I Will Be Good People

I Will Be Good People
Epusode 6


__ADS_3

"Baik, kalau kamu membantu ku."


Ling Chyou mengangguk dan mereka mula mengambil pisau.


.


.


.


"Uwah.... Ini sangat sulit! Memburu monster lebih mudah dari ini."


"Haha. Kamu pasti sangat kuat sebelum merendian mu rusak."


Yin Mei terhenti seketika.


"Apa kamu tidak tahu mengapa aku di panggil ratu es?"


"Kerana kamu menggunakan teknik berhubungan dengan es?"


Ling Chyou hanya menebak.


"Itu benar. Namun aku di kenali sebagai ratu es kerana teknik ku sangat kuat. Hingga akhirnya anak dari keluarga Liu mengganggu ku dan kerana aku menolaknya, dia menghancurkan merendian ku."


Ling Chyou hanya mendengar kan. Dia tidak bisa melakukan apa pon.


"Pasti sulit bagi mu. Aku dari lahir memang memiliki merendian yang lemah. Setelah berlatih dengan keegoisan, itu memakan tubuhku sendiri. Tapi aku tidak memiliki impian untuk menjadi ahli bela diri. Jadi, aku tidak terlalu tertekan."


Ling Chyou bercerita tampa tangannya berhenti dan dengan cepat bergerak seperti selalu berada di dapur.


"Tapi teruslah semangat."


"Baik."


Yin Mei membalas lemah dan mencuba memotong sayur dengan benar.


"Kamu perlu memotongnya seperti ini."


Ling Chyou mengambil pisau dari Yin Mei dan memotong kentang itu dengan lebih rapi.


"Aku belum menyuruh mu mengupas bawang loh."


"Diamlah. Aku tidak pernah memasuki dapur sebelum ini."


Ling Chyou terkekeh dan mengembalikan pisau itu ke tangan Yin Mei semula.


"Kamu benar benar tidak tertarik pada ku."


"Tentu saja. Aku menyukai wanita dewasa."


Ling Chyou saja berdalih.


"Kamu tidak terlihat seperti itu. Bahkan saat ada guru wanita dengan dada besar dan sexy lalu di depan mu, kamu tidak meliriknya sama sekali."


'Duh, tajam banget.'


Ling Chyou hanya mampu menghela nafas.


"Aku menyukai nenek yang berumur 80 tahun atau lebih."


"Kamu, tidak usah sejauh itu kan."


Ling Chyou hanya tertawa mendengar Yin Mei kesal.


"Persetanlah tipe ku. Masakan ku sudah selesai. Kamu kapan mau siapnya? Potong kentang aja seperti itu."


Yin Mei semakin kesal dan kembali memotong kentang.


Ling Chyou membantunya dan itu siap dengan cepat.


"Baik, sekarang aku mau pergi mandi dan membangunkan teman kamar ku."


"Sangat menyebalkan membangunkan Xia Zu."


Mereka berdua berpisah dan Ling Chyou masuk ke kamarnya semula. Dia mandi dan bersiap duluan.


'Tidak baik untuk jantung ku mandi bersama cowok.'


Kemudian barulah dia membangunkan mereka.


"Hei, bangun. Ini sudah pagi loh. Kalian akan lambat."


Ling Chyou menepuk Yun Kaibo dan dia dengan mudah bangun.


"Wang Xuemin, bangun. Ini sudah pagi."


Wang Xuemin malah menariknya dan memeluknya seperti bantal guling.


Wajah Ling Chyou langsung merah padam.


"Wang Xuemin!!!"

__ADS_1


Pak!


Ling Chyou memukulnya dan menjauh.


"Tidak ada sarapan untuk mu hari ini banjingan!"


Wang Xuemin yang mamai bingung. Yun Kaibo yang menyikat gigi nya juga bingung.


'Sarapan?'


Mereka tidak pernah sarapan bersama dan makan saja biskut kering.


.


.


.


.


.


"Yun Kaibo, mari makan. Aku sudah memasak sarapan. Tinggalkan saja Wang Xuemin."


"Kamu memasak semua ini?"


Yun Kaibo benar benar tidak percaya. Namun dia duduk saja.


"Aku juga mau makan."


"Tidak bisa! Siapa suruh kamu memeluk ku. Aku tidak suka di peluk."


Ling Chyou benar benar memalingkan wajahnya dari Wang Xuemin.


Yun Kaibo yang malas untuk mempermasalahkan itu makan saja.


"Ini enak. Lebih enak dari yang terenak aku pernah makan."


"Bagus lah. Makan saja."


Yun Kaibo melirik ke arah Wang Xuemin yang memakan biskut kering.


"Hah.... Wang Xuemin, duduklah. Tidak ada yang akan makan bahagian mu."


Wang Xuemin yang tadi sedih langsung dengan cepat duduk bersama mereka.


Dia mengambil sumpit dan makan.


Ling Chyou hanya menggelengkan kepalanya dan makan makanannya.


"Hei, kalian makan tidak ajak. Aku datang buat jalan bareng ke kelas. Tapi melihat kalian makan. Sungguh tidak adil."


Ling Hian mengatakan itu dan mengambil telur gulung milik Yun Kaibo.


"Hei, itu milik ku."


"Wuoh... Ini enak. Aku mau sarapan seperti ini setiap hari. Ling Chyou, pindah ke kamar ku."


Ling Chyou hanya tersenyum mendengar itu.


"Tidak, Ling Chyou akan berada di kamar ini!"


Wang Xuemin membantah dan Yun Kaibo mengangguk.


"Kalian berbalah tentang apa? Kami ingin ikut."


"Wouh..... Sarapannya nampak sangat enak."


Duo nakal itu datang bersama dan makan milik Ling Chyou dan Wang Xuemin.


"Siapa yang membuat ini!? Ini pasti Ling Chyou! Mari ke kamar kami!"


"Ini sangat enak!"


Yong Zuthing dan Zhang Jianwu sama sama berada di sisi Ling Hian.


"Sudahlah, kalian bisa makan bersama di sini. Aku akan memasak untuk kalian juga. Tapi datang sedikit awal dari ini. Juga beli bahannya. Aku akan membuatnya jika ada bahannya."


"Serahkan beli bahan bahan pada kami!"


Ling Chyou hanya bisa menghela nafas.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Di kelas.


"Ini milik mu, Yun Kaibo."


Ling Chyou memberikan jepit rambut berbentuk ular.


"Uwah..... ini sangat indah. Terima kasih."


"Sama sama. Ini punya mu."


Ling Chyou memberikan Yin Mei sebuah tiara dengan beberapa goresan dan di letak kaca lainnya yang di warnai warna biru muda dan di asah untuk terlihat seperti sebuah permata.


"Ini sesuai untuk ratu es yang kuat."


Ling Chyou mengatakan itu dan Yin Mei langsung memeluknya.


"Ini sangat indah! terima kasih! Aku akan menjaganya dengan baik!"


"Baik, lepaskan aku. Aku tidak bernafas."


Wang Xuemin dan Yun Kaibo bingung seketika. Ling Chyou mengatakan pagi tadi dia tidak suka di peluk.


Yin Mei melepaskan Ling Chyou dan dia meletakkan sebuah perhiasan meja di atas meja Xin He.


Itu berbentuk kayu pohon dan beberapa ekor burung di atasnya.


Xin He menegangnya dengan lembut.


"Terima kasih. Ini sangat indah dan tidak akan aku temukan di mana pon. Akan ku jaga dengan baik."


"Iya. Dan ini untuk mu."


Ling Chyou menyerahkan jerit rambut rama rama pada Xiu Yang.


"Wahh.... Ini sangat indah. Rama rama nya di buat dengan sangat teliti."


"Tentu. Aku melihat kamu sangat mementingkan sebuah kecantikan. Jadi aku membuatnya dengan lebih teliti."


Xiu Yang membulat matanya. Semua orang yang melihatnya pasti akan mengatakan dia lebay atau sesuatu seperti itu.


"Terima kasih, akan aku jaga dengan baik."


"Ini untuk anak ini."


Ling Chyou meletakkan perhiasan meja dengan 3 domba yang satu di depan, dua di atas pagar dan yang terakhir di belakang.


"Iya, ini sesuai untuk Xia Zu."


Xia Zu masih tertidur di situ. Dan Ling Chyou memberikan bola kaca buat yang sempurna dan sangat indah.


"Kamu, lihat masa depan ku."


Wang Xuemin langsung mengambil bola indah itu dan berpura pura kesulitan.


"Di masa depan, kamu akan menikahi 100 cewek."


Semua orang di sana tertawa. Walau itu tidak mustahil, mereka bisa melihat Ling Chyou tidak tertarik dengan hal seperti itu.


"Bagus, tinggal pakai jubah hitam dan selesai."


Semua orang menggelengkan kepala mereka.


"Untuk kalian."


Ling Chyou mengeluarkan sebuah meja kecil dengan 8x8 petak di atasnya.


Juga ada 32 seperti orang di sana.


"Apa ini?"


"Aku menamai ini dengan catur."


Ling Chyou menyusun 16 catur saling berhadapan. Yang membedakan keduanya hanya warna yang satunya lagi warna hitam.


"Kalian bisa mengasah otak kalian dengan ini."


Ling Chyou menerangkan cara permainan catur itu dan duduk di bahagian hitam.


"Baik, siapa yang ingin melawan ku dalam percobaan pertama permainan ini?"


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..................


__ADS_2