen, Ling Chyou membuka matanya.


"Di mana ini?"


Ling Chyou bertanya.


"Kamar ku. Kakak, apa yang terjadi?"


Ling Chyou diam seketika tidak tahu bagaimana untuk menjelaskannya dengan ringkas.


"Aku di berikan kutukan naga tapi sudah terbebas dan pohon es menjadi manusia."


Ling Chyou hanya memberikan gambaran kecil saja.


'Kutukan? Pohon menjadi manusia?'


Ling Chen meragukan kupingnya.


"Baiklah. Saya percaya segalanya."


Ling Chen mengatakan itu dan melihat kulit pucat kakaknya. Dia menopang kakaknya berdiri dan membaringkannya di tempat tidur dan langsung menyelimuti nya dengan tebal.


Kerana dia terlalu dekat dengan anergi es, kakaknya juga sedingin es. Kakaknya mungkin demam besok jika dia terus di sana.


Ling Chen memegang tangan kakaknya dan menyalurkan anergi api untuk menghilangkan anergi es yang berlebihan.


"Terima kasih."


Ling Chen hanya diam. Dia tidak lagi seperti dirinya di umur 11 tahun yang dengan mudah marah. Dia menjadi lebih tenang saat mereka berdua sendiri tanpa Zhang Quon. Dia dan Zhang Quon seperti anting dan kucing. Tapi dia cukup sama seperti 11 tahun dengan yang lain. Cepat meledaknya.


"Kamu semakin tampan dan bijak."


"Kakak, kamu tampan, tentu saja aku akan lebih tampan kerana aku rajin berlatih. Aku juga akan menjadi lebih tinggi dari mu kerana kamu sangat malas."


Ling Chyou hanya terkekeh pada ucapan itu. Ling Chyou tidak pernah peduli dengan penampilannya.

__ADS_1


"Aku pikir kamu sudah semakin matang sekarang. Aku pikir aku bisa membiarkan mu sendiri sekarang."


"Maksud mu?"


Ling Chen bingung dengan itu. Itu tidak bermakna Ling Chyou akan mati tau apa pon itu.


"Aku bisa meninggalkan mu sendirian bersama Zhang Quon untuk mengurus masalah antara kalian."


Ling Chyou tersenyum manis. Ling Chen tahu apa yang di maksud kakaknya hanya dengan menyebut nama orang itu.


Anergi api meluap dari tubuhnya namun anergi yang di kirim ke tubuh Ling Chyou masih sama.


"Jadi kamu sudah memutuskan untuk menerimanya?"


Suara Ling Chen dingin.


"Bagaimana aku bisa mengatakan tidak?-"


"Apa dia melakukan anu anu dengan mu?"


Ling Chen memotong kakaknya.


Wajah Ling Chyou memerah mendengar itu.


"Tidak! Dia tidak akan berani melakukan itu tampa kebenaran ku! Hanya aku yang menerimanya...."


Anergi api sedikit mereda dari Ling Chen. Walau itu masih terlalu besar.


"Kakak, aku baik baik saja dengan apa yang kamu pilih. Aku tahu kamu menyukai pria. Jadi, benarkan aku belasah kekasih mu hingga jadi bubur."


Ling Chyou hanya diam. Walaubagaimanapon, mereka masih anjing dan kucing.


"Mengapa kamu tidak menyukainya hingga segitunya?"


Ling Chyou bertanya penasaran.


Tanda marah muncul di wajah Ling Chen.


"Tidak, aku tidak membencinya, sungguh. Aku tidak membencinya kerana mengambil perhatian wanita yang ku suka di depan ku......"


"Kamu menyukai seseorang? Siapa?"


Ling Chyou langsung duduk dengan semangat.


"Aku menyukai salah satu teman mu, kakak."


Ling Chyou langsung bisa menebak mendengar itu.


"Itu pasti Yin Mei, kan. Hanya dia yang selalu berlatih dan masuk acara bersama. Yang lain cukup malas memasuki pertandingan."


Wajah Ling Chen sedikit merah. Dan setiap pertandingan, Zhang Quon akan menang mengambil perhatian Yin Mei.


"Haha. Bertabahlah adik ku."


Ling Chen hanya membuat wajah kesal. Namun setidaknya Ling Chen bukan pada tahap cinta jika di lihat. Dia hanya dalam tahap mengagumi dan menghormatinya. Sama seperti saat mereka bersama Tang Jianyin.


Jujur, agak tidak cocok Ling Chen dan Yin Mei baginya. Kerana Ling Chen seorang yang mudah berapi seperti elimennya dan Yin Mei seorang yang dingin dan tidak mudah membicarakan masalahnya.


Mereka akan berantem sepanjang hari jika mereka pacaran.


Orang yang cocok dengan adiknya adalah orang yang lembut dan mudah membicarakan masalahnya dan Ling Chen juga sebenarnya harus sedikit lebih sabar.


"Kamu harus sabar, jika tidak, kamu akan menjadi lajang 1000 tahun."


Ling Chyou bercanda dan mengelus kepala adiknya.


"Kakak, hanya kamu yang bisa sabar dengan kekasih mu di pegang oleh ramai wanita. Zhang Quon di kejar banyak wanita dan bahkan pernah tidur bersama wanita lain kerana obat tidur. Untung dia tidak melakukan apa apa kerana terjaga."


Ling Chyou hanya tersenyum mendengar itu. Itulah Zhang Quon yang dia tahu.


"Aku tidak peduli. Bukannya kita tidak bisa memiliki 1000 selir."


Ling Chyou dengan santai mengatakan itu.


"Kakak, kamu membenci kehidupan raja yang punya selir. Apa kamu berhak mengatakan itu?"

__ADS_1


Ling Chyou hanya terkekeh.


"Namun dia hanya tersenyum di saat bersama ku, kan. Juga sangat lembut pada ku. Lebih lembut dari dia bersama orang lain."


Ling Chen akhirnya malas berdebat dan menutup mulut kakaknya dan membaringkannya.


"Tidur saja."


Ling Chen melepaskan tangan Ling Chyou kerana sudah selesai dan ingin pergi.


Namun Ling Chyou malah bangun dari baringnya membuat Ling Chen mengerutkan alisnya.


"Kakak......."


"Diam. Ini bukan masa untuk aku tidur. Panggil Ru Xuan."


Melihat kakaknya langsung serius, Ling Chen segera bergerak memanggil Ru Xuan.


"Apa itu benar?"


Ling Chyou bertanya pada pohon hiasan di tepi jendela hadiah dari Ling Chyou pada Ling Chen.


[Iya, kerajaan 2 sudah mula bergerak. Burung menyampaikan itu sambil bercerita tentang dunia luar pada ku. Kamu harus mencapai tingkat bulan untuk berbicara dengan binatang.]


"Tidak. Terima kasih."


Ling Chyou dengan tegas menolak gagasan untuk berlatih.


'Mereka bergerak sekarang setelah sebulan mendiamkan diri? Mereka pasti bersama orang itu.'


Ling Chen masuk membawa Ru Xuan bersamanya.


"Tuan."


Ru Xuan tunduk hormat.


"Mata mata pergerakan kerajaan 2. Aku dengar itu sudah mula bergerak. Laporkan jika kamu melihat pria elimen cahaya itu. Aku ragu semua ini adalah rancangan pria itu."


Ru Xuan mendengar itu tahu betapa seriusnya perkara ini. Pria elimen cahaya itu bisa masuk keluar istana tampa masalah atau ketahuan. Dia juga sepertinya sangat menginginkan tuannya.


"Juga aku ada selidik orang yang memiliki elimen bayang di kerajaan 3. Suruh beberapa orang mencarinya dan melacaknya. Itu akan bahaya jika dia masuk ke bayang orang orang kita untuk mencuri informasi."


"Baik. Tuan, apa yang ingin tuan lakukan dengan kamar tuan? Itu sudah..... Tidak layak di huni setelah pertempuran tadi."


Ling Chen mengangguk sedikit.


"Aku akan pindah ke ruang kerja hingga kamar baru ku di persiapkan. Rawat mereka yang terluka terlebih dulu."


Ru Xuan tunduk hormat dan pergi. Sebenarnya, itu bukan pada tahap layak di huni lagi. Itu pada tahap kehancuran total. Pohon es kesayangannya juga berubah menjadi kecil setinggi 1 meter dan Zhang Quon terluka cukup serius.


Dia sangat kaget melihat Zhang Quon tercedera.


Namun itu baik baik saja untuk saat ini. Dia harus melakukan apa yang di suruh tuannya.


Keselamatan raja adalah yang utama.


Mereka berjalan di lorong dengan atmosfer yang berat.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung................................


Nulho: Hai semuanya. Aku update hari ini sempena raya korban ya.

__ADS_1


Selamat berhari raya maaf lahir batin. 😊


__ADS_2