
Anergi gelap mengelilingi Xiu Yang dan berakhir ke pedang yang ada di tangannya.
Naga kabut mimpi juga di kelilingi anergi kegelapan.
Seseorang sedang duduk bersantai di atap melihat mereka. Ini masa yang bagus membawa Ling Chyou pulang bersamanya.
Namun dia memiliki musuh lain.
"Apa kamu benar benar akan mengikuti ku terus, hah?"
Orang itu adalah Dong Gak. Sesuatu muncul dari bayang berpakaian hitam.
"Jika aku tidak bisa membunuh mu, aku hanya perlu menghantui mu. Jangan berani kamu menyentuh teman ku."
Dong Gak hanya duduk santai seperti tidak mempedulikan amaran Nei Za. Namun itu bukan sesuatu yang bisa dia endahkan begitu saja.
Nei Za tidak lebih darinya jika dia berdendam dengan seseorang. Orang yang dia dendam itu bisa masuk lubang kubur hidup hidup jika Nei Za sudah berdendam.
"Apa kamu pikir pacarnya yang baru baik baik saja?"
Dong Gak menatap Zhang Quon dengan mata yang membara marah sambil membelai pedang yang dia dapatkan dari kerajaan 2.
"Dia tidak akan melakukan hal yang Huanrang benci. Pelayan yang Huanrang pernah bilang dia menyukainya juga di bunuh kerana dia adalah mata mata. Hanya Huanrang yang polos itu tidak mengetahuinya. Apa dia bisa di bandingkan seseorang yang membunuh semua temannya dan membuat dia kehilangan senyuman sejatinya?"
Nei Za menyindir. Dong Gak tidak peduli dengan itu. Yang terpenting hanyalah Huanrang menjadi miliknya.
Mereka tidak terpengaruh kabut mimpi kerana Dong Gak memiliki elimen cahaya yang bertentangan dengan kegelapan sedang Nei Za memiliki elimen bayang salah satu dari elimen kegelapan.
Neo Za menoleh melihat teman teman Ling Chyou yang tertidur pulas.
Ada senyuman terukir di bibir mereka semua. Mimpi mengerikan membuat orang trauma. Namun mimpi indah membuat seseorang tidak akan bangun lagi.
"Mimpi adalah hal yang sungguh misterius."
Nei Za yang juga salah satu dari elimen kegelapan tidak bisa tidak tertarik dengan cara naga kabut mimpi mengendalikan kabutnya membuat semua orang terlena.
"Jika aku bisa mendapatkannya, aku bisa membuat mu merana dari segi mental juga."
Dong Gak merinding mendengar itu. Sangat tidak menyenangkan bersama seseorang yang sama persis seperti dirinya.
Hanya bedanya adalah Dong Gak melakukan itu kerana obsesinya pada Jun Huanrang dan Nei Za pada dendam.
Klang!
Bunyi keras pedang dan kabut gelap bertrabakan membuat mereka menoleh. Xiu Yang dan naga kabut mimpi terlihat kesulitan. Di sisi Xiu Yang, dia mendapat bantuan angin Yun Kaibo dan perisai air Wang Xuemin sedang naga kabut mimpi sendirian.
"Apa kamu tidak akan masuk membantu teman mu itu?"
Dong Gak mengejeknya.
"Tidak. Aku tidak ingin melindunginya ketika temannya melindunginya. Yang aku inginkan sekarang adalah membunuh mu."
Dong Gak tersenyum kekok. Dia sangat membenci Nei Za, tidak, Zong Ru. Alasan dia membunuh Zong Ru di masa lalu kerana dia terus terusan mengganggu rencananya.
Anak mafia yang berkuasa seperti bos sendiri kerana sifatnya yang kejam terhadap musuh. Yang ajaib adalah Jun Huanrang tidak pernah tahu tentang itu.
Dong Gak adalah seorang pembunuh psikopat yang melakukan segalanya untuk mendapatkan Jun Huanrang sedang Nei Za akan melindunginya di sebalik bayang seperti yang dia lakukan sekarang. Elimen bayang sangat cocok untuknya.
Dong Gak bangun dan langsung menggunakan elimen cahaya menghilang dari hadapan Nei Za.
"Banjingan. Jangan pikir kamu bisa lari dari ku setelah kamu membunuh ku!"
Nei Za langsung memasuki bayang yang bisa secepat cahaya. Bayang selalu bisa mengejar cahaya dan menjadi bayang seseorang. Nei Za bergerak cepat mengejar Dong Gak.
Jujur, Nei Za sangat menikmati mengejar Dong Gak. Sangat menyenangkan melihatnya kesal kerana dia terus mengikutinya tidak peduli kamar mandi atau tandas. Itu membuatnya tidak tenteram seperti diikuti hantu.
"Kamu terlalu lambat, Dong Gak."
Nei Za sangat senang menjadi hantu menghantui orang yang membunuhnya.
"Cih...."
Dong Gak juga jadi kesulitan kerana itu.
"Tidak bisakah kamu meninggalkan ku sendiri jika di kamar mandi atau tandas!? Kamu obses menjadi hantu atau gimana!?"
Dong Gak tidak bisa tidak mengeluh ketika Nei Za melakukan itu.
__ADS_1
"Tidak. Kamu memiliki sais yang cukup menarik. Apa yang kamu lakukan hingga bisa sebesar itu?"
Nei Za sangat menikmati menganggu Dong Gak.
"Pergi dari hidup ku dasar sialan!"
Dong Gak tidak bisa membunuhnya kerana dia seperti bayang yang tidak bisa di sentuh apa lagi elimen cahaya dan bayang sangat berhubungan.
Hanya elimen api yang bisa membunuh Nei Za.
Dong Gak pula terlalu kuat untuk Nei Za bunuh dengan kekuatan fisiknya yang lemah.
Jadi untuk sekarang, mereka hanya akan saling menggangu.
****
Mata Zhang Quon bergetar dan terbuka. Ling Chyou masih tidur di atas tubuhnya. Bibir Zhang Quon mengukir senyuman dan dengan lembut mengalih Ling Chyou.
Matanya menjadi dingin melihat temannya yang lain terluka dan naga kabut mimpi masih berada di sana.
"Tsk."
Naga kabut mimpi mendecakkan lidahnya dan membenarkan rambutnya yang berantakan.
"Aku akan kembali lagi nanti."
Dengan begitu, naga kabut mimpi menghilang seperti kabut. Dia tidak akan mampu melawan naga kegelapan ketika naga kegelapan memiliki elimen kegelapan dan elimen api pada masa yang sama.
Mimpi yang dia berikan juga bukan kabut mimpi biasa. Itu menghabiskan setengah dari kekuatannya untuk menjebak naga kegelapan itu.
Mata Ling Chyou juga bergetar dan akhirnya terbuka. Dia melihat dirinya di lantai. Semua orang mula bangun satu persatu.
"Selamat pagi."
Wang Xuemin bercanda. Semua orang di sana tidur sangat lena dan terlihat tidak akan bangun untuk 100 tahun ke depan.
Ru Xuan kembali dan melihat keadaan itu dengan bingung. Ling Chen juga bersamanya.
Dia pergi mencari Ru Xuan ketika dia mendapatkan jantung di dalam kotak.
Ling Chen dengan cepat menuju arah Ling Chyou.
"Naga berbuat ulah lagi."
Namun yang menjawab adalah Xiu Yang yang terlihat mengerikan dengan banyak luka di sekujur tubuhnya. Wang Xuemin dan Yun Kaibo yang diam juga terlihat mengerikan.
Seketika, Ling Chen bisa melihat pakaian kakaknya seperti baru di lecehkan Zhang Quon.
"Kakak, siapa lagi yang mencoba membawa mu pergi?"
Ling Chyou tersentak dan menghindari kontak mata dengan Ling Chen.
"Sepertinya Dong Gak juga ada di sini tadi. Ada anergi cahaya tersisa di atap bersama anergi kegelapan bayang."
Zhang Quon mengatakan itu dan senyuman terukir di bibir Ling Chyou.
"Sepertinya Nei Za benar benar menghantuinya. Aku tertanya, sampai kapan itu akan bertahan."
Zhang Quon menatapnya dengan tatapan aneh.
Namun Ling Chyou tahu alasan mengapa Nei Za sangat marah pada Dong Gak kerana melecehkannya.
'Nei Za, apa senang melecehkan orang yang kamu suka?'
Rong Zu menyukai Dong Gak. Namun Dong Gak yang obses dengan dirinya tidak ingin melihatnya walau sedetik pon. Itu membuatnya iri dan mengganggu Dong Gak dengan segala rencananya. Dia tidak bisa melukai teman baiknya jadi dia mengacaukan Dong Gak.
'Apa kamu beneran akan membalas dendam?'
Ling Chyou sedikit meragukan itu.
"Biarkan saja mereka. Tidak perlu ikut urusan mereka. Kamu akan marah jika seseorang mengganggu waktu kamu bersama dengan ku, kan. Itu juga terjadi pada Nei Za."
Zhang Quon akhirnya memahami apa yang terjadi. Dong Gak mengejar Ling Chyou sedang Nei Za mengejar Dong Gak. Itu cukup rumit.
"Dong Gak cukup imut jika dia tidak membunuh teman teman ku. Mungkin obses pada ku sudah menjadi sebuah kutukan."
Ling Chyou mula memikirkan mengapa begitu banyak orang obses dengannya.
__ADS_1
'Aku tidak melakukan sesuatu yang bisa menarik siapapon.'
Untuk mengatakan itu kutukan juga tidak salah. Selalu saja ada yang obses dengan dirinya namun tentu saja mereka langsung di habisi Dong Gak di masa lalu.
Di sini juga, Zhang Quon cukup terobsesi dengannya dan temannya terobsesi dengannya dalam cara yang lain.
'Kutukan apa ini?'
Kutukan apa yang membuat seseorang di sukai banyak orang?
[Bukan kutukan kok.]
Tiba tiba, suara masuk ke kepalanya.
[Kamu ingin tahu tentang itu? Jumpa aku di perigi buta istana malam ini sendirian. Aku cukup membenci naga, jadi jangan bawa 1.]
Ling Chyou menatap Zhang Quon. Dia penasaran. Namun bagaimana dia bisa pergi sendiri di malam hari? Apa Zhang Quon tidak akan terbangun ketika dia bergerak?
'Apa kamu bisa mendengar suara batin ku?'
Ling Chyou bertanya.
[Tentu saja! Aku yang paling hebat di dunia ini.]
Ling Chyou mengangguk.
'Bagaimana aku bisa pergi bertemu dengan mu di malam hari?'
Ling Chyou bertanya.
[........]
Suara itu terdiam seketika.
[Kamu jenius, pikir sendiri.]
Kemudian suara itu tidak membalas Ling Chyou lagi.
'Berengsek.'
Ling Chyou hanya menyumpah dari dalam.
Insiden hari itu di selesaikan dengan cepat dan semuanya kembali normal.
****
'Jadi bagaimana!?'
Ling Chyou masih bertanya bagaimana cara untuk pergi meninggalkan Zhang Quon. Dia sekarang berada dalam pelukannya.
Walau dia menggerakkan otaknya lebih keras dari selalu, dia tidak mendapatkan solusi.
"Ling Chyou, apa yang sedang kamu rencanakan?"
Ling Chyou tersentak.
Suara Zhang Quon terdengar dingin tidak seperti selalunya.
"Aku....."
Untuk pertama kali bagi Ling Chyou, dia tidak bisa memikirkan alasan.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung………………………………………
__ADS_1