
Keesokan paginya, Ling Chyou bangun dan melihat seluruh ruangan itu kosong.
Zhang Quon pasti sudah keluar untuk berlatih. Dia mungkin mc ngecheat, namun kekuatan yang ia gunakan akan menghancurkan tubuhnya seiring berjalannya waktu.
Dia harus mencapai tingkat dewa secepatnya untuk menghindari akibat dari peminjaman kekuatan naga.
Dari tingkat dewa, akan masuk fase ke 1. Fase ada 3 tingkat.
Mereka yang mencapai tingkat dewa akan di bawa naik ke langit dan memulai seperti mereka tingkat 0 di sana.
Tingkat pahlawan, tingkat lagenda dan akhirnya lahir menjadi dewa itu sendiri.
Mencapai ke 3 fase itu bukan hal mudah. Mereka harus memulai dari tingkat tanah hingga ke dewa sebanyak 3 kali yang mana semakin sulit untuk memasukkan anergi alam ke dalam merindian dan jika gagal mereka akan mati. Dan setelah itu, mereka baru bisa memasuki fase 1 yaitu pahlawan.
Di fase pahlawan, dia harus membunuh monster di kota langit dan menyerap anerginya. Mereka akan naik ke fase lagenda setelah membunuh 100 ribu monster.
Untuk mencapai fase dewa itu tidak tentu. Namun jika kamu sudah cukup kuat untuk menantang fase dewa dan bisa bertahan selama 10 minit, mereka sudah akan di akui memiliki bakat untuk mencapai fase dewa.
.
.
.
Ling Chyou bangun dan membersihkan diri. Dia berjalan ke luar buat mengambil udara segar.
Dia berjalan menaiki gunung yang lebat dan udara di sana sangat segar. Jika di asrama sekarang, dia sedang menyiapkan sarapan.
Dia berjalan dan akhirnya mencapai puncak gunung saat matahari mulai terbit.
Cahaya matahari pagi menerangi dunia dan seisinya. Rambutnya berkibar dan bersinar di sinari matahari.
Itu pemandangan yang sangat indah. Di dunianya yang mana banyak gedung pencakar langit di mana bahkan tidak akan menerima cahaya pagi seperti ini.
Dia menarik nafasnya dan bisa menghidu bau alam yang harmonis. Matanya bersinar hijau tampa ia sadari.
Rumput dan pepohonan bergoyang seperti menari di sekelilingnya. Cahaya yang indah itu menariknya masuk ke dalam pemikiran dalam yang kosong.
Dia tidak memikirkan apa pon melihat keindahan yang memukau itu.
Rumput dan pepohonan bergoyang lebih kencang seperti di terjang angin kuat. Namun angin di sana hanya sepoi sepoi yang menerbangkan rambut panjang Ling Chyou dengan cara yang indah.
Ling Chyou tidak bisa mengalihkan pandangannya dari pemandangan indah itu. Bulu matanya yang panjang juga bersinar diterangi cahaya matahari dari arah yang berlawanan.
Bunyi gesekan dedaunan dan kicipan burung menghiasi latar yang indah itu. Jika ada kamera di tangannya, dia ingin menangkap keindahan itu.
Dia menutup matanya sejenak dan memegang pohon di sampingnya.
Pohon yang bergoyang seperti menari itu langsung berhenti saat tangan Ling Chyou menyentuhnya.
Untuk sesaat dalam kehidupannya setelah membuat keluarga Liu marah, dia merasa sangat tenang. Dia bersandar di pohon itu dan matanya mula tertutup.
Entah mengapa, dirinya merasa selamat di sana saat di sana adalah tempat terbuka dan binatang buas bisa menyerangnya kapan saja dari di asrama atau tempat tertutup lainnya.
Tubuhnya menjadi sangat tenang dan dia dengan mudah terlelap. Dahan pohon mula mengelilinginya seperti sedang melindungi tuannya.
.
.
.
Siang hari.
Ling Chyou menggosok matanya terbangun dari tidurnya. Dia tersentak melihat dahan yang mengelilinginya. Namun itu tidak menghimpitnya melainkan seperti menjadi pagar yang melindunginya.
Dahan itu bergerak seperti membuka kembali pagar untuk tuan mereka keluar.
Ling Chyou bangun dan berjalan menuruni gunung. Dia melihat matahari yang sudah tinggi.
"Aku ketiduran hingga siang hari?"
Dia menggaru kepalanya dan membuka ikatan rambutnya. Rambutnya yang terurai terlihat indah di terbang angin.
Dia membukanya untuk membetulkan ikatannya yang berantakan kerana tertidur pulas.
Namun baru saja ingin mengikat kembali....
Grrr.....
Bunyi yang mengancam menerjang kupinnya.
__ADS_1
"Serigala merah!?"
Serigala merah adalah serigala yang paling ganas dalam jenis serigala. Serigala merah sama saja seperti serigala pada umumnya.
Namun mata, gigi dan cakarnya yang berwarna merah darah kerana haus akan darah. Gigi dan cakarnya berwarna merah darah dari darah mangsanya yang mengering sehingga itu tidak bisa lagi di hilangkan.
Ling Chyou yang tidak bisa berantem selangkah demi selangkah mundur secara perlahan. Bahkan hewan bisa menggunakan anergi dalam di dunia itu.
Ling Chyou yang tidak bisa berantem ibarat seekor kelinci yang di masukkan ke dalam kandang yang di dalamnya 10 buaya.
Dia melanggar pohon di belakangnya. Dia tidak bisa mundur lagi. Dia juga tidak bisa lari kerana serigala merah itu pasti lebih cepat darinya.
Tangannya terkepal erat dan keringat mengalir di seluruh tubuhnya.
Pohon di belakangnya bergoncang seperti di terjang angin topan. Ling Chyou aja kaget dengan itu. Serigala merah itu menatap Ling Chyou dengan tatapan tajam sebelum tunduk dan berjalan pergi.
"Apa, apaan?"
Ling Chyou bingung.
"Apa yang terjadi barusan?"
Ling Chyou bingung kerana serigala merah tidak akan melepaskan mangsanya saat sudah di depan mata.
Dia tidak tahu apa yang terjadi dan berjalan turun dengan pikiran kosong. Jika dia tidak tahu, dia seharusnya bertanya. Namun pada siapa dia harus bertanya?
Dia berjalan melewati pasar dan dia mengingat dia masih punya 1 lagi keluarga di sana.
Ling Chyou dengan cepat berjalan ke kereta kuda dan menyuruhnya ke kediaman Ling.
.
.
.
.
.
Di kediaman keluarga Ling.
Tok, tok.
Ling Huo mematahkan pulpen yang ada di tangannya mendengar itu. Selalunya Ling Chen yang akan menyampaikan pesan dari kakaknya. Pasti ada sesuatu terjadi yang membuatnya datang sendiri di mana dia langsung memikirkan dirinya.
"Izinkan dia masuk."
Ling Chyou masuk sambil melihat lihat kantor kerja ayahnya yang pertama kali buatnya atau tubuhnya masuk.
"Apa yang kamu inginkan?"
Cara bicara Ling Huo seperti biasa dingin. Namun matanya terlihat khawatir.
Ling Chyou menggaru kepalanya. Rambutnya berantakan kerana tidak diikat. Dia langsung lupa akan ikatan rambutnya kerana pikirannya menjadi kosong.
"Ayah, aku datang ke sini kerana aku tidak tahu apa yang terjadi tadi. Ini hanya soalan absurd. Jika ayah tidak menjawabnya, itu tidak masalah."
Ling Chyou mengatakan itu seperti sedikit ragu untuk bertanya.
"Tentu. Teruskan."
'Apa tentang cinta?'
Untuk umur Ling Chyou saat ini, dia sedang dalam masa masa pubertas. Dia mungkin mengalami cinta pandang pertama.
"Apa ayah tahu elimen ku adalah tumbuhan, kan?"
Ayahnya mengangguk.
'Jadi, bukan cinta?'
Ling memikirkan bagaimana dia ingin menjelaskannya.
"Aku mendaki gunung sendirian dan aku tertidur di sana. Aku terbangun dengan dahan pohon melingkari ku seperti melindungi ku. Juga ada serigala merah yang ingin menyerang ku namun pergi setelah pohon di belakang ku bergoncang seperti di terjang angin topan. Aku bingung apa yang terjadi saat itu. A, apa ada sesuatu di gunung itu yang tidak bisa aku lakukan?"
Wajah Ling Chyou cemas seperti dia membuat kesalahan. Itu kerana itu pertama kali untuknya mengalami itu. Dia sudah berpikir ada hantu di sana sebelum menyingkirkan nya kerana tidak mahu tahu.
Ling Huo menghela nafas mendengarnya. Itu bukan masalah besar. Namun itu masalah jika ada orang yang mengetahui tentang ini.
"Chyou, jangan mengatakan hal ini pada sesiapa. Itu bukan masalah besar kerana kamu berelimen tumbuhan dan mereka akan berinteraksi dengan anergi dalam mu."
__ADS_1
Ling Chyou merasa lega.
"Jangan bilang ini pada sesiapa pon termasuk adik mu. Itu normal dalam tahap bergoyang atau bergerak. Namun hingga tahap melindungi dan menggertak tampa sepengetahuan kamu, itu bermakna alam mengakui mu sebagai tuan mereka."
Ling Chyou ternganga mendengar itu.
"Ayah akan menyediakan pengawal bayangan untuk mu."
"Ehh?...... Mengapa?"
Ling Chyou bingung. Mengapa dia perlu di lindungi?
"Ling Chyou, jika kamu mati secara tidak wajar seperti di bunuh, alam akan marah dan bencana akan melanda kota ini mungkin selama 100 tahun jika itu punya hubungan yang tidak terlalu kuat."
Ling Chyou membulat matanya tidak percaya.
"Tapi tidak ada yang akan melakukan itu, kan? Lagi pula, jika mereka ingin mengambil alih kota ini, mereka akan mati dalam 100 tahun jika tidak punya sumber makanan atau anergi alam."
Ling Huo mengangguk.
"Kerana itu mereka akan menggunakan mu sebagai sandera. Jika terjadi kemarau kerana alam tidak mahu kamu di sakiti, dan mereka melepaskan mu setelah mendeklarasikan doa dan membuat kemarau itu terangkat, apa yang terjadi?"
Ling Chyou hanya bisa diam. Itu adalah skenario terburuk.
Orang itu akan mendapat jabatan yang tinggi dan akhirnya mengambil alih kota itu secara perlahan.
"Tapi tetap saja, ayah...."
Ling Chyou terhenti dan memikirkan sesuatu.
'Tunggu, mengapa aku masih berpikir seperti Jun Huanrang? Aku bukan lagi dalam badan yang sama. Mengapa harga diri ku terlalu tinggi? Sekarang aku adalah sampah yang menggunakan nama keluarganya untuk menggertak.'
Ling Chyou teringat apa yang dia bicarakan dengan Ling Chyou asli yang kini menjadi Jun Huanrang.
'Baik, semoga kamu bahagia sebagai diri ku. Itu saja yang aku mau dari kamu. Kerana aku akan bahagia dengan tubuh mu.'
Dia dan Ling Chyou asli sudah berjanji untuk bahagia dalam badan yang kini mereka duduki.
'Sudah waktunya aku melupakan harga diri ku sebagai Jun Huanrang atau aku tidak akan bertahan di dunia ini.'
Dia merasa bodoh kerana berpikiran sempit seperti itu. Dia bukan lagi Jun Huanrang yang harus menjaga air wajahnya di depan banyak orang. Kerana gelar si jenius yang bisa melakukan apa saja, dia terikat dengan rantai tidak terlihat di mana dia merasa tidak pantas meminta bantuan.
Bang!
Ayahnya kaget melihat Ling Chyou menghentak meja dengan 2 tangannya.
"Ayah, berikan saya penjaga bayangan yang paling hebat yang ayah punya."
Ling Huo bingung melihat anaknya yang tadi menolak langsung menerima itu.
Ling Chyou membuka bajunya. Dia tidak nafsu sama pria janda seperti ayahnya.
"Ayah, aku di panah lebih dari 30 kali di asrama. Juga ada yang panahnya beracun. Aku baru di dorong ke sungai Tongfu semalam dan Zhang Quon membantu ku. Aku takut akan ada assasin dengan belati akan masuk ke asrama ku kali ini. Aku tidak bisa mempertahankan diri kerana aku lemah."
Wajah Ling Huo menjadi gelap melihat balutan tebal di sekujur tubuh anak sulungnya.
"Berikan aku pengawal bayangan terbaik mu. Aku mungkin akan menjadi sasaran lebih dari sekadar keluarga Liu kali ini."
Ling Chyou membuat wajah benar benar menyedihkan kali ini. Bahkan tanaman untuk hiasan di ruangan itu bergerak seperti marah.
"Fan Shuli."
Ling Huo memanggil penolong kanannya dengan suara dingin. Fan Shuli masuk dengan perasaan takut. Dia belum pernah mendengar suara dingin Ling Huo sejak dia mengusir orang yang merendahkan putra sulungnya.
Dia bisa melihat Ling Chyou yang membenarkan pakaiannya. Dia melihat balutan tebal di tubuhnya sebelum tertutup semuanya dengan baju yang ia kenakan.
"Panggil Ru Xuan."
Dengan tatapan dingin, Ling Huo menyuruhnya memanggil seseorang.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......................