I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 42


__ADS_3

Suasana menjadi hening seketika. Ru Xuan yang merasakan aura membunuh Dong Gak, membuat belati dari eliment nya.


Di mata orang lain, Ru Xuan hanya membuat posisi ingin menyerang dengan tinju yang erat. Tidak ada yang bisa melihat belati di tangannya.


"Heh."


Dong Gak mencebir Ru Xuan dan belati di tangannya juga bersinar.


"Eliment cahaya?"


Dong Gak hanya tersenyum dan menyerang ke depan. Namun gerakannya secepat cahaya langsung bergerak melewati Ru Xuan menendang Zhang Quon dan menarik Ling Chyou dari pelukannya.


"Zhang Quon!!!"


Bang! Bang! Bang!


Beberapa tembok hancur akibat tendangan itu.


Dong Gak kesal melihat Ling Chyou memanggil nama orang itu lagi.


"Berhenti memanggil namanya. Lagi pula, kamu tidak akan bertemu dengannya lagi."


Ling Chyou bergetar dalam pelukan Dong Gak. Rasanya sangat dingin dan dia ingin pergi secepatnya.


"Tuan!"


Ru Xuan tidak kan mampu menyeimbangi kecepatan Dong Gak. Itu sama saja seperti dia bukan lagi manusia.


Dong Gak mengangkat Ling Chyou bride style dan dengan cepat menghilang dari pandangan Ru Xuan.


Ru Xuan masih mencoba mengikut Dong Gak dengan aroma Ling Chyou. Ling Chyou selalu mengenakan sabun yang berbau cukup kuat.


Walau begitu, dia sangat, sangatlah jauh di belakang. Pantas dia sangat mudah menyelinap masuk tanpa ada yang menyadarinya.


.


.


Di atap menara.


"Bagaimana? Indah, kan."


Ling Chyou hanya diam membatu dengan wajah pucat.


"Atau kamu lebih suka bersama pria tadi?"


Ling Chyou hanya diam dan diam. Dia tidak punya urat suara untuk berbicara. Dia terlalu takut hingga badannya membeku.


"kemana kamu akan pergi membawa kekasih ku pergi?"


"....!?"


Pundak Dong Gak di genggam erat. Dia menoleh ke belakang untuk melihat Zhang Quon yang penuh dengan darah menggunakan element petir.


Eliment petir bisa mengimbangi kecepatannya. Mungkin hanya 1 detik lebih lambat jika ingin tahu perbedaannya.


"Kamu sangat menyebalkan."


Dong Gak bergerak lebih cepat. Satu detik adalah jarak yang tidak terlukiskan dalam hal ini. Zhang Quon menggertak giginya dan menggigit jari kelingkingnya dan menjilatnya.


'Pinjamkan aku 100 kekuatan naga untuk eliment petir!'


Jika dari kelingking ke jempol, itu untuk menguatkan salah satu elimentnya. Namun bukan di salat ke dahi, itu harus di jilat.


Sekarang dia 2 detik lebih cepat dari Dong Gak.


"Pulangkan Ling Chyou ku!"


Zhang Quon memberikan pukulan tepat di pipi kiri Dong Gak hingga terpental 1 km jauhnya. Ling Chyou, tentu saja sudah berada di tangan Zhang Quon yang 2 detik lebih cepat.


"Apa kamu terluka?"


Dengan lembut, Zhang Quon bertanya sambil melihat seluruh tubuh Ling Chyou yang kaku itu.


Tubuhnya dingin seperti es kerana ketakutan.


Zhang Quon hanya diam sambil memeluk Ling Chyou dengan lebih lembut.


.


.


"Uhuk."


Dong Gak memuntahkan darah dari mulutnya. Dia tersenyum melihat darahnya keluar dari mulutnya.


"Aku akan kembali lagi nanti, Jun Huanrang. Saat itu, kamu milik ku."


Dong Gak langsung menghilang tanpa membuat satu suara pon.

__ADS_1


.


.


Zhang Quon yang merasakan anergi Dong Gak menghilang, terduduk. Dia sedikit pusing kerana tidak pernah menggunakan eliment untuk bertarung.


Ling Chyou juga terduduk sama dengan Zhang Quon setelah melihatnya terduduk.


Perlahan, Ling Chyou menutup matanya dan membukanya kembali. Tubuhnya sedikit bergetar dan akhirnya bisa melihat kondisi Zhang Quon.


"Zhang Quon!"


Ling Chyou langsung panik dan melihat kanan kiri di mana mereka berada. Mereka sendirian sekarang.


"Aku baik baik saja. Apa kamu pikir naga kegelapan akan tumbang hanya kerana hal sepele seperti ini?"


Zhang Quon tersenyum pada Ling Chyou yang panik.


"Sial! Sekarang aku juga benci ayat itu! Berhenti berbicara jika kamu hanya akan berbicara omong kosong!"


Jarang juga mendengar ucapan kasar keluar dari mulut Ling Chyou. Namun untuk sekarang, sangat aneh jika dia tidak mengumpat.


Ling Chyou menggunakan anergi dalamnya.


'Seribu daun roh, penyembuhan total.'


Ling Chyou menggunakan teknik penyembuhan daun roh. Cahaya berwarna hijau muncul di tangannya dan cahaya hijau yang seperti kunang-kunang pergi ke arah Zhang Quon. Keringat mengalir di dahi Ling Chyou dan perlahan, cedera di tubuh Zhang Quon sembuh.


Penyembuhan daun roh memakan banyak anergi dalam. Ling Chyou terengah engah setelah selesai.


Zhang Quon langsung menggunakan elimen air teknik pembersihan pada dirinya sendiri untuk membersihkan semua darah pada dirinya.


Zhang Quon tersenyum melihat Ling Chyou dan menariknya masuk ke pelukannya.


Ling Chyou tidak menolak dan membiarkan saja. Badannya masih bergetar dari ketakutan tadi.


"Terima kasih. Tapi aku benar benar baik baik saja. Aku akan mati jika aku tidak dapat melindungi kamu."


"......."


Ling Chyou hanya diam. Tubuhnya yang bergetar kini baik baik saja kecuali itu dingin.


"Aku akan melindungi kamu walau aku akan menjadi abu."


Zhang Quon menambah lagi.


"Tidak. Aku tidak akan suka dengan itu. Mengapa kamu harus mati untuk ku?"


"Aku pasti menjadi pengawal mu. Itu kerana hanya aku yang bisa menyeimbangi kecepatan bajingan itu."


Ling Chyou mengangguk tanpa protes. Di kerajaan itu, keselamatan raja adalah yang utama.


"Zhang Quon, terima kasih."


Zhang Quon tersenyum pada ucapan itu.


"Mari kita pulang dan istirahat. Kamu pasti sangat takut hingga mahu pingsan. Aku juga sedikit pusing."


Ling Chyou mengangguk dan mereka bangun dari duduk. Namun Ling Chyou malah ingin terjatuh ke depan dan di tangkap Zhang Quon.


Kakinya masih tidak bermaya kerana ketakutan tadi. Dia membuat wajah bersalah pada Zhang Quon yang harus selalu menjaganya.


"Zhang Quon, kamu benar benar banjingan. Jangan terlalu memanjakan ku."


Zhang Quon tidak merespon dan berlutut dengan satu kaki di depan Ling Chyou yang menunjukkan punggungnya yang lebar.


"Aku akan mengangkat mu di belakang. Aku tidak bisa mengangkat kamu seperti princess kerana harga diri mu sebagai raja."


Ling Chyou yang tidak bisa berjalan atau bahkan berdiri dengan benar, hanya bisa akur.


Namun berada di punggung Zhang Quon sangat nyaman seperti sedang duduk di sofa yang stabil dan tidak bergoyang.


Ling Chyou bisa melihat Zhang Quon berjalan seperti biasa namun menggunakan anergi dalam untuk membuatnya kekal stabil.


Ling Chyou tersenyum dan mencium belakang kepala Zhang Quon. Mata Zhang Quon membelalak dan terhenti seketika dan langsung bergerak lagi.


"Rambut mu sangat lembut dan baunya cukup harum. Kamu merawatnya cukup baik."


Bibir Zhang Quon bergerak gerak mendengar itu. Sejak Ling Chyou mengatakan rambutnya indah, dia selalu menjaganya dengan baik. Sudah 5 tahun berlalu juga. Ling Chyou mungkin bahkan tidak akan ingat itu.


Ling Chyou meletakkan kepalanya di bahunya dan bau dari rambut Zhang Quon membuat Ling Chyou mengantuk.


Ling Chyou langsung jatuh dalam tidurnya dan kepalanya menggali ke leher Zhang Quon kerana aroma rambut Zhang Quon yang enak.


Tidak ada yang bisa mengatakan, betapa bahagianya Zhang Quon saat ini. Untung saja dia menggunakan elimen air untuk membersihkan dirinya dari darah.


Mereka tiba di kamar mereka dengan selamat tanpa perlu keterangan lebih lanjut kerana adanya Ru Xuan.


.

__ADS_1


.


.


Dengan begitu, seminggu berlalu dengan rutinitas baru Ling Chyou sebagai raja.


Zhang Quon di angkat menjadi pengawal Ling Chyou pastinya dan tidak ada jejak Dong Gak di temui lagi di kerajaan itu.


Ling Chyou tahu itu akan lama. Seperti itulah Dong Gak mengganggunya selama 4 tahun di dunianya.


Tidak ada tanda dari pergerakan iblis mahupon kerajaan lain. Namun suasana di sekitar agak tegang saat ini. Namun semua orang melakukan kegiatan mereka tanpa terlalu memikirkan suasana itu.


"Hah....."


Zhang Quon bernafas berat dalam tidurnya. Keringat mengalir di seluruh tubuhnya.


"Wajah yang menjijikkan."


Terdengar kata dan pandangan yang familiar untuknya.


"Mengapa dia harus mengemis seperti itu? Menjijikkan."


Suara suara yang selalu ia dengar di putar ulang seperti gulungan filem.


'Tidak. Kutukan ku. Itu di perkuat?'


Zhang Quon sendiri tahu yang kutukan padanya melemah seiring berjalannya waktu dia bersama Ling Chyou. Namun itu di perkuat sekarang? Setelah 5 tahun?.


Dia melihat itu seperti layar filem yang bergerak di sekelilingnya.


Suara tawa ejekan dan bisikan penghinaan bergerak melalui pandanganya.


'Tidak. Mengapa aku harus melihat ini lagi?'


Zhang Quon bisa merasakan dirinya berkerut.


Dalam kerumunan, dia bisa melihat Ling Chyou berdiri menatapnya kaku. Kawasan itu menjadi putih dan hanya menyisakan Ling Chyou dan dirinya.


"Ling-"


Zhang Quon ingin memanggilnya. Namun dengan dingin, Ling Chyou memalingkan wajahnya seperti dia sangat membenci Zhang Quon.


'Kamu bercanda, kan!? Apa kamu mengganggu dia kali ini!?'


Mata Zhang Quon membulat melihat adegan itu. Tangannya ke depan ingin mencapai Ling Chyou yang semakin menjauh.


"Ling Chyou!!!"


Zhang Quon terbangun dengan meneriakkan nama Ling Chyou. Tubuhnya berkeringat deras dan tubuhnya bergetar.


Ketakutan yang selalu menghantuinya, dia bisa menebak apa yang akan terjadi nanti. Dia takut kerana dia bisa merasakan kutukan itu di perkuat untuk satu orang.


Dia tahu pasti siapa orang itu.


Zhang Quon menarik dan menghembus nafasnya sedalam mungkin. Dia menyapu wajah penuh keringatnya dengan tangan.


Deg, deg, deg, deg.


Jantungnya berdetak sangat cepat hingga bahkan dia bisa mendengarnya.


Dia mencoba menenangkan dirinya. Namun itu tidak berhasil. Mimpi itu terus menghantuinya. Jantungnya malah semakin cepat.


"F*ck."


Zhang Quon mengumpat sambil duduk di tempat tidur mencoba menenangkan diri.


'Naga sialan itu....'


Zhang Quon hanya bisa menggertak giginya hingga gusinya berdarah kerana marah.


"Aku tidak mahu hari esok datang. "


Zhang Quon bergumam sambil melihat langit yang sudah cukup terang namun masih di hiasi bintang di langit.


Itu membuat Zhang Quon menggertak giginya lagi melihat bintang bintang yang bersinar lebih besar dari yang lain.


Dia menghela nafas dan berakhir bermeditasi mengumpulkan anergi alam.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung……………………………………


__ADS_2