
Tiba di asosiasi.
Yun Kaibo dan Yong Zu Feng berjalan masuk ke kantor tetua Yang.
Tetua Yang mengizinkan mereka masuk dan Yong Zu Feng meletakkan resep itu di atas meja tetua Yang.
"Apa ini?"
Tetua Yang bertanya sambil mengambil resep itu.
"Ling Chyou demam api yongrang. Dan ini resep yang di berikan Ling Chyou sebelum pingsan. Mang Rui bilang ini obat untuk demam api yongrang."
Tetua Yang tersentak dan langsung melihat resep itu.
'Ini, ini resep obat Chunghau yang sempurna! Anak ini sangat jenius!'
Tetua Yang langsung bangun dari kursi nya.
"Kamu akan membuatnya segera."
Tetua Yang mengatakan itu dan Yong Zu Feng mengangguk.
Yun Kaibo menghela nafas kerana masalah Ling Chyou sudah terselesaikan.
.
.
.
.
.
Di dekat gunung Samant.
Ling Chen dan Tong Ma menganga melihat gunung Samant di depan mata mereka.
Zhang Quon tersenyum di situ.
"Ahem!"
Ketua grup itu batuk dengan keras dan mengambil semua perhatian mereka.
"Baik, kita akan mendaki gunung Samant yang terdingin di dunia ini! Bagi mereka yang elimen bukan api dan es, mereka akan kesulitan! Jika ingin berhenti, sekarang masanya! Kami tidak bertanggung jawab atas nyawa kalian!"
Ada beberapa yang melangkah mundur. Mereka semua di ejek pengecut dan lemah.
.
.
.
Mereka mula menginjakkan kaki ke gunung itu. Tulang merasa seperti di bekukan. Itu adalah elimen es yang sangat kuat.
Ada banyak yang tidak kuat dengan langkah pertama itu dan mundur. Namun rasa sejuk itu tidak menghilang walau mereka sudah mundur.
"Kalian tidak bisa berhenti saat sudah menginjakkan kaki di gunung Samant! Untuk menghilangkan rasa sejuk ini, kalian harus mencapai puncak gunung Samant!"
Mereka yang melangkah mundur menelan ludah mereka. Mereka tiada pilihan selain maju.
Ling Chen dan Tong Ma menggigil sejuk walau elimen api sudah melindungi mereka. Namun mereka kesal saat melihat Zhang Quon yang memakai pakaian nipis berjalan dengan santai Bahkan mereka yang elimen es kesulitan kerana anergi es di sini sangat kuat.
"Woi! Apa elimen mu!? Memgapa kamu tidak- Accoo!"
Tong Ma tidak dapat menghabiskan ayatnya kerana bersin.
"Itu rahasia. Mengapa guna elimen saat kejutan ku sudah cukup?"
__ADS_1
Ling Chen mengerutkan alisnya tidak terima.
"Aku akan bertanya pada kakak ku."
"Mengapa? Dia bukan tahu pon."
Zhang Quon agak kaget bahwa Ling Chen membawa kakaknya hanya untuk tahu elimennya.
"Kakak ku jenius. Dia pasti tahu kamu memiliki elimen apa."
Zhang Quon ingin membantah. Namun apa yang Ling Chen katakan tidak salah.
Mereka saling memandang seketika dan menghela nafas. Perjalanan mereka masih jauh dari puncak gunung.
Banyak yang mula berjatuhan kerana tidak sanggup dengan kesejukan itu. Daei 50 orang, bilangan mereka semakin menurun seiring berjalannya waktu.
Nafas mereka mula membeku semakin tinggi mereka pergi.
GRRROOWL!!!!!
Bunyi ruangan monster membangunkan mereka yang kesejukan.
"Dari raungannya, itu monster tingkat 6,3!"
Ketua grup langsung menarik keluar pedangnya.
Monster memiliki 10 tingkat dan 7 tingkat. Semakin kecil nombornya, semakin kuat monster. Tingkat hingga 10 di sebut dulu baru tingkat hingga 7.
Monster itu keluar dan melompat tepat di depan mereka.
Tanah bergetar dan salju mula runtuh.
Monster beruang kutub sebesar 5 meter dan cakar kuku yang besar. Giginya yang besar membuat semua orang menelan ludah.
Bang! Bang! Bang!
Ada beberapa lagi yang datang. Namun itu hanya sebesar 2 hingga 3 meter di banding monster beruang di depan mereka.
Ketua grup adalah yang pertama menyerang.
'Tebasan hujan es!'
Elimen es mula muncul di pedangnya. Hujan es yang tajam langsung menerpa monster beruang kutub sebesar 5 meter itu.
Chung!
Salah satu dari mata monster ity tertusuk es yang tajam itu.
Woooorggg!!!!!
Ruangan monster yang memekakkan kuping membuat semua orang menutup kuping mereka.
Semua orang yang melihat ketua grup bergerak maju melawan monster itu, yang lain juga mula menarik senjata mereka.
Namun dengan jumlah yang minim, mereka tidak bisa melakukan apa pon.
.
.
.
Setelah 30 minit, grup mereka di bantai monster beruang kutub. Salju yang yang di warnai merah kerana darah yang berceceran.
Merah benar benar warna keputusasaan. Ling Chen berlutut di tanah dengan kepala yang berdarah. Tong Ma juga dalam situasi yang sama.
Zhang Quon tidak terluka, namun dia terlihat kelelahan.
Ling Chen mengingat perkataan kakaknya.
__ADS_1
'Ling Chen, saat kesulitan, memohon lah pada Zhang Quon. Jika tidak mahu, setidaknya, ucapkan tolong.'
Dia tidak ingin melakukan itu tidak peduli bagaimanapon itu. Semua orang mati dan yang tersisa hanya mereka bertiga.
Tidak ada gunanya memohon lagi. Namun, setidaknya dia ingin melakukan apa yang kakaknya minta sebelum kematiannya.
Dirinya melihat monster beruang kutub ingin menerkamnya.
"Zhang Quon."
Zhang Quon menatap Ling Chen yang tiba tiba memanggilnya.
Ling Chen mengingat kata kata Ling Chyou yang tidak ia sampaikan pada Zhang Quon.
"Kakak ku meminta mu menjaga ku. Aku tidak mengatakannya kerana aku benci di jaga oleh mu. Tapi setidaknya, aku ingin menyampaikan pesan kakak ku sebelum mati."
Ling Chen yang penglihatannya mula kabur, hanya bisa duduk di atas salju.
"Kakak mu menyuruh ku?"
Nada suara Zhang Quon dingin. Ling Chen tersenyum seperti Zhang Quon mengejeknya.
"Dia mengizinkan ku pergi kerana aku bilang akan pergi bersama mu. Dia bahkan tidak mengizinkan ku saat aku mengatakan aku akan pergi bersama Tong Ma. Kakak ku benar benar mempercayai mu."
Ling Chen menutup matanya menunggu masa monster beruang kutub itu menyerangnya.
Namun......
Chung!
Dia membuka matanya lebar saat Zhang Quon menusuk monster di depannya.
"Zhang Quon?"
Ling Chen bingung dengan itu. Tong Ma juga sama. Zhang Quon tidak begitu bersemangat sejak awal pertempuran, kini menunjukkan niat membunuh.
"Begitu? Aku pikir kakak mu sudah melupakan ku."
Zhang Quon tersenyum lembut dan melepas pedangnya. Dia menggigit jempol tangan kanannya dan menyalatnya di dahi.
'Pinjamkan aku 100 kekuatan naga.'
Ling Chen maupun Tong Ma bisa merasakan anergi yang kuat datang dari Zhang Quon.
Alasan Ling Chyou mengatakan Zhang Quon ngecheat adalah, dia memiliki darah naga murni di tubuhnya.
Zhang Quon di lahirkan cacat dengan ketiadaan tangan kanan. Namun keluarganya sangat bersyukur akan kelahiran Zhang Quon lahir dan masuk ke keluarga mereka.
Kerana keluarga Zhang Quon yang baik dan bersyukur, naga keberuntungan merasa sangat tersentuh dan memberikan tangan kanan yang terbuat dari darah naga mengalir keluar masuk dari tubuhnya.
Namun, darah yang paling murni adalah tangan kanannya. Dengan darah naga, elimen miliknya 2 kali lebih kuat dan dia bisa meminjam kekuatan naga saat menggigit jarinya. 1 jari bermakna angka yang di mulai 1. 1, 10, 100 dan seterusnya. Dia hanya bisa mencapai angka 5 dan seterusnya kerana dia hanya punya 1 tangan dengan darah murni naga.
Kekuatan yang luar biasa itu, sekarang ia gunakan.
"Akan aku habisi ini dalam 1 minit."
Zhang Quon mengatakan itu dan bersedia melawan monster itu dengan tangan kosong.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung......................