
"Baik, siapa yang igain bermain dengan ku?"
Semua orang saling menatap dan mendorong Yun Kaibo ke depan.
"Kamu juara kelas, jadi kamu main."
Ling Hian mengatakan itu dan semua orang memgangguk.
Yun Kaibo menggelengkan kepalanya dan duduk di depan Ling Chyou.
.
.
.
'Hnm? Apa yang mereka lakukan? Sampai aku datang pon mereka tidak sadar.'
Guru mereka Mang Rui, bersandar di pintu masuk kelas. Dia bisa melihat semua orang fokus pada Ling Chyou dan Yun Kaibo kecuali Xia Zu yang tidur.
Mang Rui pon mendekati mereka.
"Kaibo sampai diam selama 10 minit. Siapa yang akan menang?"
Wang Xuemin mengatakan itu dengan keringat mengalir di pipinya.
'Dia cukup bagus untuk pertama kali main catur.'
Ling Chyou juga mengalirkan keringat di pipinya. Dia adalah pemain pro dan Yun Kaibo membawanya masuk ke situasi yang agak sukar. Dia tidak tahu bagaimana pertandingan ini jika Yun Kaibo sudah berpengalaman.
'Semua nya adalah jebakan. Benar benar tidak ada jalan keluar.'
"Aku mengalah. Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi."
Ling Chyou mengangguk dan melihat Mang Rui menggosok dagunya.
"Ah, selamat pagi guru. Maaf, kami tidak sadar akan kehadiran guru."
Ling Chyou dengan cepat mengatakan itu sambil berdiri dan yang lain ikut berdiri.
"Apa yang kalian main? Itu terlihat menarik."
"Ahh...."
Ling Chyou dengan cepat memberitahu Mang Rui tentang peraturan dan cara main catur.
"Menarik. Mari bermain dengan ku."
"Eh? Am... Baiklah."
Ling Chyou pon kembali duduk dan menyusun catur dan Yun Kaibo pergi ke tempat lain.
'Kalau Yun Kaibo aja sangat bagus, apa lagi gurunya. Aku pasti akan kalah. Baik mari berikan yang terbaik.'
Mereka mula bermain.
2 jam 45 minit.
Semua di kelas sudah sangat berkeringat melihat pertempuran itu. Catur ibaratnya adalah permainan strategis perang. Dan sekarang Ling Chyou dan Mang Rui sedang berperang satu sama lain.
Ling Chyou berkeringat deras di punggungnya. Alis Mang Rui juga berkerut.
"Guru, bagaimana jika anda memberikan saya kelembutan hati untuk bersikap mudah?"
"Kamu bercanda? Guru juga berada di posisi yang tidak menguntungkan."
Kedua dari mereka saling menatap. Ling Chyou dengan enggan menggerakkan caturnya.
.
.
.
2 jam kemudian.
"Ah, akhirnya, selesai juga."
Setelah bermain selama hampir 5 jam, permainan itu di menangi Ling Chyou yang kini setengah tubuhnya terbaring di meja.
"Kamu mengalahkan ku. Aku akan mengambil ini jika tidak masalah. Tidak masalah, kan?"
Mang Rui memberikan tatapan maut dan kipas di tangannya patah dua.
"Tentu ambil saja!"
"Tidak masalah, guru yang terbaik."
Yong Zuthing dan Zhang Jianwu sama sama langsung menggeleng kepala mereka.
"Baik, sekarang, kalian bisa pergi rehat sekarang."
Mang Rui mengatakan itu dan membawa catur itu bersamanya dengan memasukkan itu ke dalam cincin ruangnya.
'Seperti nya guru sangat marah kerana kalah.'
Semua orang kecuali Ling Chyou dan Xia Zu dapat merasakan niat membunuh Mang Rui.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Di taman belakang.
"Kakak."
Ling Chyou yang datang dengan teman temannya yang lain melihat Ling Chen melompati pagar pembatas.
"Ling Chen. Kamu datang bersama Zhang Quon."
"........"
Ling Chen hanya diam melirik tajam Zhang Quon.
Semua orang mula duduk bersama dan buka bekal mereka yang mereka beli.
"Ini, Ling Chen, Zhang Quon, aku membuat bekal untuk kalian."
Ling Chyou mengatakan itu dan memberikan bekal mereka.
"Terima kasih kakak. Masakan kakak yang terbaik."
Zhang Quon mengangguk setuju.
"Ini hadiah untuk kalian. Aku membuat peralatan kaca semalam. Aku membuat untuk semua orang."
Ling Chyou memberikan sumpit dan jepit rambut berbentuk naga pada mereka.
"Aku akan menjaga ini dengan baik! Kakak, kamu yang terbaik! Aku akan makan dengan sumpit ini mulai sekarang!"
"Terima kasih. Ini pasti sulit di buat. Untuk rakyat jelata seperti ku....."
Kedua orang yang menerima itu hanya bisa tersentuh.
Mereka mula makan siang sambil bersenda gurau dan mencuri makanan Ling Chyou.
.
.
.
"Wah..... Wah.... Siapa yang berada di sini? Ternyata tikus yang tidak bisa berlatih."
Wajah semua orang di sana berubah dingin kecuali Ling Chyou.
"Apa yang kamu inginkan, Tong Ma?"
"Ini sekolah academic. Kamu yang seharusnya tidak di sini."
Yun Kaibo melirik dengan sangat tajam.
"Aku setuju."
Yin Mei juga menatap dengan tatapan dingin seorang ratu es.
Tong Ma turun dari pagar dan berjalan ke arah mereka.
"Apa? Aku tidak salah bukan? Kalian tidak bisa bela diri. Zhang Quon, aku ke sini untuk mencabar dirimu. Berani kamu mengambil hati bunga sekolah idaman ku."
Zhang Quon menghela nafas dan menutup bekalnya dengan lembut lalu berdiri.
'Bunga sekolah? Ouh, apa dia sudah membuat bunga sekolah itu jatuh cinta sebelah pihak? Itu cepat.'
Zhang Quon hanya memandang Tong Ma dengan dingin.
'Kalian ingin bertarung sekarang? Di sini? Di sekolah academic?'
Ling Chyou menghela nafas dan berdiri juga.
"Apa yang kamu mau, bocah tidak bisa berlatih."
"Kamu!!!"
Ling Chen ingin menarik pedangnya namun Ling Chyou menahannya.
"Aku lega kamu tau. Seperti yang kamu katakan, di sini hanya orang yang tidak bisa berlatih dan kami akan tersakiti kerana pertarungan tidak berguna ini. Jadi, bisakah kalian tidak bertarung di sini?"
"Apa kamu meremehkan ku sekarang."
Tangan Tong Ma sudah berada di gagang pedangnya.
"Meremehkan mu? Kamu hebat dan kuat. Kami, tidak, aku lemah, jika kalian bertarung di sini, aku takut aku yang akan terluka. Lebih baik mencegah dari mengobati. Kamu hebat dan kuat, aku takut aku akan mati jika kalian bentarung di sini."
Semua orang di sana merasa bahwa Ling Chyou mencuba untuk tidak menyakiti mana mana pihak dengan mengatakan dirinya sendiri dari mengatakan kami.
"Wajah mu tampan dan kamu bisa menghancurkan batu besar dengan mudah. Kamu seharusnya sudah punya pemikiran bahwa orang seperti aku adalah udang yang akan mati dalam pertempuran antara paus."
Tong Ma mula melepaskan gagang pedangnya.
"Aku tampan?"
".....?"
__ADS_1
Ling Chyou memiringkan kepalanya bingung.
"Kakak, dia adalah pelajar tempat terakhir dalam penampilan."
"!!?"
Ling Chyou tidak percaya saat mendengar bisikan Ling Chen.
'Di tempat terakhir? Dengan wajah setampan itu?'
Wajah Tong Ma putih mulus kerana bela diri dan rambutnya berwarna ungu kehitaman dan mata biru langit dan sedikit sepet yang memberi nuansa yang berbeda.
Tidak banyak orang yang bermata sepet di dunia itu. Semua orang di dunia itu menganggap mata sepet sebagai sebuah kecacatan kerana itu hanya membuat pandangan seseorang menjadi lemah.
"Apa aku tampan?"
Tong Ma bertanya sekali lagi.
"Tentu saja. bagaimana kamu bisa di tempat terakhir dengan wajah seperti ini? Wau, aku benar benar merasa di pukul."
Ling Chyou mendekati Tong Ma dan melihatnya lebih teliti.
"Hidung mancung dan bulu mata yang panjang.Tubuh yang tinggi dan otot yang bagus. Bagaimana dia bisa di tempat terakhir?"
Ling Chyou hanya melihat tampa menyentuhnya sedikit pon. Kerana ini dunia bela diri, otot tidak terlalu terlihat kerana kebanyakan dari mereka lebih memilih menggunakan pil dari berlatih siang dan malam.
Bahkan dirinya saja tidak punya otot.
Ling Chen menjadi dingin dan bangun lalu menjauhkan kakaknya dari Tong Ma.
"Jangan terlalu dekat dengan orang yang tidak di kenali. Kakak, merendian mu rusak dan kamu harus berhati hati."
"......?"
Ling Chyou hanya bingung.
"Apa pon, bisakah kalian tidak bertarung di sini? Juga aku bertaruh untuk Zhang Quon jika kalian bertarung."
"Mengapa? Kakak, Tong Ma ada di tingkat bulan 4 dan Zhang Quon berada di tingkat langit 5. Tong Ma memiliki lebih banyak kekuatan."
Ling Chyou menggelengkan kepalanya.
"Zhang Quon akan memenangkan semua pertempuran nya. Dia bukan lawan yang bisa kamu remehkan walau kamu tahap matahari sekalipon."
'Dia mc. Sudah pasti akan memenangkan semua pertempuran dengan bantuan dari sang author.'
Semua orang melihat Ling Chyou dengan tatapan aneh.
Zhang Quon tersenyum lembut pada pernyataan itu.
"Iya, aku akan memenangkan semua pertempuran yang di berikan pada ku."
"Dan aku akan bertaruh pada mu melainkan kamu bertarung dengan adik ku."
Ling Chyou tersenyum seperti itu adalah pembicaraan kosong tampa maksud tersimpul.
"Tapi tentu saja, Zhang Quon lebih tampan di bandingkan dengan Tong Ma."
Ling Chyou bergumam saat melihat Zhang Quon yang tampan dan para ahli bela diri yang kupingnya sangat tajam bisa mendengarkannya.
"Kakak........"
Ling Chyou tidak sadar akan tatapan tajam Ling Chen.
"Kamu mengatakan aku tampan, bukan?"
"Iya."
"Baik, mari bertarung di sekolah seni bela diri. Jika aku menang, aku lebih tampan darimu. Bagaimana dengan itu."
"Ehh?"
Ling Chyou hanya bisa bingung dengan pertarungan yang di tukar tiba tiba.
Dari hati bunga sekolah ke siapa lebih tampan.
"Tentu, aku tidak akan membiarkan mu mengambil gelar tampan ku."
'Apa yang terjadi sekarang ni?'
Ling Chyou benar benar bingung saat ini.
"Apa kamu kakaknya Ling Chen? Kamu pasti Ling Chyou itu. Kamu adalah orang pertama yang mengatakan aku tampan. Jadi, tidak bisakah aku mahu jadi yang paling tampan di mata mu walau hanya sebagai teman."
Ling Chyou hanya memerah saat mendengar itu dan memalingkan wajahnya. Ling Chen yang melihat itu mengerutkan alisnya yang sudah berkerut sedari tadi.
"Mari bertarung."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung............