I Will Be Good People

I Will Be Good People
Episode 35


__ADS_3

Esok hari.


Ling Chen menatap Zhang Quon yang berada di sampingnya.


"Kamu terlihat sedang dalam mood yang baik. Apa yang kamu lakukan?"


Ling Chen bertanya dan Zhang Quon tersenyum.


"Aku tidur bersama kakak mu semalam. Dia ketakutan kerana bunga batu ilusi. Dia sepertinya sangat takut dengan hantu."


Ling Chen membulat matanya dan menatap kakaknya.


Telinga Ling Chyou memerah sedikit menganggukkan kepalanya.


"Walau aku tampak seperti tidak percaya akan hal begituan, aku takut akan itu."


Ling Chyou jujur mengatakan itu. Ling Chen mengangguk menerima itu dengan mudah.


Setiap orang ada ketakutan sendiri. Seperti ada yang takut dengan hewan, atau bahkan sayuran. Hantu itu cukup normal.


"Hnm.... Takut hantu? Yang lain takut apa? Aku takut dengan tomat. Aku alahan dengan sayur yang satu itu."


Tong Ma membuka bicara, tapi tidak ada yang ingin mengatakan ketakutan mereka.


"Semua orang ada ketakutan yang berbeda. Mungkin apa yang mereka takut bukan hal konyol seperti kita."


Ling Chyou mengatakan itu sambil menepuk pundak Tong Ma. Tong Ma mengangguk saja. Dia sudah tahu ini akan terjadi.


Mereka berpisah dan mula menambang. Ling Chyou memaafkan bunga ilusi dengan mudah dan Ling Chyou mengambil batu ruang dari bunga batu ruang.


Dia menyelesaikan laporannya dan beberapa temannya mencoba menyontek nya. Ling Chyou tersenyum membiarkan mereka. Dia juga pernah melakukannya. Zaman menjadi pelajar kalo tidak menyontek bukan zaman pelajar itu. Setidaknya sekali pasti pernah. Ling Chyou melakukannya berkali kali di ujian akhir supaya dia turun kelas.


Namun mereka menyerah setelah melihat laporan Ling Chyou yang sangat teliti lebih dari buku teks.


.


.


.


.


.


2 minggu berlalu. Semua orang terus menambang dan membuat laporan mereka. beberapa pelajar bela diri mencari masalah dengan Mereka. Namun itu sudah biasa.


Kebanyakannya mencari masalah dengan Ling Chyou untuk resepi masakannya. Ada juga untuk batu yang Ling Chen kumpulkan. Namun mereka langsung di sapu trio bela diri di kumpulan mereka.


"Ini sudah 2 minggu. Bagaimana kita mencoba untuk mengambil batu di kawasan yang lebih dalam?"


Beberapa ahli bela diri yang sepertinya terlalu percaya diri pergi ke kawasan lebih tinggi. Semakin tinggi tanah, semakin langka batu yang akan mereka peroleh. Sampai kawasan ke 3 lebih tinggi adalah yang paling aman. Setelah itu, sebaiknya kalian jangan melebihinya jika tidak punya kekuatan.


Monster di sana menyerang orang. Monster batu yang seperti di buat khusus melindungi tempat ini. Dia bisa terlihat seperti batu besar yang tidak berguna. Namun jika kamu melangkah masuk kawasan, mereka akan bergerak mempertahankan kawasan mereka.


Jadi, mengapa aku yang tingkat langit 1 ini buat di kawasan 4?


Aku di salah anggap teman mereka dan akhirnya di seret ke sini.


"Hei! Kalian beraninya menyeret ku! Aku hanya tingkat langit 1 di hujung langit 2! Bagaimana kalian bisa salah mengira!?"


Ling Chyou dengan mudah memarahi mereka.


"Maaf, maaf. Kami pikir kamu teman kami yang di tingkat langit 2. Jangan khawatir. Kami akan melindungi mu."


Ling Chyou merasa kasihan dengan teman yang dia maksud. Mereka pasti mencoba menjadikan anak itu umpan.


'Dan kalian pasti berpikir membuat ku menjadi umpan, iyakan. mengaku sajalah.'


Ling Chyou dengan enggan mengikuti mereka. Batu besar mula bergerak dan golem dengan anergi tanah yang luar biasa muncul di depan mereka.


Golem batu sebesar 5 meter berdiri tegak menatap mereka semua dengan amarah.


Mereka yang begrup 5 mula menyerang golem itu. Ling Chyou hanya bersandar pada batu yang ada di sampingnya melihat mereka bertarung dengan batu.


.


.


.


Pada akhirnya mereka kewalahan dan melarikan diri.


"Hei, kamu! Jaga dia untuk kami!"


Ling Chyou mendengar itu ingin melangkah maju. Namun batu yang dia sandari tiba tiba berubah menjadi golem 3 meter.


'Aku seharusnya tahu ini golem. Apa aku semakin bodoh semakin aku tinggal di dunia ini?'


Ling Chyou terdiam melihat golem itu. Orang yang menyuruh Ling Chyou maju menggertak giginya dan meninggalkan Ling Chyou bersama grupnya yang lain.


'Sekarang aku di tinggal?'


2 golem itu yang melihat Ling Chyou seorang diri mula berlutut dengan satu kaki seperti berlutut pada raja mereka.


"Hah?"


Ling Chyou bingung. Apa dia setinggi itu hingga mereka berlutut di depannya.


Inti golem itu bersinar dan dari sana, terdengar suara.

__ADS_1


"Kami tunduk pada tuan kami."


Semua batu berubah menjadi golem dalam berbagai ukuran dan berlutut dengan cara yang sama. Mereka tunduk pada Ling Chyou.


"Hah?"


Ling Chyou hanya bisa memberikan reaksi yang sama.


"Tuan di sambut di kota langit. Kamu bisa pergi dan datang sesuka hati mu. Raja kota langit yang sudah lebih dari 10 ribu tahun menghilang."


Ling Chyou benar benar meragukan kupingnya sekarang.


"Raja? Aku bisa datang dan pergi sesuka ku? Apaan dengan itu?"


Banyak pertanyaan di benaknya. Namun itu yang paling utama.


"Wahai raja kami. Kota langit tidak punya raja. Mereka sedang menunggu raja mereka. Raja yang bisa memerintah alam. Yang mulia, anda belum terbangun sepenuhnya. Kamu akan bisa mengendalikan alam hanya dengan perintah setelah ini. Namun anda tidak perlu menetap di langit. Anda bisa bepergian sesuka anda. Kehadiran alam sendiri sudah cukup untuk kehadiran anda di sana."


Keringat mengalir di pipi Ling Chyou.


'Bukankah itu bermakna seperti aku itu dewa? Aku tidak ingin menjadi makhluk seperti itu.'


Melihat kerutan langka di wajah Ling Chyou, golem itu diam menunggu balasan.


"Apa yang akan berlaku jika aku tidak kembali ke langit?"


Keheningan memenuhi kawasan itu.


"Tidak ada. Namun di saat anda terbangun sepenuhnya, anda akan selalu dalam bahaya. Dengan menyerap kemampuan anda, anda juga akan mati. Selalu ada yang iri dengan kemampuan anda. Dengan pergi ke langit, keselamatan anda akan lebih terjamin. Saya juga tidak pasti apa anda bisa kembali dengan cepat kerana kemunculan anda yang mendadak akan membuat warga langit sangat gembira."


Ling Chyou terdiam.


'Itu bermakna, setidaknya aku akan terjebak di sana untuk setahun. Itupon jika itu setahun.'


Pikirannya bercelaru. Dia sudah selesa dengan semua orang di sini. Juga Ling Chyou, tidak, Jun Huanrang adalah seseorang yang takut ke tempat baru tampa ada seseorang yang ia kenal. Itu adalah ketakutan alami kerana selalu terluka sejak dia masih kecil.


"Aku akan memikirkannya. Terima kasih. Lakukan saja kerja kalian."


Ling Chyou melangkah pergi dan para golem kembali ke bentuk tumpukan batu mereka.


.


.


.


Ling Chyou berjalan dengan wajah kusut. Ru Xuan yang sedari tadi mencarinya dengan panik langsung menerpanya.


"Tuan! Apa anda baik baik saja!?"


Ling Chyou dengan lemah mengangguk. Dia merasa dia baru saja di pukul di belakang kepalanya.


Melihat Ling Chyou yang selalu easy going punya pikiran yang kusut, Ru Xuan tidak bisa tidak bertanya tanya, apa yang terjadi.


Namun dia tetap diam mengikutinya. Mereka berjalan dan akhirnya mereka mencapai Ling Chen.


Ling Chen dengan senyum lebar mendekati Ling Chyou. Ling Chyou tersenyum sedikit tidak seperti biasanya. Banyak pikiran yang bergerak di pikirannya.


"Kakak, apa yang terjadi?"


Ling Chen terlihat khawatir.


"Chen."


Ling Chen tersentak saat kakaknya hanya memanggil namanya. Ling Chyou selalu memanggilnya Ling Chen.


"Apa baik baik saja bagi aku untuk pergi untuk waktu yang lama? Sendirian."


Mata Ling Chen membulat mendengar itu.


Ling Chyou mengingat sebuah jalan cerita di dunia murim. Di mana seorang adik atau orang yang mc cintai akan di ambil, di culik atau apa sajalah. Dan orang yang paling terdedah dengan itu adalah, dirinya.


'Tunggu masa aku akan di ambil paksa. Jadi, untuk mengelakkan itu, aku harus pergi sendiri.'


Ling Chyou melihat wajah adiknya yang kusut dan marah. Tangannya terkepal erat.


"Kakak, kamu ingin meninggalkan keluarga? Aku tidak akan membenarkan itu."


Suara Ling Chen bergetar. Dia menahan marahnya. Dia membujuk dirinya untuk tidak marah, kerana kakaknya selalu punya alasan yang baik.


"Aku juga tidak mahu."


Mendengar itu, Ling Chen akhirnya bisa melihat keengganan di wajah kakaknya.


"Kakak, apa yang terjadi?"


.


.


.


Mereka akhirnya duduk di sebuah tempat yang sunyi di luar gunung. Ling Chyou masih diam dan merenung. Ling Chen dengan sabar menunggu kakaknya berbicara.


Dia tidak bisa memaksa kakaknya menerangkan sesuatu. Itu kerana mananya seorang yang suka simpan segalanya sendiri. Jadi itu maklum dia akan merenung dari terus membuka mulutnya.


"Aku adalah raja kota langit."


Akhirnya, mulut Ling Chyou mengeluarkan suara yang membuat Ling Chen membulat matanya.

__ADS_1


"Aku mungkin akan di paksa ke langit. Kamu tahu, pendekar bela diri di langit semuanya berada di tingkat dewa. Jadi, dari membiarkan mereka memaksa ku pergi, aku harus pergi dan kembali. Aku memikirkan 1 tahun. Tapi itu bukan hal yang mudah untuk pergi setelah keberadaan raja kota langit menghilang untuk waktu yang lama."


Ling Chen yang membuka mulutnya untuk berbicara, hanya tertutup kembali tanpa sepatah kata apapon.


Mereka berdua merenung tanah dalam waktu yang lama. Zhang Quon yang kebetulan lalu, melihat keheningan itu, menyapa.


"Mengapa kalian memasang wajah yang sangat kusut?"


Dan pada saat itu, Ling Chyou mengingat Zhang Quon. Dia merasa sangat bodoh. Zhang Quon juga akan ke kota langit sebentar lagi.


"Zhang Quon, bisakah kamu mencapai tingkat dewa segera?"


Zhang Quon merasa aneh di tanya akan tingkat nya untuk pertama kali oleh Ling Chyou. Namun nada bertanya nya terdengar putus asa.


"Apa yang terjadi?"


Zhang Quon bertanya dengan wajah serius.


"Aku harus pergi ke kota langit. Apa kamu bisa mencapai tingkat dewa dengan cepat dan menemani ku di sana? Aku tidak ingin pergi sendirian."


Wajah Ling Chyou terlihat putus asa saat bertanya akan itu.


Zhang Quon terdiam seketika.


"Kapan itu? Aku akan menjadi tingkat dewa secepatnya."


Mata Ling Chyou sedikit berbinar mendengar balasan itu.


"Tidak tahu. Namun aku akan pergi setelah kamu mencapai tingkat dewa. Lebih cepat lebih bagus. Aku tidak mahu di culik warga langit dan tidak bisa pulang."


Wajah Ling Chyou terlihat sedih. Namun dia tidak sadar yang adiknya sangat tidak terima dengan keputusannya. Dia menahan anergi apinya dari keluar.


"Maaf menyusahkan mu. Aku tidak ingin pergi sendirian."


Bang! Bang!


"Golem keluar dari gunung! Apa yang terjadi!?"


Banyak orang panik dan melarikan diri. Zhang Quon dan Ling Chen berdiri di depan Ling Chyou untuk melindunginya.


"Kalian, hentikan."


Mereka mendengar itu dan Ling Chyou ke depan mereka. Golem itu tiba di depan Ling Chyou dan akhirnya melutut.


"Penjaga istana sudah menyadari keberadaan anda, yang mulia. Sila datang ke langit dalam 3 bulan, atau mereka akan datang menyeret anda."


Ling Chyou mengemam bibirnya mendengar itu.


"3 bulan?"


Ling Chyou mendengar gumaman Zhang Quon di belakangnya.


"Terlalu lebih dari cukup. Aku akan mencapai tingkat dewa dalam sebulan."


Ling Chyou tersenyum mendengar itu. Dia memegang kedua tangan Zhang Quon.


"Kamu akan menemani ku kan!? Kamu tidak akan menunggu hingga kamu berumur 15 tahun!?"


Zhang Quon tersenyum pada pertanyaan Ling Chyou.


"Aku pikir kamu mula memikirkan tingkat ku. Kamu hanya memikirkan teman untuk pergi bersama? Setidaknya kamu harus terlihat tertarik dengan tingkat ku."


Zhang Quon saja menyakat. Namun Ling Chyou hanya membuat wajah terharu padanya.


"Sungguh, terima kasih. Di sana, aku tidak akan punya seseorang yang bisa di percayai."


Zhang Quon dan Ling Chen bisa memahami ketakutan Ling Chyou yang setiap harinya ada saja panah atau sesuatu yang akan mengenainya di malam hari.


Sampai Ru Xuan lelah menangkap semua itu.


"Aku juga akan menjadi tingkat dewa dalam sebulan."


Ling Chen mengatakan itu dan menatap Zhang Quon.


"Ini akan menjadi neraka untuk sebulan."


Zhang Quon mengangguk pada ambisi adiknya untuk menghalang kisah cinta mereka.


"Aku akan membantu kalian. Teknik mana yang kalian ingin pelajari?"


Ling Chyou mengeluarkan banyak buku dan catatan dari cincin ruangnya.


"Banyak teknik yang kalian bisa pelajari. Katakan saja."


Mereka semua tersenyum. Pelatihan neraka akan di mulai.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...............................


__ADS_2