I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 53


__ADS_3

Setelah masuk lebih dari 500 mimpi orang, Xu Pio terbaring di tanah. Rumor menyebar terlalu cepat.


'Tapi mengapa dia baik baik saja?'


Xu Pio tidak percaya bahwa Zhang Quon masih bisa berdiri dan menghitung. Apa itu sudah semuanya atau belum.


"Baik, itu sudah semuanya."


Xu Pio ingin memgumpat namun tidak punya tenaga.


Zhang Quon berjalan ke pintu dan pintu itu terbuka. Ling Chyou bisa melihat pemandangan di sana.


Xu Pio yang duduk tidak punya tenaga dan Zhang Quon ingin pergi di depannya dengan wajah puas.


Alis Ling Chyou di rajut melihat situasi itu. Dia menatap tajam Xu Pio dan Zhang Quon.


"Kamu sengaja ingin membuat aku iri atau bagaimana?"


Ling Chyou mengatakan itu dan Zhang Quon tersenyum lembut.


"Chyou, aku tidak. Aku hanya meminta bantuannya kerana kamu tidak menyukai cara yang berdarah."


Ling Chyou menghela nafas. Dia sudah menghilangkan kutukan itu berkat kekuatan alam tanpa sengaja gara gara terlalu kaget dengan respon Ling Chen. Baru dia tahu bahwa alam bisa melawan kutukan naga.


"Diam. Aku tidak ingin melihat mu."


Kali ini murni Ling Chyou yang iri tanpa kutukan. Jadi rasa iri itu langsung pergi ke Zhang Quon.


"Apakah kamu iri sekarang? Kamu tidak pernah peduli bahkan jika aku di sentuh wanita."


Ling Chyou menginjak kaki Zhang Quon sekuat yang dia bisa. Zhang Quon tidak peduli atau kelihatan sakit.


"Siapa peduli dengan wanita ketika kau sama saja dengan ku, tidak tertarik! Tapi Xu Pio mirip dengan ku! Ah, mengapa juga aku menerima kamu yang tidak peka ini!?"


Zhang Quon senang melihat Ling Chyou menggerutu. Dia tidak pernah menyembunyikan perasaannya membuat situasi mudah di tangani.


"Chyou, apa kamu ingat mengapa rambut ku bisa sependek ini ketika aku merawatnya dengan sangat baik?"


Ling Chyou tersentak. Itu semua kerana Ling Chyou yang tidak begitu tahu tentang kerajaan itu mencoba banyak hal dan membuat Zhang Quon harus mengorbankan tubuhnya. Jadi dia memotong sedikit demi sedikit hingga sepanjang itu untuk menyelamatkan Ling Chyou. Dia pertama kali memilih mengambil kukunya. Namun kemudian Ling Chyou marah dan sangat bersalah melihat kuku jarinya. Dia berhenti dan menggunakan rambut sebagai gantinya.


Rambut panjang bagus untuk kultivasi dan mudah untuk mengendalikan anergi alam ke dalam tubuh. Namun Zhang Quon mengabaikan itu dan memotongnya.


"Aku melakukan segalanya kerana mu. Jadi ku mohon, hanya kamu satu satunya yang aku inginkan. Aku hanya menggunakan elimen mimpinya untuk mengganggu rumor yang tidak penting dan akan menyakiti mu mengingat kamu tidak akan suka cara berdarah."


Ling Chyou berhenti berjalan seketika dan berjalan lagi. Zhang Quon mengikutinya dan meninggalkan Xu Pio seperti obat nyamuk.


Xu Pio juga bangun dan pergi semula ke kamar Ling Chen. Ling Chen masih tertidur dan Xu Pio juga tidur di kasurnya. Dia tidak begitu berani tidur di atas ranjang yang sama.


Dia menutup matanya dan memasuki mimpi Ling Chen.


Ling Chen sedang duduk diam di depan danau seperti merenungkan sesuatu.


"Chen."


Xu Pio memeluk Ling Chen dari belakang.


Ling Chen tersentak dan memerah dan menendang Xu Pio menjauh.


"Mengapa kamu begitu berani di dunia mimpi!? Kamu sangat sopan di dunia nyata!!!"


Memang benar seperti itu. Dia kurang berani di dunia nyata dan tidak suka memaksa seseorang.


"Bukan semuanya bisa di selesaikan dengan cara di paksa. Mungkin hasilnya tidak akan sama seperti kakak mu itu."


Ling Chyou adalah orang yang sabar. Dari yang di lihat Xu Pio selama di sana, Ling Chyou benar benar tidak marah dalam situasi menyebalkan bagaimanapun itu. Dia lebih suka menghindarinya dari marah.


"Jangan samakan kakak ku dengan ku. Dia orang yang sabar dan tidak akan marah kerana hal sepele. Bahkan tidak naik tangan untuk menampar ku."


Ling Chen tampak sedih. Xu Pio mendengus dan menariknya masuk ke pelukannya.


"Tentu saja. Yang aku suka dan cintai itu kamu. Sejak kapan aku mengatakan aku menyukai kakak mu?"


Wajah Ling Chen memerah. Xu Pio terdiam seketika.


"Ah... Aku ingin menyentuh tubuh asli mu.... Kamu sangat imut...."


Ling Chen tersentak. Jantungnya berdetak sangat cepat. Dia ingin tahu bagaimana sensasi ini dalam dunia nyata.


"Aku berikan izin untuk kamu menyentuh ku. Hanya hingga batas tertentu!"


Xu Pio terdiam seketika seperti otaknya terbang pergi.


………


"Hah!!?"


Ling Chen tersentak bangun.


Xu Pio juga bangun dan duduk. Dia melihat Ling Chen yang bangun dan bergegas ke arahnya.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan, benarkah?"


Mata Xu Pio berbinar. Dia mungkin suka melakukan pelecehan di dalam mimpi. Tapi tidak di dunia nyata. Dia terlihat seperti anak anjing di mata Ling Chen.


Pipi Ling Chen terasa terbakar dan memerah.


"Selagi kamu tidak melebihi batas...."


Xu Pio langsung menaiki kasur Ling Chen dan memeluk erat dirinya hingga menghimpit Ling Chen di bawahnya ketika mereka terbaring ke kasur.


Wajah Ling Chen terasa terbakar. Namun dia tidak membenci sensasi itu.


Xu Pio mengangkat kepalanya dan mencium bibir Ling Chen.


"!!?"


Ling Chen kaget dengan itu. Itu ciuman pertamanya di dunia nyata. Namun anehnya, dia tidak ingin menendang atau menolak Xu Pio menjauh.


Xu Pio yang melihat lampu hijau itu memasukkan lidahnya ke dalam mulut Ling Chen.


"Mmnnmmm...."


Itu adalah pertama kalinya dia merasakan sensasi ciuman panas itu. Dia selalunya berada di mimpi tidak bisa merasakan sensasi itu sama sekali.


'Rasanya tidak buruk....'


Ling Chen tenggelam dalam ciuman dan merasa ada yang naik di antara kakinya.


"Ling Chen, kamu tegang."


Xu Pio mengatakan itu sambil menekan bahagian itu dengan lututnya. Wajah Ling Chen benar benar memanas dengan rasa malu yang tidak tertahankan.


"Ma, mari abaikan bahagian itu...."


'Bagaimana kakak bisa tidak tegang dengan ciuman seperti itu!?'


Ling Chen hanya ingin lari sekarang. Xu Pio untungnya bukan Zhang Quon yang pastinya mengambil kesempatan itu. Jadi dia dengan patuh mengabaikan bahagian itu kerana dia juga tegang. Dia tidak ingin menyakiti Ling Chen dengan cara apa pon.


Mereka berakhir seorang di kamar mandi dan seorang di atas kasur dengan tisu.


****


Ling Chyou tiba di kamar dan Zhang Quon masuk menutup pintu lalu menguncinya kerana Ling Chyou tidak suka di ganggu ketika tidur.


Dia kemudian berdiri di depan pintu seperti biasa menjaga. Itu kerana banyak pengawal yang sedang libur berjumpa keluarga mereka, jadi pengawal di luar hanya tersisa sedikit.


Zhang Quon memiringkan kepalanya bingung.


"Berjaga."


Ling Chyou mengerutkan kening.


"Kamu tidak akan membujuk kekasih mu yang iri?"


Zhang Quon seperti merasa itu hal yang baru.


Ling Chyou tidak pernah perlu di bujuk kerana dia seorang yang dalam beberapa detik melupakan sesuatu yang tidak penting.


"Kamu pikir aku tidak iri ketika otak ku berpikir kamu melakukannya dengan Xu Pio? Xu Pio yang tidak punya tenaga dan kamu yang kelihatan puas. Kamu benar benar tidak peka! Untung aku orang yang terbuka untuk mengatakan apa yang aku tidak suka. Jika tidak, aku sudah meminta putus dengan mu!"


Zhang Quon tersenyum. Dia berjalan dan duduk di samping Ling Chyou.


"Benar. Kerana aku tidak peka, kamu selalu harus terbuka mengutarakan perasaan mu. Dan aku bersyukur kerana itu. Jadi jangan marah, ok? Aku hanya mencintai mu seorang bahkan jika ada ribuan bintang yang indah di depan ku."


Ling Chyou sedikit memerah. Namun dia masih terlihat kesal. Zhang Quon merasa sisi ini cukup imut mengingat Ling Chyou selalu tenang dan tidak pernah marah selain marah malu menghadapinya.


"Chyou, kamu terlalu imut. Aku tidak bisa menahan diri jika kamu terus berperilaku seperti ini."


Zhang Quon mengatakan itu dan memeluk perutnya. Ling Chyou membiarkannya dan mendengus. Ling Chyou memutar kepalanya dan tangannya menarik tengkuk Zhang Quon.


Mata Zhang Quon membulat.


Ling Chyou menciumnya. Itu adalah ciuman kedua yang Ling Chyou berikan setelah yang pertama kerana kesal di abaikan.


"Rasa iri benar benar tidak enak...."


Rasanya gatal dan sakit. Dia ingin membuang rasa itu sejauh mungkin dan tidak ingin merasakannya lagi. Dia tidak begitu merasakannya sebelumnya kerana kutukan. Namun rasa iri sangat menyebalkan.


Zhang Quon tersenyum dan mendorong Ling Chyou ke kasur. Ling Chyou hanya membiarkannya mendorongnya ke kasur.


Zhang Quon memasukkan lidah ke dalam mulutnya. Dia bermain dengan ganas di bibir Ling Chyou hingga bibirnya mati rasa.


"Hnm..."


Ling Chyou menikmati itu dan Zhang Quon puas.


"Hanya melihat kamu menikmati ciuman ku, aku puas."


Zhang Quon memeluknya dan kepalanya mendarat di lengkungan leher Ling Chyou.

__ADS_1


"Hanya jangan membuang ku."


Hidup selama ribuan tahun hanya untuk di benci dan benci sangatlah menyakitkan. Bahkan sebelum menjadi naga kegelapan, selalu di tolak dan di buang kerana wajahnya yang jelek. Setelah mengalahkan naga kegelapan dia mewarisi wajah tampannya namun masih di benci dan di jadikan babu cinta dari para wanita. Dia tidak pernah benar benar merasa dicintai selama hidupnya hingga dia bertemu Ling Chyou.


Ling Chyou atau Jun Huanrang, dia tidak peduli. Yang dia ingin hanya di cintai orang di depannya itu.


'Yah.... Masa lalu naga kegelapan kan suram... Sepertinya aku berlebihan...'


Ling Chyou merasa sedikit bersalah. Dia tidak pernah berharap melihat Zhang Quon yang begitu manja hanya kerana dia merasa iri.


"Baik.... Maaf.... Aku harus pengertian juga. Jadi kuat, ok."


Ling Chyou mengatakan itu dan mencium kepala Zhang Quon yang berada di lengkungan lehernya.


Dia tiba tiba merasakan sesuatu yang mengembang di kakinya.


"Quon...."


Zhang Quon menggali ke dalam lengkungan lehernya. Ling Chyou menghela nafas.


'Mengapa orang selalu tegang hanya kerana ciuman?'


Ling Chyou menyukai rasa ciuman. Namun dia tidak akan sampai tegang hanya kerana itu.


Wajah Ling Chyou memerah.


"Berhenti bermain dengan 🍄 ku."


Lutut Zhang Quon terus terusan menekan 🍄 Ling Chyou.


"Kamu terlalu sukar untuk tegang. Orang biasanya langsung tegang hanya kerana ciuman panas, kamu tahu."


Zhang Quon memuncungkan bibirnya. Ling Chyou merasa itu imut dan memeluknya.


"Baiklah..... Mari lakukan itu. Tapi jangan seperti terakhir kali."


Mata Zhang Quon berbinar mendapat lampu hijau dari Ling Chyou.


****


Seseorang duduk santai di atas pohon malam itu sambil menatap langit.


"Malam ini sangat menggairahkan, kan."


Orang itu adalah Ling Hian.


"Kapan aku akan dapat pacar?"


Dengan rasa iri Ling Hian menatap kerajaan itu. Suasananya cukup tegang.


"Ling Hian, mari main dengan kami!"


Ling Hian turun ke bawah. Orang yang memanggilnya adalah duo nakal di group itu.


"Main apa?"


Hanya Ling Hian yang mau bermain dengan duo nakal itu. Yun Kaibo dan Wang Xuemin pasti tidak mau. Apa lagi yang cewek dan yang punya banyak tugas.


Zhang Jianwu menarik tangan Ling Hian.


"Mari mencuri beberapa buah dari sekte Petir!"


Ling Hian terdiam.


'Kalian cari mati? Sekte awan masih bisa di bawa bicara. Tapi sekte petir itu....'


Ling Hian menatap mereka tidak percaya.


'Well, jika mudah, itu tidak menyenangkan, kan.'


Yong Zuthing menolaknya dari belakang juga.


Ling Hian menghela nafas dan ikuti saja apa mereka inginkan. Lagi pula hanya dia yang ingin bermain dengan mereka.


Bagi Ling Hian, mereka sudah seperti saudaranya. Jadi dia ikutkan saja apa yang mereka mau selagi mereka tidak meminta uangnya.


Bulan menghiasi malam yang indah itu.


.


.


.


.


.


...**Bersambung**...

__ADS_1


__ADS_2