I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 43


__ADS_3

Pagi hari.


Semua orang berbicara dan bergelak tawa seperti biasa. Hanya Zhang Quon yang terlihat murung.


Temannya juga melihatnya dengan tatapan aneh. Jarang melihat Zhang Quon murung.


Zhang Quon hanya mengabaikan tatapan mereka. Ketakutan terbesarnya belum muncul.


Baru dia ingin menghela nafas lega, Ling Chyou datang dan melihat mereka semua. Dia mengerutkan alisnya saat melihat Zhang Quon.


Deg, deg, deg.


Jantung Zhang Quon berdetak sangat cepat pada kerutan itu.


Dia bisa melihat kutukan yang di perkuat di mata Ling Chyou. Namun Ling Chyou tidak mengatakan apa apa dan menggelengkan kepalanya.


Dia membuka matanya lagi dan Zhang Quon bisa melihat kutukan itu menghilang. Ling Chyou masih mengerutkan alisnya dan memijat kepalanya.


Ling Chyou semakin mengerutkan alisnya pada Zhang Quon. Kepalanya ibarat di tusuk ribuan jarum.


"Mengapa kamu terlihat sangat berantakan?"


Ling Chyou mendekat dan melihat baju yang di pakai dengan setengah hati dan rambutnya berantakan.


"Apa kamu bahkan sudah mandi? Pergi mandi jika belum."


Ling Chyou mengambil 2 langkah menjauh dari Zhang Quon setelah mengatakan itu. Kepalanya sangat pusing hanya berbicara beberapa kata dengannya.


Zhang Quon bisa mengetahui bahwa Ling Chyou kesakitan kerana dirinya. Memecahkan kutukan dan itu akan menjadi serpihan kaca yang menusuk kepala mereka kerana melawan kutukan.


"Baik, aku akan pergi mandi."


Dia tidak senang walau kutukan itu tidak berpengaruh pada Ling Chyou. Dia merasa lebih baik menjauh darinya dari menyakitinya.


Ling Chyou hanya melihatnya pergi. Dia tidak tahu bahwa, itu adalah perbicaraan terakhir mereka selama 2 minggu.


.


.


Ling Chyou duduk memeluk lutut di depan tumbuhannya. Bibirnya di muncungkan seperti dia ngambek.


"Apa apaan dia itu? Apa sekarang dia bermain susah dapat?"


Ling Chyou selalu menegurnya dan Zhang Quon hanya mengangguk dan langsung menghilang.


Sudah 2 minggu berlalu dan itu masih sama. Ling Chyou yang kesal mengambil anergi alam tanpa ia sadari.


Wiiiing......


Ling Chyou bersinar setelah mengambil anergi alam selama 20 minit.


Itu bermakna dia memasuki tingkat bintang 2.


Kerana dia baru memasuki tingkat baru, anergi dalam menyebar di seluruh tubuhnya.


[Apa kamu bisa mendengar kami? Kamu seharusnya bisa ketika di tingkat bintang. Tapi kerana kamu tidak pernah memfokuskan anergi dalam ke kuping mu, kamu tidak pernah tahu.]


Ling Chyou kaget dan melihat sekeliling. Namun suara itu sudah menghilang. Dia memfokuskan anergi dalam ke kupingnya.


Segera, dia mendengar suara.


[Haha. Apa kamu pikir itu suara hantu? Ini suara kami, tumbuhan.]


Ling Chyou melihat ke arah pohon es yang berada di depannya.


Pohon itu bergerak sedikit seperti melambai.


"A, apa? Tidak, tentu tidak."


Ling Chyou mengelak.


[Baiklah, kerana kami sangat sedih melihat raja kecil kami yang sedih, biar aku menceritakan kisah yang menyedihkan.]


Ling Chyou memiringkan kepalanya bingung.


[Apa kita bisa menceritakan itu?]


[Hei, bukan ke itu sebuah pelanggaran privasi?]


[Aku sokong! Itu kesalahan naga kegelapan itu membuat raja kecil kita sedih!]


Banyak suara dan pohon bergoyang dengan kekuatan yang berbeda beda. Mereka seperti sedang dalam suasana hati yang berbeda.


[Baiklah, alasan naga kegelapan itu mengabaikan mu adalah kutukan miliknya. Itu membuat semua makhluk kecuali alam dan iblis membencinya. Kamu terkena kutukan itu 2 minggu lalu yang mana langsung hancur dan membuat kamu kesakitan setiap kamu dekat dengannya.]


Ling Chyou membulat matanya.


"Kutukan?"


[Hmm... Benar, walau jenius, kamu tidak akan tahu jika itu tidak tertulis di buku, ya. Itu adalah kutukan yang naga berikan padanya. Itu kerana dia membunuh naga dan mendapatkan kekuatan naga yang dia bunuh. Hidup tanpa kehangatan, itulah kutukan itu. Cinta hanyalah khayalan semata baginya hingga dia bertemu dengan mu.]


Ling Chyou kaget mendengar itu. Dia langsung bangun dan anergi dalam di telinganya menghilang.


Pohon pohon di sana seperti tersenyum melihat raja kecil mereka lari begitu saja.


.

__ADS_1


.


.


Ling Chyou melihat Zhang Quon bersama Ru Xuan.


"Zhang Quon!"


Zhang Quon tersentak dan melihat Ling Chyou berlari ke arahnya.


"Kamu!"


Kepala Ling Chyou menjadi sakit lagi. Ling Chyou menggertak giginya dan mengerutkan alisnya.


"Kamu, kamar ku, sekarang!"


Ling Chyou hanya mengatakan itu dan berjalan kembali ke kamarnya.


Ru Xuan melihat itu dan menatap Zhang Quon.


'Apa yang sudah kamu lakukan?'


Itulah makna dalam tatapan Ru Xuan.


Zhang Quon tidak membalas dan mengikut Ling Chyou dengan jarak 2 meter.


.


.


Zhang Quon masuk dan Ling Chyou mengunci pintu. Walau itu tidak berguna kerana Zhang Quon kuat. Namun itu memberikan suasana yang serius.


"Zhang Quon, aku membenci mu."


Zhang Quon menundukkan kepalanya seperti dia mengharapkan itu. Ling Chyou menggertak giginya lagi melihat reaksi itu.


"Zhang Quon! Apa kamu mengalah pada ku begitu saja kerana kutukan itu!?"


Zhang Quon tersentak. Kepala Ling Chyou sangat sakit. Dia mengerutkan alisnya dan mengabaikan kesakitan itu.


"Apa semua ucapan manis mu itu hanyalah sebuah lelucon!? Kamu menyukai ku!? Kamu bahkan tidak akan mencoba lagi jika aku membenci mu lagi! Kamu pembohong!"


Zhang Quon menatap Ling Chyou untuk pertama kali setelah 2 minggu. Mata Ling Chyou terlihat bergetar dan tangannya terkepal erat.


"Tidak. Aku hanya tidak ingin menyakiti mu."


Zhang Quon terdengar bersalah. Kutukan yang naga berikan padanya bukan kutukan yang bisa di hancurkan begitu saja. Jika hancur, itu akan menusuk kepala mereka setiap mereka dekat dengannya.


"Kamu pikir aku akan percaya itu!?"


Kepalanya sangat sakit namun dia tetap menatap Zhang Quon tepat di matanya.


"Kamu berani mengatakan itu setelah membuat ku seperti ini!? Selama 22 tahun hidup ku, aku tidak pernah di abaikan! Apa lagi dari orang yang menyukai ku! Kamu berani mengabaikan ku!?"


Zhang Quon tersentak. Untuk pertama kali, dia mendengar umur sebenar Ling Chyou.


Ling Chyou menggerakkan tubuhnya dan menarik Zhang Quon ke bawah kerana dia setengah kepala lebih tinggi.


Dia menutup matanya dan mencium bibir Zhang Quon. Zhang Quon tersentak. Dia tidak pernah menerima ciuman dari Ling Chyou sebelum ini.


"Berengsek. Aku tidak bisa mengeluarkan mu dari pikiran ku! Jika ingin mengalah, lakukan itu sebelum aku terjerat dengan mu!"


Kepalanya kesakitan dan berlutut. Dia tidak bisa menahan lagi untuk tidak mengerang.


Zhang Quon yang kaku, tersadar dan melutut dan memeluk Ling Chyou dengan erat.


Kepala Ling Chyou sangat sakit, namun dia membiarkan Zhang Quon memeluknya.


"Aku mengatakan untuk melindungi mu. Aku tidak ingin bahkan menyakiti hujung jari mu. Apa lagi sesakit ini."


Ling Chyou tersenyum walau dalam kesakitan. Suasana kamar itu tiba tiba menjadi dingin.


Seorang wanita dan seorang pria muncul entah dari mana. Ruangan itu di penuhi anergi yang kuat hingga Ling Chyou sulit bernafas.


'Iblis lagi?'


Ling Chyou hanya memikirkan itu. Namun Zhang Quon dengan cepat melepaskan pelukannya dan merentangkan tangannya seolah melindungi Ling Chyou.


"Hei manusia, tunduklah pada kutukan naga."


Mata Ling Chyou membelalak mendengar itu. Matanya tidak memancarkan kebencian atau apa pon itu pada wanita yang mengaku naga itu.


Namun mata Zhang Quon menunjukkan kemarahan dan kebencian yang sangat, sangat besar.


"Berhenti melihat kami dengan mata menjijikkan itu."


Pria itu mencemooh melihat mata Zhang Quon yang merah di penuhi kebencian.


"Mata menjijikkan!? Jelas matanya lebih indah dari milik kalian!"


Ling Chyou berbicara sedikit keras tidak puas. Mengapa semua orang tidak melihat mata indah milik Zhang Quon itu.


"Heh, di dunia ini, hanya kamu yang akan melihat mata darah itu dan memanggilnya indah. Apa kamu bahkan tahu bagaimana dia mendapatkan mata dan rambut itu?"


Wanita itu mengejek dan Ling Chyou mengerutkan alisnya lebih dalam.


"Mengapa kamu marah hanya kerana dia membunuh!? Kematian adalah salah satu hal yang biasa di dunia ini! Bahkan untuk naga, itu pasti hal biasa!"

__ADS_1


Itu benar. Namun kesombongan naga tidak membenarkan itu. Pria itu menggerakkan tangannya dan panah cahaya dengan mudah terbentuk ingin menyerang Ling Chyou.


Namun Zhang Quon dengan cepat menggunakan kegelapannya membuat tameng.


"Jangan sentuh dia!!!"


Zhang Quon dengan marah yang meluap berteriak.


Pohon es yang melihat itu bercahaya sejenak. Lalu pohon es itu hilang dan muncul seorang wanita dengan rambut dan mata berwarna biru es muncul.


"Kalian naga sombong, berani mencelakai raja kecil kami."


Semua orang terbelalak melihat wanita yang sangat cantik itu.


"Pohon es?"


Ling Chyou bergumam bingung.


"Aku bisa berubah menjadi manusia jika aku mahu. Aku adalah pohon tingkat legenda."


Dengan bangga, pohon es itu meninggikan hidungnya.


Namun senyuman yang terukir itu menghilang dalam sekejap saat melihat naga di depannya.


"Naga cahaya, naga bunga, tidak bisakah kalian melihat orang yang kalian kutuk itu raja kami?"


Suara pohon es sedingin namanya. Tatapannya sangat tajam pada naga itu.


"Alam tidak pernah menerima keberadaan kalian di dunia ini. Mengapa kalian bisa ke sini? Sepertinya alam terlalu berlembut dengan kalian, hah."


Seketika, alam langsung seperti murka dengan banyak bencana alam akan terjadi.


"Bahkan sampai ingin membunuh raja kecil kami, kalian sudah gila sepertinya. Kalian seharusnya duduk saja di dunia yang alam sediakan untuk kalian."


Wajah para naga itu memucat.


"Apa kalian ingin mendapatkan kutukan alam? Kalian harus ingat tingkat kalian di piramida dunia ini."


Pohon es itu sangat tajam dan dingin.


"Apa yang membuatnya istimewa!? Dia bahkan belum mencapai tingkat dewa! Mengapa alam sangat menyukai orang lemah!?"


"Benar. Kalian tidak pernah peduli dengan raja kalian sebelum ini."


Pohon es itu menghela nafasnya. Memang benar, alam meninggalkan raja mereka di saat genting selama ini.


"Apa kamu tidak melihat mata polos raja kecil kami? Alam tidak akan membantu siapa pon untuk membalas dendam akan kebencian dalam diri mereka. Apa kamu tidak dengar, umurnya 22 tahun dan matanya masih sepolos anak berumur 3 tahun. Raja kecil, bisa kamu sebutkan, orang yang paling kamu benci atau pernah membencinya?"


Ling Chyou terdiam. Dia marah dan kesal. Namun itu tidak sampai membenci. Dia hanya memberikan pelajaran pada yang membuatnya menderita kerana mereka sudah melewati batas dan hanya menyalahkan dirinya dalam kasus Dong Gak. Dia takut dengan Dong Gak, bukan benci.


'Kamu seharusnya tidak di lahirkan sama sekali' adalah kata yang tidak akan dia gunakan walau bagaimana rasa sakit yang dia rasakan. Lidah itu adalah senjata. Lidah itu membunuh. Lebih baik tidak pernah mengucapkannya jika itu tidak perlu walau hanya sekadar bercanda.


Bagi Ling Chyou, kebencian tidak ada dalam kamusnya jika itu kepada makhluk hidup. Dia mungkin membenci cara dia di abaikan Zhang Quon, namun tidak pernah membenci Zhang Quon secara peribadi. Juga tahap kebenciannya hanya sekadar, akan hilang nanti.


"........"


Ling Chyou hanya bisa diam untuk jawaban.


"Lihat, dia tidak memiliki kebencian dalam dirinya. Juga, berani kalian mengatakan raja kecil kami ini lemah? Apa kamu tidak lihat seluruh alam menerimanya? Kalian masih mengatakan raja kecil kami lemah bahkan hanya menghancurkan kutukan kalian untuk membuatnya membenci naga kegelapan ini hancur dalam 1 detik?"


Zhang Quon tersentak. Jika itu kutukan untuk membencinya, bukan ke itu akan membuat alam tidak menerimanya. Alam tidak bisa mengambil seseorang dengan kebencian peribadi sebagai raja mereka.


"Aku benci dia. Hanya itu yang ada dalam pikirannya sebelum menghilang. Raja kecil, mengapa itu menghilang? Apa yang kamu pikirkan?"


Pohon es itu bertanya dengan lembut.


"Aku benci dia, dan saat itu aku menggeleng. Tidak ada kehidupan yang layak di benci walau sejahat apa pon dia. Aku membenci perbuatan mereka, bukan orangnya. Itulah mengapa penjara di ciptakan. Mereka bisa mengubah diri di sana. Namun aku tidak membantah jika mereka harus di hukum mati jika kesalahan mereka sangat besar."


Pohon es itu berkedip beberapa kali.


'Tidak usah sepanjang itu juga, kan.'


Pohon es menggelengkan kepalanya dan menatap dingin ke dua naga itu.


"Pergi."


Anergi es keluar dengan membabi buta akan menyerang ke 2 naga itu.


"Jangan sampai aku melihat kalian di sini lagi."


Pohon es yang dalam hukum manusia itu terlihat dingin dengan kemarahan yang akhirnya meluap.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung……………………………………

__ADS_1


__ADS_2