I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 29


__ADS_3

Kerana pelelangan bermula di waktu petang, Ling Chyou berjalan jalan terlebih dulu bersama adik dan temannya itu.


"Kalian katakan saja apa yang kalian mahukan. Aku punya banyak uang."


Ling Chyou mengatakan itu sambil meninggikan hidungnya. Ling Chen menggelengkan kepalanya melihat itu.


Dia menyembunyikan kartu keluarganya yang memiliki uang setengah dari kekayaan kakaknya itu.


'Kakak, apa kamu lupa aku adik mu? Aku juga punya banyak uang.'


Tapi untuk hari ini, dia akan menjadi adik miskin yang tidak punya uang.


"Bagaiamana jika aku ingin membeli mu?"


Zhang Quon mengatakan itu dan Ling Chyou terdiam.


Ling Chen melirik Zhang Quon dan menendang tulang keringnya dengan sangat kuat.


Namun Zhang Quon langsung tidak menunjukkan tanda kesakitan.


"Jangan mengatakan omong kosong seperti itu! Kakak ku tidak bisa di beli dengan uang! Kakak ku mahal!"


Ling Chyou tertawa mendengar itu dan memeluk adiknya dari belakang. Dia baik baik saja dengan dia memeluk dari belakang.


"Ling Chen, kamu sangat imut."


"Aku tidak imut!"


Ling Chen melepaskan pelukan kakaknya dan menjauhkan Zhang Quon dari kakaknya sepanjang hari.


Itu kerana....


"Kakak mu menyukai laki laki, kan."


Zhang Quon mengatakan itu dan air yang di minum Ling Chen tersembur.


"Ma, mana mungkin dia menyukai laki laki!"


Zhang Quon mengangkat alisnya.


"Namun dia mengaku pada ku bahwa dia menyukai pria dan dia memberikan ku izin untuk mencoba mencuri hatinya."


Botol minuman yang di pegang Ling Chen langsung hancur mendengar itu.


"Kakak mu sudah tahu aku menyukainya. Dia juga tidak memiliki sesiapa di hatinya. Jadi dia membenarkan ku mencoba."


Mulut Ling Chen ternganga dan anergi api keluar dari tubuhnya seperti ingin membakar Zhang Quon.


"Aku tidak menyukai mu dengan kakak ku! Kamu sudah bertunangan dengan putri walikota dan kamu ingin kakak ku!? Tidak akan ku biarkan itu!"


......................


Kerana itu sekarang permainannya seperti menarik tali.


Zhang Quon mencoba mendekat sedang Ling Chen menjauhkan kakaknya dari Zhang Quon. Dia bisa menerima siapa saja selain pria itu.


Dan akhirnya pelelangan pon di buka dan mereka masuk ke sana. Tidak semua barang lelangan sama dengan list barangan yang di berikan.


Kerana terkadang ada yang datang ke rumah lelang di pagi hari juga itu membuat pelelangan menjadi menarik.


"Ah.... Ling Chyou berada di sini lagi. Muak aku melihat wajah itu."


Ling Chen dan Zhang Quon terkaku mendengar itu.


"Diamlah. Dia datang bersama adiknya hari ini. Kamu ingin mencari gara gara dengan keluarga Ling atau apa?"


Ling Chen semakin mengerutkan alisnya. Dia melihat kakaknya yang pergi dengan tenang dengan semua bisikan yang serupa.


"Rumah lelang ini ingin di tutup atau apa?"


Ling Chen bergumam dan Zhang Quon mengambil 1 langkah mundur dari Ling Chen.


Dia tidak punya uang untuk melakukan hal seperti itu.


Xiau Ming masuk juga dan melihat Ling Chyou yang duduk santai sedang Ling Chen sedang memberikan niat membunuh pada para penonton yang sedang berbisik. Zhang Quon sepertinya melangkah mundur dari pertarungan uang.


"Apa yang kalian lakukan? Mari duduk."


Ling Chen duduk di tengah memisahkan Zhang Quon dengan Ling Chyou.


"Kakak, mereka merendahkan dirimu. Rumah lelang ini di minta untuk di tutup."


Ling Chen merengek sambil mengerutkan alisnya.


Ling Chyou tersenyum dan mengelus kepala Ling Chen lembut.


"Rumah lelang ini tidak salah apapon. Jangan libatkan mereka."


Ling Chyou melihat Xiau Ming yang berada di ruang VIP.


"Bagaimana kita duduk di ruang VIP tetua Xiau jika kalian tidak selesa."


Ling Chen dengan cepat mengangguk. Zhang Quon hanya mengikut.

__ADS_1


"Tetua Xiau, bisakah kami duduk di ruangan mu untuk lelang kali ini?"


Semua orang terdiam melihat Ling Chyou dengan santai meminta tempat di ruang VIP Xiau Ming.


Xiau Ming tersenyum dan baru saja mahu membalas.


"Mengapa duduk di tempat pak tua itu. Mari sini. Kamu ahli asosiasi. Kamu seharusnya duduk bersama ku. Aku tertanya mengapa pak tua itu selalu ke pelelangan minggu ini. Sepertinya itu kerana kamu. Ke sini, Ling Chyou."


Semua kaget melihat tetua Yang yang jarang terbuka mengajak Ling Chyou untuk ke ruang VIP nya.


"Semua pil dan obat kami hasil kerjasama kami dengan Ling Chyou. Ada yang berani menyinggung ahli asosiasi di sini ya. Mereka ingin bertarung dengan asosiasi kah?"


Semua tersentak dan langsung diam.


"Tetua Yang, tidak baik menggertak. Aku akan ke ruang tetua Xiau kerana aku memintanya terlebih dahulu. Jika aku melihat mu lebih awal, pasti aku akan meminta mu."


Tetua Yang mengangguk dan tidak begitu peduli sebenarnya. Ling Chyou pastinya pergi ke sana kerana adiknya yang mungkin membakar tempat pelelangan jika berlanjutan.


Mereka bangun dan pergi ke ruang VIP Xiau Ming.


"Terima kasih sudah memberikan kami menetap di sini."


Ling Chyou tunduk hormat.


"Aku akan membelikan apapon yang kalian mahu. Jadi jangan sungkan."


Ling Chyou mengerutkan alisnya 1 detik dan kembali tersenyum tenang.


'Pak tua ini sengaja menguji kesabaran aku.'


Ling Chyou dan yang lain duduk dan pelelangan pon bermula.


Barang barang di keluarkan dan tidak 1 pon menarik perhatian mereka.


.


.


.


"Ini dia, zirah api! Untuk mereka yang berelimen api bisa menjadi 2 kali lebih kuat!"


Mata Ling Chen berbinar melihat zirah itu dan menarik lengan baju Ling Chyou.


Baru Ling Chyou ingin mengangkat tangan.


"1 Juta."


Dia menatap Xiau Ming tajam untuk sesaat dan kembali tenang.


Ling Chyou mengatakan itu dan Ling Chen mengangguk semangat tidak tahu kakaknya sedang kesal.


"Ini dia! Peninggalan naga yang tidak tahu fungsinya! Mulakan bidikan nya!"


Mata Zhang Quon pula berbinar dan melihat Ling Chyou. Ling Chyou baru ingin mengangkat tangan.


"5 juta."


Tangan Ling Chyou mencengkam kursi di bawah lengan bajunya yang labuh. Namun wajahnya masih tenang.


Benih misterius itu muncul dan Xiau Ming membidik semuanya.


"Baik, ini barang yang kami dapatkan pagi ini! Ini adalah pohon es yang bisa tinggal di lingkungan manapon itu!"


Pohon es itu sangat indah seperti pohon yang di buat dari kaca. Ling Chyou yang kesal langsung merasa tenang melihat keindahan pohon itu.


Semua orang yang melihat keindahan itu, ingin membuat itu menjadi milik mereka.


"1 juta!"


"3 juta!"


"5 juta!"


Bidikan menjadi sangat panas. Semua orang ingin mendapatkan pohon yang indah dan penuh dengan anergi itu.


"3 milliar!"


Ling Chyou menggigit bibir bawahnya. Dia tidak bisa membidik lebih jauh. Dia hanya bisa berdiam diri kerana akan bahaya jika dia membidik lebih dari 1 milliar. Dia mungkin akan di rampok.


Mata Ling Chyou menunjukkan kesedihan untuk pohon es itu. Dia tampa sadar menarik lengan baju Xiau Ming yang berada di sebelahnya.


Xiau Ming melihat Ling Chyou yang tidak sadar menarik lengan bajunya. Ling Chyou menggigit bibir bawahnya dan matanya terlihat sedih.


Ling Chyou yang tersadar dia menarik lengan baju Xiau Ming langsung menarik semula tangannya dan menyembunyikan wajahnya.


Xiau Ming tersenyum seperti melihat sesuatu yang langka.


'Tidak baik untuk anak kecil sepertinya membidik terlalu besar. Dia akan di rampok jika dia melakukan itu.'


Xiau Ming menggelengkan kepalanya dan mengangkat tangannya.


"5 milliar."

__ADS_1


3 ketukan berbunyi dan itu menjadi milik Xiau Ming. Ling Chyou menatap pria tua itu dengan tidak percaya.


"Tetua Xiau, kamu tidak perlu...."


"Tidak perlu saat kamu membuat wajah sedih tidak mendapatkan mainan yang kamu mahu?"


Ling Chyou tersentak dan memalingkan wajahnya. Itu terlihat kurang sopan. Namun Xiau Ming menikmati melihat expresi kesulitan Ling Chyou dari wajah tenangnya yang seperti orang dewasa.


.


.


.


Entah mengapa, pelelangan hari ini sangat lama hingga Ling Chyou dan Ling Chen tertidur sambil bersandar di badan satu sama lain.


"Apa kamu tidak ingin tidur?"


Xiau Ming bertanya pada Zhang Quon dan Zhang Quon menggelengkan kepalanya.


Dia mengeluarkan selimut dan menyelimutkan ke dua anak itu dan menyelak rambut Ling Chyou dengan lembut.


"Aku baik baik saja. Lagi pula aku yang paling tua di antara mereka."


Ling Chen 11, Ling Chyou 13 dan Zhang Quon 14.


Xiau Ming menganggukkan kepalanya paham.


"Apa kamu benar benar ingin bertunang dengan She Min Ye?"


Sebagai orang yang paling dekat dengan walikota, Xiau Ming pasti mengetahui hal itu.


Mata Zhang Quon mendung mendengar itu.


"Tidak. Aku tidak punya kekuatan untuk menolaknya. Apa yang bisa anak biasa yang bukan dari keluarga atau sekte bisa menolak walikota dan putri tercintanya?"


Zhang Quon berbicara dengan jujur pada Xiau Ming. Matanya yang melihat Ling Chyou sangat lembut dari dia melihat Ling Chen dengan pandangan biasa.


"Jujur bicara, aku tidak menyukai kamu dengan putrinya itu. Putri walikota tidak cocok untuk mu. Putri manja itu hanya akan menyusahkan mu dalam perjalanan bela diri mu."


Zhang Quon menatap pria tua itu dengan tatapan aneh.


"Siapa yang layak bersama ku jika begitu? Aku tidak peduli tentang layak atau tidak. Jika aku menyukainya, akan ku dapatkannya walau dia dari keluarga tertinggi atau warga langit sekalipon. Aku tidak peduli jika aku hancur jika aku harus mendapatkan orang yang ku suka."


Alis Ling Chyou bergetar mendengar itu. Dia terbangun saat Zhang Quon menyelimutkannya.


"Orang yang kamu suka akan membenci mu jika kamu melakukan hal seperti itu."


Xiau Ming mengatakan itu dan Zhang Quon hanya tersenyum tidak peduli.


Pelelangan selesai dan mereka mengambil barang yang di belikan Xiau Ming dan Ling Chen yang senang dengan zirah apinya meninggalkan Ling Chyou bersama Zhang Quon untuk berlatih bersama zirah itu.


Ling Chyou memeriksa benih dan pohon es itu dan akhirnya memasukkan itu ke cincin ruangnya. Zhang Quon juga menyimpan peninggalan naga itu di cincin ruang.


Mereka berjalan dalam keheningan matahari terbenam.


"Zhang Quon, aku tahu kamu kuat. Namun mengejar cinta seperti itu bukan hal yang bagus."


Ling Chyou yang pertama membuka pembicara.


"Apa tidak bisa aku mengejar ku hingga ke hujung dunia?"


Ling Chyou menggelengkan kepalanya perlahan.


"Secara halus, kita tidak bisa bersama bagaimana pon itu. Kerana kamu warga langit, Zhang Quon."


Ling Chyou menatap Zhang Quon dengan dingin.


"Dalam darah mu tercampur darah naga murni dan kamu memiliki semua elimen. Secara keseluruhan, kamu adalah makhluk yang seharusnya terlahir di langit, bukan di sini. Tidak ada warga langit yang akan membiarkan mu mengejar cinta tidak berguna seperti ini. Jika kamu tidak kembali ke langit secepatnya, kamu akan mati. Itulah mengapa kamu harus berlatih siang dan malam tampa henti. Limit mu adalah 15 tahun, benar kan."


Tangan Zhang Quon terkepal mendengar situasinya dengan rinci dari seseorang.


"Aku tidak peduli. Darah naga dalam diri ku membuat ku tidak akan melepaskan apa yang aku inginkan."


Ling Chyou menghela nafasnya.


"Zhang Quon, ini bukan tempat mu. Naga harusnya berada di langit atau luar dunia. Kamu tidak akan bisa melakukan apa pon di sini, reinkarnasi naga kegelapan."


Zhang Quon membulat matanya mendengar itu. Tidak ada yang tahu tentang itu selama ini. Semua yang tahu tentang ini mati di tangannya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung............................


__ADS_2