I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 38


__ADS_3

.


.


.


.


.


5 Tahun berlalu.


Pada akhirnya, Ling Chyou tidak bisa memberanikan diri untuk mengambil tanggungjawab seorang raja. Alasannya adalah dia terlalu muda, dia hanya anak berumur 17 tahun. Dia tidak sanggup menggalas tanggungjawab sebesar itu.


Di mana perang akan pecah dan portal pintu iblis terbuka, dia tidak sanggup dan terlalu takut untuk menghadapinya.


Mulanya, dia meminta 3 tahun. Namun kerana masih ragu, dia meminta untuk 2 tahun lagi. Dia mengirim surat pada kenalannya di bumi kerana dia diizinkan melakukan itu. Ling Chen juga sudah berada di tingkat langit 3 urutan nol. Zhang Quon juga sudah menjadi pria terkuat di langit dalam 5 tahun dan di kejar banyak wanita dengan dada besar.


Semua temannya juga merasa aneh bahwa Zhang Quon tidak merasa kesulitan untuk mengambil anergi alam lagi. Merindian merasa mencari setiap kali mereka mencoba melakukannya.


Kerana temannya merasa curiga, Zhang Quon membuat dirinya lambat juga dalam menaikkan tingkatnya. Namun itu tidak menolak kenyataan bahwa dia menjadi tingkat bulan 5 urutan nol sedang temannya yang lain hanya berada di tingkat langit urutan pertama. Xia Zu juga hanya di tingkat dewa kerana tidak pernah berlatih lagi setelah tiba di kota langit.


Sekarang hanya 5 hari tersisa sebelum penobatannya sebagai raja, di ulang tahunnya yang ke 18.


Dia dan semua temannya tumbuh menjadi sosok yang tampan dan cantik.


"Hah....."


Ling Chyou mendesah di atas kasur di kamarnya. Dia memiliki rambut yang sepanjang pinggulnya yang rapi dan indah. Pipinya juga menjadi lebih kurus dan tingginya juga meningkat. Dia kini tidak lagi seperti anak kecil.


Tok, tok.


Pintu di ketuk dan masuk seorang pria dengan senyum lembut dan rambut putih hanya separas bahunya dan mata merahnya seperti rubi sangatlah tampan. Dia adalah pria paling tampan di banding rombongannya yang lain.


Zhang Quon. Dia juga sudah menjadi pria berumur 19 tahun yang tampan dan kuat.


Zhang Quon berjalan dengan lembut dan duduk di samping Ling Chyou. Bahkan setelah 5 tahun berlalu, dia tidak dapat melelehkan hati anak kecil itu jika di bandingkan umur sebenarnya.


Namun yang menarik, Ling Chyou tidak pernah menjauh darinya bahkan jika dia di lecehkan. Jika bukan kerana adiknya, Ling Chyou sudah lama di lahap Zhang Quon.


"Apa kamu masih belum bisa menerima takdir mu?"


Suara Zhang Quon yang semakin halus dan indah berbisik pelan di kuping Ling Chyou. Pipi Ling Chyou sedikit memerah dan menggunakan tangan kirinya menolak kepala Zhang Quon menjauh.


Bagaimana sering pon Zhang Quon melakukan itu, dia tidak bisa membiasakan dirinya dengan suara itu.


"Tentu saja. Aku bukan naga yang hidup sudah ribuan tahun."


Ling Chyou mengejek Zhang Quon dan Zhang Quon tersenyum menerima ejekan itu.


"Ling Chyou, kamu akan masuk usia dewasa dalam 5 hari. Kamu tidak bisa gugup di depan rakyat mu."


Zhang Quon memberikan nasihat. Ling Chyou mengerutkan alisnya dan berdiri.


"Aku tidak akan termakan dengan trik yang sama. Pikirkan hal yang paling memalukan yang pernah aku alami, dan itu bermakna kamu meminta ku berpikir tentang kamu melahap ku."


Zhang Quon tersenyum saja seperti tidak ada yang salah. Walau sudah 100 kali terjadi, Ling Chyou tetap jatuh pada ayat itu. Jika saja Ling Chen tidak menganggu.


"Kamu tidak mau?"


Ling Chyou mengerutkan alisnya lebih dalam.


"Tidak! Bagaimanapon, itu tetap tidak!"


Dengan suara sedikit keras dan tegas, Ling Chyou menolak Zhang Quon.


Dia memutar tubuhnya dan mengambil penyiram air dan menyiram tumbuhannya yang membesar dengan baik. Benih misterius, pohon es dan bahkan pohon buah Yongdu membesar dengan sangat baik.


Mereka di tanam di luar ruangan yang seharusnya menjadi balkoni yang besar, menjadi taman tempat tumbuhannya hidup. Mereka sangat besar hingga tidak bisa di simpan di dalam ruangan lagi.


Benih misterius itu tumbuh menjadi pohon langka dengan buah anergi alam yang berbeda beda. Ling Chyou mengambil buah itu untuk teman temannya. Yang dia bisa makan tampa masalah hanyalah buah Yongdu. Tapi dia dengan sangat baik, merawat semua pohon yang ia tanam.


Menyiramnya adalah tidak perlu lagi. Mereka mengambil anergi alam sebagai ganti air. Namun Ling Chyou melakukan itu setiap kali dia ingin melebarkan jarak antara dia dan Zhang Quon.


Namun dia sangat sial dengan hal yang menjauhkan dia dari mc ngecheat itu.


Ling Chyou menyiram pohon itu dan langkah kaki Zhang Quon bisa di dengar.


Dengan lembut dia memegang rambut Ling Chyou yang terurai tampa satu pon riasan di atasnya. Perlahan rambut itu mengenai bibir Zhang Quon yang sexy dan menggoda itu.


"Rambut mu indah."


Zhang Quon bergumam dan Ling Chyou memerah dengan pujian basi itu. Zhang Quon dengan lembut memeluk perut Ling Chyou dan dagunya secara alami mendarat pada bahu Ling Chyou yang lebih rendah darinya.


Ling Chyou mengerutkan alisnya lebih keras tidak selesa dan seperti biasa, mencoba melepaskan pelukan itu dengan sia sia.


Perlahan, dahan pohon mula memanjang dan saat tiba di leher Zhang Quon, itu melilit lehernya dengan cepat.


"Lepaskan aku, atau mati tercekik?"

__ADS_1


Ling Chyou mengancam. Namun, Zhang Quon tersenyum pada ancaman itu.


"Kamu tidak akan."


Zhang Quon dengan lembut menggigit kuping Ling Chyou.


"Ekkk!!!!?"


Ling Chyou tersentak dan dahan pohon yang melingkari lehernya dengan cepat terleraikan.


'Anak ini..... Dia semakin berani sekarang!'


Ling Chyou menatap Zhang Quon dengan mata yang penuh amarah dan dia menggertak giginya dengan kuat.


Zhang Quon melepaskan tangan kanannya dari perut Ling Chyou dan menyentuh pipinya.


"Gigi mu akan sakit jika kamu mergertak gigi mu sangat kuat. Kamu tidak mahu ke dokter gigi, iyakan."


Ling Chyou akhirnya hanya menghela nafas panjang pada perangai Zhang Quon.


'Kemana sifat mc ngecheat yang dingin dan tidak pernah menyentuh duluan?'


Itu tidak berbeda jauh jika dia jauh dari Ling Chyou. Lihat saja seberapa dingin dia di dalam kompetisi bela diri yang dia ikuti. Zhang Quon tidak pernah tersenyum bahkan sekali, dalam kompetisi, turnamen dan segalanya. Dia hanya tersenyum saat Ling Chyou berada di sekitarnya.


"Kamu banjingan."


Ling Chyou mengumpat dan Zhang Quon mencium pipi Ling Chyou tampa ada malunya.


Bang!


Pintu di buka dengan keras. Ling Chen yang kini berumur 16 tahun dan lebih tampan di banding imut, menatap Zhang Quon dengan tatapan maut.


"Apa kamu tidak akan melepaskan kakak ku?"


Zhang Quon langsung melepaskan Ling Chyou dari pelukannya. Ling Chyou menginjak kaki Zhang Quon kerana kesal dan berjalan ke arah pohon es. Itu dingin. Tentu saja.


Alasannya, Ling Chen mengeluarkan anergi api yang mungkin membakarnya jika dia tidak berada di dalam lingkungan pohon es. Bahkan di dalam lingkungan pohon es, dia bisa merasakan panasnya anergi api dari teknik lautan api itu.


Dia kini terbiasa melihat mereka berdua berkelahi. Mereka hanya saling bertukar pukulan dan akan berhenti setelah salah satu dari mereka mendaratkan satu pukulan pada lawan.


Walau begitu, anergi dalam yang mereka hasilkan bisa membunuhnya kapan saja.


Ling Chyou menyentuh kupingnya yang di gigit Zhang Quon dan wajahnya masih merah.


'Dia benar benar sudah tidak mendengarkan ku.'


Ling Chyou tidak bisa menolak Zhang Quon kerana dia memiliki sifat yang membuatnya tidak bisa. Jika dia menolaknya, dia mungkin di bunuh atau di kurung Zhang Quon. Naga kegelapan adalah naga yang akan mendapatkan apa yang dia mau hingga menghalalkan segala cara.


Bang! Tang! Bom!


Setelah beberapa minit, pukulan terhenti dengan kemenangan Ling Chen kerana Zhang Quon memberikan kelonggaran pada Ling Chen.


"Ini sudah 5 tahun, mengapa kamu tidak mengalah saja?"


Ling Chen dengan cemberut mengatakan itu. Namun Zhang Quon melirik Ling Chen dengan tajam saat menyuruhnya menyerah.


'Tidak mungkin, wahai adik kesayangan ku, menyerah sama saja kamu menyuruhnya membunuh ku.'


Sifat Zhang Quon yang membuat Ling Chyou kewalahan, adalah yandere. Pernah juga dia mengatakan dia menyukai pelayan istana pria yang imut di banding dirinya dan keesokan harinya, pelayan itu di temukan tewas.


Ling Chyou tidak bisa lari darinya melainkan dia sendiri yang mengalah atau bosan dengan dirinya.


Ling Chyou keluar dari zona amannya dan berdiri di depan Ling Chen.


"Sudah. Mari turun makan."


Mendengar itu, Ling Chen masih menatap tajam Zhang Quon sebelum berjalan pergi.


"Apa kamu harus melayaninya seperti anak kecil?"


Ling Chyou bergumam kesal dan memukul pundak Zhang Quon perlahan.


"Tentu saja. Dia adalah adik mu. Aku harus melayaninya walau bagaimana menjengkelkan dia itu pada ku."


Dengan senyum ramah, Zhang Quon membalas.


Ling Chyou membuat wajah jijik pada senyuman itu.


"Sudah, mari tu-"


Sebelum sempat Ling Chyou menghabisi ayatnya, ruangan itu menjadi gelap. Tidak, mereka masuk ke ruang alam bawah sadar seseorang.


"Iblis."


Zhang Quon bergumam sambil mengerutkan alisnya.


'Sepertinya, portal sudah terbuka. Namun, mengapa malah iblis jenis ini yang datang menyerang?'


Iblis dengan sosok yang menggoda dan ekor yang membentuk hati, ya, itu adalah iblis jenis succubus.

__ADS_1


'Aku lemah dengan godaan, bodoh.'


Dengan putus asa, Ling Chyou menutup matanya.


-Kita bertemu lagi, naga kegelapan.


Zhang Quon mengerutkan alisnya.


-Mari lihat, apa kamu masih tidak akan tergoda dengan sihir ku.


"Hah....."


Mendengar suara dengusan Ling Chyou, Zhang Quon melihat ke sampingnya. Dengan wajah seperti tomat, Ling Chyou menutup matanya seperti mencoba menahan diri dari sesuatu.


"Siapa yang kamu tunjukkan padanya?"


Dengan dingin, Zhang Quon bertanya.


"Apa? Sejak kapan naga kegelapan peduli tentang temannya? Baik, itu terlihat seperti harga diri mu tercoreng. Sepertinya ilusi itu menunjuk dirimu saat ini."


Mendengar itu, Zhang Quon tersenyum.


"Itu tidak mungkin benar. Dia tidak mungkin menyukai ku."


Zhang Quon terlihat senang walau dia membantah.


Succubus itu memiringkan kepalanya merasa aneh.


"Apa kamu lupa, ilusi pada orang yang tidak punya hati pada seseorang adalah orang yang terakhir dia pikirkan? Kerana kamu di sampingnya, tentu saja itu kamu."


Zhang Quon hanya menatapnya tidak peduli.


"Baik, bagaimana dengan mu?"


Succubus tersenyum dan ilusi Ling Chyou muncul di depannya. Ilusi itu tersenyum penuh makna dan berjalan pada Zhang Quon.


Saat ilusi Ling Chyou ingin merangkul lehernya, Zhang Quon menebasnya.


"Ling Chyou tidak menikmati hal ini. Jangan jadikan dia l4cur walau dengan ilusi mu, succubus."


Succubus benar benar merasa ada yang aneh dengan keduanya. Rajanya atau bahkan reinkarnasi naga kegelapan itu.


Kemudian dia memahami sesuatu.


"Aha! Kamu memiliki perasaan pada raja kota langit itu! Tapi sepertinya dia tidak punya untuk mu."


Zhang Quon tersenyum seperti tidak peduli dengan hal itu sama sekali.


Succubus menyipitkan matanya yang penuh dengan nafsu dan memetik jarinya.


Tikd.


Sebuah keahlian succubus adalah menggoda. Ling Chyou dengan cepat kehilangan kesadarannya dan matanya memiliki bentuk love.


Ling Chyou yang dalam pengaruh succubus berjalan dengan perlahan ke arah Zhang Quon.


"Quon, makan aku."


Zhang Quon tersentak melihat Ling Chyou yang mengatakan itu dengan wajah merah sambil memegang lengan bajunya.


"Kumohon, makan aku."


Zhang Quon mengerutkan alisnya mendengar itu.


Jika itu bukan kerana kemampuan succubus, Zhang Quon pasti dengan senang hati menerimanya. Namun tidak. Dia tidak bisa melakukannya.


Dia tidak mungkin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Itu hanya akan membuat dirinya di benci.


"Maaf."


Itulah gumaman terakhir, yang akan dia ucapkan dalam ruangan bawah sadar succubus.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung................................


Nulho: Baik, aku update hari isnin, rabu dan jumat ya. Jika bukan hari ini, itu bermakna aku buat crazy up. Ok, semoga terhibur dengan episode hari ini.

__ADS_1


__ADS_2