I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 52


__ADS_3

Percik, percik.


Air terpercik ketika seorang pria naik dari sungai. Malam bulan purnama menerangi pria basah kuyup itu.


"Aku harus.... Memberitahunya...."


Pria itu bergumam dan jatuh pingsan. Darah mengalir dari perutnya.


Tak.


Ember kayu jatuh membuat bunyi yang terdengar keras di situasi sunyi itu.


Seorang wanita dengan pakaian compang camping menutup mulutnya dengan tangan sangat kaget.


****


Mata Ru Xuan bergetar dan membuka matanya. Cahaya terang memasuki pandangannya. Dia langsung duduk dari baringnya.


"Ugh!"


Ru Xuan mengerang memegang perutnya.


'Di mana ini? Aku harus segera kembali.'


Ru Xuan dengan cepat bangun walau dia sedang kesakitan.


Tiba tiba, seorang wanita masuk melihat Ru Xuan berusaha untuk bangun.


"Tidak bisa! Kamu harus istirahat! Luka mu sangat dalam!"


Wanita itu memaksa Ru Xuan yang lemah kembali berbaring. Ru Xuan bisa melihat pakaian wanita yang berparas biasa biasa saja di banding teman teman tuannya compang camping.


'Pelayan? Budak?'


Hanya 2 kata itu yang di pikirkan Ru Xuan ketika melihat wanita yang membantunya.


Wanita itu menyerahkan semangkuk bubur dan memaksa Ru Xuan makan.


"Nama aku Su Yin. Maaf aku hanya bisa memberikan mu ini. Seperti yang kamu lihat, aku hanyalah budak di sini."


Ru Xuan menatap mata Su Yin yang terlihat sangat polos dan malu. Dia mengingat bahwa dia adalah budak di keluarga Liu sebelum di ambil oleh Sekte Ling sebagai hadiah dari sekte Liu. Dia tahu perasaan menjadi budak yang di lecehkan kemana pon mereka pergi.


Namun selama pemerintahan Ling Chyou, budak tidak bisa di layan lebih rendah dari pelayan. Mereka juga manusia dan tidak ada yang bisa menentang itu.


Namun sekarang bukan waktu untuk berempati.


Ru Xuan harus pulang untuk melapor pada Ling Chyou tanpa gagal. Apa yang harus dia laporkan hampir membahayakan nyawanya.


'Kerajaan ini berkontrak dengan iblis dan naga untuk mencelakainya!'


Ru Xuan menggertak giginya.


Kerajaan 2 adalah kerajaan yang menghalalkan segala cara. Bahkan Dong Gak tidak ingin berkerja sama dengan mereka dan lebih memilih pergi ke kerajaan 3.


Untuk 10 hari, Ru Xuan di paksa terus berbaring oleh Su Yin. Sebagai sesama budak, Ru Xuan tidak mampu menolaknya.


Juga Ru Xuan melihat bagaimana Su Yin menjaganya dengan ikhlas, dia tidak bisa meninggalkannya di kerajaan 2 yang seeprti sampah itu.


40% dari rakyat mereka menjadi budak hanya gara gara mereka tidak bisa membayar pajak yang sangat tinggi. Dia ingin menghancurkan kerajaan seperti itu.


"Su Jin, ikut dengan ku pergi ke kerajaan utama. Aku adalah bawahan raja. Jadi aku pasti kamu akan bisa hidup lebih baik dari di sini. Jika kamu punya keluarga lainnya juga, kamu bisa membawa mereka bersama."


Ru Xuan secara jujur mengatakan itu setelah dia sembuh.


"Apa bisa? Kamu tahu kan, budak di layan lebih teruk dari binatang...."


Su Yin ragu. Tentu saja dia ragu. Dia sudahlah tidak kuat atau bertalenta. Bagaimana raja menerima orang seperti nya?


"Raja kerajaan utama, Ling Chyou adalah seseorang yang sangat takut melihat pertempuran berdarah atau bahkan mayat di depannya. Dia ingin menghentikan perang, hanya itu yang dia inginkan. Aku juga seorang budak dulu. Namun dia melayan ku seperti orang biasa."


Ru Xuan menatapnya dengan lembut sambil memikirkan kata yang selalu dia dan semua budak simpan di benak mereka.


"Budak yang ada di kerajaan utama memegang kata ini dari raja mereka. 'Ingatlah, status apapon kalian, kalian masih manusia yang layak untuk makan dan minum seperti manusia.' Semua orang layak berperilaku seperti manusia. Raja kali ini tidak akan berakhir seperti yang ada di sejarah. Aku menjamin itu."


Su Yin membulat matanya. Hanya mendengar dia layak menjadi manusia, itu adalah dorongan yang besar buatnya.


Namun raja kerajaan langit selalu berakhir mengenaskan kerana dendam atau sesuatu seperti itu.


'Aku menjamin itu.'


Su Yin tidak tahu mengapa dia ingin mempercayai orang yang bahkan baru dia temui 10 hari. Namun dia ingin berharap itu terjadi. Alasan kerajaan langit begitu mengenaskan, adalah kerana raja generasi kedua hingga generasi mendatang tidak dapat menduduki tahta bahkan untuk 2 tahun. Mereka selalu tewas termakan dendam dan sesuatu seperti itu.


"A, aku akan mencoba mempercayai mu."


Ru Xuan tersenyum. Sebagai pengawal bayangan, dia dengan mudah bisa menyeludupkan Su Yin keluar bersamanya.


****


"Kamu membawa..... Pacar?"


Ling Chyou berbicara dengan nada bingung dengan kepala memiring.


"Saya hampir mati dalam 10 hari lalu. Dia adalah budak yang menyelamatkan saya dari ambang kematian. Berkat dia, saya bisa pulang dan melapor pada anda."

__ADS_1


Su Yin membuat wajah seperti dia malu dengan dirinya. Bagaimana dirinya yang terlihat lusuh di depan mata seorang raja yang terlihat mewah dan tinggal di tempat mewah.


Pat.


Namun Ling Chyou menepuk pundak Su Yin yang menunduk.


"Terima Kasih. Sebagai balasan terima kasih, kamu bisa berkerja sebagai pelayan dan mendapatkan kamar pelayan. Maaf, hanya ini yang bisa aku lakukan. Banyak suara yang akan menentang ku jika aku memberikan anda rumah seenaknya."


Su Yin mengangkat kepalanya menatap Ling Chyou yang tersenyum padanya.


"Kakak, kamu melayan budak itu terlalu baik. Mengapa kamu tidak bisa melakukannya pada Xu Pio?"


Ling Chyou tersentak dan melirik tajam Xu Pio yang membawa ember dengan kain di tanganya.


"Aku bersikap baik padanya juga. Kan, Xu Pio?"


Ling Chyou tersenyum seperti akan menikamnya kapan saja. Namun itu bukan hal tidak biasa lagi dan Xu Pio sudah terbiasa. Itu juga terjadi kerana kutukan Zhang Quon. Jadi Zhang Quon harus menenangkannya supaya tidak berefek lebih dari rasa iri menjadi benci.


"Tentu. Yang mulia sangat baik pada saya."


Xu Pio menjawab seperti apa yang diinginkan.


Namun reaksi Ling Chyou lain. Dia semakin cemberut.


'Ouh tidak.'


Keringat mengalir di pipi Xu Pio. Dia memerlukan Zhang Quon sekarang. Rasa irinya sudah berada di batas.


'Ada yang tidak beres.'


Ru Xuan bisa merasakannya. Kutukan yang kuat mengingat dia seorang pengawal bayangan yang sensitif dengan hal seperti aura.


"Yang mulia, mengapa kutukan di sekitar anda menguat?"


Ling Chyou tersentak dan menatap tajam Ru Xuan. Dia bisa merasakan anergi api meluap dari belakangnya.


"Kakak...."


Bang!


Dinding hancur dan mata Ling Chen dingin. Ling Chyou menelan ludah langsung lupa akan rasa irinya. Dia tidak berani memutar tubuhnya.


"Bagaimana kamu bawa dia berkeliling dulu?"


Ling Chyou mengatakan itu dan Ru Xuan mengangguk lalu membawa Su Yin pergi. Agak bahaya untuk orang biasa seperti Su Yin terlalu lama terkena anergi api yang meluap.


"Ling Chen, tananglah. Kakak mu mungkin hanya....."


Zing.


"Kamu menyembunyikannya dari ku, kan."


Ling Chen terlihat seperti dia terkhianati.


"Kamu lebih berpihak pada kakak ku dari aku?"


Xu Pio terdiam lalu mundur.


"Kakak! Kita keluarga! Mengapa kamu selalu merahsiakan sesuatu dari ku!?"


Ling Chen meninggikan suaranya dengan mata yang merah.


"Kamu juga menyembunyikan kamu di ganggu untuk 3 tahun di mimpi."


Ling Chyou berbalik dan melawan.


"Tapi aku sentiasa memberitahu mu kondisi ku!"


Ling Chen membalas.


"Aku selalu meminta kamu untuk membantu ku untuk pelbagai masalah seperti yang aku janjikan."


Ling Chyou tidak melangkah mundur.


"Kamu berjanji untuk memberitahu ku kondisi mu ketika kamu terluka! Apa kamu melanggar janji itu!?"


Ling Chen juga tidak mahu mundur.


"Kamu berjanji untuk tidak menimbulkan masalah namun kamu malah membuat aku harus menguruskan masalah ku dengan tuan muda dari sekte awan!"


Mereka saling menatap dengan tajam. Mata Ling Chen mula mengalirkan air mata. Dia tidak bisa menerima bagaimana kakaknya sangat bersikeras untuk tidak memberitahunya tentang kondisinya ketika dia adalah adiknya. Keluarganya!


"Kakak! Mengapa kamu selalu melayani ku berbeda!? Apa kamu benar benar menganggap aku ini adik mu!?"


Ling Chen tertunduk dan tidak ada jawaban dari Ling Chyou.


'A, apa kakak benar benar.....'


Ling Chen tidak bisa menghabiskan pikirannya. Dia sangat takut memikirkan itu. Dia berharap mendapatkan tamparan di wajahnya ketika dia mengatakan itu. Seperti kebanyakan novel yang dia dengar dari Yin Mei.


Dia tidak berani mengangkat kepalanya.


"Ling Chen, angkat kepala mu."

__ADS_1


Dia mendengar kata Xu Pio yang dengan lembut memegang pundaknya.


Dengan memberanikan diri, dia mengangkat kepalanya. Dia berharap melihat tatapan dingin kakaknya atau sesuatu seperti itu.


Namun dia tersentak dan kehilangan kata kata dan merasa seperti waktu terhenti.


Air mata mengalir di mata Ling Chyou. Dia tidak pernah melihat kakaknya mengis dengan expresi seperti itu seumur hidupnya. Dia terlihat seperti sangat terpukul.


Ling Chyou menutup matanya dan dengan perlahan membuka matanya lagi. Lalu dia tersenyum.


"Jika kamu ingin tahu, maka aku akan beritahu. Namun, jangan menyesalinya. Apapon yang kamu katakan, aku tidak ingin mendengarnya. Aku juga seorang yang keras kepala."


Ling Chyou tersenyum lembut. 'Aku tidak ingin mendengarnya.' Kata itu menusuknya walau Ling Chyou berbicara dengan senyum lembut seperti biasa walau terlihat menyedihkan dengan bekas air mata.


"Aku akan mati jika aku membenci seseorang. Kutukan Zhang Quon akan membuat ku mati kerana itu melibatkan kebencian. Juga punya Xu Pio di sini yang membuat ku iri. Dari rasa iri, bisa berkembang menjadi benci."


Ling Chen kaget mendengarnya.


"Aku tidak akan putus dengan Zhang Quon atau menghalau Xu Pio pergi kerana kamu menyukainya. Itulah keputusan yang aku buat. Aku tidak akan mendengarkan apa pon yang kamu cadangkan untuk ku untuk masalah ini."


Ling Chyou mengatakan itu dan berjalan pergi. Dia bukan seseorang yang akan membujuk adiknya ketika mereka begitu keras kepala. Mereka harus sadar bahwa mereka tidak bisa memasuki masalah keluarga mereka untuk suatu yang privasi atau sesuatu yang tidak ingin mereka dapatkan pendapat orang lain.


Terkadang, semua orang perlu mengikuti kemahuan mereka dari mengambil pilihan yang mudah yang di sarankan orang lain.


Terkadang, jalan yang di tembok dan harus memanjatnya adalah jalan terpendek dari jalan yang mudah namun berliku.


Ling Chen harus tahu bagaimana untuk menerima keputusan orang lain. Bahkan jika dia adalah seorang bangsawan yang suka memaksa, dia harus tahu bagaimana cara untuk undur diri. Jika tidak, dia hanya akan menjadi beban di medan perang yang semakin dekat. Orang yang hanya tahu maju di medan perang tanpa rancangan, akan mati dengan cepat.


****


"Xu Pio, apa aku berlebihan? Aku hanya ingin tahu kondisi kakak ku. Mengapa dia selalu memilih jalan sulit dari jalan mudah?"


Ling Chen yang terlihat akan mengulangi putaran kedua untuk menangis di kamarnya.


"Apa solusi mu adalah menyuruhnya berpisah? Bahkan jika itu kamu, apa kamu mau melakukan itu?"


Xu Pio bertanya dengan lembut sambil mengelus lembut pundak Ling Chen.


"Tidak. Kan masih bisa membuat kontrak darah. Jika Zhang Quon melakukan hal curang di belakangnya, dia akan kehilangan setengah dari kekuatannya dan akan di transfer ke pemilik kontak. Kali kedua dia akan kehilangan semua kekuatannya. Kali ketiga dia akan mati. Bukan kah itu cara yang mudah?"


Xu Pio terdiam seketika. Dia tidak menyangka Ling Chen memikirkan solusi seperti itu.


"Kakak mu mungkin pikir kamu ingin dia putus dengan Zhang Quon dan menjauhkan mereka. Kamu terlihat sangat tidak meyukainya, itulah mengapa..."


Ling Chen hanya diam seketika.


"Aku memang tidak menyukainya. Dia selalu jadi tumpuan semua orang! Mengapa aku harus menyukai orang yang mengambil semua perhatian dari ku!?"


Xu Pio terdiam lagi.


"Tapi aku tidak akan mengusulkan putus untuk solusi. Kakak ku sangat mencintainya. Bagaimana aku bisa membuat mereka putus ketika kakak ku snagat mencintainya hingga bersedia mati untuknya. Aku tidak bisa."


Xu Pio tersenyum mendengar itu. Dia perlahan dan dengan lembut mencium pipi Ling Chen.


"Sudah, jangan sedih. Aku pasti kakak mu akan memaafkan mu jika kamu meminta maaf dengan tulus."


Ling Chen hanya mengangguk perlahan. Dia cukup lega bahwa dia punya Xu Pio di sisinya. Setidaknya ada seseorang yang akan mendengarkannya dengan cermat. Teman temannya yang lain mungkin akan menyalahkannya kerana bersikap kasar. Jadi dia benar benar sangat lega.


"Terima kasih."


Kata itu keluar membuat Xu Pio membulat sedikit matanya. Namun dia tersenyum melihat Ling Chen yang tertidur bersandar padanya.


"Mimpi indah."


Xu Pio mengatakan itu dan mencium bibir Ling Chen tanpa sepengetahuannya.


"Maaf, aku mengambil ciuman pertama mu."


Xu Pio dengan lembut membaringkan Ling Chen di kasur. Kemudian matanya yang selalunya tenang menjadi dingin.


"Sepertinya ada seseorang yang ingin bermimpi buruk."


Xu Pio mengatakan itu. Pergaduhan Ling Chen dan kakaknya akan menyebar luas membuat raja malu dan melemahkan imej sang raja. Semua saksi mata itu, dia harus memberikan mimpi buruk pada mereka supaya itu tidak menyebar.


Xu Pio keluar dari kamar dan Zhang Quon bersandar di dinding seperti menunggu dia keluar.


"Seperti biasa."


Xu Pio mengangguk. Mereka sudah berkerjasama sejak Xu Pio pertama kali datang. Zhang Quon memanfaatkan elimen mimpi dari Xu Pio untuk menghantui musuh atau mata mata dalam mimpi bersamanya. Itu lebih baik dari membunuh mereka ketika Ling Chyou sangat membenci hal hal yang berdarah.


Xu Pio melakukan apa saja jika itu untuk keinginan Ling Chen juga harga diri Ling Chen. Jadi ini situasi win win.


"Mari mulakan."


Xu Pio berjalan dan Zhang Quon mengikutinya dari belakang.


.


.


.


.

__ADS_1


.


...**Bersambung**...


__ADS_2